Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kajian Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini Nurhamsa Mahmud; Andi Agustan Arifin; Listanti Mou
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v3i1.2264

Abstract

Abstrak: Strategi merupakan penentuan suatu tujuan jangka panjang dari suatu lembaga dan aktivitas yang harus dilakukan guna mewujudkan suatu tujuan tertentu, disertai alokasi sumber yang ada sehingga tujuan dapat diwujudkan secara efektif dan efesien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan studi literatur (library reseach). Menurut Zeed Mestike (2014) menyatakan bahwa metode penelitian dengan pendekatan study literatur merupakan penlitian yang serangkaian kegiatannya dengan metode pengumpulan data pustaka, buku-buku, serta tulisan yang terkait dengan judul penelitian ini. Penelitian kajian literatur yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pendidikan bisa dianggap berhasil dan bermutu apabila kemampuan dan sikap yang dimiliki anak berguna bagi perkembangan selanjutnya, sedangkan mutu dapat ditingkat­kan apabila proses belajar yang diselenggarakan sesuai dan menunjang pencapaian tujuan. Strategi peningkatan mutu pendidikan pada anak usia dini direkomendasikan dapat dilakukan dengan strategi yang menekankan pada proses (the process oriented strategy).Kata kunci: Strategi, Mutu Pendidikan
Aktivitas Meronce Dengan Media Tangkai Ubi Kayu Terhadap Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Nur Sila; Bujuna Alhadad; Andi Agustan Arifin
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v3i1.2183

Abstract

Abstrak: Kegiatan meronce dengan media tangkai ubi kayu pada kemampuan berhitung, awal anak merupakan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak melalui kerja sama dengan orang tua anak dan untuk meningkatkan pelaksanaan perencanaan program dengan lebih tepat lebih baik membuat sesuatu yang baru atau memodifikasi yang sudah ada. Teknik pengumpulan datanya adalah dokumentasi dan untuk analisis datanya menggunakan metode analisis isi. Hasil analisis bertujuan bahwa kegiatan meronce dengan media tangkai ubi kayu bermanfaat untuk meningkatkan perkembangan otak terkait kemampuan berhitung yaitu pembelajaran konsep bilangan.Kata Kunci: Kegiatan Meronce, Tangkai Ubi Kayu, Keterampilan Berhitung
Analisis Perkembangan Motorik Halus Menggunakan Teknik Mozaik Pada Anak Kelompok B Di PAUD Alkhairaat Gambesi Kota Ternate Andi Agustan Arifin; Dewi Mufidatul Ummah; Silva Alim
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v4i1.4394

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengembangkan motorik halus anak menggunaan teknik mozaik di PAUD Alkhairaat Gambesi Kota Ternate yang dilaksanakan pada bulan Juli 2021. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, melibatkan dua orang guru. Penelitian ini menunjukkan bahwa kelima cara perkembangan motorik halus menggunakan teknik mozaik pada anak kelompok B tersebut dapat dijadikan sebagai satu alternatif dalam proses perkembangan motorik halus. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik mozaik dalam perkembangan motorik halus anak adalah sebagai berikut: (I) Guru memilih pola gambar untuk kegiatan mozaik sesuai dengan tema, (II) Guru membuat rancangan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan mozaik, (III) Guru memberikan pengarahan dalam proses kegiatan mozaik kepada anak, (IV) Guru memberikan pengawasan dan pengamatan pada saat kegiatan mozaik, (V) Guru S mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengembangkan motorik halus anak menggunaan teknik mozaik di PAUD Alkhairaat Gambesi Kota Ternate yang dilaksanakan pada bulan Juli 2021.  Kata kunci: Teknik Mozaik, Motorik Halus, Anak Usia Dini
Analisis Perkembangan Bahasa Anak Melalui Media Pembelajaran Video Interaktif Kelompok A Di TK Al-Khairat Skep Kota Ternate Tengah Nurhamsa Mahmud; Andi Agustan Arifin; Maryani Tomia
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v2i1.4273

