Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MANAJEMEN KONFLIK DALAM PENMANAJEMEN KONFLIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL: INTEGRASI PENDEKATAN MODERN DAN NILAI-NILAI ISLAM DIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL: INTEGRASI PENDEKATAN MODERN DAN NILAI-NILAI ISLAM Dedi Hendriyanto; H. Naswin; M. Zakaria; Ansori Ansori; Iwan Aprianto
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i3.13157

Abstract

ABSTRACT The cultural, ethnic, linguistic, and religious diversity within multicultural Islamic educational institutions has the potential to generate conflicts that may affect the effectiveness of educational management. However, conflict should not merely be viewed as a negative phenomenon but also as an opportunity for organizational learning and improvement when managed appropriately. This article aims to analyze the concept of conflict management in multicultural Islamic education, identify the forms and sources of conflict, examine conflict management strategies through the integration of modern management approaches and Islamic values, and explain the role of leadership in fostering an inclusive, harmonious, and sustainable educational environment. This study employed a qualitative approach using a Systematic Literature Review (SLR) based on library research. Relevant literature was selected according to predetermined inclusion criteria and analyzed using content analysis techniques. The findings indicate that conflicts in multicultural Islamic education primarily arise from differences in values, culture, communication, interests, organizational structure, and religious understanding. Effective conflict management requires the integration of modern management strategies with Islamic values, including shura (consultation), tabayyun (verification), tasamuh (tolerance), ishlah (reconciliation), and 'adl (justice), supported by inclusive leadership and multicultural education. The study concludes that the synergy between multicultural education, Islamic values, and inclusive leadership forms a comprehensive conceptual framework for conflict management that promotes a culture of peace and enhances the quality of Islamic educational institutions. ABSTRAK Keberagaman budaya, etnis, bahasa, dan pemahaman keagamaan dalam lembaga pendidikan Islam multikultural berpotensi memunculkan konflik yang memengaruhi efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Konflik tidak selalu bersifat negatif, tetapi dapat menjadi sarana pembelajaran organisasi apabila dikelola secara tepat. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep manajemen konflik dalam pendidikan Islam multikultural, mengidentifikasi bentuk dan sumber konflik, mengkaji strategi pengelolaan konflik melalui integrasi pendekatan manajemen modern dengan nilai-nilai Islam, serta menjelaskan peran kepemimpinan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui studi kepustakaan. Literatur yang relevan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam pendidikan Islam multikultural terutama dipengaruhi oleh perbedaan nilai, budaya, komunikasi, kepentingan, struktur organisasi, dan pemahaman keagamaan. Pengelolaan konflik yang efektif memerlukan integrasi strategi manajemen modern dengan nilai-nilai Islam, seperti syura, tabayyun, tasamuh, ishlah, dan 'adl, yang diperkuat melalui kepemimpinan inklusif serta pendidikan multikultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pendidikan multikultural, nilai-nilai Islam, dan kepemimpinan inklusif membentuk kerangka konseptual yang komprehensif dalam manajemen konflik sehingga mampu mendukung terciptanya budaya damai dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan Islam.
Optimalisasi Instrumen Keuangan Sosial Islam dalam Pembiayaan Pendidikan: Kajian Literatur Atas Tamwil, Zakat, Wakaf, dan Dana Sosial Yuliatriani Yuliatriani; Muta’ Alem; Ansori Ansori
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1188

Abstract

Artikel ini mengkaji optimalisasi instrumen keuangan sosial Islam dalam pembiayaan pendidikan, dengan fokus pada tamwil, zakat, wakaf, dan dana sosial seperti infak, sedekah, serta hibah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembiayaan pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan akuntabel, terutama bagi peserta didik serta masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur melalui sintesis sumber normatif Islam, publikasi akademik, dokumen perundang-undangan, dan laporan resmi lembaga yang relevan dengan keuangan sosial Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa zakat relevan untuk bantuan pendidikan langsung dan jangka pendek, wakaf tepat untuk pembangunan aset jangka panjang dan keberlanjutan lembaga, sedangkan dana sosial sukarela bersifat fleksibel untuk mendukung operasional, bantuan darurat, dan program pendidikan berbasis masyarakat. Pembahasan menawarkan model integrasi tamwil yang menggabungkan keadilan distributif, pengelolaan aset produktif, transparansi, serta nilai amanah dan kompetensi sebagaimana tercermin dalam kisah Nabi Yusuf AS. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi zakat, wakaf, dan dana sosial dapat memperkuat akses pendidikan, ketahanan kelembagaan, serta realisasi maqasid al-shariah dalam perlindungan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Pengorganisasian (Tanzhim) Dalam Struktur Organisasi Lembaga Pendidikan Islam Menurut Al-Qur’an Dan Hadis Patimah Patimah; Suwarnita Suwarnita; Ansori Ansori
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1242

