Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Effects of Antioxidant, Anti-Collagenase, Anti-Elastase, Anti-Tyrosinase of The Extract and Fraction From Turbinaria decurrens Bory. Nurrochmad, Arief; Wirasti, Wirasti; Dirman, Arifin; Lukitaningsih, Endang; Rahmawati, Adillah; Fakhrudin, Nanang
Indonesian Journal of Pharmacy Vol 29 No 4, 2018
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.529 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm29iss4pp188

Abstract

Brown macroalgae (BM) which contain fucoxanthin exhibited high antioxidant activity. This study was performed to examine antioxidant, anti-collagenase, anti-elastase, anti-tyrosinase activities, and effect on cell viability of Human Dermal Fibroblast adult (HDFa) of BM, Turbinaria decurrens Bory. T. decurrens dried powder were macerated by ethanol to obtain extract (ETD) and was fractination by column chromatography to obtain fraction (FTD). Fucoxanthin content was determined using HPLC. The antioxidant activities, anti-collagenase, anti-elastase, and tyrosinase inhibitory assay were performed. The effect of ETD and fucoxanthin standard on cell viability were conducted on HDFa cell-induced by hydrogen peroxide (H2O2). The HPLC analysis showed that ETD and FTD contain fucoxanthin of 284.9±3.3µg/g and of 653.4±30.6µg/g dry-weight, respectively. The antioxidant assay showed that ETD and FTD produced high antioxidant activity by ferric reducing antioxidant power (FRAP) and b-carotene bleaching (BCB) methods that were comparable to fucoxanthin. ETD exhibited significantly higher tyrosinase inhibitory than kojic acid (p<0.01), while FTD had a comparable effect to kojic acid. The result also revealed that ETD and FTD produced anti-elastase and anti-collagenase (matrix metalloproteinase-1 (MMP-1). Fucoxanthin and ETD were able to maintain cell viability on HDFa cell-induced H2O2. This study suggests that T. decurrens may be effective to prevent skin aging and wrinkle formation, possibly through the antioxidant activity and maintain cell viability of fibroblast. 
Penghambatan Ekstrak Daun Kremah (Alternanthera sessilis) Terhadap Enzim α-amilase secara In-Vitro Wirasti Wirasti; Titi Lestari; Isyti'aroh Isyti'aroh
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v18i01.14657

Abstract

An important treatment for type 2 diabetes is controlling blood glucose levels. α-amylase enzyme in the body plays a role in breaking down carbohydrates into starch. Control of the amylase enzyme is needed in diabetes cases Kremah plant (Alternanthera sessillis) is a plant whose leaves can be used to lower blood glucose levels because it contains secondary metabolites, one of which is flavonoids which can inhibit the α-amylase enzyme. The purpose of this study was to determine the activity and inhibition value of kremah leaves against the α-amylase enzyme. The method used in this research is the enzymatic reaction by measuring the intensity of the color using UV-Vis spectrophotometry. The IC50 value obtained by α-amylase enzyme inhibition was 101.89±7,21 μg / ml while the IC50 acarbose value was 127.17±4,42 μg / ml. These results indicate that kremah leaf extract has activity (hyperglycemia) by inhibiting complex carbohydrate hydrolyzing enzymes such as the α-inhibition enzyme α-Amylase which is good compared to acarbose because the IC50 value of the extract is smaller, so that the leaves of kremah has inhibiting of the α-amylase enzyme.
OPTIMASI FORMULA FAST DISINTEGRATING TABLET DOMPERIDONE DENGAN AMILUM BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI SUPERDISINTEGRANT Wirasti Wirasti; Khusnul Milatul Khasanah; Dwi Bagus Prambudi; St. Rahmatullah
Media Informasi Vol 17, No 2 (2021): Media Informasi Volume 17 No 2 Tahun 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i2.735

