Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Guru Dengan Pembelajaran Kemampuan Numerasi (PKN) Di SDN Setia Asih 01 Manurung, Alberth; Halim, Abdul; Muhammad Nur, Syurya
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i2.157

Abstract

Increasing Teacher Understanding by Learning Numeracy Skills (PKN) is a learning model based on solving mathematical problems that uses intelligence so that they are able to face everything that is new and complex. Increasing Teacher Understanding by Learning Numeracy Skills is a model that aims to instill and develop the learning process in teachers. The aim of community service activities is to increase knowledge which changes over time. The subjects of this community service are all teachers at SDN Setia Asih 01. Based on the results of observations, in the learning process teachers still use conventional teaching methods or are centered on the teacher as a provider of information. With the empowerment of teacher skills, it is hoped that students will improve their good numeracy skills from each problem-solving concept in the form of problem applications. Based on this, recommendations for solutions to problems need to be carried out through mentoring activities and increasing teacher understanding by learning numeracy skills both when learning is done at school or studying at home (online). The method used is through socialization, self-reflection and program mapping, measurement and evaluation
Sosialisasi Peran Media Komunikasi Dalam Proses Pembelajaran Di Era Digital Bagi Sekolah Swasta Di Pedalaman Nurmala, Nurmala; Febriani, Erna; Nur, Syurya Muhammad; Nurhasanah, Nurhasanah; Junaidi, Junaidi
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.329

Abstract

Perkembangan teknologi telah mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia pada segala bidang termasuk dalam bidang pendidikan, Salah satu yang sangat berperan dalam proses pembelajaran adalah media komunikasi digital. Para dewan guru dapat memanfaatkan media komunikasi digital untuk membuat materi pembelajaran secara menarik sesuai dengan perkembangan zaman. Selain mempermudahkan komunikasi dengan setiap warga belajar di Sekolah juga dapat menjadi sarana yang membantu guru dalam menyusun materi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sebagai referensi atau membuat presentasi materi yang menarik minat siswa dalam proses belajar. Hal ini juga dapat meningkatkan pemahaman guru dan siswa terhadap pemanfaatan media komunikasi secara positif terutama dalam kegiatan pembelajaran. Namun berbeda dengan sekolah Negeri ataupun sekolah swasta yang berada di perkotaan yang sudah maju, sekolah swasta di desa atau pedalaman belum sepenuhnya mampu bersaing dalam bidang teknologi terutama media komunikasi karena kurangnya fasilitas media teknologi dan jaringan internet yang memadai untuk mengakses informasi dan pembuatan materi melalui media digital di sekolah ataupun saat praktek penggunaan media digital di kelas, selain itu keterbatasan sumber daya guru dalam bidang teknologi juga menjadi hambatan dalam pemanfaatan media teknologi digital. Dengan demikian sangat penting melakukan sosialisasi dan edukasi terkait peran media komunikasi digital dalam proses pembelajaran bagi Guru di SMP Swasta Malem Diwa Cot Bada yang merupakan salah satu sekolah swasta di pedalaman Aceh Utara. Selain itu juga dapat mengajak pemerintah atau semua pihak untuk berperan dalam  meningkatkan kapasitas guru terhadap teknologi digital secara berkala demi kemajuan dunia pendidikan khususnya di daerah pedalaman. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan secara mandiri dan kolaborasi antara Dosen dari Universitas Esa Unggul Jakarta dan Dosen dari STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi. Kegiatan sosialisasi mencakup survey lokasi, sosialisasi dan edukasi secara langsung serta evaluasi di SMP Swasta Malem Diwa
Penguatan Nilai-Nilai Kewarganegaraan dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Di Indonesia Raden Umar; Syurya Muhammad Nur; Fendi Hidayat; Zul Fadhli Sulthani
Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat
Publisher : IAI DDI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jitu.v15i1.422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada dua perguruan tinggi, yaitu Universitas Esa Unggul dan Universitas Bina Sarana Informatika (BSI). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan kehidupan berbangsa yang semakin kompleks, seperti meningkatnya intoleransi, apatisme politik, dan radikalisme, yang menuntut pendidikan tinggi untuk berperan lebih aktif dalam membentuk karakter warga negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap mahasiswa semester lima serta analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PPKn di kedua universitas telah mencakup nilai-nilai kewarganegaraan seperti nasionalisme, demokrasi, tanggung jawab sosial, dan pluralisme. Namun demikian, efektivitas internalisasi nilai-nilai tersebut sangat bergantung pada metode pembelajaran yang diterapkan oleh dosen. Mahasiswa merasakan manfaat dari pembelajaran PPKn dalam meningkatkan kesadaran dan sikap sebagai warga negara, tetapi masih diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual agar nilai-nilai kewarganegaraan dapat tertanam secara lebih mendalam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan implementasi kurikulum yang responsif terhadap dinamika sosial serta peningkatan kapasitas pedagogis dosen dalam mengelola pembelajaran kewarganegaraan di lingkungan perguruan tinggi.
PENGUATAN PEMAHAMAN KOMUNIKASI DAN LITERASI KEBANGSAAN BAGI PESERTA DIDIK SMA MUHAMMADIYAH 13 JAKARTA BARAT Nur, Syurya Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 5 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i5.10970

