Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Acupressure PC6 Self-Care for Hyperemesis Gravidarum during the Covid-19 Pandemic Viventius, Yoshua; Mihardja, Hasan; Djaali, Wahyuningsih
Proceedings Book of International Conference and Exhibition on The Indonesian Medical Education Research Institute Vol. 6 No. - (2022): Proceedings Book of International Conference and Exhibition on The Indonesian M
Publisher : Writing Center IMERI FMUI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69951/proceedingsbookoficeonimeri.v6i-.133

Abstract

Introduction: Most pregnant women (50–90%) generally experience nausea and vomiting during pregnancy, which usually subsides at 16–20 weeks of gestation. Approximately 0.5–2 percent experience severe nausea and vomiting, known as HG, which necessitates hospitalization. Since 2.000, the Ministry of Health of the Republic of Indonesia has been developing acupressure self-care, among other things, by implementing acupressure training (Teknologi Tepat Guna – TTG) for mild complaints about health workers. Objective: This review discusses several studies that demonstrated the effect of acupressure on HG, as well as the mechanism of acupressure, the points used, and treatment strategies. Method: The Google Scholar and PubMed databases were searched for studies published between 2010 and 2020 on how acupressure affects HG using the keywords acupressure, hyperemesis gravidarum, and PC6 point. Randomized clinical trials on human subjects and studies that measured nausea vomiting index in pregnant woman as outcomes were included. Studies that did not include clinical effects of acupressure were excluded. Results: The following studies on HG (n=4) were discovered. These studies suggested that acupressure might be considered to reduce symptoms of nausea and vomiting in pregnant women. Conclusion: Acupressure at PC6 may reduce nausea and vomiting in pregnant women by influencing gastrointestinal function via nerve stimulation to inhibit cerebral cortex function. Self-care acupressure at the PC6 point may be a therapeutic option to reduce HG during the Covid-19 pandemic.
Combination of Body Acupuncture with Scalp and Ear Microacupuncture in Treating Alzheimer's Dementia in Elderly, A Case Report fitriani, Elies; Roosheroe, Arya Govinda; Nareswari, Irma; Viventius, Yoshua; Srilestari, Adiningsih
Journal of Agromedicine and Medical Sciences Vol 10 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ams.v10i3.48503

Abstract

Dementia refers to impairment in more than one domain of cognitive function. The most common cause of dementia is Alzheimer's dementia (AD). AD is associated with the influence of amyloid, oxidative stress, as well as abnormal phosphorylation of the protein Tau which forms neurofibrillary plaques in neurons. Clinical symptoms include progressive memory impairment for current events, cognitive impairment, general confusion, agitation, delusions, social disinhibition, and paranoia. A 68 year old man complained of rapid forgetfulness and decreased cognitive function accompanied by insomnia. Acupuncture manual therapy was performed at points GB20, LI4, HT7, KI3 bilaterally and EX-HN1, EX-HN3, GV20, CV9, CV4, CV3. Combine with scalp acupuncture Zhu Scalp Head and Face, as well as bilateral anterior hypothalamus and master cerebral ear points. Electroacupuncture 2 Hz continuous wave electroacupuncture at points ST25-ST28, CV12-CV6, and ST36-SP6. Therapy is carried out 2 times a week. Evaluation using MMSE ad PSQI. After 10 treatments, there was improvement in clinical symptoms, MMSE and PSQI scores. Manual acupuncture and electroacupuncture, a combination of body points, scalp and ear microcupuncture are useful in the management of Alzheimer's dementia accompanied by insomnia as non-pharmacological adjuvant therapy with positive results. Keywords: Manual acupuncture, electroacupuncture, scalp microacupuncture, ear microacupuncture, Alzheimer's dementia
Akupresur untuk Meningkatkan Nafsu Makan Balita Stunting di Kabupaten Bogor Setiawan, Natasha; Alamsjah, Jeffry; Konda, Yuanti Yunus; Putri, Agitha Melita; Syailindra, Firza; Rulie, Anthonius Santoso; Viventius, Yoshua; Mihardja, Hasan; Simadibrata, Christina Lanny; Budianto, Stefanus Agung
Jurnal LINK Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12807

