Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG OBESITAS PADA BALITA Pratiwi, Wilda Reski; Sapriyani, Sapriyani
JIKI Jurnal Ilmiah Kesehatan IQRA Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas adalah permasalahan umum pada anak-anak pada masa sekarang ini. Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan efek negatif untuk kesehatan, menurut WHO, obesitas menyebabkan 10,3% kematian dari seluruh kematian di dunia, dimana angka tersebut menempati peringkat kelima penyebab kematian di dunia. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang obesitas pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lawawoi Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 2018 dengan menggunakan data primer. Jumlah populasi 575 orang dengan sampel 40 orang. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling dan purposive sampling. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa pengetahuan ibu tentang obesitas pada balita paling banyak berpengatahuan baik berjumlah 22 orang (55%), cukup sebanyak 15 orang (37,5%), kurang sebanyak 3 orang (7,5%) dan sikap ibu tentang obesitas pada balita paling banyak yang sikap baik dengan jumlah 25 orang (62,5%), cukup sebanyak 15 orang (37,5%), dan kurang tidak ada. Diharapkan pada ibu-ibu yang mempunyai balita untuk lebih peduli, memperhatiakan, menjaga, dan merawat kesehatan balitanya khususnya tentang obesitas pada balita.
PENGETAHUAN MASYARAKAT TOWANI TENTANG MITOS SEPUTAR KEHAMILAN Pratiwi, Wilda Reski; Anriani, Anriani
JIKI Jurnal Ilmiah Kesehatan IQRA Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya mempercayai mitos pada ibu hamil sebenarnya justru merugikan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Berbagai mitos tersebut akhirnya menyebabkan ibu hamil kekurangan gizi seperti anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK). Dampaknya, ibu mengalami pendarahan pada saat persalinan dan bayi yang dilahirkan memiliki berat badan rendah (BBLR) yaitu bayi lahir dengan berat kurang dari 2.5 kg. Tujuan penelitian Untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Masyarakat Towani Tentang Mitos Seputar Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2018.Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Dengan jumlah populasi 51 orang dan tekhnik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Masyarakat Towani bahwa pengetahuan responden dengan kategori tahu sebanyak 11 orang dari 51 responden (21,6%) dan dengan kategori tidak tahu sebanyak 40 orang dari 51 responden (78,4%) dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu hamil masyarakat towani percaya adanya mitos.Bagi Ibu hamil yang berpengetahuan dengan kategori tidak tahu diharapkan lebih menambah wawasan untuk mengetahui tentang mitos seputar kehamilan dengan membaca buku atau artikel kesehatan tentang mitos dalam kehamilan.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TERHADAP RISIKO MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS RAPPANG Pratiwi, Wilda Rezki
JIKI Jurnal Ilmiah Kesehatan IQRA Vol 7 No 01 (2019)
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan pada ibu hamil sebenarnya justru merugikan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Berbagai kerugian tersebut akhirnya menyebabkan ibu hamil melahirkan bayi yang prematur dan bahkan keguguran. Sebab janin merasa gelisah dan otot rahim melemah sehingga dapat menyebabkan bayi yang dilahirkan memiliki berat badan rendah (BBLR) yaitu bayi lahir dengan berat kurang dari 2500 gram. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Dengan Risiko Melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah Di Puskesmas Rappang Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah dengan pendekatan analitik dengan menggunakan cross sectional study. Dengan jumlah populasi123 orang dan tekhnik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian dengan tujuan untuk mengetahuiTingkat Kecemasan Ibu Hamil Dengan Risiko Melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah Di Puskesmas Rappang Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2019 maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan responden dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak 22 (73%), kecemasan sedang sebanyak 4 (13%), kecemasan berat sebanyak 1 (3%) serta yang tidak merasakan kecemasan sebanyak 3 (1% dan analisis Chi- Square nilai p 0,05 < 0, 766 sehingga tidak ada hubungan tingkat kecemasan dengan resiko melahirkan BBLR . Bagi Ibu hamil yang merasakan kecemasan terhadap risiko melahirkan bayi berat lahir rendah diharapkan mampu mengatasi kecemasannya dengan rajin memeriksakan kehamilannya di bidan atau nakes lainnya sehingga dapat menambah pengetahuan dan tindakan segera apabila diperlukan.
Pendidikan Kespro dalam Menghadapi Situasi Darurat Bencana sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan dan Reproduksi Sehat Wilda Rezki Pratiwi; Asnuddin; Hamdiyah; St. Hasriani
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Letak geografis Indonesia pada pertemuan tiga lempeng atau kulit bumi aktif. Sehingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang rawan bencana. Data BNPB menunjukkan, hingga akhir Oktober 2018, tercatat 1.999 kejadian bencana di Indonesia. Jumlah ini diprediksi masih akan terus bertambah hingga akhir tahun 2018. Penyedian layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan berkualitas tinggi membutuhkan pendekatan yang terpadu yang bersifat multisektoral seperti perlindungan, kesehatan, nutrisi, dan layanan masyarakat memainkan peran penting dalam memberikan layanan kesehatan produksi. Meskipun banyak pihak telah menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang rawan bencana, namun secara umum tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana besar masih relatif rendah. Tujuan dilakukan kegiatan ini yaitu a) Memberikan pemahaman masyarakat tentang layanan kesehatan reproduksi secara konfrehensif dalam menghadapi bencana , b) Membentuk pola sistem peringatan dini seputar masalah kesehatan reproduksi dalam menghadapi bencana alam, c) Memberikan penyuluhan tentang langkah – langkah yang harus diperhatikan terkait dengan kesehatan reproduksi pada saat menghadapi bencana alam. Metode yang diguankan yaitu Metode Ceramah dan diskusi. Kegiatan ini diawali dengan memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi,selanjutnya pada tahap akhir dilakukan pemberian kuesioner untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan mereka terhadap materi yang akan diberikan. Hasil dari Pelaksanaan kegiatan menunjukan adanya kenaikan tingkat pengetahuan masyarakat secara signifikan terhadap kesehatan reproduksinya dalam menghadapi situasi bencana alam yang kerap terjadi dengan waktu dan tempat yang tidak dapat diprediksi.Kesimpulan Program kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Sidrap dapat nilai sudah berjalan dengan baik dibuktikan dengan semua kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan rencana awal pelaksanaan program ini.
SANGGAR SENAM DISMENOREA DENGAN TEHNIK NON FARMAKOLOGI MELALUI MEDIA MUSIC TERAPI ALQURAN SEBAGAI UPAYA PENURUNAN TINGKAT NYERI HAID DI PANTI ASUHAN SEJAHTERAH AISYIYAH Wilda Rezki Pratiwi; Nurul Hesti; Ayuni Wulandari; Sri Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v4i1.1482

