Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Perkembangan Bahasa Daerah Tidore Pada Anak Kelompok B Di PAUD Rirorano Topo 3 Kota Tidore Kepulauan Taib, Bahran; Arifin, Andi Agustan; Wondal, Rosita; Ramli, Karlina
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i2.9042

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memahami perkembangan bahasa daerah Tidore pada anak kelompok B PAUD Rirorano Topo 3 Kota Tidore Kepulauan. Metode penelitian kualitatif dengan memakai pendekatan deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 11 anak dan 2 guru. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini memperlihatkan perkembangan bahasa daerah Tidore pada anak kelompok B di PAUD Rirorano terlihat dengan 3 indikator yakni: 1). Mengucapkan kata yang tepat, dari 11 anak, terdapat 7 anak yang sudah mampu mengucapkan kata sederhana dalam bahasa Tidore, sedangkan 4 anak lainnya belum mampu mengucapkan kata dalam bahasa Tidore dengan tepat, karena ketika ditanya anak hanya diam tidak bereaksi apa-apa. Hal ini karena ketika guru mengajar anak tidak menyimak apa yang dikatakan guru melainkan anak bermain dengan teman dibelakang. 2). Memahami bahasa daerah Tidore, dari 11 anak, terdapat 5 anak yang sudah mampu memahami bahasa daerah Tidore, sedangkan 6 anak lainnya masih kesulitan, terutama dalam mengulang kalimat yang rumit. Kemampuan anak dalam memahami penjelasan guru tentang bahasa Tidore juga sangat terbatas. Hal ini diperparah oleh metode pembelajaran yang kurang menarik, sehingga anak-anak cenderung merasa malas selama proses pembelajaran bahasa daerah tersebut. 3). Berbahasa daerah Tidore, dari 11 anak, terdapat 5 anak yang mampu berbahasa daerah Tidore, sedangkan 6 anak lainnya belum lancar dan belum bisa berbahasa daerah Tidore dikarenakan di rumah mereka hanya menggunakan bahasa Indonesia sehingga pada saat berbahasa daerah Tidore anak terbata-bata dalam pengucapannya.
Analisis Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Dalam Permainan Maze Peta Pada Anak Umur 4-5 Tahun Di PAUD Pembina 1 Kota Ternate S. Safar, Widya Rahmadini; Mahmud, Nurhamsa; Samad, Farida; Alhadad, Bujuna; Arifin, Andi Agustan; Maronta, Yusuf
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v7i1.9848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui permainan maze peta pada anak usia 4–5 tahun di PAUD Pembina 1 Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 1 orang guru kelas A dan 10 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, permainan maze peta terbukti efektif dalam membantu anak mengenal konsep lambang bilangan. Penerapan pembelajaran dilakukan melalui beberapa indikator sebagai berikut: 1) Mengenal angka 1-10, guru mengajak anak-anak bernyanyi sambil menghitung menggunakan jari-jari tangan. Selanjutnya, guru memperkenalkan permainan maze peta yang memuat angka-angka sebagai sarana untuk mengenal konsep bilangan. Untuk anak yang mengalami kesulitan dalam menghitung, guru menerapkan metode menghitung jumlah anak dimulai dari diri sendiri. Metode ini membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan disukai oleh anak. 2) Menyebut urutan bilangan, guru menuliskan angka di papan tulis dan mengajak anak-anak menyebutkan angka 1-10 secara bersama-sama. Bila terdapat anak yang belum bisa menyebutkan urutan bilangan dengan benar, guru akan memberikan pertanyaan ulang untuk membantu pemahaman anak-anak. 3) Mencocokkan angka 1-10 dengan benda, guru menggunakan permainan maze peta yang menampilkan angka 1-10 yang ditempatkan di perahu dan pulau. Anak diminta mencocokkan angka dengan benda yang sesuai. Aktivitas ini menarik minat anak dan membantu anak-anak memahami hubungan antara angka dan objek. 4) Menghubungkan konsep dengan lambang bilangan, melalui permainan maze peta, guru membantu anak menghubungkan konsep bilangan dengan lambangnya. Setiap perahu dan pulau diberi angka 1-10. Anak diminta maju ke depan, mengambil perahu, dan mencari jalan menuju pulau yang memiliki angka yang sama. Aktivitas ini memungkinkan anak mengaitkan konsep bilangan dengan simbol angkanya secara menyenangkan dan bermakna.
Analisis Perkembangan Bahasa Daerah Tidore Pada Anak Kelompok B Di PAUD Rirorano Topo 3 Kota Tidore Kepulauan Taib, Bahran; Arifin, Andi Agustan; Wondal, Rosita; Ramli, Karlina
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i2.9042