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini  yaitu sebagai bentuk Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk : 1) Memberikan penguatan komunikasi bagi peserta didik; 2) Memberikan pemahaman tentang literasi kebangsaan karena peserta didik SMA merupakan generasi muda sebagai agen perubahan dan kader bangsa yang sebagai komunikator utama dalam menyampaikan pesan literasi politik kebangsaan kepada minimal teman sejawat dan maksimalnya kepada masyarakat di jakarta barat. SMA Muhammadiyah 13 Jakarta Barat merupakan SMA Muhammadiyah Unggul yang merupakan percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya di jakarta barat. Sebagai generasi muda haruslah dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat untuk menyampaikan pesan literasi yang baik terhadap nilai-nilai kebangsaan dan berkomunikasi yang baik apalagi diera digital saat ini. Pengabdian masyarakat ini mempunyai tujuan yaitu mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi yang baik dan menyampaikan nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat pesantren kilat kebangsaan di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta Barat dengan sasaran peserta didik kelas XI dan XII serta pengurus OSIS dan didampingi guru. Cara yang dilakukan adalah pendidikan politik kebangsaan dan literasi komunikasi. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah agar menguatnya pemahaman komunikasi dan literasi kebangsaan peserta didik SMA Muhammadiyah 13 jakarta barat
Implementation of augmented reality-based digital citizenship learning to improve students' civic communication competence in higher education Dini Nur Fadhillah; Cevi Mochamad Taufik; Nurul Febrianti; Suhaeri Suhaeri; Syurya Muhammad Nur
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.90017

Abstract

Civic education is not limited to contemporary learning through traditional methods. Students are encouraged to actively participate through dialogue, collaboration, contribution, and discussion. Thus, the resulting discussions can stimulate their critical thinking regarding social issues. This study aims to analyse the implementation of augmented reality-based digital citizenship learning to improve the civic communication competence of higher education students. This study uses a qualitative case study approach. The participants in this study were 15 students from communication studies who took civic education courses. In-depth interviews were conducted using semi-structured techniques to collect data. The results of this study indicate that the use of augmented reality in civic education courses can help students identify forms of digital citizenship. Students can practise their civic communication competence through the DC-AR application. In addition, students can use the DC-AR application independently through their smartphones. Thus, the DC-AR application can be an alternative digital citizenship learning technology that can minimise the spread of hoaxes. Students are also encouraged to practise their social and cultural literacy skills through civic communication practices. This study concludes that civic education is not limited to theoretical elements. In higher education, civic education can be integrated with technology and communication science. Students not only understand digital citizenship but are also able to implement it through the DC-AR application by practising communication. The DC-AR application can also instil citizenship communication competencies in students as a strategy to improve the quality of human resources through education.
Konstruksi Identitas Diplomatik Indonesia dalam Pertemuan Virtual Pemimpin BRICS Ina Primasari; Zamroatul Fuaddah; Aryo Prakoso Wibowo; Syurya Muhammad Nur
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/vzzkbz59

