Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Determination of blaVIM and blaIMP Resistant Genes againts Meropenem of Pseudomonas aeruginosa Isolated from HCU Bronkopneumona Inpatients at Internal Medicine RSUP dr M Djamil Padang RINGGA NOVELNI; MARLINA MARLINA; RAVEINAL RAVEINAL
Microbiology Indonesia Vol. 9 No. 3 (2015): September 2015
Publisher : Indonesian Society for microbiology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.993 KB) | DOI: 10.5454/mi.9.3.5

Abstract

In this research, we aimed to detect blaVIM and blaIMP the resistant genes against Meropenem in Pseudomonas aeruginosa from sample of hospitalization patients at the Internal Medicine HCU of RSUP DR. M. Djamil Padang. Firstly, bacterial isolate of P. aeruginosa were isolated from the sputum samples of patients who suffered bronkopneumonia. The isolation were started with samples cultivation to the Cetrimide Agar media which was a selective media for P. aeruginosa. To determine the species of the bacteria, the identification using Gram staining, Triple Sugar Iron Agar (TSIA) test, citric test, urease test, Methyl Red/ Voges–Proskauer (MR/VP) test, and molecular marker of 16S rRNA genes have been conducted. The isolation and identification result showed that from 20 sputum samples of the patients there were just 10 (50%) samples were positively containing P. aeruginosa. From the P. aeruginosa isolates, the resistant genes against meropenem blaVIM and blaIMP were amplified using PCR. The result showed that all these P. aeruginosa isolates have positively genes encoding for Metallo-β-Lactamase (MBLs).
Kelayakan Krim Pelembab Ekstrak Kulit Putih Buah Semangka Terhadap Wajah Kering Sakti, Lara; Novelni, Ringga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10440

Abstract

Penelitian ini tentang kelayakan krim pelembab ekstrak kulit putih buah semangka terhadap wajah kering. Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahan pada wajah yaitu kulit kering yang membuat seseorang memiliki wajah yang bersisik, kurang terang, rasa gatal, kusam dan berkomedo. Oleh sebab itu penelitian tertarik untuk meneliti kelayakan krim pelembab ekstrak kulit putih buah semangka karena memiliki kandungan yang baik untuk permasalah kulit wajah kering. Penelitian bertujuan menganalisis pembuatan krim pelembab, kelayakan uji kandungan vitamin, uji homogenitas kelayakan uji organoleptik (aroma, tekstur dan warna), juga dilihat dari uji hedonik (kesukaan panelis), dan uji pH. 1) hasil uji kadar vitamin C (40,36 mg/gr) F1, (20,80 mg/gr) F2. 2) kandungan mendapatkan vitamin C (+), vitamin E (-) F1, hasil vitamin C (+), vitamin E (-) F2. 3) hasil uji homogenitas F1 dan F2 tidak homogen. 4) hasil uji pH yaitu 6. 5) hasil uji organoleptik dilihat dari 2 sediaan adalah F1 42% F2 57% menyatakan cukup beraroma khas, F1 72% F2 72% menyatakan kental, F1 100% menyatakan kuning pucat F2 52% menyatakan kuning muda. 6) hasil uji hedonik dilihat dari kesukaan panelis adalah F1 85% panelis menyatakan cukup suka krim pelembab ekstrak kulit putih buah semangka, F2 57% panelis menyatakan kurang suka krim pelembab ekstrak kulit putih buah semangka. Kelayakan krim pelembab ekstrak kulit putih buah semangka terhadap kulit wajah kering dengan kosentrasi 3% dan 6% di dapatkan hasil bahwa formulasi satu (F1) adalah formulasi terbaik karena berdasarkan hasil uji skrining fitokimia formulasi satu (F1) memiliki vitamin C positif tapi vitamin E negatif, berdasarkan uji kadar vitamin C formulasi satu (F1) memiliki kadar vitamin C yang tinggi yaitu 40356,8 gr/ml, berdasarkan hasil uji pH formulasi satu (F1) memiliki pH 6, berdasarkan uji homogenitas kedua formulasi tidak homogen. Berdasarkan penilaian hasil uji organoleptik didapatkan warna yaitu kuning pucat, tekstur kental dan aroma cukup beraroma khas ekstrak. Berdasarkan hasi uji hedonik atau kesukaan panelis didapatkan formulasi satu (F1) yang disukai panelis.
Kelayakan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Buah Takokak (Solanum Torvum Swartz) Untuk Perawatan Kulit Wajah Berjerawat Melati, Pegi; Novelni, Ringga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10681