Abstract

Biji alpukat (Persea americana Mill.) memiliki kemampuan sangat besar sebagai bahan tambahan sediaan tablet dengan dibuat bentuk amilum terlebih dahulu. Amilum biji alpukat (Persea americana Mill.) memiliki kandungan amilosa serta amilopektin yang berfungsi sebagai superdisintegrant sediaan tablet. Fast Disintegrating Tablet (FDT) merupakan salah satu teknologi farmasi yang sedang dikembangkan, dengan penggunaan diletakkan pada lidah akan terdisintegrasi secara instan dan melepaskan obat dengan bantuan saliva. Tujuan penelitian ini mengetahui bahwa amilum biji alpukat (Persea americana Mill.) dapat digunakan sebagai superdisintegrant dengan metode pembuatan tablet secara cetak langsung dan mengetahui konsentrasi yang optimum dari penggunaan amilum biji alpukat (Persea americana Mill.) sebagai superdisintegrant. Telah dibuat sediaan fast disintegrating tablet dengan variasi konsentrasi amilum biji alpukat (5%, 10% dan 15%) dan pembanding Sodium Starch Glycolate (SSG) konsentrasi 5%. Data yang didapat dianalisis secara statistik menggunakan uji one way ANOVA dan dilanjutkan ke uji tukey (Honestly Significant Difference) HSD. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi amilum biji alpukat terdapat pengaruh pada sifat fisik granul dan sifat fisik tablet, formula III dengan konsentrasi 15% memiliki kriteria yang paling baik sebagai superdisintegrant pada tablet terdisintegrasi cepat. Perlu dilakukan modifikasi lanjutan amilum biji alpukat agar dapat digunakan sebagai superdisintegrant yang lebih efektif dalam formulasi fast disintegrating tablet pada penelitian selanjutnya.Abstrak dibuat satu alinea Menggunakan menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris.. Jumlah kata tidak melebihi 200 kata (bahasa Indonesia) dan 250 kata ( bahasa Inggris), tidak ada kutipan dan singkatan, ukuran huruf 10 dan satu spasi, huruf arialArial, Abstrak berisi: tujuan umum penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, simpulan, saran atau rekomenedasi hasil penelitian (jika perlu), dan kata kunci.
SINTESIS PREKURSOR SENYAWA 2-AMINOBUTYRIC ACID (ABA) DENGAN STARTING MATERIAL MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG) Dewi Syarifah; Slamet Slamet; Wirasti Wirasti; Eko Mugiyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.494 KB)

Abstract

The aim of the research is to synthesize the compound of Precursor of ABA from MSG the starting material by structural modification as well as to determine the characteristics and physical properties of the synthesis compound. It was done by modification of chemical structure starting with glutamic acid isolation from MSG. Then it isolate reacted with AlCl3 to obtain the ABA compound precursor. The rendemen was 18.5%, of synthesis identification obtained of white powder, odorless, dissolves in hot water and melt at a temperature of 187-189 0C. The UV-Vis spectrophotometry showed that the synthesis process formed a new compound. Confirm with HPLC analysis.
UJI AFRODISIAK EKSTRAK ETANOL BUAH TERUNG UNGU TERHADAP LIBIDO TIKUS PUTIH JANTAN Prayugo Sugeng Pangestu; Yulian Wahyu Permadi; Wirasti Wirasti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.159 KB)

Abstract

Terung ungu (Solanum melongena L.) memiliki kandungan yang dapat memperlancar sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek afrodisiak ekstrak etanol buah terung ungu terhadap libido tikus putih jantan galur Wistar yang berumur 2-2,5 bulan. Penelitian dibagi 4 kelompok : Kontrol negatif (aquades 1 ml); EET Dosis1 (91,88 mg/130 g BB); EET Dosis2 (183,77 mg/130 g BB), K (+) (viagra) (0,585 mg/130 g BB). Pengamatan dilakukan dengan mengamati aktivitas seksual tikus putih jantan yaitu introducing dan mounting dengan alat bantu CCTV selama 7 hari dari pukul 19.00 WIB – 06.30 WIB. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu arah, dilanjut dengan uji Tukey HSD dengan α = 0,05, kemaknaan berdasarkan nilai p<0,05. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah terung ungu memiliki aktivitas afrodisiak terhadap libido tikus putih jantan galur wistar pada dosis 183,77 mg/130 g BB.
Jenis Buah Yang Disukai Remaja Untuk Mencegah Anemia Di Pelayanan Remaja Sehat Ainun Muthoharoh; Siti Khuzaiyah; St. Rahmatullah; Wirasti Wirasti; Mahdanya Putri A.B
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i1.4667

