Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemberdayaan remaja melalui edukasi gizi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini Hasriani, St. Hasriani; Pratiwi, Wilda Rezki; Qardhawijayanti, Suci; Murtini, Murtini
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1781

Abstract

Background: Indonesia has one of the highest stunting rates in the world, with nearly 25% of Indonesian children under five affected by stunting. The Nutritional Status Research (SSGI) from the Indonesian Ministry of Health revealed that in 2021, stunting affected 24.4% of children under five across the country. Providing adequate nutrition during adolescence and educating women about stunting is a strategy to prevent anemia and contribute to preventing future stunting. Purpose: To increase knowledge about nutrition and stunting among adolescents as an effort to prevent stunting from an early age. Method: This activity was held on September 16, 2025, in Amparita Village, Sidenreng Rappang Regency, with the theme "Preventing Stunting Through Early Nutrition Education." The activity was attended by village officials and local health cadres, and involved 24 adolescent respondents from the Amparita Village community. The outreach included educational material presented through leaflets, covering nutritional issues in adolescents, knowledge of the First 1,000 Days of Life, balanced nutrition, stunting prevention, and understanding healthy eating. Participants' knowledge gains and changes were evaluated by comparing pre-test and post-test data. Results: Data obtained showed that the majority of respondents' knowledge before (pre-test) the educational activity was in the poor category 20 respondents (83.3%), while the majority of respondents' knowledge after the education was in the good category 22 respondents (91.7%). Conclusion: The community service activity, which provided education on nutritional issues for adolescents, went well. The education provided was very effective in increasing adolescents' knowledge of nutritional issues and made a positive contribution as a strategic step in preventing stunting early in the community. Suggestion: It is hoped that health education activities can be implemented regularly both in schools and in adolescent communities. It is also hoped that in addition to educational activities, nutritional behavior mentoring and nutritional consultation interventions will be provided so that the knowledge gained can be effectively applied. Keywords: Adolescents; Health education; Nutrition; Stunting Pendahuluan: Angka stunting di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia, dimana dengan hampir 25% anak balita di Indonesia terdampak stunting. Riset Status Gizi (SSGI) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa pada tahun 2021, stunting memengaruhi 24.4% balita di seluruh Indonesia. Sebagai upaya dengan memberikan pemenuhan gizi pada masa remaja dan mengedukasi perempuan tentang stunting merupakan strategi untuk mencegah terjadi anemia dan berkontribusi dalam pencegahan terjadinya stunting di masa datang. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan stunting pada remaja sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 September 2025 di Desa Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang dengan tema “Cegah Stunting Melalui Edukasi Gizi Sejak Dini”. Kegiatan dihadiri perangkat desa, kader kesehatan setempat dan melibatkan 24 remaja sebagai responden yang merupakan bagian dari masyarakat Desa Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang. Penyuluhan berupa edukasi berupa pemaparan materi dengan media leaflet, yang meliputi masalah gizi pada remaja, pengetahuan tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan, asupan gizi seimbang, pencegahan stunting, dan pengertian menu makanan sehat. Peningkatan dan perubahan pengetahuan peserta, di evaluasi dengan membandingkan ata sebelum kegiatan (pre-test) dengan data sesudah kegiatan (post-test). Hasil: Mendapatkan data bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan responden sebelum (pre-test) kegiatan edukasi dalam kategori kurang yaitu sebanyak 20 orang (83.3%), sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah edukasi menjadi mayoritas dalam kategori baik yaitu sebanyak 22 orang (91.7%). Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan memberikan edukasi tentang masalah gizi pada remaja telah berjalan dengan baik. Edukasi yang diberikan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang masalah gizi pada remaja dan memberikan kontribusi positif menjadi langkah strategis dalam pencegahan terjadinya stunting sejak dini pada masyarakat. Saran: Diharapkan kegiatan edukasi kesehatan dapat dilaksanakan secara berkala baik disekolah maupun dikomunitas remaja. Diharapkan juga selain kegiatan edukasi untuk dilakukan pendampingan perilaku gizi dan intervensi konsultasi gizi agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dengan baik.
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI DI PUSKESMAS BARUGAIA KABUPATENKEPULAUAN SELAYAR Suci Qardhawijayanti; Asma Sukarta; St. Hasriani; Hikmah Nur Syahida
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e4eyh873

