Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Sosialisasi Monkeypox dan Edukasi Pola Hidup Sehat Pada Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Rapak Dalam Kota Samarinda Arief, Maryam Jamila; Fitriani, Victoria Yulita; Sinthary, Venna; Helmi, Helmi; Almeida, Maria
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 11 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monkeypox merupakan penyakit infeksi zoonosis yang disebabkan oleh virus monkeypox dan telah menjadi perhatian global akibat peningkatan kasus di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penularan monkeypox terjadi melalui kontak langsung dengan hewan atau manusia yang terinfeksi, droplet, atau penggunaan bersama alat makan. Peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya melalui edukasi pola hidup sehat, menjadi strategi penting dalam pencegahan penyakit ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang monkeypox dan pentingnya pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif dan penyuluhan yang disertai evaluasi melalui pretest dan post-test kepada anggota Tim Penggerak PKK Kelurahan Rapak Dalam, Kota Samarinda. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai post-test sebesar 15,63% dibandingkan nilai pretest, yang mengindikasikan peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi dan edukasi pola hidup sehat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan monkeypox. Kesimpulannya, program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan peserta dan memperkuat kemampuan masyarakat dalam melakukan tindakan pencegahan. Edukasi seperti ini sangat penting untuk diterapkan secara luas guna memitigasi penyebaran monkeypox dan penyakit menular lainnya.
Inovasi Pengolahan Buah Nipah Tua (Nypa fruticans) menjadi Tepung dan Nugget: Pemberdayaan Masyarakat Desa Salo Palai: Innovation in Processing Old Nypa (Nypa fruticans) Fruit into Flour and Nuggets: Empowering the Community of Salo Palai Village Wahyuni, Leny Eka Tyas; Pijaryani, Indria; Fadilla, Raisa; Anggreini, Putri; Siregar, Vita Olivia; Arief, Maryam Jamila; Nisaa, Nur Rezky Khairun
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i4.8523

Abstract

Old Nypa fruit (Nypa fruticans) often becomes waste in Salo Palai Village, East Kalimantan, due to a lack of knowledge regarding its utilization. Therefore, this activity aims to empower the community through training on processing old Nypa fruit into flour and nuggets, enhancing economic value, and reducing waste by utilizing local natural resources. The method consists of socialization by an expert speaker followed by a workshop on processing Nypa fruit. The activities were attended by members of the forest farmer group in Salo Palai Village. The outcome of this activity includes the production of Nypa fruit flour and nuggets made from Nypa flour. The results indicate that the residents of Salo Palai Village, particularly the members of the farmer group, are capable of applying information and technology related to processing aged Nypa fruit into flour and nuggets.
Mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah Melalui Sosialisasi Izin Edar Pangan Olahan di Desa Bukit Raya Kabupaten Penajam Paser Utara Herman, Herman; Arief, Maryam Jamila; Muhammad Faisal; Helmi, Helmi; Almeida, Maria; Iswahyudi, Iswahyudi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v2i2.142

