Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : jurnal kesehatan akimal

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DIGAMPONG UJONG TUNONG Julita, Usti; Junaedy; Lasmina Lumban Gaol; Masdiana, Erna; Olivia, Naratul
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya dalam mewujudkan kualitas hidup lansia yang baik, ada berbagai cara yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya status gizi pada lansia bahkan sangat diperlukan. Semua ini dikarenakan masalah kesehatan lansia berkaitan dengan perubahan lingkungan dan status gizi pada lansia itu sendiri, dimana pentingnya memahami status gizi lansia dengan baik mampu mengoptimalkan harapan hidup pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi status gizi, frekuensi kualitas hidup, serta hubungan status gizi dengan kualitas hidup pada lansia di Gampong Ujong Tunong Kecamatan Julok Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan metode Crosssectional study dengan jumlah sampel penelitian 50 responden yang di pilih dengan cara metode probability sampilng. Dalam penelitian ini menggunakan Uji statistik Chi square. Hasil penelitian yang diperoleh telah menggambarkan ternyata lansia yang mempunyai tingkat status gizinya kurang atau tidak baik sebesar 73% yang mempunyai tingkat kualitas hidupnya yang tidak baik, serta tingkat status gizinya yang baik sejumlah 67,6% % mempunyai tingkat kualitas hidupnya yang baik. Maka disini nilai statistik telah disimpulkan nilai ρ < dari nilai α yaitu 0,000 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini diperoleh bahwa ternyata terdapat hubungan yang signifikan diantara kualitas hidup dan status gizi. Saran yang di anjurkan bahwa desa mampu meningkatkan berbagai melakukan kegiatan kesehatan lansia misalnya posyandu terhadap lansia dalam upaya memperbaiki status gizi pada golongan lansia, mengelompokkan kondisi pada lansia serta kualitas hidup terhadap lansia dengan dilakukannya survey pada   keluarga dalam menyampaikan berbagai dukungan kepada keluarga agar termotivasi dalam menaikkan status gizi serta kualitas hidup pada lansia.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN DAYAH BUDI PANTON LABU KABUPATEN ACEH UTARA Julita, Usti; Junaedy , Junaedy; Masdiana, Erna
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 2 No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v2i2.94

Abstract

Permasalah kesehatan yang dihadapi bangsa Indonesia sekarang ini yaitu Gangguan siklus menstruasi akan memberikan dampak bagi remaja. Gangguan siklus menstruasi dapat menandakan adanya kehamilan, gangguan endokrin, kelainan siklus dan status gizi remaja tersebut kurang. Remaja yang mempunyai status gizi yang baik dan sebaliknya dapat dilihat dari berat badannya. Berat badan juga mempengaruhi keseimbangan hormon dan siklus menstruasi. Masalah gizi merupakan masalah mendasar karena secara langsung menentukan kualitas sumber daya manusia serta meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan gangguan menstruasi pada remaja putri di pondok pesantren dayah budi panton labu kabupaten aceh utara.Desain dalam penelitian ini analitik dengan menggunakan rancangan cross-sectional untuk melihat atau menganalisa hubungan variable. Populasi dalam penelitian ini seluruh remaja putri yang ada di Pondok Pesantren Dayah Budi Panton Labu Kabupaten Aceh Utara yaitu 55 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik Cara pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Analisa data dalam penelitian ini yaitu variabel univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat hubungan status gizi dengan gangguan menstruasi pada remaja putri di Pondok Pesantren Dayah Budi Panton Labu Kabupaten Aceh Utarayang dibuktikan dengan nilai p- value yaitu 0,000<α 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi atau pedoman untuk penelitian selanjutnya tentang status gizi dengan gangguan menstruasi pada remaja putri.Saran agar responden dapat menerapkan asupan gizi yang seimbang sehingga tercapai indeks massa tubuh yang sesuai, tidak terjadi kelebihan atau kekurangan asupan nutrisi yang menyebabkan terjadinya gangguan menstruasi.  
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI GAMPONG BLANG PAUH II KECAMATAN JULOK KABUPATEN ACEH TIMUR Julita, Usti; Junaedy; Masdiana, Erna
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 1 (2024): EDISI APRIL 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i1.104