Abstract

Kabupaten Sidenreng Rappang (sering disingkat dengan nama Sidrap) adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sidenreng. Kabupaten Sidenreng Rappang memiliki luas wilayah 2.506,19 km2 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 264.955 jiwa. Berdasarkan data dari berbagai negara, angka kejadian dismenore didunia cukup tinggi, diperikrakan sekitar 50 % dari seluruh wanita yang mengalami dismenore dalam siklus menstruasi, data dari Panti Asuhan  Sejahtera Aisyiyah diperkirakan hampir 95% wanita disana mengalami dismenore berat setiap bulannya yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan sehari – hari  dan sering  tidak hadir sekolah dengan alasan tidak dapat berkonstarsi dalam belajar karena rasa nyeri yang mereka rasakan  begitu hebat. Keadaan tersebut menyebabkan menurunkannya kualitas hidup wanita.Masalah ini biasanya tidak terdiagnosa dan tidak tidak diberikan perawatan. Metode pelaksanaan  yang digunakan  yaitu penyuluhan kesehatan reproduksi, perkenalan gerakan senam dismenore, sekaligus peresmian sanggar senam Dismenore. Langkah selanjutnya adalah pelaksanaan senam di sanggar senam dismenore setiap dua kali dalam seminggu dengan menggunakan media terapi Al’Quran. Hasil Akhir pelaksanaan kegiatan ini akan di evaluasi tingkat nyeri haid yang dirasakan remaja putri yang rutin melakukan senam pada saat menstruasi. Hasil yang didapatkan Penurunan tingkat nyeri dismenore yang dirasakan remaja putri di panti asuhan sejahtera Aisyiyah dan penggunaan obat – obatan anti nyeri tidak lagi manjadi alternatif pilihan bagi remaja putri untuk mengatasi nyerinya pada saat haid. Ini di buktikan pada saat evaluasi kegiatan 2 remaja yang menggunakan obat anti nyeri sudah tidak lagi mengkomsumsi obat anti nyeri.
Deteksi Dini Masalah Kesehatan Reproduksi Melalui Pos Kesehatan Remaja Wilda Rezki Pratiwi; Hamdiyah Hamdiyah; Asnuddin Asnuddin
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.611 KB) | DOI: 10.33474/jipemas.v3i1.5035