Abstract

Anemia merupakan salah satu penyakit yang dapat menurunkan sistem imun pada remaja sehingga dapat menyebabkan penurunan prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola konsumsi buah sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja yang mengikuti pelayanan remaja sehat PASHMINA Siwalan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian non eksperimental. Data diambil dengan teknik total sampling. Sampel sebanyak 31 remaja yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data yang digunakan adalah analisis dekriptif. Hasil penelitian menunjukkan remaja perempuan yang mengikuti pelayanan remaja PASHMINA lebih banyak daripada laki-laki sebanyak 61,3%, usia paling banyak sebanyak 67,7 % pada usia 11 tahun, buah yang dikonsumsi adalah pisang sebanyak 51,6%., kadar hemoglobin rata-rata 12,59 mg/dl. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pola konsumsi buah remaja yaitu pisang, semangka, jeruk, alpukat, pepaya, jambu, buah naga, dan mangga.
Penetapan Kadar Cd2+ dan Pb2+ pada Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) dengan Metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry Rahmasari, Khusna Santika; Safitri, Arista; Nur, Achmad Vandian; Wirasti, Wirasti
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0260v7i22023p001

Abstract

Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan ikan yang tahan terhadap kondisi lingkungan dan mudah ditemukan yang apabila terpapar logam berat serta dikonsumsi dalam jangka panjang akan menimbulkan efek neurotoksik, karsinogenik, mutagenik ataupun teratogenik bahkan sampai kematian. Cd2+ dan Pb2+ merupakan logam berat berbahaya yang bersifat toksik serta dapat mencemari organisme perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Cd2+ dan Pb2+ pada ikan mujair di tambak Kota Pekalongan. Sampel berasal dari tambak Jeruksari, Panjang, dan Slamaran. Analisis kadar logam berat menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukkan ikan mujair di tambak Jeruksari, Panjang dan Slamaran mempunyai kadar Cd2+ sebesar 0,07; 17,38 dan 0,02 mg/Kg, serta kadar Pb2+ sebesar 10,26; 6,08 dan 8,62 mg/Kg. Kadar Cd2+ pada tambak Panjang melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh BPOM yaitu 0,1 mg/Kg, sedangkan kadar Pb2+ pada ketiga tambak melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh BPOM yaitu 0,2 mg/Kg.
Studi Pencegahan Penuaan Dini Kulit Dari Ekstrak Rumput Laut Coklat Padina Australis Hauck Melalui Penghambatan Aktivitas Enzim Kolagenase wirasti, wirasti; Slamet, Slamet; Rahmasari, Khusna Santika
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 2 (2023): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v14i2.869

Abstract

Penuaan dini kulit salah satunya disebabkan menurunnya jumlah kolagen akibat aktivitas enzim kolagenase yang berlebihan dikarenakan pengaruh intrisik dan ekstrinsik, sehingga kulit menjadi kusam, kering, dan terasa kasar. Salah satu penyebab faktor ekstrinsik yang sering terjadi disebabkan karena paparan sinar UV. Untuk hal tersebut diperlukan senyawa dari bahan alam khususnya Rumput Laut Coklat Padina australis Hauck yang mengandung karotenoid sebagai senyawa antioksidan dan menurunkan aktivitas penuaan dini kulit melalui penghambatan aktivitas enzim kolagenase. Tujuan penelitian ini adalah menguji ekstrak Padina australis Hauck sebagai penghambat aktivitas enzim kolagenase dan antioksidan. Tahapan penelitian meliputi(1) pengambilan sampel rumput laut coklat Padina australis di Pantai Gunung Kidul Yogyakarta, (2) Preparasi sampel yaitu pencucian, pengeringan dan pembuatan serbuk), (3) pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol pa dan penguapan menjadi ekstrak kental, (4) Pengujian aktivitas ekstrak terhadap enzim kolagenase metode kolorimetri menggunakan microplate rider, (5) analisis kandungan senyawa fukosantin dibandingkan dengan standar fukosantin menggunakan HPLC, (6) Pengujian ekstrak Padina australis terhadap antioksidan menggunakan metode BCB, (6) Analisis data, Hasil penelitian yang diperoleh adalah simplisia kering dengan kadar air 6,58%. Rendemen ekstrak kental yang dihasilkan sebesar 6,56%. Kadar yang telah fukosantin yang terdapat dalam ekstrak adalah 46,4185 mg/1000gram ekstrak, penghambatan aktivitas enzim kolagenase 50% (IC50) sebesar 68,81 µg/mL, serta besarnya daya antioksidan esktrak menggunakan metode Beta Caroten Bleaching (BCB)adalah (25,75±4,40) mg/mL lebih tinggi dibandingkan IC50 BHT sebesar (12,06±1,78) mg/mL. Kesimpulan penelitian ini bahwa ekstrak Padina australis mempunyai daya penghambatan terhadap aktivitas enzim Kolagenase kuat dan daya antioksidan metode BCB kategori sangat kuat.
Evaluation of the mucolytic activity of ethanol extract of Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) Waznah, Urmatul; Mufrodah, Nely; Wirasti, Wirasti; Mugiyanto, Eko
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/farmasains.v9i2.34760