Abstract

Setiap individu tentunya berharap dapat menjalani masa tuanya dengan bahagia. Ketika memasuki masa tua tersebut sebagian lansia dapat menjalaninya dengan bahagia, namun tidak sedikit dari mereka yang mengalami hal sebaliknya, masa tua dijalani dengan rasa ketidakbahagiaan sehingga menyebabkan rasa ketidaknyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan kejadian hipertensi pada lansia di Gampong Blang Pauh II Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur. Desain penelitian ini bersifat deskriptif, dengan populasi 70 orang lansia dan teknik pengambilan sampel  secara total sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa lansia yang mengalami Hipertensi dengan penyebab sebagai berikut, 51 lansia (68,0%) hipertensi yang disebabkan oleh dukungan informasional, 55 lansia (73,3%) hipertensi yang disebabkan oleh dukungan penilaian, 52 lansia (69,3%) hipertensi yang disebabkan oleh dukungan instrumental, 53 lansia (70,7%) hipertensi yang disebabkan oleh dukungan  emosional, 55 lansia (73,3%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa mayoritas penyebab hipertensi lansia di Gampong Blang Pauh II tersebut karena faktor dukungan keluarga. Disarankan kepada keluarga untuk lebih memperhatikan hal-hal yang menyebabkan hipertensi pada lansia serta memberikan dukungan baik secara informasi, instrumental, penilain, emosional serta dukungan sosial.
GAMBARAN PENGETAHUAN KADER TENTANG PERAN KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU DI KECAMATAN BUKET SERAJA ACEH TIMUR Julita, Usti; Junaedy; Lasmina Lumban Gaol; Erna Masdiana; Naratul Olivia
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i2.126

Abstract

Kader merupakan tenaga sukarela yang terdidik atau terlatih dalam bidang kesehatan yang muncul ditengah masyarakat, mereka berkewajiban melaksanakan, meningkatkan dan membina kesejahteraan masyarakat dengan rasa tanpa pamrih untuk melaksanakan tugas kemanusiaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader tentang peran kader dalam kegiatan posyandu di Kecamatan Buket Seraja Aceh Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Buket Seraja Aceh Timur. Populasi penelitian berjumlah 55 responden. Sampel penelitian adalah total populasi sebanyak 55 orang kader. Hasil penelitian menggambarkan pengetahuan kader tentang peran kader dalam kegiatan posyandu yaitu pada katagori cukup 58%, pengetahuan kader tentang peran kader saat pelaksanaan posyandu berada pada katagori cukup 52% sedangkan pengetahuan kader tentang peran kader diluar posyandu berada pada katagori cukup 60%. Kesimpulan bahwa para kader sudah mengerti dan memahami tentang bagaimana perannya di posyandu karena adanya pelatihan kader oleh tenaga kesehatan dan adanya tenaga kesehatan di tiap-tiap desa sehingga para kader mudah untuk mendapatkan informasi. Saran yang diharapkan terutama bagi para kader agar dapat meningkatkan pengetahuannya tentang perannya sendiri dalam pelaksanaan posyandu di desa masing-masing agar pelaksanaan posyandu di desa berjalan maksimal dan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan pelatihan-pelatihan untuk kader agar dapat meningkatkan serta memaksimalkan pelayanan posyandu.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) ORANG TUA DENGAN DIARE PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS JULOK ACEH TIMUR Julita, Usti; Junaedy; Lasmina Lumban Gaol; Masdiana, Erna
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.103

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang berhubungan dengan perilaku individu, dimana kondisi sehat mampu diperoleh merubah perilaku dari tidak sehat menjadi sehat serta sanitasi lingkungan sehat di rumah tangga tidak tercemar oleh bakteri bahkan kuman. Diare adalah kondisi dimana buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat orang tua atau ibu dengan diare pada anak umur 1-5 tahun di Puskesmas Julok Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian menggunakan teknik non-probability sampling dengan jumlah responden 50 orang. Analisa data mencakup analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil dari penelitian ini frekuensi ibu yang memiliki balita dimana PHBS baik ada 15 responden 2%), sedangkan ibu yang memiliki balita dimana PHBS kurang sejumlah 35 responden (75%). Frekuensi ibu yang memiliki balita dimana yang menggunakan air bersih baik ada 30 responden 55%), sedangkan ibu yang memiliki balita dimana yang menggunakan air bersih kurang sejumlah 20 responden 45%). Kesimpulan dari analisis bivariat menunjukan bahwa PHBS ibu dengan diare balita nilai p = 0,00, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan perilaku hidup bersih dan sehat orang tua atau ibu dengan diare pada anak umur 1-5 tahun di Puskesmas Julok Aceh Timur.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE Fatmawati; Junaedy; Dian vita Sari; Puspita, Shella; Ardilla, Arista
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.33

