Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DAN KOGNITIVISTIK DALAM RANCANGAN PEMBELAJARAN Fariza, Fariza Zulfalillah; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 2 (2024): Artikel Pendidikan Bag.2
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/c75x4r10

Abstract

Learning theory can be interpreted as a systematic unity consisting of concepts, principles, and definitions related to how individuals acquire knowledge, skills, as well as changes in behaviour and character through learning process. Learning theory has an essential role, one of which is used as a conceptual and pedagogical reference to design an appropriate learning for students. This research focuses on behavioristic and cognitivistic learning theories that are implemented in learning design. Behavioristic learning theory emphasizes learning outcomes in the form of behavioral changes obtained through environmental conditioning, while cognitivistic learning theory emphasizes the information processing and understanding that individuals go through during learning rather than the final results obtained. These two theories have significantly different views, yet in the design of a lesson they can be collaborated since it complements each other in fulfilling learning objectives that can enhance individual understanding and skills. The research method used is library research by collecting various sources of literature related to the topic raised. Key words: design, design instructional, learning, behavioristic, cognitivistic.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN wildan, Wildan Nugraha; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 1 (2024): Artikel Pendidikan Bag.1
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/7ccg8x35

Abstract

Sistem pendidikan secara dinamis berubah-ubah seiring dengan perkembangan zaman sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang tepat. Salah satu yang menjadi tren akhir ini adalah teori belajar konstruktivisme. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pembelajaran konstuktivisme dalam pembelajaran. Penelitian ini adalah studi pustaka, yang mengumpulkan sumber referensi untuk dianalisis kemudian ditarik kesimpulan. Hasil sumber yang ditemukan yaitu pembelajaran konstruktivisme adalah model pendekatan alternatif yang mampu menjawab kekurangan paham behavioristik yang beranggapan bahwa pengetahuan merupakan konstruksi (bentukan) dari kita yang menganalisis dan simpulkan. Ciri khas dari karakteristik konstruktivisme yaitu; (1) belajar aktif, (2) bersifat otentik dan situasional, (3) menarik dan menantang, (4) pengaitan pengetahuan lama dengan informasi baru, (5) merefleksikan pengetahuan, (6) guru dapat memberi bantuan dalam menempuh proses belajar. Kata Kunci: Pembelajaran, Konstruktivisme
PENERAPAN TEORI BELAJAR KOGNITIF SOSIAL BANDURA PADA MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA DI SMKN 15 GARUT -, Eva Fauzi Nursiami; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 2 (2024): Artikel Pendidikan Bag.2
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/e85x1p07

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui bagaimana teori kognitif sosial Bandura diterapkan dalam pembelajaran bahasa Sunda di SMKN 15 Garut. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan eksperimental kuantitatif, dan temuan menunjukkan bahwa teori ini diterapkan melalui tahapan berikut: perhatian, retensi, reproduksi, dan penguatan Pada tahap perhatian, guru memberikan kegiatan yang menarik dan memotivasi untuk menarik perhatian siswa. Pada tahap retensi, guru membantu siswa mempertahankan materi bahasa Sunda melalui pemodelan, penguatan verbal, dan penguatan diri. Pada tahap reproduksi, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis dalam bahasa Sunda. Pada tahap penguatan, guru memberikan penguatan positif, seperti pujian dan hadiah, untuk mendorong siswa untuk terus belajar bahasa Sunda. Hasil belajar bahasa Sunda siswa di SMKN 15 Garut telah meningkat berkat penerapan teori belajar kognitif sosial Bandura. Siswa menunjukkan peningkatan dalam keterampilan berbahasa Sunda. Kata Kunci: Teori Kognitif sosial Bandura, pembelajaran Bahasa Sunda
ANALISIS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK KELAS VI DI SDIT PERSIS 99 RANCABANGO Ayu, Ayu Faza Fauziyyah; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 2 (2024): Artikel Pendidikan Bag.2
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/7ty3yh09

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan  metode pembelajaran berbasis proyek dalam hal peningkatan aktivitas siswa. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDIT Persis 99 Rancabango pada materi Gerhana Matahari dan Bulan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui beberapa tahapan diantaranya pengumpulan data, penyajian data dan kesimpulan. Dalam proses pembelajaran, siswa cenderung bosan dan kurang tertarik dengan proses pembelajaran yang berlangsung karena metode yang digunakan hanya bersifat ceramah dan monoton. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis apakah peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran dalam penggunaan model pembelajaran berbasis proyek. Model pembelajaran berbasis proyek adalah pendekatan ilmiah dan terdiri dari beberapa tahap, termasuk mengamati, mengajukan pertanyaan, mengumpulkan informasi, penalaran, dan berkomunikasi. Melalui berbagai tahapan tersebut, peserta didik dapat meningkatkan perannya dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Keaktifan Siswa
PENGARUH KEMAMPUAN SELF REGULATION TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Agustina, Agustina Mulyani; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 1 (2024): Artikel Pendidikan Bag.1
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/kmytwn38

