Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELATIHAN KEPEMIMPINAN UNTUK ANGGOTA RESIMEN MAHASISWA INDONESIA Hidayat, Fendi; Umar, Raden; Nur, Syurya Muhammad
Jurnal KOMET Vol 1 No 3 (2025): Jurnal Komet: Kolaborasi Masyarakat Berbasis Teknologi : INPRESS Volume 1 Nomor 3
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70103/komet.v1i3.36

Abstract

Bela negara adalah konsep strategis dalam mempertahankan kedaulatan dan identitas bangsa. Dalam konteks Indonesia, bela negara diwujudkan melalui Resimen Mahasiswa Indonesia (Menwa) yang berperan sebagai wadah pembinaan generasi muda. Artikel ini membahas pelatihan kepemimpinan bagi anggota Menwa, yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran bela negara berbasis nilai kebangsaan. Metode integratif, seperti ceramah, diskusi kelompok, simulasi, dan praktik lapangan, diterapkan untuk membangun wawasan dan keterampilan peserta. Hasilnya, pelatihan ini berhasil meningkatkan disiplin, loyalitas, dan komitmen sosial peserta, sekaligus menciptakan struktur kepemimpinan lokal di unit Menwa. Program ini memperkuat peran Menwa sebagai agen perubahan yang mempromosikan nasionalisme dan solidaritas. Pelatihan ini juga menerapkan pendekatan Transfer Knowledge yang memastikan penyampaian ilmu yang efektif dalam membentuk generasi muda yang adaptif, tangguh, dan siap menghadapi tantangan globalisasi.
Model Cooperative Learning Berbasis Numerasi di Sekolah Setia Asih 01 Bekasi Manurung, Alberth; Halim, Abdul; Muhammad Nur, Syurya
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i2.11054

Abstract

Numeracy-based Cooperative Learning is the basis for students in solving mathematical problems. Based on the results of initial observations conducted on students at SDN Setia Asih 01 Bekasi Regency, it was revealed that working on math problems is a problem, therefore a numeracy-based Cooperative Learning learning model is needed. Thus, the ability of numeracy-based Cooperative Learning can be used as an alternative solution to educational problems. This study aims to analyze the ability of numeracy-based Cooperative Learning of grade VI students through numeracy-based Cooperative Learning for students in elementary schools. The type of research used is The method used in this study is a mixed method of quantitative and qualitative methodology, with the design used in this study is The exploratory sequential design. Respondents in this study were 32 grade VI students. Data analysis in this study used descriptive and inferential statistics in the form of simple linear regression analysis. Based on the results of the study, it shows that the ability of numeracy-based Cooperative Learning can significantly improve their mathematics learning. Students' numeracy-based Cooperative Learning abilities are influenced by Cooperative Learning by 44.2%. Meanwhile, 55.8% was influenced by other factors outside of student numeracy-based cooperative learning.
Peningkatan Pemahaman Guru Dengan Pembelajaran Kemampuan Numerasi (PKN) Di SDN Setia Asih 01 Manurung, Alberth; Halim, Abdul; Muhammad Nur, Syurya
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i2.157

Abstract

Increasing Teacher Understanding by Learning Numeracy Skills (PKN) is a learning model based on solving mathematical problems that uses intelligence so that they are able to face everything that is new and complex. Increasing Teacher Understanding by Learning Numeracy Skills is a model that aims to instill and develop the learning process in teachers. The aim of community service activities is to increase knowledge which changes over time. The subjects of this community service are all teachers at SDN Setia Asih 01. Based on the results of observations, in the learning process teachers still use conventional teaching methods or are centered on the teacher as a provider of information. With the empowerment of teacher skills, it is hoped that students will improve their good numeracy skills from each problem-solving concept in the form of problem applications. Based on this, recommendations for solutions to problems need to be carried out through mentoring activities and increasing teacher understanding by learning numeracy skills both when learning is done at school or studying at home (online). The method used is through socialization, self-reflection and program mapping, measurement and evaluation
Sosialisasi Peran Media Komunikasi Dalam Proses Pembelajaran Di Era Digital Bagi Sekolah Swasta Di Pedalaman Nurmala, Nurmala; Febriani, Erna; Nur, Syurya Muhammad; Nurhasanah, Nurhasanah; Junaidi, Junaidi
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.329