Abstract

Usaha mikro kecil dan menengah merupakan usaha yang memaikan peran penting dalam mendorong perekonomian dan menciptakan lapangan kerja diberbagai negara termasuk Indonesia. Pengembangan usaha mikro kecil dan menengah dapat dimulai dengan melakukan sosialisasi izin edar. Dengan adanya izin edar artinya suatu produk memiliki legalitas untuk beredar di wilayah Indonesia. Bahkan pemasaran produk tersebut dapat diperluas hingga ke mancanegara. Selain itu, izin edar juga dapat meningkatkan daya saing serta meningkatkan kepercayaan masyarakat karena produk tersebut telah memenuhi standar kualitas dan kemanan yang ditetapkan pemerintah. Pendaftaran izin edar produk olahan dapat dilakukan melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan jika produk diproduksi di ruangan terpisah dengan tempat tinggal serta memiliki proses produksi yang manual sampai otomatis. Sedangkan untuk produk pangan olahan yang diproduksi di rumah tangga dengan proses yang manual dan semiotomatis maka dapat mendaftarkan produknya melalui Dinas Kesehatan yang berada di kabupaten atau kota. Desa Bukit Raya merupakan salah satu desa dikawasan Kalimantan Timur yang lokasinya dekat dengan Ibukota Nusantara. Desa ini memiliki berbagai macam produk olahan pangan seperti tenteng jahe, wedang jahe, serbuk jahe, keripik beluntas, dodol pisang dan keripik pisang yang sangat potensial untuk dikembangkan terutama dapat dijadikan sebagai ole-ole bagi masyarakat yang berkunjung ke ibukota nusantara nantinya. Namun produk-produk masyarakat setempat belum memiliki izin edar sehingga pemasarannya sangat terbatas. Produk-produk inisetempat merupakan produk industri rumah sehingga pendaftaran produknya melalui dinas kesehatan setempat. Oleh karena itu, kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan usaha masyarakat Desa Bukit Raya melalui sosialisasi izin edar produk pangan olahan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan masyarakat mengenai pentingnya izin edar dan penjelasan terkait prosedur pendaftaran izin edar sehingga harapannya produk masyarakat setempat dapat memiliki izin edar produk pangan olahan.
Uji Aktivitas Antiinflamasi Akut Ekstrak Etanol dan Ekstrak Air Daun Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Induksi Karagenan Putri, Ferawati Salempang; Arief, Maryam Jamila; Rusli, Rolan
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Special Issue for 18th Mulawarman Pharmaceu
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.467

Abstract

Inflamasi akut merupakan respons biologis tubuh terhadap adanya kerusakan jaringan, cedera,  infeksi ataupun paparan senyawa iritan sehingga diperlukan alternatif antiinflamasi dari bahan alam yaitu daun telang.Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan golongan metabolit sekunder ekstrak etanol dan ekstrak air daun telang, mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol dan ekstrak air daun telang pada kaki tikus putih jantan yang diinduksi karagenan. Penelitian ini menggunakan metode paw edema dengan melakukan pengukuran volume radang, kemudian dihitung persen inflamasi dan persen inhibisi radang. Hasil penentuan metabolit sekunder menunjukkan golongan metabolit sekunder yang teridentifikasi pada ekstrak etanol dan air ialah alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid. Sedangkan saponin hanya teridentifikasi pada ekstrak air. Efek antiinflamasi yang menunjukkan persen inhibisi terbesar adalah pada jam ketujuh untuk semua kelompok uji, yaitu 42,49% untuk ekstrak etanol kelompok 400 mg/KgBB dan 57,44% untuk kelompok 600 mg/KgBB, serta 44,63% untuk ekstrak air kelompok 0,8% dan 39,74% untuk kelompok 1,2%. Hasil analisis uji One Way Anova persen inhibisi radang menyatakan data signifikan sebesar 0,020 (p<0,05). Uji LSD persen inhibisi radang menunjukkan kelompok ekstrak etanol 600 mg/KgBB dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (p>0,05) tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikan sebesar 0,690 sehingga kedua kelompok tersebut memberikan efek antiinflamasi yang sebanding.
Activity Test of The Combination Papaya Leaf Extract (Carica papaya L.) and Soursop Leaf Extract (Annona muricata L.) on Decreasing Blood Glucose Levels in Rats (Rattus norvegicus) Arfiani, Putri Yuni; Almeida, Maria; Arifian, Hanggara; Arief, Maryam Jamila; Herman, Herman
Journal of Pharmaceuticals and Natural Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): J. Pharm. Nat. Sci.
Publisher : B-CRETA Publisher (CV. Borneo Citra Kreatama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/jpns.v1i3.101117

