Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL SAINTIS

Evaluasi Kelayakan Investasi Alat Berat Di Kalimantan Selatan: Feasibility Evaluation of Heavy Equipment Investment in South Kalimantan Lendra; Purwantoro, Almuntofa; Wibowo, Guswiem
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).12926

Abstract

[ID] Pembangunan di sektor konstruksi di Indonesia adalah salah satu alasan mengapa investasi peralatan alat berat mengalami peningkatan namun pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,07% pada tahun 2020 akibat covid-19. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2020 berimbas perusahaan penyewaan alat berat salah satunya CV. BSN yang meyewakan alat berat seperti Bulldozer, Compactor, Excavator dan Motor Grader. Untuk menilai kelayakan investasi yang telah dilaksanakan dalam penelitian ini bergantung pada lamanya periode pengembalian investasi, jumlah yang diinvestasikan, tingkat pengembalian, potensi menghasilkan keuntungan, dan titik impas, dan sensitivitas. Evaluasi tersebut dimaksud bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha yang telah di laksanakan. Berdasarkan periode pengembalian yaitu selama 2 Tahun 176 Hari, nilai Profitability Index sebesar 6,105. Internal Rate of Return diperoleh 12,45%. Break Even Point  terjadi pada 2,46 Tahun pada saat itu pendapatan sebesar 2,46 tahun atau 2 tahun 218 hari pada pendapatan sebesar Rp. 98.784.716.825. Berdasarkan hasil Analisis sensitivitas mendapatkan hasil bahwa pemasukan naik 50% dan biaya pengeluaran turun 50% menghasilkan NPV yaitu Rp. 556.410.190.620 dinyatakan layak, IP dengan nilai 13,774 dinyatakan layak, dan IRR dengan nilai 12,43% dinyatakan layak sedangkan pemasukan turun 50% dan biaya pengeluaran naik 50% menghasilkan yaitu -Rp. 109.326.820.101 dinyatakan tidak layak, dan PI dengan nilai -1,510 dinyatakan tidak layak, dan IRR dengan nilai 12,33% dinyatakan layak. [EN] Development in the construction sector in Indonesia is one of the reasons why investment in heavy equipment has increased, but Indonesia's economic growth has contracted by 2.07% in 2020 due to Covid-19. Economic growth in Indonesia in 2020 will impact heavy equipment rental companies, one of which is CV. BSN rents out heavy equipment such as Bulldozers, Compactors, Excavators and Motor Graders. To assess the feasibility of the investment that has been carried out in this study depends on the length of the investment return period, the amount invested, the rate of return, the potential to generate profits, and the break-even point, and sensitivity. The intended evaluation aims to determine the feasibility of the business that has been implemented. Based on the payback period, which is 2 years 176 days, the Profitability Index value is 6.105. Internal Rate of Return obtained 12.45%. The Break Even Point occurs at 2.46 years at that time the income is 2.46 years or 2 years 218 days at an income of Rp. 98,784,716,825. Based on the results of the sensitivity analysis, it was found that income increased by 50% and expenses fell by 50% resulting in an NPV of Rp. 556,410,190,620 was declared eligible, IP with a value of 13,774 was declared feasible, and an IRR with a value of 12.43% was declared feasible while income decreased by 50% and expenses increased by 50% resulting in -Rp. 109,326,820,101 was declared inappropriate, and a PI with a value of -1.510 was declared inappropriate, and an IRR with a value of 12.33% was declared feasible.
Optimalisasi Alokasi Tenaga Kerja Menggunakan Resource Leveling: Optimizing Labor Allocation Use Resource Leveling Purwantoro, Almuntofa; Wawey Lagi To’unni, Attie; Aditama K. A. Uda, Subrata
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).14478