Abstract

Stunting adalah kondisi pada balita yang ditandai dengan pertumbuhan yang buruk akibat malnutrisi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi pada seribu hari pertama kehidupan.  Asupan makanan dan nafsu makan yang kurang merupakan salah satu penyebab utama kondisi ini. Program Studi Akupunktur Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mendukung upaya pemerintah mengatasi stunting dengan melatih tenaga medis dan kesehatan mengenai teknik akupresur untuk meningkatkan nafsu makan. Akupresur adalah teknik sederhana, non-invasif, dengan biaya yang rendah yang telah terbukti efektif untuk berbagai masalah medis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa seminar dan lokakarya hybrid bertajuk “Meningkatkan Peran Tenaga Medis dan Kesehatan dalam Akupresur Mandiri untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita Stunting di Kabupaten Bogor.” Acara ini berlangsung di RSUD Cibinong dan diikuti oleh 220 peserta termasuk perawat, bidan, dokter umum, dokter spesialis, dan ahli gizi. Pretest dan posttest melalui sistem e-learning menunjukkan bahwa rerata skor posttest jauh lebih tinggi dibandingkan pretest, menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil ini menandakan keberhasilan seminar dan lokakarya ini dalam meningkatkan kemampuan peserta dalam mendukung usaha pencegahan stunting.
Akupresur untuk Meningkatkan Nafsu Makan Balita Stunting di Kabupaten Bogor Setiawan, Natasha; Alamsjah, Jeffry; Konda, Yuanti Yunus; Putri, Agitha Melita; Syailindra, Firza; Rulie, Anthonius Santoso; Viventius, Yoshua; Mihardja, Hasan; Simadibrata, Christina Lanny; Budianto, Stefanus Agung
Jurnal LINK Vol 21 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12807

Abstract

Stunting adalah kondisi pada balita yang ditandai dengan pertumbuhan yang buruk akibat malnutrisi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi pada seribu hari pertama kehidupan.  Asupan makanan dan nafsu makan yang kurang merupakan salah satu penyebab utama kondisi ini. Program Studi Akupunktur Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mendukung upaya pemerintah mengatasi stunting dengan melatih tenaga medis dan kesehatan mengenai teknik akupresur untuk meningkatkan nafsu makan. Akupresur adalah teknik sederhana, non-invasif, dengan biaya yang rendah yang telah terbukti efektif untuk berbagai masalah medis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa seminar dan lokakarya hybrid bertajuk “Meningkatkan Peran Tenaga Medis dan Kesehatan dalam Akupresur Mandiri untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita Stunting di Kabupaten Bogor.” Acara ini berlangsung di RSUD Cibinong dan diikuti oleh 220 peserta termasuk perawat, bidan, dokter umum, dokter spesialis, dan ahli gizi. Pretest dan posttest melalui sistem e-learning menunjukkan bahwa rerata skor posttest jauh lebih tinggi dibandingkan pretest, menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil ini menandakan keberhasilan seminar dan lokakarya ini dalam meningkatkan kemampuan peserta dalam mendukung usaha pencegahan stunting.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN ASUHAN MANDIRI AKUPRESUR UNTUK MENINGKATKAN NAFSU MAKAN PADA BALITA STUNTING Viventius, Yoshua; Mihardja, Hasan; Lazuardi, Didi; Srilestari, Adiningsih; Nareswari, Irma; Djaali, Wahyuningsih; Nugraha, Deity; Setiawan, Natasha; Konda, Yuanti Yunus; Syailindra, Firza; Fitriani, Elies
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2024): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v2i1.14450

Abstract

Masalah stunting masih belum bisa dikendalikan di Indonesia, dengan prevalensi mencapai lebih dari 20% yang termasuk kategori tinggi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Stunting tidak hanya menyebabkan perlambatan pertambahan berat badan, namun juga gangguan perkembangan kognitif dan mental, gangguan pertahanan tubuh, serta peningkatan risiko terjadinya penyakit degeneratif. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah dan menangani stunting, namun penanganan stunting yang efektif mencakup kolaborasi berbagai pihak, termasuk kader kesehatan dan orang tua balita. Salah satu penanganan stunting yang dapat dilakukan adalah akupresur. Akupresur yang merupakan bagian dari akupunktur, memanfaatkan penekanan pada titik-titik akupunktur. Akupresur merupakan terapi yang sederhana, murah, non invasif, mudah dilakukan, serta dapat dilakukan secara mandiri oleh siapa saja dan kapan saja, termasuk oleh kader kesehatan dan terutama orang tua balita. Namun masih banyak orang tua dan kader kesehatan yang belum mengetahui terapi akupresur, terutama pemanfaatannya pada kondisi stunting. Penyuluhan dengan seminar awam dilakukan untuk membuka wawasan masyarakat luas terhadap pemanfaatan akupresur untuk stunting. Seminar awam diikuti dengan workshop dilakukan secara hibrida luring di Kabupaten Tangerang dan daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta luring dan 941 peserta daring. Pada evaluasi, ditemukan peningkatan skor posttest dibandingkan dengan pretest yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemberian gizi pada balita, stunting, akupresur, dan manfaat akupresur pada stunting. Terdapat peningkatan pengetahuan kader, dan ibu balita stunting setelah pemberian penyuluhan dan workshop akupresur. Diharapkan kader dan ibu balita stunting dapat mempraktekan akupresur mandiri untuk meningkatkan nafsu makan balita stunting.
Asuhan Mandiri Akupresur untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Balita Stunting di Kampung Lio, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok Jusuf, Ahmad Aulia; Mihardja, Hasan; Srilestari, Adiningsih; Simadibrata, Christina Lanny; Viventius, Yoshua; Chandra, Inria; Widyaprastuti, Hermin; Natalia, Zellah Fransisca; Fitriani, Elies
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23037