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memahami perkembangan bahasa daerah Tidore pada anak kelompok B PAUD Rirorano Topo 3 Kota Tidore Kepulauan. Metode penelitian kualitatif dengan memakai pendekatan deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 11 anak dan 2 guru. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini memperlihatkan perkembangan bahasa daerah Tidore pada anak kelompok B di PAUD Rirorano terlihat dengan 3 indikator yakni: 1). Mengucapkan kata yang tepat, dari 11 anak, terdapat 7 anak yang sudah mampu mengucapkan kata sederhana dalam bahasa Tidore, sedangkan 4 anak lainnya belum mampu mengucapkan kata dalam bahasa Tidore dengan tepat, karena ketika ditanya anak hanya diam tidak bereaksi apa-apa. Hal ini karena ketika guru mengajar anak tidak menyimak apa yang dikatakan guru melainkan anak bermain dengan teman dibelakang. 2). Memahami bahasa daerah Tidore, dari 11 anak, terdapat 5 anak yang sudah mampu memahami bahasa daerah Tidore, sedangkan 6 anak lainnya masih kesulitan, terutama dalam mengulang kalimat yang rumit. Kemampuan anak dalam memahami penjelasan guru tentang bahasa Tidore juga sangat terbatas. Hal ini diperparah oleh metode pembelajaran yang kurang menarik, sehingga anak-anak cenderung merasa malas selama proses pembelajaran bahasa daerah tersebut. 3). Berbahasa daerah Tidore, dari 11 anak, terdapat 5 anak yang mampu berbahasa daerah Tidore, sedangkan 6 anak lainnya belum lancar dan belum bisa berbahasa daerah Tidore dikarenakan di rumah mereka hanya menggunakan bahasa Indonesia sehingga pada saat berbahasa daerah Tidore anak terbata-bata dalam pengucapannya.
The Effectiveness of Using Group Guidance Services with the Ability Potential Response (APR) Technique to Reduce Academic Burnout in Final Year Students Umikalsum Arfa; Rita Samad; Dyla Fajhriani Nasrul; Nurul Jariah; A. Agustan Arifin
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.6672

Abstract

Students often experience boredom and stress. Students experience this because they are working on their thesis and lecture assignments, which is known as academic burnout. Academic burnout can cause psychological problems for students. To reduce this problem, you can use group guidance services using the ability potential response technique, also known as APR. Ability potential response, is a technique in group guidance that focuses on counselors verbally recognizing students' ability to be independent in carrying out various activities. This study aims to determine and describe the effectiveness of group guidance services using APR techniques in reducing student burnout. The research method is a quantitative approach with a quantitative research design, an experimental method, and quantitative data analysis using SPSS version 20 with the Kruskal-Wallis Significance Rank Test, employing purposive sampling with a research sample of 20 students. This study demonstrates the impact of group guidance services that use APR techniques on reducing student burnout. Based on the study's results, group guidance using this ability potential response technique was effectivei to reducing students' academic burnout. Keywords: academic burnout, ability, potential response techniques, group guidance
Pelatihan Konseling Sebaya Sebagai Tindakan Preventif dan Kuratif Perilaku Bullying pada Siswa MAN 1 Ternate Agustan Arifin; Nurul Jariah; Dyla Fajhriani; Kartini Kartini; Estherlista Bowombengo; Ana Safitri; Rita Puspita; Bahtiar Bahtiar
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1604

Abstract

Perilaku bullying yang marak terjadi di kalangan pelajar perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak karena masalah bullying merupakan masalah bersama, oleh karena itu, dibutuhkan kepedulian bersama dari pihak orangtua, sekolah, penegak hukum, pemerintah dan Masyarakat. Pada Lembaga pendidikan, peran konselor/guru BK menjadi sangat penting untuk mencegah dan menangani perilaku tersebut. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah konseling sebaya dengan memanfaatkan peran siswa dalam membantu dan mendukung teman sebaya dalam menghadapi berbagai masalah dalam rangka pengembangan potensi diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode cermah, diskusi, tanya jawab dan simulasi pelaksanaan konseling sebaya, dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Hasil yang diperoleh adalah peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan, merasa tertarik, senang serta mendapatkan manfaat bagi dirinya. Antusias peserta sangat tinggi dengan indikator kehadiran peserta sebanyak 90 orang sesuai dengan target yang diharapkan.
Trends, Thematic Maps, and Collaboration Networks in Singapore's Multicultural Counseling Research: A Bibliometric Review Faizal Ramley; Muhammad Ilham Bakhtiar; Rahmaeni; A. Agustan Arifin; Idriani Idris; Hadryanti
International Journal of Multicultural Counseling and Development Vol. 3 No. 1 (2026): March: Article In Progress
Publisher : ILIN Education Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/ijomcd.v3i1.3424

Abstract

The purpose of this study is to determine (1) the development trends of multicultural counseling research analysis in Singapore based on bibliometrics; (2) Main themes, study focus, and research trend topics in multicultural counseling studies in Singapore; (3) Research collaboration in multicultural counseling studies in Singapore. The study uses bibliometric analysis with data from OpenAlex totaling 600 manuscripts for the period 2020–2026 using the search query TITLE-ABS-KEY ("multicultural counseling" OR "cultural counseling" OR "cross-cultural counseling" OR "culturally responsive counseling") AND TITLE-ABS-KEY (Singapore) analyzed using Biblioshiny and R.Studio. The results show that the annual publication trend is fluctuating but tends to increase, with peak productivity in 2025, predominantly published in the Journal of Multicultural Counseling and Development. Thematic map and keyword analysis found psychology, multiculturalism, and pedagogy as the main basis of the research. However, this academic landscape faces structural challenges in the form of fragmented collaboration between authors and a heavy reliance on the Singapore–United States transnational research axis.