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling sering menimbulkan keluhan nyeri kepala akibat peningkatan tekanan darah dan ketegangan pembuluh darah serebral. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam semakin direkomendasikan dalam praktik keperawatan karena mampu menurunkan aktivitas simpatis dan meningkatkan respons parasimpatik. Penelitian ini bertujuan menggambarkan efektivitas teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri kepala pada pasien hipertensi yang menjalani perawatan di Puskesmas Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan dua responden berusia 50–70 tahun yang memenuhi kriteria inklusi, yakni memiliki tekanan darah >140/90 mmHg serta mengalami nyeri kepala. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing dengan 5–15 repetisi per sesi dalam lingkungan tenang dan posisi tubuh nyaman. Intensitas nyeri diukur menggunakan skala numerik (0–10) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan nyeri yang konsisten pada kedua responden dengan rata-rata penurunan 5–6 poin, dari kategori nyeri berat menjadi ringan. Selain itu, terjadi perubahan fisiologis berupa penurunan frekuensi nadi, pernapasan lebih teratur, serta ekspresi wajah yang lebih rileks. Pasien juga melaporkan peningkatan kenyamanan, rasa tenang, dan perbaikan kualitas tidur. Secara fisiologis, latihan pernapasan dalam berperan meningkatkan oksigenasi jaringan otak, memperbaiki sirkulasi, serta memicu aktivasi saraf vagus yang berkontribusi pada penurunan persepsi nyeri. Temuan ini menegaskan bahwa teknik relaksasi napas dalam merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif, aman, murah, dan mudah diaplikasikan pada pasien hipertensi baik di fasilitas kesehatan maupun secara mandiri di rumah.
ANALISIS PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA ANAK STUNTING Dian Vita Sari; Junaedy; Fatmawati; Siti Damayanti; Fitri Apriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.192

Abstract

Status  gizi  merupakan  ukuran  keberhasilan  memenuhi  kebutuhan  nutrisi  anak.  Beberapa  tahun  terakhir target penurunan status gizi buruk balita belum signifikan. Dampak gizi buruk pada anak bersifat sulit untuk dikoreksi di usia dewasa. Penelitian tentang faktor ekonomi, faktor sanitasi, faktor pendidikan , dan faktor perilaku  terhadap  dengan  kejdian  gizi  buruk  pada  balita  usia  4-5  yang  sangat  diperlukan.  Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  faktor-faktor  yang  berhubungan  dengan  kejadian  gizi  buruk. jenis penelitian yang  diapakai  adalah  penelitian  deskriptif Analitik  yaitu  bertujuan  untuk  mengetahui  tingkat  pengetahuan  ibu tentang  faktor-faktor  yang  mempengaruhi  gizi  buruk  pada  balita  usia  4-5  tahun  di  Desa Geulumpang Payong, Bireuen.  Desain  yang mengunakan cross  sectional yaitu dengan membagikan kuesioner sebagai cara untuk mengambil data kepada setiap responden dengan sekali penyebaran. Populasi   pada   penelitian   ini   merupakan   ibu-ibu   yang mempunyai balita dengan Gizi Buruk dengan sebanyak  30  balita  dengan kejadian  gizi  buruk. Pada  penelitian  ini,  teknik sampling yang digunakan total sampling yaitu sampel yang sudah ditetapkan atau sudah ada. Sampel pada penelitian ini yaitu, balita yang mengalami gizi buruk sebanyak 30 orang. Teknik  analisis  data  penelitian  ini  menggunakan  analisis  univariat, bivariat. Berdasarkan  uji  bivariat  yang  dilakukan  didapatkan  hasil  bahwa  tidak  ada  hubungan  yang signifikan antaran variabel independen dengan variabel dependent. diharapkan akses terhadap air bersih merupakan  salah  satu  determinan  penting  dalam  pencegahan  stunting  di  wilayah  tersebut.
HUBUNGAN KEPATUHAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PENGENDALIAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Junaedy; Suriani; Roslaini; br Karo, Dina Andriani; Fatmawati
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.227

Abstract

Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus tipe 2) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas akibat komplikasi kronis. Di Indonesia, prevalensi Diabetes Mellitus tipe 2 dilaporkan mencapai 11,7% pada tahun 2023. Di Kabupaten Aceh Utara, pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 masih menjadi tantangan, terutama akibat rendahnya kepatuhan terhadap pola makan sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di desa bukit hagu Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai pola makan dan aktivitas fisik, serta observasi kadar gula darah sewaktu (Gula Darah Sewaktu). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik variabel penelitian dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak patuh terhadap diet memiliki risiko 3,1 kali lebih besar mengalami hiperglikemia dibandingkan responden yang patuh terhadap diet. Selain itu, aktivitas fisik rutin terbukti memiliki hubungan signifikan dengan pengendalian kadar Gula Darah Sewaktu <200 mg/dL dengan nilai p=0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan dan aktivitas fisik berperan penting dalam pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan pengendalian kadar gula darah. Modifikasi gaya hidup mandiri melalui kepatuhan diet dan aktivitas fisik teratur perlu diperkuat sebagai strategi utama dalam manajemen Diabetes Mellitus tipe 2 di desa bukit hagu Kabupaten Aceh Utara.