Abstract

[ID] Pekerjaan bersifat unik dalam kaitannya dengan aset material dan perangkat keras yang dapat diakumulasikan atau disimpan dan dimanfaatkan bila diperlukan. Dewan yang tidak bisa dibilang ideal merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi, khususnya kebimbangan yang diakibatkan oleh tidak konsistennya administrasi pembagian kerja. Untuk mengatasi permasalahan fluktuasi kerja yang tidak terlalu ideal, maka penjatahan kerja harus diseimbangkan. Asset night out merupakan salah satu metodologi yang dapat dimanfaatkan dan dijalankan. Penerapan ini diperlukan dalam upaya pembangunan untuk membatasi varians yang terjadi pada dewan ketenagakerjaan dengan memindahkan atau menunda pekerjaan non-dasar dalam float yang dapat diakses. Pemeriksaan ini melakukan investigasi dengan bantuan aplikasi Microsoft Project untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Pengujian yang diterapkan adalah melalui auto timetable dan manual timetable, dengan korelasi menggunakan teknik Burgers. Akibat dari investigasi ini adalah ketika dilakukan pemeriksaan penyesuaian dengan teknik aset night out dengan menggunakan auto plan, diketahui bahwa jangka waktu pengerjaannya adalah 92 minggu, tergantung pada penundaan dari jadwal yang telah ditentukan, tepatnya 53 minggu dan 40 pekerja. Hal ini dikarenakan sistem pemesanan paket otomatis terjadi karena paket yang diprogram telah diatur oleh sistem. Sementara itu, dengan menggunakan sistem penjadwalan manual (tambahan tenaga kerja), masa kerja ditetapkan 39 minggu, namun terdapat penambahan tenaga kerja sebanyak 4 orang mandor dan 5 orang petugas operator peralatan berat dengan jumlah 49 orang spesialis. Hasil korelasi menggunakan teknik Burgers menunjukkan bahwa rencana otomatis aset malam adalah hasil terbaik dengan jangka waktu yang semakin panjang. Kata Kunci: Fluktuasi, Resource Leveling, Microsoft Project, Auto Schedule   [EN] Work in relation to materials and materials that can be accumulated or stored and utilized when required. Unfinished work is one of the problems that often occurs, especially anxiety caused by inconsistent administration of the division of labor. To overcome the problem of work fluctuations that are not too ideal, work rationing must be balanced. This application is necessary in development efforts to limit fluctuations that occur in n employment by moving or postponing non-basic work in accessible floats. This check is assisted by the Microsoft Project application to obtain more optimal results. Resource Leveling project period of 39 weeks and 40 workers. The test applied is through an auto schedule with the help of the Microsoft Project application. The result of this activity is that when an adjustment check was carried out using the auto schedule, it was found that the work period was 92 weeks, adrift of the delay from the plan schedule, which was 53 weeks and 40 workers. This is because the auto schedule scheduling system, occurs because the automatic schedule has been arranged by the system. Keywords: Fluctuation, Resource Leveling, Microsoft Project, Auto Schedule
Optimalisasi Proyek Rehabilitasi dengan Metode Value Engineering: Studi Kasus Perencanaan TK. Bakuwu Kota Palangka Raya: Optimizing Rehabilitation Projects Using Value Engineering Methods: Case Study of Bakuwu Kindergarten Planning in Palangka Raya City Bangun, Dwi Candra Karya; Purwantoro, Almuntofa; Dewantoro
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 02 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(02).18810

Abstract

[ID] Pembangunan infrastruktur merupakan sektor yang krusial di Kota Palangka Raya karena berperan penting dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan pendidikan. Penyediaan infrastruktur dasar yang merata merupakan kunci mewujudkan kota sipil. Namun, pemborosan biaya proyek seringkali terjadi karena kurangnya ide, informasi dan desain yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan biaya dan kinerja proyek rehabilitasi gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Bakuwu di Kota Palangka Raya melalui penerapan metode Value Engineering (VE). Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data proyek, dilanjutkan dengan analisis melalui empat tahapan VE: Informasi, Kreatif, Analisis, dan Rekomendasi. Setiap tahapan berfokus pada evaluasi material yang digunakan dan pencarian alternatif yang lebih efisien melalui analisis biaya, kualitas, waktu pelaksanaan, dan kemudahan pelaksanaan menggunakan matriks evaluasi zero-one. Hasil penelitian menyarankan perubahan material untuk efisiensi biaya: Pekerjaan dinding bata merah diganti dengan alternatif bata ringan, Pekerjaan atap genteng metal diganti dengan seng gelombang BJLS 25 (80cm x 180cm), Pekerjaan lantai keramik polished 40x40 (granito) diganti dengan keramik ukuran 40x40 (Essenza), Pekerjaan kusen alumunium 4" tidak diganti. Total penghematan biaya yang dapat diperoleh setelah dilakukan Value Engineering sebesar Rp76.080.526,00- dengan persentase sebesar 5,69%. [EN] Infrastructure development is a crucial sector in Palangka Raya City as it plays an important role in economic, social and educational development. Equitable provision of basic infrastructure is key to realizing a civic city. However, project cost wastage often occurs due to lack of ideas, information and effective design. This research aims to optimize the cost and performance of the Bakuwu Kindergarten building rehabilitation project in Palangka Raya City through the application of the Value Engineering (VE) method. This research begins with project data collection, followed by analysis through four stages of VE: Information, Creative, Analysis, and Recommendation. Each stage focused on evaluating the materials used and finding more efficient alternatives through analyzing cost, quality, execution time, and ease of implementation using a zero-one evaluation matrix. The results suggested material changes for cost efficiency: Red brick wall work replaced with lightweight brick alternative, Metal tile roof work replaced with BJLS 25 wave zinc (80cm x 180cm), Polished ceramic floor work 40x40 (granito) replaced with ceramic size 40x40 (Essenza), 4” aluminum frame work is not replaced. The total cost savings that can be obtained after Value Engineering is IDR 76,080,526.00- with a percentage of 5.69%.