Abstract

Kulit wajah menjadi salah satu bagian yang paling sering terpapar dengan keadaan eksternal lingkungan sekitar.Hal ini dapat menyebabkan munculnya permasalahan pada kulit, seperti jerawat.Salah satu kosmetik untuk perawatan kulit wajah berjerawat yang cukup praktis karena mudah digunakan adalah masker gel peel-off. Tumbuhan yang kaya akan sumber antibakteri dan berpotensi dikembangkan sebagai sediaan masker gel peel-off berbahan dasar alami adalah buah Takokak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kelayakan buah Takokak sebagai sediaan masker gel peel-off untuk perawatan kulit wajah berjerawat berdasarkan uji laboratorium, uji organoleptik dan uji hedonik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian eksperimen.Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (x) dan variabel terikat (y), jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder dengan sumber data observasi, dokumentasi dan kuesioner. Teknik pengumpulan data yaitu uji kandungan flavonoid, saponin, uji PH, uji organoleptik dan uji hedonik yang membutuhkan 7 orang panelis, yaitu 2 orang dosen tata rias dan kecantikan, 2 orang industri kecantikan dan 3 orang mahasiswa tata rias dan kecantikan. Berdasarkan hasil uji laboratorium skrinning fitokimia diketahui semua formula sediaan masker gel peel-off negatif mengandung flavonoid dan positif mengandung saponin. Hasil uji pH pada sediaan ini adalah F1 dan F2 = 5. Dilihat dari hasil uji organoleptik pada sediaan masker gel peel-off didapatkan hasil bahwa formulasi dua (F2) adalah formula terbaik, karena didapatkan tekstur formula dua yaitu, 57% panelis menyatakan kental, 57% panelis menyatakan beraroma khas ekstrak buah Takokak dan 57% panelis menyatakan daya lekat yang cukup. Dan berdasarkan hasil uji hedonik didapatkan formulasi dua (F2) yang lebih disukai oleh panelis dengan hasil 71%.
Kelayakan Krim Pelembab Ekstak Daun Kersen Untuk Wajah Kering Anisa, Ramatika; Novelni, Ringga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10771

Abstract

Kulit kering merupakan jenis kulit yang tingkat kelembapan yang rendah lantaran karena kehilangan air dan minyak alami pada lapisan kulit sehingga membuat menimbulkan efek tidak segar, kulit terlihat berkeriput dan kasar. Salah satu kosmetik untuk perawatan kulit wajah kering yang cukup praktis karena mudah digunakan adalah krim pelembab (moisturizer). Penelitian ini tentang kelayakan krim pelembab ekstrak daun kersen untuk perawatan kulit kering, karena daun kersen memiliki potensi kandungan yang baik untuk kulit kering. Kandungan didalam daun kersen diantaranya antioksidan yang terdapat flavonoid dan vitamin c. Jadi, didalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembuatan krim pelembab, dilihat dari uji kandungan flavonoid, vitamin c, pH, uji kelayakan organoleptik (tekstur, warna dan aroma), dan uji hedonik (kesukaan panelis). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian eksperimen.Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (x) dan variabel terikat (y), jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder dengan sumber data observasi, dokumentasi dan kuesioner. Teknik pengumpulan data yaitu uji kandungan flavonoid, vitamin C, uji PH, uji organoleptik dan uji hedonik. Berdasarkan hasil uji organoleptik dan hedonik pada sediaan krim pelembab didapatkan hasil bahwa formulasi dua (F2) adalah formula terbaik, karena didapatkan tekstur formula dua yaitu, 42% panelis menyatakan kental, 71% panelis menyatakan bewarna coklat muda, dan 71% beraroma khas ekstrak daun kersen. Dan berdasarkan hasil uji hedonik didapatkan formulasi dua (F2) yang lebih disukai oleh panelis dengan hasil 71%.
Kelayakan Hair Tonic Daun Pare (Momordica Charantia L) Untuk Perawatan Rambut Rontok Safitri, Mayang; Novelni, Ringga
Jurnal Tata Rias Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtr.14.1.04