Abstract

Curcuma aeruginosa Roxb., known as Temu Ireng, is a species within the Zingiberaceae family that has been empirically noted for its potential as a cough remedy. Temu Ireng contains alkaloids, flavonoids, and saponins, which play crucial roles in mucus liquefaction. This study aims to investigate the mucolytic activity of the ethanol extract of Curcuma aeruginosa Roxb. In this study, we used an experimental method. The extract was obtained via maceration and analyzed in vitro for its ability to reduce the viscosity of bovine intestinal mucus using a digital viscometer. Bovine intestinal mucus was utilized due to its compositional similarity to human mucus. Test sample concentrations of the Temu Ireng extract were 1.0%, 1.5%, and 2.0%, with acetylcysteine serving as the positive control. Mucolytic activity was indicated by a decrease in mucus solution viscosity. The data were analyzed using one-way ANOVA. The results demonstrated a decrease in mucus viscosity for the Temu Ireng extract test solutions, with statistical analysis indicating a significant difference between the negative control and both the positive control and the Temu Ireng extract samples at concentrations of 1.5% and 2.0%, with p-values of 0.032 and 0.030 respectively (p<0.05). The study concludes that the ethanol extract of Curcuma aeruginosa Roxb. exhibits mucolytic activity at concentrations of 1.0%, 1.5%, and 2.0%.
Effectiveness Test of Methanol, Ethyl Acetate, and Chloroform Fractions of Bidara Leaf Extract (Zizyphus mauritiana L.) on Wound Healing in Rabbits (Oryctolagus cuniculus) Umarella, Novel; Wirasti, Wirasti; Slamet, Slamet; Waznah, Urmatul
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2024.132.423-431

Abstract

Bidara (Zizyphus mauritiana L.) contains alkaloids, glycosides, saponins, flavonoids, terpenoids, phenols, and the best antioxidant properties of its leaves. In bidara leaf, they are antibacterial, antiviral, and antiseptic, play a role in cell regeneration and repair, so they are effective in wound healing. This study aimed to determine the effectiveness of bidara leaf extract fractions on incision wounds and determine which fraction was more effective in narrowing the incision wound. Making wounds on rabbits (Oryctolagus cuniculus) using the Morton method, by making an incision on the back with a diameter of 2 cm. Testing the effectiveness of fractions in wound healing with rabbits divided into 5 groups, namely positive control, negative control, methanol fraction (MeOH), ethyl acetate fraction (Ethac), and chloroform fraction (CHCl3) with a dose of 100 mg/KgBB rabbit in 1 ml of solvent. The diameter of the wound area was measured using the Macbiophotonic Image J program, and the data were analyzed using One Way Anova (ANOVA) followed by the Tukey test. The results of data analysis using the ANOVA method with a significant value of 0,004 (p<0,05). The conclusion of the results of the research conducted for 8 days shows that the MeOH, Ethac, and CHCl3 fractions of bidara leaf extract have the effectiveness of wound healing in rabbits with differences in healing shown by the Ethac fraction with a better effect than the MeOH and CHCl3 fractions.