Abstract

ABSTRAK Proses pembelajaran sangat memengaruhi hasil pembelajaran siswa, banyak hal yang mendukung proses pembelajaran dikelas menjadi lebih optimal, salah satunya self regulation yang baik. Pegaturan Diri (Self-Regulation) adalah proses yang digunakan pembelajar untuk secara sistematis memusatkan pikiran, perasaan, dan tindakannya pada pencapaian tujuan mereka (Zimmerman, 2000). Motivasi adalah suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu (Djamarah 2011:148) . Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah kemampuan pengendalian diri dapat berdampak pada keinginan siswa untuk belajar lebih banyak dan Untuk mengetahui bagaimana kemampuan self regulation dapat berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Dalam jurnal ini menjelaskan pengertian self regulation dan motivasi serta memaparkan bagaimana selfregulation bisa meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode analisis yang dilakukan dalam jurnal ini adalah studi pustaka, dengan cara mencari beberapa sumber yang telah diterbitkan oleh penulis/peneliti terkait self regulation dan motivasi. Kata kunci : Self-Regulation, Pengaturan Diri, regulasi diri motivasi  
Metakognisi dalam pembelajaran PPKn di SMPN Satu Atap 1 Cigalontang denura, dewinuraini; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 2 (2024): Artikel Pendidikan Bag.2
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/tgqgbs07

Abstract

Kemajuan imu pengetahuan dan teknologi berpengaruh besar terhadap semua lini kehidupan, termasuk bidang Pendidikan. Pendidikan sebagai pemegang kendali kualitas peradaban bangsa, harus mampu beradaptasi guna menjawab tantangan zaman yang mengglobal. Melalui inovasi Pendidikan, pendidik harus menciptakan generasi unggul abad 21 yang siap berdaptasi dengan perubahan kondisi zaman apa pun. Generasi unggul abad 21 salah satunya adalah generasi yang mampu berpikir tingkat tinggi atau dengan kata lain berpikir metakognitif. Namun kenyataan, dalam praktik pembelajaran,  masih banyak peserta didik yang kemampuan berpikirnya masih berada di level tingkat dasar. Apalagi di sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas dan kemampuan ekonomi peserta didiknya, salah satunya adalah di SMPN Satu Atap 1 Cigalontang, khususnya pada pembelajaran PPKn. Peserta didik yang unggul akan terlahir dari pendidik yang unggul. Peserta didik yang mampu berpikir metakognitif terlahir dari guru berpikir metakognitif.  Melalui penelitian dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis dan studi lieratur serta dengan teknik pengamatan, peneliti menemukan jawaban bahwa untuk menstimulus kemampuan metakognitif pada pembelajaran PPKn peserta didik adalah  pendidik dengan menggunakan model-model pembelajaran yang menuntut peserta didik berpikir kue lapis, yaitu bertahap hingga pada pola pemahaman berpikir kelas tinggi/metakignisi. Dalam hal ini adalah model-model khusus pembelajaran PPKn yang menstimulus peserta didik untuk mencari, menemukan, memecahkan masalahnya sendiri sampai pada penciptakan suatu karya atau projek melalui kegiatan pembelajaran yang peserta didik alami.
EFEKTIVITAS TEORI BELAJAR BEHAVIORISME TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA: SEBUAH TINJAUAN LITERTUR yusup, Firman; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 1 (2024): Artikel Pendidikan Bag.1
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/xg75yn04

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berupaya untuk menyelidiki keampuhan teori belajar behaviorisme dalam kaitannya dengan hasil belajar siswa melalui analisis komprehensif terhadap literatur yang ada. Behaviorisme merupakan sebuah metodologi pembelajaran yang menekankan modifikasi perilaku yang dapat diamati, telah menjadi subjek penelitian yang menonjol di bidang pendidikan selama jangka waktu yang cukup lama. Dengan mengkaji literatur yang ada, kami menganalisis secara kritis banyak penelitian yang mengkaji dampak penggunaan teori behaviorisme terhadap hasil belajar. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran behaviorisme dapat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap topik tertentu, terutama bila disesuaikan dengan kebutuhan individu dan konteks pembelajaran.Namun demikian, beberapa penelitian juga menekankan kendala pendekatan ini, yaitu ketidakmampuannya menilai pemahaman topik secara komprehensif. Kata kunci : belajar, behaviorisme, hasil belajar
INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA Purwanti, Purwanti; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 3 (2024): Artikel Pendidikan Bag.3
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/7wqxyn27

Abstract

IPA ialah ilmu pengetahuan tentang kejadian—kejadian yang berkaitan dengan kebendaan dan biasanya didasarkan pada hasil observasi, eksperimen, dan induksi (Iskandar, 1997).  IPA berasal dari kegiatan observasi dan eksperimen, yang merupakan kegiatan ilmiah. Pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang menekankan pada kegiatan proses, dimana peserta didik dituntut aktif selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan membangun pengetahuannya melalui rangkaian kegiatan berupa penemuan (penyelidikan) terhadap konsep, teori, ataupun hukum. Karakteristik IPA tersebut berkaitan dengan pandangan pragmatisme yang memandang bahwa pengetahuan dapat diperoleh melalui pengalaman atau penyelidikan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui cara yang tepat untuk memfasilitasi peserta memperoleh konsep IPA secara bermakna sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik yang menjadi salah satu indikator keberhasilan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur. Hasil dari studi literatur diperoleh bahwa model pembelajaran inkuiri dapat memfasilitasi peserta didik untuk menemukan konsep/teori/hukum secara bermakna melalui pengalaman/ penyelidikan yang dilakukan peserta didik.
Integrasi Pembelajaran Transformatif Dalam Pendidikan Agama Islam: Membangun Pemahaman Holistik Dan Keterampilan Hidup Di Sekolah Dasar Jajang, Jajang Ahmad Nurdin; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 3 (2024): Artikel Pendidikan Bag.3
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/raqe2b72