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the most common health disorders and its prevalence rate is increasing every year. Natural compounds can be an alternative treatment for DM. Previous re-search reports for papaya leaves (Carica papaya L.) and soursop leaves (Annona muricata L.) showed activity in lowering blood glucose levels when used alone. Therefore, in this study, the two samples were combined to lower blood glucose levels. Both leaves were extracted using the decoction method. This study aims to identify secondary metabolite compounds in papaya leaf extract (Carica papaya L.) and soursop leaf extract (Annona muricata L.), then continued with determining the activity and effectiveness of lowering blood glucose levels. The results of the identification of secondary metabolite compounds showed several groups of compounds such as flavonoids, saponins and tannins. The combination of papaya leaf extract and soursop leaf extract showed a decrease in blood glucose levels. In more detail, EDPS 1:2 and EDPS 2:1 were statistically significant against negative controls. EDPS 1:2 showed the most effective percentage reduction in blood glucose levels at 22.72%  
A Flexing Religius di Media Sosial: Antara Kesalehan dan Eksistensi Diri Suryadi, Ahmad; Arief, Maryam Jamila
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 4 No 01 (2026): EDISI FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v4i01.11898

Abstract

The phenomenon of flexingreligious flexing phenomenon on social media shows a change in the way the young Muslim generationexpress piety in the digital space. This research aims toanalyze the forms and motivations behind religious flexing as well as its implications for the meaning of self-authenticity.implications for the meaning of self-authenticity. By using a qualitativeapproach through discourse analysis of posts on Instagram and TikTok as well as interviews with young Muslim creators, it was found that religious expressions are ofteninterviews with young Muslim creators, it was found that religious expressions often functionas a form of personal da'wah and a social existence strategy.social existence strategy. While reinforcing a positive image of Islam, this phenomenon also raises thedilemma between sincerity and self-image. This study emphasizes the need fordigital communication ethics based on the values of sincerity and simplicity in displaying piety online.in displaying piety in cyberspace.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ISTRI NELAYAN KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG MELALUI SOSIALISASI DAN WORKSHOP PENGOLAHAN PRODUK HASIL TAMBAK Anggreini, Putri; Nisaa, Nur Rezky Khairun; Kawareng, Andi Tenri; Wahyuni, Leny Eka Tyas; Prasesti, Gayuk Kalih; Fadilla, Raisa; Badawi, Satriani; Arief, Maryam Jamila; Sinthary, Venna; Siregar, Vita Olivia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66863

Abstract

This community service activity was carried out in Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang, Samarinda City, targeting a group of fishermen’s wives as an effort to empower them through the innovation of functional food and nutraceutical products based on aquaculture products. The program aimed to improve the community’s knowledge and skills in utilizing abundant local aquaculture resources, such as milkfish and shrimp heads as aquaculture waste. The activity began with providing education on the nutritional content, health benefits, and economic potential of shrimp heads and milkfish through interactive socialization sessions. This was followed by a workshop on processing shrimp heads into a nutraceutical product in the form of powdered broth, as well as producing calcium-fortified milkfish nuggets as a functional food. The results showed an increase in participants’ knowledge of nutrition and health, as well as new skills in processing local raw materials into value-added products. This activity is expected to encourage the creation of new business opportunities, improve household income, and support healthy and sustainable food consumption patterns in aquaculture-producing communities. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang Kota Samarinda dengan sasaran kelompok istri nelayan sebagai upaya pemberdayaan melalui inovasi produk pangan fungsional dan nutrasetikal berbasis hasil dan limbah tambak. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal tambak yang melimpah seperti ikan bandeng dan kepala udang sebagai limbah tambak. Kegiatan diawali dengan memberikan edukasi mengenai kandungan gizi, khasiat, serta potensi ekonomi dari kepala udang dan ikan bandeng melalui sesi sosialisasi interaktif. Selanjutnya dilakukan workshop pengolahan kepala udang menjadi produk nutrasetikal berupa kaldu bubuk, serta pembuatan nugget ikan bandeng terfortifikasi kalsium sebagai pangan fungsional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai gizi dan kesehatan, serta keterampilan baru dalam mengolah bahan baku lokal menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan ini dapat mendorong terciptanya peluang usaha baru, peningkatan pendapatan keluarga, serta mendukung pola konsumsi pangan sehat dan berkelanjutan di masyarakat area penghasil tambak.