Kemampuan pelafalan (pronunciation) bahasa Inggris yang akurat merupakan salah satu keterampilan penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terutama dalam menghadapi tuntutan dunia kerja global. Namun, pembelajaran di tingkat SMK sering kali lebih menitikberatkan pada aspek tata bahasa dan kosa kata, sehingga pelafalan kurang mendapatkan porsi pembelajaran yang memadai. Kondisi ini terlihat di SMK Budi Utomo Sokaraja, di mana siswa masih mengalami kesulitan mengucapkan fonem tertentu, menempatkan tekanan kata, serta menjaga intonasi sesuai standar internasional. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan pelafalan siswa melalui integrasi media pembelajaran digital berbasis aplikasi SpeechAce yang memanfaatkan teknologi pengenalan suara dan umpan balik instan. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahapan utama: (1) Edukasi informasi dasar tentang pelafalan bahasa Inggris untuk membekali siswa dengan pengetahuan fonetik dan konsep intonasi, (2) Pelatihan penggunaan aplikasi SpeechAce dengan fokus pada fitur latihan pengucapan, analisis fonem, serta evaluasi tekanan kata dan intonasi, dan (3) Implementasi media pembelajaran digital berbasis SpeechAce dalam kegiatan belajar mengajar rutin, termasuk latihan mandiri dan kelompok. Program dilaksanakan selama tiga bulan dengan melibatkan 30 siswa dari berbagai jurusan. Peningkatan Pengetahuan Siswa menunjukkan peningkatan skor rata-rata pelafalan dari 58,2 pada tahap awal menjadi 84,7 pada akhir program, atau kenaikan 26,5 poin. Lebih dari 80% siswa mencapai kategori Good hingga Excellent, dengan perbaikan pada pengucapan fonem sulit (/?/ dan /ð/), penempatan tekanan kata, dan kelancaran intonasi. Selain itu peningkatan pemahaman simbol fonetik internasional dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara. Kesimpulannya, kombinasi pembelajaran eksplisit dengan teknologi berbasis umpan balik instan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pelafalan siswa SMK. Model ini berpotensi direplikasi di sekolah vokasi lain, sekaligus mendukung prinsip pembelajaran sepanjang hayat melalui pemanfaatan aplikasi secara mandiri.