Abstract

BRICS mewakili kekuatan global alternatif yang menantang dominasi Negara Barat dengan menekankan multipolaritas, yaitu kerja sama antar negara-negara besar untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih seimbang dan tidak hanya dikendalikan oleh kekuatan Barat. Studi ini menganalisis partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam Pertemuan Virtual Pemimpin BRICS pada 8 September 2025, dengan fokus pada bagaimana identitas diplomatik Indonesia dibangun melalui pidato kenegaraan resmi. Menggunakan Analisis Wacana Kritis (CDA) Fairclough dan perspektif konstruktivis dalam Hubungan Internasional (Wendt, 1992), penelitian ini mengkaji dimensi tekstual, diskursif, dan sosial dari pidato tersebut. Pada tingkat tekstual, temuan menyoroti citra Indonesia sebagai mitra kerja sama sekaligus menyuarakan kritik implisit terhadap hegemoni global. Pada tingkat diskursif, pidato tersebut diproduksi oleh Sekretariat Presiden dan disebarluaskan melalui media nasional dan internasional, sehingga memperkuat citra diplomatik Indonesia di hadapan khalayak global dan domestik. Pada tingkat praktik sosial, wacana tersebut mencerminkan dukungan terhadap multipolaritas, penolakan terhadap standar ganda, dan solidaritas internasional. Studi ini menunjukkan bahwa bahkan pernyataan multilateral singkat oleh Presiden Prabowo Subianto dapat berfungsi sebagai instrumen penting untuk pembangunan identitas dan kekuatan lunak Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan memperluas penerapan CDA ke ranah diplomasi internasional.
AKTUALISASI KOTA RAMAH HAM DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN Syurya Muhammad Nur; Rasminto
Jurnal Genta Mulia Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v11i2.261

Abstract

Tujuan tulisan artikel ini memberikan gambaran bahwa pentingnya kota ramah HAM dalamkehidupan masyarakat dalam mendapatkan Pendidikan yang baik dan untuk mengungkapkan ciriutama negara hukum modern (modern rule of law) sebagai peningkatan pemahaman tentang jaminanhak asasi manusia dalam konstitusinya. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif dankepustakaan. Hasil kajian dalam penelitian ini adalah bahwa 1) Pendidikan merupakan hak yangmendasar dari kehidupan manusia untuk mengembangkan potensi diri dan pemikiran. 2) Di Indonesia, isu HAM sudah disinggung sejak awal kemerdekaan bangsa dengan termaktub dalam UUD 1945. 3)Upaya perlindungan HAM, pemerintah membuat aturan dan regulasi untuk menciptakan Kota ramahHAM. Salah satu kriteria Kota ramah HAM adalah pemerintah mampu menghadirkan fasilitaspendidikan untuk anak-anak, pelayanan yang baik dan bersahabat tanpa adanya perundungan ataubullying. 4) Pendidikan HAM masih belum maksimal, maka hal ini harus diperhatikan lebih baiksebagai tanggung jawab Negara termasuk pemerintah pusat dan daerah, maupun tanggung jawabindividu yang hidup bermasyarakat
Analisis Model AIDA di CGV Cinemas Central Park dalam Menghadapi Disrupsi Digital Savana Maulia; Syurya Muhammad Nur; Paundra Jhalugilang; Euis Heryati
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan layanan streaming mengubah pola konsumsi hiburan serta meningkatkan tekanan persaingan bagi industri bioskop. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model AIDA pada strategi komunikasi pemasaran CGV Cinemas Central Park dalam menghadapi disrupsi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivisme, dan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap sembilan informan yang terdiri atas tiga pihak manajemen, tiga pengunjung aktif, dan tiga calon pengunjung, serta observasi nonpartisipatif dan dokumentasi. Data dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil menunjukkan bahwa Attention dibangun melalui Instagram, TikTok, videotron, poster, dan visual fasilitas; Interest melalui informasi fasilitas, promosi, pelayanan, serta pengalaman konsumen; Desire melalui Cultureplex, 4DX, ScreenX, Velvet Class, Satin Class, kenyamanan, dan kualitas audiovisual; sedangkan Action didorong oleh transaksi digital, membership, cashback, voucher, bundling, dan program promosi. Kendala teknis aplikasi dan pertimbangan biaya masih menghambat tindakan. Temuan menegaskan bahwa customer experience merupakan pembeda utama CGV dari layanan streaming dan AIDA tetap relevan ketika didukung komunikasi pemasaran terpadu. Adaptasi digital juga memperlihatkan perilaku Search dan Share yang memperluas proses konsumen setelah paparan komunikasi pemasaran.