Abstract

Marioriawa is one of the sub-districts located in Soppeng Regency with an area of 320 Km2 cover by 5 villages (Bulue, Laringgi, Patampanua, Panincong, Tellulimpoe and 5 villages (AttangSalo, Batu-Batu, Limpomajang, Manorang Salo, Attang Salo) with average population of 27,512 with a density of 86 people/km2. In Marioriawa  there are 2 high schools (SMAN 01 Soppeng and SMK 02 Soppeng).The students in SMAN 01 Soppeng classified to adolescents in Soppeng Regency precisely in Laringgi village a total of 487 people have not been fully checked out regularly and the discovery of several cases of pregnancy outside marriage, early marriage, HIV/AIDS in rural areas and adolescent health problems (anemia, stunting, KEK and obesity). This is a problem because, lack of adolescent knowledge about health reproduction, identification of new health problems found at the time the teenager will become ca lon mother / father, due to lack of early detection in their teens. It's just that physical growth in adolescents is not always accompanied by the maturity of thinking and emotional abilities. In addition, in adolescence there is also a process of self-introduction, and failure in the process of self-introduction can cause various problems.The method used is the lecture method with health education and adolescent health checks through the establishment of adolescent health posts (PKR) in collaboration with the School Health Unit (UKS) at SMAN 01 Soppeng. The results of the activity are an increase in knowledge after giving material about adolescent health, checking vital signs, HbSAg examination, physical examination of adolescents, HIV testing, and hemoglobin examination. From the results of the examination found that 86 adolescents were found to suffer from mild anemia with hemoglobin levels below 10 gr / dl, as many as 1 person infected with HBsAg, 2 people found a lump in the breast and no HIV patients were found in adolescents. Conclusions are able to detect symptoms / signs early if certain diseases occur in him that are related to the reproductive system, adolescents in rural areas free from sexually transmitted diseases (STDs) and the importance of education to check themselves routinely before they become prospective parents. Suggestion of support from parents to carry out routine health check-up of their children not only to do health check at the time the child / teen complains of pain in certain body part.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TEH DAUN KELOR TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI DAN HEMOGLOBIN PADA REMAJA ANEMIA DI KABUPATEN SIDRAP Wilda Rezki Pratiwi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i1.458

