Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Ternak Tropika

Performance Analysis in Quantitative Local Ducks in Kediri Regency East Java Nurwahyuni, Eka; Febriyanti, Siti Alfina Aura; Azarine, Dewita Yanna; Gozali, Kanaya; Atmaja, Indra Maulana
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.02.9

Abstract

The livestock sector is one of the potentials in Indonesia, including duck farming. The duck population in Kediri District in 2022 amounted to 367,987 heads. This research was conducted in 5 subdistricts in Kediri District including Mojo Subdistrict, Ringinrejo Subdistrict, Wates Subdistrict, Ngasem Subdistrict, and Gampengrejo Subdistrict. The variables observed in this research include quantitative traits (femur length, tibia length, shank length, shank circumference, wing length, sternum length, chest width, and chest depth). The differences in the results of this study are influenced by environmental factors and genetics. The conclusion of this study is that the morphometric measurement interval (quantitative traits) of local ducks in each sub-district in Kediri District varies greatly because it is influenced by several factors including the environmental conditions of each sub-district, feed consumption, maintenance methods, and age. The measurement results show that local ducks in Kediri District are still cultivated by farmers and have a variety of sizes. The suggestion of this research is that morphometric measurements (quantitative traits) of local ducks should be carried out in all sub-districts in Kediri District so that it can be known that the body size of ducks in Kediri District is very diverse.
Pengaruh Bobot Awal Berbeda Terhadap Bobot Organ Dalam, Organ Luar Dan Kesehatan Kelinci Hycole Nurwahyuni, Eka; Minarti, Sri; Nurfadila, Agista Lutfi; Widyastuti, Wahyu Indah
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.10

Abstract

Kelinci Hycole merupakan kelinci yang memiliki produktivitas yang tinggi dan juga adaptasi yang baik untuk pengembangan di Indonesia. Kelinci dapat dimanfaatkan untuk diambil karkas sebagai daging olahan yang memiliki gizi yang tinggi. Selain karkas, kelinci juga diambil non karkas sebagai konsumsi seperti organ dalam. Pertumbuhan kelinci dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan, bobot badan, dan penyakit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui untuk mengevaluasi bobot organ dalam dan organ luar serta kesehatan pada kelinci Hycole dengan bobot awal yang berbeda. Penelitian ini menggunakan bobot kelinci dibagi dalam 3 kelompok yang berbeda yaitu kelompok besar dengan bobot badan berkisar 2005-2315g, kelompok sedang dengan bobot badan berkisar 1695-1900g dan kelompok kecil dengan bobot badan berkisar 1540-1640g. Hasil penelitian yang didapat adalah bobot badan awal kelinci memberikan pengaruh (P< 0.01) terhadap bobot hati dan saluran pencernaan. Namun bobot hati dan jantung tidak dipengaruhi oleh bobot awal kelinci. Hal ini dapat dipengaruhi oleh fungsi dari organ pencernaan memiliki adaptasi untuk kerja yang lebih berat sehingga organ juga bertambah bobotnya. Bobot organ luar kelinci juga dipengaruhi oleh bobot badan kelinci. Kelinci dengan bobot badan kecil mudah terserang penyakit daripada kelinci besar, hal ini disebabkan kelinci kecil memiliki imun yang lemah dibanding kelinci besar. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bobot organ dalam (hati dan saluran pencernaan) dan organ luar (kepala dan kaki) dapat dipengaruhi oleh bobot badan awal kelinci. Kelinci dengan bobot awal yang besar memberikan bobot organ dalam dan organ luar yang besar. Penyakit kelinci pada umumnya yang terjadi pada bobot kelinci kecil dan sedang adalah diare dan scabies. Hal ini perlu penanganan lebih lanjut agar tidak mempengaruhi produktivitas. 
Effects of Hatching Eggs Storage at Room Temperature on Hatching Performance and Day Old Chick Quality of Arab Chickens Andri, Faizal; Fajriah, Putri; Tasya, Silvi Annas; Marwi, Filoza; Nurwahyuni, Eka; Yulianti, Dyah Lestari; Prayogi, Heni Setyo; Sudjarwo, Edhy
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.7

Abstract

This study evaluated the effect of hatching egg storage at room temperature on hatching performance and day old chick quality of Arab chickens. Two hundreds hatching eggs were obtained at the same day from 55-weeks-old Arab chicken flocks. Hatching eggs were then randomly distributed into four treatments, including 1 day storage (1DS), 4 days storage (4DS), 7 days storage (7DS), and 10 days storage (10DS). Each of those treatment using five replicates and each of replicate consisted of 10 hatching eggs. Temperature and relative humidity in the storage room were 27.9 ± 0.55 °C and 55.4 ± 4.84%, respectively. At the end of each storage duration, hatching eggs were incubated at temperature and relative humidity of 37.8 ± 0.08 °C and 58.94 ± 5.66%, respectively, for 516 hours. Result showed that egg storage duration for up to 10 days did not affect (P > 0.05) fertility. However, 4DS treatment had a higher (P < 0.05) hatchability of set eggs and hatchability of fertile eggs. Embryonic mortality was also lower (P < 0.05) in 4DS than the other treatments. Egg storage duration had no effect (P > 0.05) on chick length, hatch yield, and Pasgar score. Whereas, chick weight in 1DS and D4S was higher (P < 0.05) than 7DS and 10DS. Furthermore, saleable chicks in 4DS also higher (P < 0.05) than the other treatments. It could be concluded that hatching egg storage at room temperature for 4 days provides optimum hatching performance and day old chick quality of Arab chickens.
Evaluasi Efektivitas Cuka Apel Sebagai Desinfektan Ramah Lingkungan Terhadap Indeks Telur, Susut Tetas Dan Mortalitas DOD Pada Penetasan Itik Mojosari Nurwahyuni, Eka; Nursita, Ita Wahju; Saputra, Agtus Pratama; Kiroh, Laila Tadz; Astuti, Natasya Ika
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.6

Abstract

Sanitasi telur tetas itik Mojosari merupakan langkah penting untuk mencegah kontaminasi mikroba dan meningkatkan keberhasilan penetasan. Penggunaan desinfektan alami  yang ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan dapat digunakan sebagai pengganti desinfektan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji indeks bentuk telur, susut tetas dan mortalitas Day Old Duck sebagai respon terhadap pengggunaan desinfektan alami untuk sanitasi berupa cuka apel yang berperan sebagai alternatif bahan pengganti desinfetan kimia. Penelitian ini menggunakan 300 butir telur itik Mojosari yang telah di seleksi berdasarkan grade telur, bobot telur dan indeks telur. Perlakuan yang diterapkan terdiri atas P0 (kontrol), serta cuka apel P1 (1,5%), P2 (2,5%), P3 (4%), dan P4 (5%). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan pada setiap ulangan digunakan 12 butir telur. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh penggunaan desinfektan kimia dan desinfektan cuka apel terhadap variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indeks telur itik Mojosari sebesar 78,61%. Rata-rata susut tetas sebesar 11,84 ± 1,19% hingga 14,05 ± 1,98%. Penggunaan desinfektan alami cuka apel tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap mortalitas dan susut tetas Day Old Duck. Temuan ini mengindikasikan bahwa desinfektan alami cuka apel dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengganti densifektan kimia dalam proses penetasan telur tetas itik Mojosari.