Abstract

Bitter melon leaves (Momordica Charantia L) can be used as the main ingredient in a hair tonic because they contain flavonoids and vitamin C, which can help overcome hair loss. The objectives of this study are to a) find out how to make bitter melon leaves as a hair tonic, b) to find out the feasibility of bitter melon leaf hair tonic seen from the chemical content such as flavonoids and vitamin C, c) to find out the feasibility of hair tonic seen from the evaluation of preparations such as organoleptic and pH tests, d) to find out the feasibility of hair tonic seen from the hedonic test (panelists' preference for bitter melon leaf hair tonic), e) to find out the feasibility of bitter melon leaves as a hair tonic. This type of research is quantitative descriptive research. The tests for flavonoid and vitamin C content and pH were conducted at the FMIPA UNP Laboratory and the Pharmacy Laboratory of Perintis Indonesia University. The research targets bitter melon leaves, which are processed into a hair tonic to address hair loss. The feasibility of Bitter Melon Leaves as a hair tonic is assessed through laboratory, organoleptic, and hedonic tests. Up to 7 people in the discussion room. The data analysis technique uses descriptive analysis by showing the percentage. In this study, based on the research results obtained, bitter melon leaf preparations were made in liquid form. The flavonoid content of bitter melon leaves was 16 mg / 100 g (1.63%), and Vitamin C was 33.24%. Based on the organoleptic test, the odor indicator scored 71% in the distinctive bitter melon leaf smell category, the color indicator scored 71% in the dark brown category, and the absorption indicator scored 71% in the sufficient absorption category. The feasibility of bitter melon leaf hair tonic was determined by the results of the hedonic test (panelists' preferences), which showed a value of 57% in the like category. The researcher hopes that the results of this study on the suitability of bitter melon leaf hair tonic for hair loss can serve as a reference for further research and refinement in the cosmetology and beauty department.
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Produk Hand Sanitizer Berbasis Minyak Atsiri dari Tanaman Sereh Wangi sebagai Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat di Nagari Harau Kecamatan Harau Kabupaten 50 Kota Ringga Novelni; Dovi Septiari; Maulani Meutia
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i2.447

Abstract

Selama masa pandemi kebutuhan akan hand sanitizer menjadi kebtuhan pokok masyarakat dunia, tanpa terkecuali Indonesia. Menjaga jarak dan menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer merupakan salah satu bentuk protokol kesehatan yang harus diterapkan untuk menekan laju penularan virus corona. Hand sanitizer digunakan sebagai alternatif pada kondisi sulit mencuci tangan, akan tetapi masyarakat pedesaan khususnya di Nagari Harau Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota hingga saat ini kurang dapat memanfaatkannya karena keterbatasan akses dan ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan pembuatan hand sanitizer berbasis minyak atsiri dari tanaman sereh wangi dapat menjadi solusi dalam mengatasi hal tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan meningkatkan kreatifitas masyarakat guna menunjang perekonomian masyarakat di Nagari Harau. Adapun bahan utama yang digunakan untuk membuat hand sanitizer ini adalah dari tanaman yang banyak ditemukan di Nagari Harau, yaitu tanaman sereh wangi. Selain itu, produk hand sanitizer yang dihasilkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kehidupan sehari-hari dan juga dapat diperjual-belikan sehingga dapat meningkatan pendapatan masyarakat
Pemanfaatan Ekstrak Andong Merah ( Cordyline Fruticosa (L) A. Chev.) Sebagai Sediaan Lip Balm Pada Perawatan Bibir Kering Zatil Hidayah, Adilah; Novelni, Ringga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bibir kering disebabkan banyak faktor yaitu : paparan sinar UV, dehidrasi, dan iritasi kosmetik. Lip balm merupakan sediaan produk berupa balm/balsam berfungsi melembabkan, serta mecerahkan bibir. Andong merah (Cordyline fruticosa L. A.Chev) merupakan bahan alami yang memiliki potensi menjadi pelembab bibir dalam sediaan lip balm karena memiliki kandungan polifenol sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini menganalisis sediaan lip balm ekstrak andong merah sebagai perawatan bibir kering ditinjau dari uji pH, uji homogenitas, uji organoleptik, dan uji hedonik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumetasi, dan kuesioner. Hasil penelitian dari uji laboratorium pada F1,F2, dan F3 sediaan lip balm ekstrak andong merah menunjukan hasil uji pH tidak memenuhi standar pH bibir yaitu 4,5-7 dan uji homogenitas menunjukan hasil homogen. Kesimpulan : pemanfaatan ekstrak andong merah dilihat dari hasil uji homogenitas, uji organoleptik dan uji hedonik dinyatakan bermanfaat. Sedangkan dari uji pH, sediaan lip balm ekstrak andong merah tidak bermanfaat.
A Study of Potential Drug-Drug Interactions in Peptic Ulcer Patients in Dr. M. Djamil Hospital Padang in 2019 Lola Azyenela; Ringga Novelni; Viora Lusiana Satri
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jpsc.003909