Abstract

Perkembangan teknologi telah mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia pada segala bidang termasuk dalam bidang pendidikan, Salah satu yang sangat berperan dalam proses pembelajaran adalah media komunikasi digital. Para dewan guru dapat memanfaatkan media komunikasi digital untuk membuat materi pembelajaran secara menarik sesuai dengan perkembangan zaman. Selain mempermudahkan komunikasi dengan setiap warga belajar di Sekolah juga dapat menjadi sarana yang membantu guru dalam menyusun materi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sebagai referensi atau membuat presentasi materi yang menarik minat siswa dalam proses belajar. Hal ini juga dapat meningkatkan pemahaman guru dan siswa terhadap pemanfaatan media komunikasi secara positif terutama dalam kegiatan pembelajaran. Namun berbeda dengan sekolah Negeri ataupun sekolah swasta yang berada di perkotaan yang sudah maju, sekolah swasta di desa atau pedalaman belum sepenuhnya mampu bersaing dalam bidang teknologi terutama media komunikasi karena kurangnya fasilitas media teknologi dan jaringan internet yang memadai untuk mengakses informasi dan pembuatan materi melalui media digital di sekolah ataupun saat praktek penggunaan media digital di kelas, selain itu keterbatasan sumber daya guru dalam bidang teknologi juga menjadi hambatan dalam pemanfaatan media teknologi digital. Dengan demikian sangat penting melakukan sosialisasi dan edukasi terkait peran media komunikasi digital dalam proses pembelajaran bagi Guru di SMP Swasta Malem Diwa Cot Bada yang merupakan salah satu sekolah swasta di pedalaman Aceh Utara. Selain itu juga dapat mengajak pemerintah atau semua pihak untuk berperan dalam  meningkatkan kapasitas guru terhadap teknologi digital secara berkala demi kemajuan dunia pendidikan khususnya di daerah pedalaman. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan secara mandiri dan kolaborasi antara Dosen dari Universitas Esa Unggul Jakarta dan Dosen dari STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi. Kegiatan sosialisasi mencakup survey lokasi, sosialisasi dan edukasi secara langsung serta evaluasi di SMP Swasta Malem Diwa
Penguatan Nilai-Nilai Kewarganegaraan dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Di Indonesia Raden Umar; Syurya Muhammad Nur; Fendi Hidayat; Zul Fadhli Sulthani
Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat
Publisher : IAI DDI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jitu.v15i1.422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada dua perguruan tinggi, yaitu Universitas Esa Unggul dan Universitas Bina Sarana Informatika (BSI). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan kehidupan berbangsa yang semakin kompleks, seperti meningkatnya intoleransi, apatisme politik, dan radikalisme, yang menuntut pendidikan tinggi untuk berperan lebih aktif dalam membentuk karakter warga negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap mahasiswa semester lima serta analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PPKn di kedua universitas telah mencakup nilai-nilai kewarganegaraan seperti nasionalisme, demokrasi, tanggung jawab sosial, dan pluralisme. Namun demikian, efektivitas internalisasi nilai-nilai tersebut sangat bergantung pada metode pembelajaran yang diterapkan oleh dosen. Mahasiswa merasakan manfaat dari pembelajaran PPKn dalam meningkatkan kesadaran dan sikap sebagai warga negara, tetapi masih diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual agar nilai-nilai kewarganegaraan dapat tertanam secara lebih mendalam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan implementasi kurikulum yang responsif terhadap dinamika sosial serta peningkatan kapasitas pedagogis dosen dalam mengelola pembelajaran kewarganegaraan di lingkungan perguruan tinggi.
Implementation of augmented reality-based digital citizenship learning to improve students' civic communication competence in higher education Fadhillah, Dini Nur; Taufik, Cevi Mochamad; Febrianti, Nurul; Suhaeri, Suhaeri; Nur, Syurya Muhammad
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.90017

Abstract

Civic education is not limited to contemporary learning through traditional methods. Students are encouraged to actively participate through dialogue, collaboration, contribution, and discussion. Thus, the resulting discussions can stimulate their critical thinking regarding social issues. This study aims to analyse the implementation of augmented reality-based digital citizenship learning to improve the civic communication competence of higher education students. This study uses a qualitative case study approach. The participants in this study were 15 students from communication studies who took civic education courses. In-depth interviews were conducted using semi-structured techniques to collect data. The results of this study indicate that the use of augmented reality in civic education courses can help students identify forms of digital citizenship. Students can practise their civic communication competence through the DC-AR application. In addition, students can use the DC-AR application independently through their smartphones. Thus, the DC-AR application can be an alternative digital citizenship learning technology that can minimise the spread of hoaxes. Students are also encouraged to practise their social and cultural literacy skills through civic communication practices. This study concludes that civic education is not limited to theoretical elements. In higher education, civic education can be integrated with technology and communication science. Students not only understand digital citizenship but are also able to implement it through the DC-AR application by practising communication. The DC-AR application can also instil citizenship communication competencies in students as a strategy to improve the quality of human resources through education.
PENGUATAN PEMAHAMAN KOMUNIKASI DAN LITERASI KEBANGSAAN BAGI PESERTA DIDIK SMA MUHAMMADIYAH 13 JAKARTA BARAT Nur, Syurya Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 5 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i5.10970

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini  yaitu sebagai bentuk Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk : 1) Memberikan penguatan komunikasi bagi peserta didik; 2) Memberikan pemahaman tentang literasi kebangsaan karena peserta didik SMA merupakan generasi muda sebagai agen perubahan dan kader bangsa yang sebagai komunikator utama dalam menyampaikan pesan literasi politik kebangsaan kepada minimal teman sejawat dan maksimalnya kepada masyarakat di jakarta barat. SMA Muhammadiyah 13 Jakarta Barat merupakan SMA Muhammadiyah Unggul yang merupakan percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya di jakarta barat. Sebagai generasi muda haruslah dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat untuk menyampaikan pesan literasi yang baik terhadap nilai-nilai kebangsaan dan berkomunikasi yang baik apalagi diera digital saat ini. Pengabdian masyarakat ini mempunyai tujuan yaitu mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi yang baik dan menyampaikan nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat pesantren kilat kebangsaan di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta Barat dengan sasaran peserta didik kelas XI dan XII serta pengurus OSIS dan didampingi guru. Cara yang dilakukan adalah pendidikan politik kebangsaan dan literasi komunikasi. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah agar menguatnya pemahaman komunikasi dan literasi kebangsaan peserta didik SMA Muhammadiyah 13 jakarta barat