Abstract

Abstrak:Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan Perkembangan Bahasa Anak Melalui Media Pembelajaran Video Interaktif Oleh Kelompok A DiTkAl-Khairat Skep Kota Ternate Tengah. Desain penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif, instrument yang digunakan  adalah lembar observasi untuk guru, lembar wawancara untuk guru, dan dokumentasi. Ada pun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dengan trianggulasi data. Hasil yang diperoleh adalah pelaksanaan Perkembangan Bahasa Anak Melalui Media Pembelajaran Video Interaktif memiliki tahap persiapan, tahappelaksanaan, dantahap penilaian. Hal in idapat ditunjukan dengan tahap persiapanyai tumenyiapkan RPPM (RencnaPelaksanaan Pembelajaran Mingguan), ipet, komputer,leptop, mikrofon, maus, menentukan vidio kreatif yang sudah disediakan guru dan pemberian kategori hasil kemampuan anak. Tahap pelaksanan guru memberikan simulasi sebelum belajar mengajar, guru memberikan aipet-aipet setiap peranak dan memutar vido yang sudah di tentukan, dan putaran vidio-nya guru hanya  melakukan-nya seminggu sekali. Pada tahap penilaian guru menyusun rubric penilaian dengan penilaian mingguan, dan penilaian  dalam setahun/penerimaan rapor.Kata kunci: Pembelajaran, Video Interaktif, Bahasa Anak
Kecenderungan Perilaku Agresif Anak pada Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja Anggraini Anggraini; Andi Agustan Arifin; Bujuna Alhaddad; Rita Puspita
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2758

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui (1) Kecenderungan perilaku agresif anak pada ibu yang bekerja, (2) Kecenderungan perilaku agresif anak pada ibu yang tidak bekerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data digunakan untuk memperoleh data dan informasi tentang kecenderungan perilaku agresif anak pada ibu yang bekerja dan tidak bekerja adalah wawancara, dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah 2 anak dengan kcenderungan perilaku agresif, 2 orang ibu (orangtua), 2 orang guru sebagai informan pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecenderungan perilaku agresif anak pada ibu yang bekerja disebabkan karena perlakuan manja dan keinginan yang tidak terpenuhi serta pengaruh tayangan media. Kecenderungan agresif anak pada ibu yang tidak bekerja disebabkan karena perlakuan kasar dan kekerasan fisik, serta keinginan memiliki kepunyaan orang lain. Kecenderungan perilaku tersebut, tidak banyak disebabkan oleh ibu yang bekerja dan tidak bekerja akan tetapi pada pola asuh orangtu dan pemberian model yang ditiru dan didapatkan oleh anak.
Pelatihan Teknik Meditasi Hening dalam Upaya Mereduksi Stres Akademik Mahasiswa FKIP Universitas Khairun Andi Agustan Arifin; Rusman Rasyid; Andi Tenri Pada Agustang
BAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): BAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LLDikti Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/baktivol2iss1pp85-90

Abstract

Stres hadir karena berbagai macam penyebab, diantaranya ketidakmampuan mahasiswa beradaptasi dengan keadaan lingkungannya terutama lingkungan kampus, faktor keluarga, dan karena bingung membuat keputusan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh pola pikir mereka terhadap situasi lingkungan tersebut. Program pengabdian masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dalam mengelola stresnya secara positif agar terhindar dari perilaku-perilaku yang menyimpang akibat stres yang berdampak pada aktivitas akademiknya. Metode yang digunakan berupa metode ceramah untuk memberikan sejumlah informasi sehubungan atau yang berkaitan dengan masalah pokok yakni stres akademik dan disampaikan secara klasikal, serta metode pelatihan dengan memberikan treatment kepada peserta untuk melakukan berbagai strategi dalam manajemen stres melalui teknik meditasi hening. Hasil kegiatan PKM terbukti mampu mereduksi stres akademik mahasiswa FKIP Unkhair dari sebelumnya mahasiswa cenderung memiliki tingkat stress sedang menjadi mahasiswa dengan tingkat stress rendah. Selain itu, tanggapan mahasiswa terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan teknik meditasi hening ini sangat baik atau positif. Hal ini dapat dilihat dari indikator kehadiran mahasiswa mencapai 100%  selama kegiatan berlangsung.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI PERMAINAN TELEPON KALENG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI KELOMPOK A PAUD NEGERI PEMBINA 1 KOTA TERNATE Umikalsum Arfa; Andi Agustan Arifin; Novianti Abdurahman
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v4i2.5338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan perkembangan bahasa anak melalui telepon kaleng pada kelompok A PAUD Negeri Pembina 1 Kota Ternate. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus yang setiap siklusnya terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok A PAUD Negeri pembina 1 kota ternate yang berjumlah 15 anak terdiri dari 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan bahasa anak berkembang sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan awal bahasa anak dari 15 siswa di kelas A yang memberikan hasil belum berkembang (BB) yaitu 40%, mulaiberkembang (MB) yaitu 27%, berkembang sangat baik (BSB) yaitu 20%, dan berkembang sesuai harapan 13%. Pada siklus 1, belum berkembang (BB) yaitu 13%, mulai berkembang (MB) 13%,berkembang sangat baik (BSB) yaitu 33%, dan berkembang sesuai harapan (BSH) yaitu 40%. Sedangkan pada siklus II, belum berkembang (BB)yaitu 0%, mulai berkembang (MB) yaitu 7%,berkembang sangat baik (BSB) yaitu 27%, dan berkembang sesuai harapan (BSH) yaitu 67%. 
KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK A. Agustan Arifin
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional PGSD
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.386 KB) | DOI: 10.25134/prosidingsemnaspgsd.v1i1.16