Abstract

Latar Belakang: Perempuan dalam kehidupannya akan mengalami siklus menstruasi yang terjadi secara periodik sejak menarche hingga menopause. Siklus menstruasi normalnya berlangsung antara 21 – 35 hari dengan rata-rata siklus 28 hari. prevalensi anemia defesiensi zat besi pada remaja putri ditahun pertama menstruasi sebesar 27,50 % dengan rata – rata usia pertama kali mengalami menstruasi pada usia 13 tahun.tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian teh daun kelor terhadap siklus menstruasi dan kenaikan haemoglobin pada remaja anemia di kabupaten sidrap. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan pre eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan the one group pretest-posttest design.. Pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 30 remaja anemia. Hasil: Berdasarkan hasil Mann Whitney U test pada siklus menstruasi dengan kategori Hb setelah pemberian teh daun kelor menunjukan p value 0,82 (p > 0,05) Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan pemberian teh daun kelor terhadap siklus menstruasi dan kenaikan haemoglobin pada remaja yang anemia. Hasil penelitian ini diharapkan pemeriksaan Hb rutin dan mengkomsumsi teh daun kelor sebagai alternatif pengobatan non farmakologi sebagai upaya mencegah anemia secara dini
Optimalisasi Tumbuh Kembang Balita Melalui Promosi Gizi Seimbang bagi Ibu Balita sebagai Pencegahan Stunting di Desa Cenrana Kab. Sidrap Sitti Hasriani; Wilda Rezki Pratiwi; Nurjanna Nurjanna; Eddy Arsyad
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2022): JAMSI - Juli 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.403

Abstract

Stunting dapat menjadi ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia dan juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dapat terjadi karena anak bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Asupan gizi seimbang dari makanan memegang peranan penting dalam proses pertumbuhan anak. Penerapan pola makan dengan gizi seimbang menekankan pola konsumsi pangan dalam jenis dan jumlah prinsip keanekaragaman pangan untuk mencegah masalah gizi. Tujuan pengabdian masyarakat ini secara langsung untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam hal pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Cenrana Kab. Sidrap. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan informasi dalam bentuk promosi kesehatan dengan menggunakan media slide materi dan buku KIA. Tehnik pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dalam yang diisi oleh para audien. Hasil yang didapatkan adalah 97% orang yang memiliki pengetahuan baik tentang gizi seimbang dan sebanyak 89% orang yang memiliki pengetahuan baik tentang konsep stunting. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah peran keluarga khususnya ibu sangat mempengaruhi pemenuhan keseimbangan gizi balitanya. Dengan kecukupan gizi yang seimbang diaharapkan dapat mencegah terjadinya stunting pada balita.
Pemanfaatan kelas ibu hamil dan aplikasi grup pesan pintar sebagai sarana edukasi kehamilan Wilda Rezki Pratiwi; Nurjanna Nurjanna
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3259

Abstract

Information giving and education in pregnancy using a traditional classroom and an online education (group messaging apps)Background: The efforts to improve health during pregnancy are by using a traditional classes facility to provide knowledge and information on health during pregnancy. Most community has not known some online applications that can use at positive things as suggestions for learning or health education purposes. Researchers want to innovate with social media users: WhatsApp groups to provide information and knowledge.Purpose: To analyze the differences in knowledge, activeness, motivation and behavior when information and education in pregnancy using a traditional classroom and an online education (group messaging apps).Method: Quantitative research with the design method of quasi-experiment by pretest-posttest divided in two groups. The population was Pregnant women's with the sample of 30 participants comprising 15 participants in the control group and 15 participants in the intervention group. Location in Sidenreng Rappang regency, south Sulawesi province, Indonesia.Results: In an online education (group messaging apps) group, the variables of knowledge, activeness, motivation and action influence the use of the class of pregnant women and WhatsApp media to educate problems around pregnancy, while in the control group the results of the variables of knowledge, activeness, and motivation influence class utilization pregnant women to educate problems. Meanwhile, the action variable has no effect.In order to further increase the campaign on the importance of the participation of pregnant women in implementing pregnant women classes and be able to do it regularly by involving cadres and their familiesKeywords: Information giving; Education; Pregnancy; Traditional classroom; Online education (group messaging apps)Pendahuluan : Salah satu upaya pemerintah yaitu pemberdayaan masyarakat dengan penyelenggaraan kelas ibu hamil. Fenomena masyarakat saat ini menganggap media sosial berpengaruh negative. Namun jika pemanfaatan media sosial diarahkan kehal yang positif seperti halnya penelitian ini ingin membuat inovasi dengan pemanfaat media sosial yaitu membuat group whatsapp sebagai sarana informasi, pelayanan kepada masyarakat. sehingga akan sangat besar manfaatnya kepada masyarakat khususnya ibu hamil.Tujuan: Menganalisa perbedaaan pengetahuan, keaktifan, motivasi dan tindakan  ibu pada kelompok kelas ibu hamil dan aplikasi media whatsappMetode: Penelitian kuantitatif dengan metode  desain quasi experiment  dengan rancangan penelitian pretest- posttest two group design. Populasinya para ibu hamil dengan sampel 30 partisipan  yang dibagi 2 kelompok terdiri dari 15 partisipan  pada kelompok kontrol dan 15 partisipan pada kelompok intervensi. Lokasi di Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.Hasil : Pada kelompok kasus didapatakan hasil variabel pengetahuan, keaktifan , motivasi dan tindakan berpengaruh terhadap pemanfaatan kelas ibu hamil dan media whatsapp sebagai sarana edukasi masalah seputar kehamilan, sedangkan pada kelompok kontrol  didapatakan hasil variabel pengetahuan, keaktifan , dan motivasi berpengaruh terhadap pemanfaatan kelas ibu hamil sebagai sarana edukasi masalah seputar kehamilan.
Program promosi kesehatan dalam upaya mencegah pernikahan dini Asnuddin Asnuddin; Andi Palla; Wilda Rezki Pratiwi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4335