Abstract

A peptic ulcer is a gastrointestinal tract disorder caused by excessive secretion of acid and pepsin by the gastric mucosa. The combined use of drugs in peptic ulcer management may potentially cause drug-to-drug interactions. Drug interactions are caused when two or more drugs interact and may affect the effectiveness of the other drugs. This study aims to analyze the potential drug reactions in peptic ulcer patients in the internal medicine ward of Dr. M. Djamil General Hospital Padang in 2019. This study was a descriptive, non-experimental study with retrospective data, while data analysis used Drugs.com and Medscape applications. The study results revealed that 29 patients fit the inclusion criteria and 5 (16.6%) potential drug pharmacokinetic interactions. The severity of drug interactions shows 4 cases (80%) with moderate severity potential and 1 case (20%) with minor severity potential. The study concluded that there were potential drug interactions in peptic ulcer patients in the internal medicine ward of Dr. M. Djamil General Hospital Padang in 2019.
Kelayakan Face Mist Ekstrak Bunga Telang Untuk Kulit Wajah Kering Fadhillah Subegti, Dinda; Novelni, Ringga
Journal of Beauty and Cosmetology (JBC) Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Beauty and Cosmetology (JBC)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jbc.v4n2.p24-34

Abstract

Abstract                Dry skin causes the skin to look cracked, rough and scaly, which is caused by weather factors, the environment and skin diseases. For that facial skin needs antioxidants that can protect facial skin from free radicals. Butterfly pea flower contains flavonoids which can increase antioxidant activity. For this reason, dry facial skin care is needed in the form of a butterfly pea face mist. Therefore, the purpose of this study was to determine the feasibility of the butterfly pea face mist from the test of flavonoid content (laboratory test), color, aroma, absorption (organoleptic test) and in terms of panelist preferences (hedonic test). Keywords: Face mist, Butterfly pea flower, Dry facial skin                 
Kelayakan Hair Tonic Daun Pare (Momordica Charantia L) Untuk Perawatan Rambut Rontok Safitri, Mayang; Novelni, Ringga
Jurnal Tata Rias Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtr.14.1.04

Abstract

Bitter melon leaves (Momordica Charantia L) can be used as the main ingredient in a hair tonic because they contain flavonoids and vitamin C, which can help overcome hair loss. The objectives of this study are to a) find out how to make bitter melon leaves as a hair tonic, b) to find out the feasibility of bitter melon leaf hair tonic seen from the chemical content such as flavonoids and vitamin C, c) to find out the feasibility of hair tonic seen from the evaluation of preparations such as organoleptic and pH tests, d) to find out the feasibility of hair tonic seen from the hedonic test (panelists' preference for bitter melon leaf hair tonic), e) to find out the feasibility of bitter melon leaves as a hair tonic. This type of research is quantitative descriptive research. The tests for flavonoid and vitamin C content and pH were conducted at the FMIPA UNP Laboratory and the Pharmacy Laboratory of Perintis Indonesia University. The research targets bitter melon leaves, which are processed into a hair tonic to address hair loss. The feasibility of Bitter Melon Leaves as a hair tonic is assessed through laboratory, organoleptic, and hedonic tests. Up to 7 people in the discussion room. The data analysis technique uses descriptive analysis by showing the percentage. In this study, based on the research results obtained, bitter melon leaf preparations were made in liquid form. The flavonoid content of bitter melon leaves was 16 mg / 100 g (1.63%), and Vitamin C was 33.24%. Based on the organoleptic test, the odor indicator scored 71% in the distinctive bitter melon leaf smell category, the color indicator scored 71% in the dark brown category, and the absorption indicator scored 71% in the sufficient absorption category. The feasibility of bitter melon leaf hair tonic was determined by the results of the hedonic test (panelists' preferences), which showed a value of 57% in the like category. The researcher hopes that the results of this study on the suitability of bitter melon leaf hair tonic for hair loss can serve as a reference for further research and refinement in the cosmetology and beauty department.