Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rehabilitation Medicine Outcome of 51 Years Old Morbus Hansen Patient with Disability at Jayapura Hospital: A Case Report Ansanay, Rini Lestari; Setyarini, Kaida Irma
Asian Journal of Healthcare Analytics Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajha.v4i2.14751

Abstract

Leprosy is a disease that causes high morbidity. Nerve damage due to Mycobacterium Leprae can cause impairment, disability to handicap for individuals. Jayapura is a city with quite high cases of leprosy in Papua. The method used is case report to presenting the case. A case of Leprosy with upper extremity with clawing hand disability due to ulnar nerve disorder will be described and displayed as a medical rehabilitation. The outcome of therapy showed improvements in function, flexibility, motor and sensory function of the upper extremities (metacarpal region). The conclusion of this case report is that disability in leprosy patients can provide improved flexibility and prevention of more severe disability with early detection, holistic management, medical rehabilitation and family support.
Hubungan Resiliensi Akademik dengan Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Sarjana Kedokteran di Papua: Studi Korelasional Salakay, Elisa Nugraha Haryadi; Mahu, Grace Fitriana Primasari Hau; Labobar, Maryam Kathrien; Setyarini, Kaida Irma; Rumbino, Samdei Carolina
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2250

Abstract

Pendidikan kedokteran merupakan lingkungan belajar dengan tuntutan akademik dan emosional yang tinggi, sehingga resiliensi akademik menjadi kemampuan penting bagi mahasiswa untuk bertahan dan beradaptasi terhadap tekanan serta kegagalan akademik. Namun, hubungan antara resiliensi akademik dan prestasi akademik belum menunjukkan pola yang konsisten, terutama pada konteks pendidikan kedokteran di wilayah dengan tantangan sosio-kultural yang khas seperti Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara resiliensi akademik dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa sarjana kedokteran tahap preklinik di Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (FK Uncen). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif potong lintang dengan melibatkan 294 mahasiswa preklinik yang dipilih melalui total sampling. Resiliensi akademik diukur menggunakan Academic Resilience Scale-30 (ARS-30), sedangkan IPK diperoleh dari data akademik mahasiswa. Analisis deskriptif dan uji korelasi Pearson digunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median skor resiliensi akademik berada pada kategori rendah hingga sedang, dengan sebaran skor yang menandakan heterogenitas kemampuan adaptasi mahasiswa. Rerata IPK responden menunjukkan variasi capaian akademik yang luas. Analisis korelasi menunjukkan hubungan negatif yang lemah namun bermakna secara statistik antara resiliensi akademik dan IPK. Hasil ini menunjukkan bahwa resiliensi akademik tidak secara langsung menentukan prestasi akademik mahasiswa, tetapi lebih berperan sebagai kemampuan psikologis untuk bertahan dan beradaptasi menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini juga menegaskan bahwa resiliensi akademik sebaiknya dipahami sebagai kapasitas adaptif, bukan ukuran keberhasilan akademik semata, serta menunjukkan pentingnya intervensi pendidikan yang menekankan dukungan sosial, pencegahan burnout, dan pembinaan akademik yang sesuai dengan konteks mahasiswa kedokteran.
Penerapan Edukasi Partisipatif dalam Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di SMKN 6 Jayapura, Papua, Indonesia Purnama, Try; Liufeto, Koherista G.; Setyarini, Kaida Irma; Labobar, Maryam Kathrien; Rumboirusi, Rizky Lazarus
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2116

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di Papua, khususnya pada kelompok remaja yang rentan terhadap penularan. Minimnya pengetahuan, stigma sosial, dan keterbatasan akses informasi akurat menjadi hambatan utama dalam upaya pencegahan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja mengenai HIV/AIDS melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 6 Jayapura pada tanggal 3 Juni 2025, melibatkan 39 peserta yang mengikuti sosialisasi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Hasil pre dan post test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang cara penularan, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini HIV/AIDS. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, kesediaan menjadi agen perubahan, dan sikap yang lebih empatik terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Program ini juga memunculkan inisiatif pembentukan forum remaja peduli HIV/AIDS sebagai wadah edukasi berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode edukatif-partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran sekaligus mengurangi stigma, sehingga layak direplikasi di wilayah lain dengan prevalensi tinggi HIV/AIDS.