Abstract

Peserta didik dapat membentuk karakter yang baik melalui komunikasi efektif yang diberikan oleh para pendidik. Pembentukan karakter yang baik tidak hanya diberikan melalui komunikasi secara langsung, namun juga dapat melalui contoh berupa kebiasaan-kebiasaan baik yang diterapkan para pendidik di depan para peserta didik. Dalam praktik pembelajaran, komunikasi yang dilakukan guru dan siswa bukan hanya proses pertukaran dan penyampaian materi pembelajaran, melainkan terdapat dimensi relasi guru dan siswa menjadi syarat utama tercapainya proses pembelajaran yang efektif. Karakter seseorang akan diwujudkan dalam bentuk perilaku sesuai dengan pendidikan atau pengalaman yang diterimanya. Dengan demikian, sangat penting diupayakan agar pendidikan dirancang secara sistemik, baik mengenai program, materi, media maupun kompetensi dari pendidik. Agar pendidikan karakter dapat berjalan efektif dan dapat diterima dengan sempurna maka harus dirancang strategi komunikasi yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan karakter. Hal ini berarti bahwa para pihak yang terlibat dalam pendidikan khususnya para guru terlebih awal hendaknya memiliki karakter yang dapat dijadikan panutan oleh peserta didik. Demikian juga pendidik dalam berkomunikasi dengan peserta didik harus memiliki muatan nilai, mutu, terarah agar terjadi interaksi yang positif dalam pembentukan karakter peserta didik.
Internalisasi Nilai-Nilai Budaya Dalam Pelayanan Bimbingan Konseling Andi Agustan Arifin; Rita Puspita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.592 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7605210

Abstract

Globalization with all its impacts has presented its own challenges to the world of education. These challenges cover all aspects of life with the heaviest being the humanitarian aspect, starting from cultural issues that experience erosion, shifts and changes in values ​​in society or individuals, which will eventually color the way of thinking and human behavior. Therefore, the world of education is required to be able to carry out its conservative mission as the guardian of cultural heritage. Guidance and counseling services are always dealing with and related to human needs and problems, so counseling services must always adapt to these changes in order to remain effective Counseling as a profession that relies more on communication in providing assistance services to overcome problems faced by a person, not only focus on conventional approaches (psychodynamic, behavioristic, and humanistic), but must consider cultural aspects. The main assumption in realizing the effectiveness of guidance and counseling services that are oriented to cultural values ​​is recognizing that there are basic tendencies that we have, as a way of understanding other people's cultures and understanding the limitations of our own culture. Counseling is basically a cultural encounter between counselors and counselees from diverse cultural backgrounds. Cultural orientation and accentuation in guidance and counseling must receive the counselor's attention. Cultural values, especially local culture, are important to apply in the counseling process so that they can give color.
PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA MAN 1 TERNATE DALAM MENCEGAH TINDAK PELECEHAN DAN KEKERASAN SEKSUAL Yusmar Yusuf; A Agustan Arifin; Muhammad Riswan Ramli
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 2 (2023): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i2.2987

Abstract

Banyaknya kasus pelecehan yang terjadi di lingkungan pendidikan seperti sekolah atau kampus, sehingga penting untuk mencari tahu sejauh mana pengetahuan siswa terkait bentuk dari tindak pelecehan dan kekerasan seksual. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data awal tentang pengetahuan dan sikap siswa yang nantinya akan dijadikan bahan evaluasi dan dapat digunakan sebagai tindak lanjut dalam memberi sosialisasi, edukasi tentang perilaku kekerasan dan pelecehan seksual, dan pengembangan metode atau model untuk mengembangkan self-efficacy pada siswa, demi menjaga diri dan masa depan peserta didik sejak dini. Penelitian in imerupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, untuk dijabarkan secara teratur berdasarkan fakta. Dimana subjek penelitiannya adalah siswa MAN 1 Ternate sebanyak 35 siswa dengan teknik purposive sampling. Variabel penelitian ini yaitu pengetahuan dan sikap siswa. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa angket. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa tingkat pengetahuan siswa MAN 1 Ternate tentang tindak pelecehan seksual berada pada kategori cukup, sehingga menjadi bahan kajian untuk dapat ditingkatkan. Sedangkan hasil yang didapatkan untuk sikap siswa menunjukkan hasil yang positif yaitu 96,91% memilih untuk melaporkan, melawan dan menegur pelaku jika terjadi tindak pelecehan seksual pada dirinya ataupun sekitarnya.