Abstract

Senam nifas adalah sederetan gerakan tubuh yang dilakukan setelah melahirkan untuk memulihkan dan mempertahankan tekanan otot yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum di Puskesmas Barugaia Kabupaten Kepulauan Selayar. Pennelitian dilaksanakan bulan Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum sebanyak 20 orang di Wiayah Kerja Puskesmas Barugaia Kabupaten Kepulauan Selayar. Pengambilan sampel pada peneitian ini diakukan dengan Total Sampling. Sampel yang diambil adalah seluruh ibu nifas yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Barugaia yang bersalin dari bulan Juni sampai Juli 2024 sebanyak 20 orang Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 orang kelompok intervensi, sebelum diberikan senam nifas, semua responden mengalami TFU tidak normal (100%). Sedangkan sesudah diberikan senam nifas, semua responden mengalami TFU normal (100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 orang kelompok intervensi, pengukuran TFU pertama, semua responden mengalami TFU tidak normal (100%). Sedangkan pengukuran TFU kedua, responden dengan TFU normal sebanyak 9 orang (60,0%) dan 6 orang (40,0%) tidak normal. Hasil penelitian menggunakan uji Independent Sampel T Test diperoleh nilai p=0,003 lebih kecil dari nilai α=0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri di Puskesmas Barugaia Kabupaten Kepulauan Selayar.
The effectiveness of childbirth education in reducing pre-labor anxiety among primigravida mothers Qardhawijayanti, Suci; Sukarta, Asmah; Rahayu, Selviana
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 1 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i1.2908

Abstract

Background: Childbirth is defined as the process of the expulsion of a full-term fetus, initiated by regular uterine contractions and ending with the delivery of the baby, followed by the expulsion of the placenta and fetal membranes. Childbirth is one of the events most likely to provoke fear and anxiety in pregnant women, particularly among primigravida mothers. Purpose: to determine and analyze the effectiveness of childbirth education in reducing pre-labor anxiety among primigravida mothers. Method: This study employed a pre-experimental design using a quantitative approach. The sampling technique applied was total sampling. The sample consisted of 35 primigravida mothers, and data were collected using the Pregnancy-Related Anxiety Questionnaire–Revised 2 (PRAQ-R2). Results: The results of this study, based on the Wilcoxon signed-rank test, showed that the significance value before and after childbirth education was 0.001, which is less than 0.05. This indicates a statistically significant difference in anxiety levels before and after the provision of childbirth education. Conclusion: In conclusion, there was a significant difference in the anxiety levels of primigravida mothers before and after receiving childbirth education. Therefore, childbirth education can help reduce anxiety prior to labor.
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut untuk Meningatkan Perilaku Hidup Sehat Anak Usia Sekolah Dasar Zulkaidah, Utari; Arsad, Arsad; Yulistina, Yulistina; Dirman, Rezki; Nurdin, Nasrayanti; Qardhawijayanti, Suci
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1725

Abstract

Dental and oral health problems in elementary school children are still a public health problem, especially in areas with limited access to health services. Low knowledge and behavior of maintaining dental and oral hygiene contributes to the high incidence of dental caries in children. This community service activity aims to increase children's knowledge and healthy living behavior through dental and oral health education. The activity was carried out at SD 4 Lainungan, Pabaraseng Village, Sidenreng Rappang Regency, with the target of elementary school students. The methods used include interactive counseling as well as demonstrations and good and correct brushing practices. Evaluation was carried out through questions and answers and observation of toothbrushing skills. The results of the activity showed that most of the students had low knowledge and many experienced dental caries. After educational activities, there was an increase in students' understanding and skills in maintaining dental and oral health. Education accompanied by direct practice is effective as a promotive and preventive effort in shaping children's healthy living behaviors.
Edukasi Jajan Sehat pada Anak Usia Dini dalam Upaya Pencegahan Stunting di TK Al Iman Uluale ST Hasriani; Suci Qardhawijayanti; Wilda Rezki Pratiwi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 1 No. 3 (2024): September-Desember
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/a6gk5h21

Abstract

Peningkatan prevalensi stunting di Indonesia masih menjadi perhatian serius meskipun telah terjadi penurunan sebesar 2,8% pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam upaya mendukung target pemerintah untuk menurunkan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tema "Cegah Balita dari Stunting melalui Edukasi Jajanan Sehat." Kegiatan ini berlangsung di TK Al-Iman Uluale, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan sasaran utama ibu-ibu balita. Kegiatan meliputi penyuluhan tentang pentingnya jajanan sehat, pemeriksaan tumbuh kembang anak melalui antropometri, serta diskusi interaktif untuk meningkatkan pemahaman peserta. Materi disampaikan menggunakan media presentasi, dilanjutkan dengan evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan 85% ibu memiliki pengetahuan baik tentang konsep "Isi Piringku" dan 90% memahami konsep stunting, dibandingkan 35% dan 40% sebelum penyuluhan. Respon positif dari peserta menunjukkan bahwa edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku terkait pemenuhan nutrisi balita. Dengan dukungan tenaga kesehatan dan kader, perubahan perilaku ini diharapkan dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, sebagai langkah strategis mencegah stunting.