Abstract

The knowledge of early marriage practices and the health impacts among adolescent in a health promotion program Background: Adolescence is a period of human life that is very strategic, important and has a broad impact on subsequent developments.Marriage at an early age is prone to reproductive health problems and is prone to stress. Health education media such as videos can be used as a tool in providing health education. The use of video media in providing health education is considered very appropriate to convey health messages to the public, especially among adolescents.Purpose: To determine the effect of the knowledge of early marriage practices and the health impacts among adolescent in a health promotion programMethod: Quantitative research with "Quasi Experiment" design with two Group Pretest-Posttest Design approach. Sampling using purposive sampling, the sample in this study were teenage students, with a total population and sample of 94 participants who were divided into two groups, namely groups with online media whatsapp and zoom with 47 participants and groups with offline media face-to-face 47 participants. For the measurement of knowledge using 20 questions with 3 categories, namely Good score 29-40, Enough score 24-28, Less score 0-23. Where the lowest score is 0 and the highest score is 40. The results of the analysis used the T test with a significance level of = 0.05 which was carried out with the help of the SPSS computer program.Results: The study show by nonparametric test using the Wilcoxon test, it was found that the value of p = 0.000, because the value of p = 0.000 <0.05 (α).Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that there is a significant influence between health promotion and online media in preventing early marriage.Keywords: The knowledge; Early marriage practices; Health impacts; Adolescent; Health promotion programPendahuluan: Masa remaja adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pernikahan di usia dini rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi serta mudah mengalami stress. Media pendidikan kesehatan seperti video dapat digunakan sebagai alat bantu dalam memberikan pendidikan kesehatan. Penggunaan media video dalam memberikan pendidikan kesehatan dirasa sangat tepat untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, terutama pada kalangan Remaja.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan terhadap kejadian pernikahan dini.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain “Quasi Experiment” dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu remaja siswa/siswi, dengan jumlah populasi dan sampel 94 partisipan yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok dengan media online whatsapp dan zoom dengan 47 partisipan dan kelompok dengan media offline tatap muka 47 partisipan. Untuk pengukuran pengetahuan menggunakan 20 pertanyaan dengan 3 kategori yaitu Baik skor 29-40, Cukup skor 24-28, Kurang skor 0-23. Dimana skor terendah 0 dan skor tertinngi 40. Hasil analisis menggunakan uji T dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 yang dilakukan dengan bantuan program computer SPSSHasil: Dari hasil nonparametric test dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,000, oleh karena nilai p=0.000<0.05 (α).Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan ada pengaruh yang signifikan antara promosi kesehatan dengan media online dalam mencegah pernikahan dini .