Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : EDUFORTECH

Penerapan Model Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Agroindustri Politeknik Negeri Subang Destiana, Irna Dwi; Rahayu, Wiwik Endah; Mukminah, Nurul; Yudianto, Oyok
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19371

Abstract

Blended learning adalah model pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka (face- to- face) dengan e-learning. Tujuan dari penerapan model pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa Agroindustri khususnya pada mata kuliah Teknologi Pascapanen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan berbasis deskriptif kualitatif dan data kualitatif dengan membandingkan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran konvensional dan dengan berbasis e-learning (google classroom). Penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel yang digunakan adalah mahasiswa kelas Agroindustri 1 semester 2 pada mata kuliah Teknologi Pascapanen. Langkah-langkah penelitian terdiri dari persiapan, pembelajaran secara konvensional, diseminasi blended learning, pembukaan kelas online, pertemuan tatap muka, dan evaluasi penerapan blended learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang cukup tinggi antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis blended. Peningkatan nilai N gain dari pembelajaran konvensional (0,42), Blended 1 (0,69) dan blended 2 (0,87). Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa penerapan blended learning dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa Agroindustri pada mata Kuliah Teknologi Pascapanen serta mahasiswa merasa puas dan setuju bahwa Blended Learning efektif dan efisien untuk diterapkan.
KETAHANAN JENIS KEMASAN BENIH KEDELAI TERHADAP SERANGAN HAMA CALLOSOBRUCHUS MACULATUS Destiana, Irna Dwi
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12401

Abstract

Penggunaan jenis kemasan yang tepat dapat mempertahankan kualitas benih, sehingga tetap baik pada saat akan ditanam. Jenis kemasan yang tidak mampu mempertahankan kadar air pada kondisi aman akan mempermudah serangan hama gudang. Hama gudang Callosobruchus maculatus F. merupakan salah satu hama primer yang menyerang kedelai dalam penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ketahanan dua jenis kemasan yaitu kemasan platik HDPE dan plastik Hermetik dari serangan hama Callosobruchus maculatus selama penyimpanan di dalam gudang. Tahapan penelitian yang dilakukan terdiri dari penyediaan serangga Callosobruchus maculatus, pemilihan, pengemasan, infestasi Hama pada kedelai, penyimpanan dan pengamatan. Parameter yang diamati diantaranya adalah kandungan gas O2 dan CO2, persentase kematian Callosobruchus maculatus, dan persentase biji yang terinfestasi telur. Kadar oksigen dalam plastik hermetik lebih rendah dibandingkan dengan kemasan plastik HDPE, sedangkan kadar karbondioksida dalam kemasan hermetik lebih tinggi dibandingkan dengan kemasan HDPE. Kondisi penurunan oksigen dan peningkatan karbondioksida yang cepat pada kemasan hermetik menyebabkan serangga yang diinfestasi ke dalam kemasan dengan cepat mengalami kematian dan penurunan kemampuan bertelur (fekunditas). Kemasan hermetik memiliki ketahanan terhadap serangga lebih baik dibandingkan kemasan HDPE. Kemasan hermetik memberikan pengaruh nyata terhadap parameter konsentrasi gas CO2 dan O2 yang menyebabkan kematian C. maculatus mencapai 100% pada hari keempat penyimpanan. Persentase biji yang terinfestasi telur pada kemasan hermetik sebesar 5.4%, lebih rendah dibandingkan kemasan HDPE yaitu 26.23%.
KARAKTERISTIK MUTU KIMIA DAN BIOLOGI COCOGURT DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI PEKTIN DAN PISANG SEBAGAI PREBIOTIK ALAMI Destiana, Irna Dwi; Aprilia, Devi; Hermalia, Sri
EDUFORTECH Vol 6, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v6i2.39295

Abstract

Cocogurt atau coconut yoghurt merupakan minuman probiotik berbahan dasar susu atau santan kelapa yang difermentasi dengan bantuan bakteri asam laktat (BAL). Penambahan pisang berperan sebagai prebiotik fasilitator bakteri asam laktat, sedangkan pektin untuk memperbaiki tekstur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan penambahan konsentrasi pisang dan pektin terhadap karakteristik mutu kimia dan biologi cocogurt. Sampel yang diamati adalah 3 formulasi terbaik yang diperoleh dari 16 formulasi hasil penelitian sebelumnya. Hasil pengukuran dan analisis sidik ragam dengan alfa 5% dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple (DMRT) dengan selang kepercayaan 5%. Penambahan perbedaan konsentrasi prebiotik memberikan pengaruh nyata terhadap kadar lemak dan total bakteri asam laktat, namun penambahan perbedaan konsentrasi pisang dan pektin tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu dan kadar protein. Penambahan pisang berbanding terbalik dengan kadar protein, namun berbanding lurus dengan total bakteri asam laktat.
Perbandingan Hasil Sensori dan Kandungan Gizi Abon Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) dengan Abon Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis) Wiwik Endah Rahayu; Irna Dwi Destiana
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.50965