Abstract

Pengorganisasian (tanzhim) merupakan salah satu fungsi manajemen yang berperan strategis dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Konsep tanzhim tidak hanya berkaitan dengan pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab, tetapi juga mencerminkan penerapan nilai-nilai Islam dalam tata kelola organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep tanzhim berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis, mengidentifikasi prinsip-prinsip pengorganisasian dalam Islam, serta mengkaji implementasinya dalam struktur organisasi lembaga pendidikan Islam.enelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis isi (content analysis). Sumber data diperoleh dari Al-Qur'an, Hadis, tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur mengenai manajemen pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengorganisasian dalam Islam didasarkan pada prinsip amanah, musyawarah (syura), keadilan ('adl), profesionalisme (itqan), disiplin, dan kerja sama (ta'awun). Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan dalam membentuk struktur organisasi yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kemaslahatan.implementasi tanzhim dalam lembaga pendidikan Islam dapat meningkatkan kualitas tata kelola lembaga, memperkuat koordinasi antarunit organisasi, serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Manajemen Mutu Pendidikan: SPMI, KPI, Dan Perspektif Islam Terhadap Globalisasi Friska Septiardilla; Risnawati Risnawati; Ansori Ansori
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1615

Abstract

Manajemen mutu pendidikan menjadi isu strategis karena lembaga pendidikan dituntut menjamin ketercapaian standar, akuntabilitas layanan, relevansi lulusan, serta ketahanan nilai di tengah perubahan global dan digital. (UNESCO, 2023; OECD, 2024; World Bank et al., 2022). Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara Sistem Penjaminan Mutu Internal, Key Performance Indicators, dan perspektif Islam terhadap globalisasi dalam konteks manajemen pendidikan Islam. (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, 2025; Krooi et al., 2024; Nurjaman et al., 2022). Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap regulasi penjaminan mutu, literatur mutu pendidikan, kajian KPI pendidikan tinggi, serta sumber normatif Al-Qur’an dan hadis. (Abdussamad, 2021; Page et al., 2021; Kementerian Agama RI, 2022). Hasil kajian menunjukkan bahwa SPMI berfungsi sebagai sistem kelembagaan untuk membangun budaya mutu melalui siklus PPEPP, sedangkan KPI berfungsi sebagai instrumen pengukuran yang menerjemahkan standar mutu ke dalam indikator kinerja yang dapat dipantau. (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024; Oyola-Flores et al., 2026; Fatmawaty et al., 2024). Dalam perspektif Islam, mutu pendidikan tidak hanya dinilai dari efisiensi administratif dan capaian akademik, tetapi juga dari amanah, keadilan, ihsan, tanggung jawab, musyawarah, dan kemaslahatan. (Kementerian Agama RI, 2022; Al-Bukhari, n.d.; Muslim ibn al-Hajjaj, n.d.). Artikel ini menyimpulkan bahwa manajemen mutu pendidikan Islam perlu mengintegrasikan standar nasional, indikator kinerja berbasis data, dan nilai-nilai Islam agar mampu merespons globalisasi tanpa kehilangan orientasi etik-spiritual. (Yuliana et al., 2026; Wardhani et al., 2024; UNESCO, 2024).
Integrasi Riqâbah, Tablîgh, Dan Akuntabilitas Dalam Tata Kelola Lembaga Pendidikan Islam Nora Triana; Dwi Sulastri; Ansori Ansori
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1788

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi riqâbah, tablîgh, dan akuntabilitas sebagai fondasi tata kelola lembaga pendidikan Islam yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, buku manajemen pendidikan Islam, artikel ilmiah, standar tata kelola, serta laporan kelembagaan yang relevan. Data dianalisis melalui seleksi sumber, pengelompokan tema, analisis isi, perbandingan konsep, dan penyusunan sintesis implementatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa riqâbah membangun pengawasan internal berbasis kesadaran ihsan sekaligus mendorong pengendalian kelembagaan melalui standar kerja, pemantauan risiko, evaluasi, dan tindak lanjut. Tablîgh memperkuat transparansi melalui penyampaian informasi yang benar, tepat waktu, mudah dipahami, dan dapat diverifikasi kepada pemangku kepentingan. Akuntabilitas menegaskan pertanggungjawaban vertikal kepada Allah SWT dan pertanggungjawaban horizontal kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, pemerintah, serta mitra lembaga. Integrasi ketiga prinsip tersebut membentuk siklus tata kelola yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, evaluasi, koreksi, dan perbaikan berkelanjutan. Penerapannya dapat diperkuat melalui kebijakan tertulis, pembagian kewenangan yang jelas, sistem informasi terintegrasi, audit internal, partisipasi pemangku kepentingan, serta indikator kinerja yang terukur. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi riqâbah, tablîgh, dan akuntabilitas dapat mengurangi penyimpangan, meningkatkan kualitas keputusan, memperkuat budaya amanah, dan membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan Islam. Kerangka ini juga menempatkan nilai spiritual bukan sebagai simbol, melainkan sebagai pedoman operasional dalam pengelolaan sumber daya dan layanan pendidikan.