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi pendekatan Pembelajaran Transformatif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar, dengan tujuan untuk mengembangkan pemahaman holistik dan keterampilan hidup peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan metode kepustakaan, melibatkan pengumpulan data dari sumber-sumber pustaka yang relevan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pembelajaran transformatif, yang awalnya dikembangkan oleh Mezirow, menawarkan cara baru dalam pendidikan agama yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan berpikir kritis, dan reflektif. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini memungkinkan peserta didik untuk menghubungkan ajaran agama dengan pengalaman hidup nyata, mendorong refleksi kritis, dan memfasilitasi pembentukan pemahaman agama yang lebih mendalam dan pribadi. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam pengajaran PAI di sekolah dasar dan menawarkan rekomendasi untuk implementasi yang efektif, termasuk pengembangan kurikulum berbasis pembelajaran transformatif, pelatihan guru, penggunaan teknologi, dan peningkatan keterlibatan siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pengajaran PAI yang lebih dinamis dan berdampak bagi perkembangan spiritual dan moral peserta didik.
TRANSITION TO COGNITIVISM MODERN santi, santi hardiani; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 3 (2024): Artikel Pendidikan Bag.3
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/sd5m1246

Abstract

ABSTRACT In the early 20th century, Cognitive Psychology developed as a reaction to the behavioral approaches prevailing at the time. Behaviorism views human behavior as the result of stimulus and response, without paying attention to the role of thinking. The transition from behaviorism to cognitivism is a change in the understanding of how humans learn and understand the world around them, this involves a shift from an approach that only considers behavior that can be observed externally (Behaviorism) is an approach that recognizes the important role of individual thinking, interpretation and understanding in the formation of knowledge (cognitivism). Important figures in the modern cognitive transition include Hebb, Tolman and the Gestalists. These three figures have different views of thinking, but have similarities in their rejection of the behavioral approach. The aim of this research is to discuss the views of Robert Hebbs, Tolman, and the Gestalists. This influences the modern cognitive transition. This research uses library research methods. Research information was obtained from books, articles, journals and other relevant sources. This research shows that the views of Hebb, Tolman, and Gestalist greatly influenced the development of cognitive psychology. This view helps explain complex human behavior such as thinking, solving problems, learning and expanding understanding of how humans learn and understand the world. Hebb, Tolman, and Gestalis emphasize the importance of individual thinking, understanding and understanding in the process of forming knowledge which is the basis of the Cognitivism approach. . Keywords: Cognitive transition, Hebb's theory, Tolman's theory, Gestalt theory, cognitive processes   ABSTRAK Pada awal abad ke-20, Psikologi Kognitif berkembang sebagai reaksi terhadap pendekatan perilaku yang berlaku pada saat itu. Behaviorisme memandang tingkah laku manusia sebagai hasil stimulus dan respon, tanpa memperhatikan peran berpikir. Transisi dari behaviorisme ke kognitivisme merupakan perubahan dalam pemahaman tentang bagaimana manusia belajar dan memahami dunia di sekitarnya,ini melibatkan pergeseran dari pendekatan yang hanya mempertimbangkan perilaku yang dapat di amati secara eksternal (Behaviorisme) menjadi pendekatan yang mengakui peran penting pemikiran,interpretasi,dan pengertian individu dalam pembentukan pengetahuan (kognitivisme).Tokoh penting dalam transisi kognitif modern antara lain Robert Hebb, Tolman,dan  Gestalist. Ketiga tokoh ini mempunyai pandangan berpikir yang berbeda, namun memiliki kesamaan dalam penolakannya terhadap pendekatan behavioral.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas bagaimana pandangan Robert Hebbs,.Tolman, dan Gestalist. tersebut mempengaruhi transisi kognitif modern.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Informasi penelitian diperoleh dari buku, artikel, jurnal dan sumber lain yang relevan.Penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan  Hebb, Tolman, dan Gestalist.sangat mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Pandangan ini membantu menjelaskan perilaku manusia yang kompleks seperti berpikir, memecahkan masalah, dan belajar dan memperluas pehaman tentang bagaimana manusia belajar dan memahami dunia, Hebb,Tolman,dan  Gestalis menekankan pentingnya pemikiran,pemahaman dan pengertian individu dalam proses pembentukan pengetahuan yang menjadi dasar dari pendekatan Kognitivisme. kata kunci : Transisi kognitif, Teori Hebb, Teori Tolman, Teori Gestalt, Proses Kognitif