Abstract

Abon merupakan salah satu produk ikan alternatif yang populer di masyarakat. Kandungan nutrisi ikan laut lebih baik dari ikan air tawar. Ikan kembung (Scomberomorus commerson) dan ikan layang kuning (Selaroides leptolepis) banyak diproduksi di Subang dan memiliki gizi protein, lemak dan omega yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai gizi abon ikan laut. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor RAL 1, dimana faktor yang diteliti adalah ikan laut dengan 2 taraf dan 3 ulangan. Hasil analisis ragam dengan taraf 5% pada uji proksimat kedua jenis abon menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter serat kasar dan protein kasar, sedangkan pada parameter kadar air, abu dan perlakuan lemak kasar ikan laut. jenis ikan tidak memberikan pengaruh yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan abon ikan layang layang memiliki nilai gizi yang lebih baik dibandingkan dengan abon ikan tenggiri dengan rincian nilai gizi ikan selar kuning: Kadar air 8,4%, kadar abu 6,4%, lemak kasar 34,4% , serat kasar 35,2%
Analisis Mutu Minyak Goreng yang Dipakai oleh Pedagang Gorengan di Pasar Pujasera Subang Surya Mucti; Rita Purwasih; Irna Dwi Destiana
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i2.54642

Abstract

Konsumsi minyak goreng masyarakat Indonesia pada tahun 2020/2021 mencapai 15.275 ton yang merupakan tertinggi di dunia disebabkan masyarakat menyukai makanan yang digoreng. Gorengan biasanya dijajakan oleh pedagang kaki lima di pinggir jalan maupun di pasar salah satunya adalah Pasar Pujasera. Tujuan Peneitian untuk mengetahui hasil survei perilaku penggunaan minyak goreng dan mengetahui kualitas mutu minyak goreng yang dipakai oleh pedagang gorengan di Pasar Pujasera. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan kuisioner. Pengujian fisik dan kimia pada warna, bau, kandungan kadar air dan bahan menguap, asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Metode penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dan data diolah menggunakan Microsoft Excel. Survei perilaku penggunaan minyak goreng oleh pedagang di Pasar pujasera adalah menggunakan minyak goreng curah dengan 2 kali frekuensi penggunaan, frekuensi penggantian minyak goreng 1-3 kali per hari dan volume pemakaian minyak goreng tertinggi 5 liter. Sebanyak 60% pedagang memiliki pengetahuan tentang bahaya minyak goreng berulang dan tingkat pendidikan tidak mempengaruhi perilaku penggunaan minyak goreng. Hasil pengujian nilai peroksida 10 mek O2/Kg, warna dan bau tidak memenuhi  SNI 7709:2019. Nilai kadar air minyak C (0,1%) dan kadar asam lemak bebas minyak C-D (0,3%) telah memenuhi SNI 7709:2019.
Karakteristik Kimia dan Daya Terima terhadap Edible Spoon Nanas Subang Subgrade yang Diperkaya Daun Kelor Mudrika, Selma Rihadatul Aisy; Anggraeni, Nadiyah Nur; Nuraulia, Riandita; Az Zahra, Rindiani Zumarnis; Apriyanti, Allisa; Destiana, Irna Dwi
EDUFORTECH Vol 10, No 1 (2025): March 2025 (IN PROGRESS)
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v10i1.73185

Abstract

Penelitian ini mengkaji karakteristik kimia dan daya terima panelis terhadap edible spoon berbahan daging dan kulit nanas. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan digunakan, dan data dianalisis menggunakan ANOVA serta uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikan 5% dengan IBM SPSS 25.0. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi daging dan kulit nanas berpengaruh signifikan terhadap kadar air dan kadar abu, namun tidak berpengaruh nyata pada kadar protein, lemak, dan karbohidrat. Analisis daya terima panelis menunjukkan bahwa konsentrasi bahan tidak berpengaruh nyata terhadap rasa, tekstur, dan kenampakan keseluruhan, tetapi berpengaruh signifikan pada warna. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji daya simpan edible spoon.