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang ditandai dengan rasio TB/U atau PB/U kurang dari -2 SD. Penyebab stunting multifaktorial. Selain faktor fasilitas kesehatan, kesehatan ibu dan bayi, juga faktor sosial ekonomi dan tingkat pendidikan. Selain penyebab di atas, faktor penyebab stunting lainnya yaitu tidak diberikannya ASI eksklusif pada bayi. Pengendalian stunting memerlukan kolaborasi berbagai pihak baik dari stakeholder pemerintah setempat, praktisi medis dan kesehatan, kader yang terjun secara langsung ke masyarakat, bahkan orang tua Balita terdampak stunting. Akupresur adalah teknik penekanan mekanik berdasarkan titik akupunktur. Teknik ini mempunyai keunggulan sederhana, murah, non invasif, mudah dilakukan, serta telah terbukti efektif pada banyak kondisi medis berdasarkan studi literatur beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Beberapa studi telah membuktikan efek akupresur dalam meningkatkan produksi ASI pada Ibu menyusui. Akupresur diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah stunting di Kota Depok, khususnya lokus stunting di Kampung Lio, Kecamatan Pancoran Mas. Penyuluhan dan workshop akupresur mandiri bagi ibu menyusui Balita stunting diadakan secara hybrid online melalui zoom dan offline di Aula Kantor Kelurahan Depok, dengan jumlah peserta 35 orang offline dan online sebanyak 160 peserta. Dilakukan pretest dan postest untuk mengukur peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kata Kunci: Akupresur, Balita, Produksi ASI, Stunting  ABSTRACT Stunting is a condition of growth failure characterized by a ratio of height/age or height/age of less than -2 SD. The causes of stunting are multifactorial. In addition to health facilities, maternal and infant health, there are also socioeconomic factors and education levels. Another factor causing stunting is the lack of exclusive breastfeeding for infants. Controlling stunting requires collaboration between various parties, including local government stakeholders, medical and health practitioners, community cadres, and even parents of toddlers affected by stunting. Acupressure is a mechanical pressure technique based on acupuncture points. This technique has the advantages simple, affordable, non-invasive, yet easy to perform, and has been proven effective in many medical conditions based on several previous studies. Several studies have proven the effect of acupressure in increasing breast milk production in breastfeeding mothers. Acupressure is expected to be a solution to overcome the problem of stunting in Depok City, especially the stunting locus in Kampung Lio, Pancoran Mas District. Counseling and a self-directed acupressure workshop for breastfeeding mothers of stunted toddlers were held as a hybrid online (via Zoom) and offline (via Zoom) session at the Depok Village Office Hall. There were 35 participants (via offline) and 160 participants (via online). A pre- and post-test were conducted to measure knowledge gains before and after the counseling session. Keywords: Acupressure, Toddlers, Breast Milk Production, Stunting
Impact on the Kidney of Pancreas Damage due to Streptozotocin-Induced Hyperglycemia Prathita, Yana Aurora; Jusuf, Ahmad Aulia; Simadibrata, Christina; Djaali, Wahyuningsih; Viventius, Yoshua
Folia Medica Indonesiana Vol. 59, No. 2
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Highlights: • This study observed the histology of pancreatic β-cell damage without any intervention to the kidneys of the animal models. • The histological analysis of the kidneys shows that STZ-induced animal models can be used for assessing kidney abnormalities due to hyperglycemia. • A scoring system for the histological analysis was developed to evaluate the changes in the kidney cells. Abstract The kidneys are one of the organs affected by microvascular complications due to diabetes mellitus. Hyperglycemia plays an important role in glomerular, mesangial cell, and tubular damage in the kidneys. Metabolic dysregulation, including hyperglycemia, initiates cellular damage in the kidneys. Streptozotocin (STZ) is a chemical compound that is known to damage pancreatic cells and cause hyperglycemia. This study aimed to examine the effects of hyperglycemia on the morphology of the kidneys. Kidney tissues were observed histologically using a light microscope. Samples were taken from the kidneys of experimental animals administered with STZ to induce hyperglycemia. Observation was performed afterwards to investigate any damage to pancreatic cells. A total of 12 kidney samples were divided into two groups: the control group and the STZ-induced group. The samples were prepared before staining with hematoxylin-eosin and Masson's trichrome. The endothelium, podocytes, mesangial cells, and basement membrane of the glomerulus were examined. The tubules of the kidneys were also examined, and the presence or absence of connective tissue formation in both groups was statistically tested. The results suggested a significant difference in tubular damage (p<0.05) and an insignificant difference in an increase in the damage of other components of the kidneys (p>0.05) in the STZ-induced group. Significant morphological changes were observed in the hyperglycemic renal tubules due to the administration of STZ. In conclusion, STZ-induced hyperglycemia caused damage to the kidney components but overall had no significant impact on the kidney.