Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia dan Konsumsi Tablet Tambah Darah melalui Edukasi dan Kartu Kontrol Nuristha Febrianti; Hardianti Hardianti; Ghea Fricillia Sambe; Anissa Anggraini; Lulu Aulia Moh. Amin; Indah Fitri Lestari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1204

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu dicegah melalui peningkatan pengetahuan tentang anemia dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri melalui edukasi dan kartu kontrol di sekolah wilayah kerja Puskesmas Singgani Kota Palu. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan, pre-test dan post-test, konsumsi TTD bersama, serta pembagian kartu kontrol. Peserta yang mengikuti evaluasi pengetahuan berjumlah 31 orang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 77,4 sebelum edukasi menjadi 95,5 setelah edukasi, dan kategori pengetahuan baik meningkat dari 54,8% menjadi 100%. Seluruh peserta memperoleh 10 tablet, mengonsumsi satu tablet bersama saat kegiatan, dan mengisi kartu kontrol sebagai pencatatan awal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang didukung kartu kontrol dapat meningkatkan pengetahuan dan mendukung pencegahan anemia pada remaja putri.
Kandungan Gizi dan Daya Terima Formula Tortila Chips dengan Penambahan Tepung Jamur Sawit (Volvariella Volvacea) sebagai Alternatif Snack untuk Anak Usia Sekolah Rendy Murdiyanto Langkamuda; Hardianti Hardianti; Nurdiana Nurdiana; Ni Ketut Kariani
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i3.2343

Abstract

Nutrition is crucial for children's growth and development. Protein Energy Deficiency (PEM) is a common nutritional problem among elementary school-aged children and can impact their health, growth, and cognitive development. The prevalence of PEM among toddlers in Indonesia reached 17.9% in 2013. Palm Mushrooms, which are rich in macronutrients, can be a solution to this problem. Therefore, efforts are needed to address PEM through the consumption of nutritious foods, such as tortilla chips supplemented with palm mushroom flour. The purpose of this study was to analyze the acceptability and nutritional content of tortilla chips supplemented with palm mushroom flour (Volvariella volvacea) as an alternative snack for school-aged children. This study used an experimental design with a Completely Randomized Design (CRD) method, involving three treatments and two replications. The results of the organoleptic test showed that formulation 2, namely tortilla chips supplemented with palm mushroom flour, received a significant value (p<0.05) for color, aroma, taste, and texture, indicating a significant effect of the addition of palm mushroom flour on tortilla chips. Laboratory and organoleptic tests showed significant values ​​(p<0.05) for moisture, ash, carbohydrate, and protein content, indicating a significant effect of the addition of palm mushroom flour. Future researchers are expected to test the shelf life of tortilla chips made from palm mushroom flour.
Hubungan Perilaku Merokok dan Keterlibatan Ayah Dengan Stunting pada Balita Rati Oktrin Weiha; Lilik Sofiatus Solikhah; Hardianti Hardianti
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.65

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia. Faktor resiko stunting yang seringkali diabaikan adalah perilaku merokok dan keterlibatan ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan keterlibatan ayah dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada balita usia 24-59 bulan sebanyak 52 balita yang dipilih dengan metode Purposive Sampling. Data primer dikumpulkan melalui pengukuran tinggi badan dan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menujukkan balita yang mengalami stunting sebanyak 61,5%, perilaku merokok ayah sebanyak 73,1% dan keterlibatan ayah rendah sebanyak 53,8%. Terdapat hubungan signifikan antara perilaku merokok dan keterlibatan ayah dengan kejadian stunting (p=0,0001 dan p=0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku merokok dan keterlibatan ayah yang rendah dapat menjadi faktor penyebab tidak langsung stunting.
Organoleptic Characteristics and Nutritional Content of Wet Noodles Substituted with Banggai Yam and Moringa Flour Hepti Muliyati; Nuristha Febrianti; Hardianti
Journal of Nutrition Explorations Vol. 4 No. 1 (2026): February
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/jone.v4i1.783

Abstract

Wet noodles are a boiled noodle product with a moisture content of approximately 35%. Wet noodles are rich in carbohydrates, several minerals, and energy, but their protein, fat, and vitamin contents are relatively low; their nutritional value can therefore be improved by incorporating Banggai yam and moringa leaves. This study aimed to produce Banggai yam and moringa leaf flour, develop wet noodle formulations, evaluate their organoleptic characteristics, and analyze the nutritional composition of the selected formulation. An experimental study using a completely randomized design was conducted from February to October 2020 at the Culinary and Organoleptic Laboratories, Nutrition Study Program, Widya Nusantara School of Health Sciences, Palu, while proximate and dietary fiber analyses were performed at Saraswanti Indo Genetech (SIG), Bogor, West Java. The Banggai yam flour produced was white and resembled wheat flour. Three formulations were prepared using different ratios of Banggai yam flour, moringa leaf flour, and wheat flour: 45%:15%:40% (F1), 50%:10%:40% (F2), and 55%:5%:40% (F3). Based on a hedonic test with 30 semi-trained panelists, formulation F2 was selected as the most preferred. The selected formulation contained 103.30 kcal energy, 4.30% protein, 1.14% fat, 18.96% carbohydrate, 0.39% ash, 25.21% moisture, and 3.86% dietary fiber, meeting the wet noodle quality requirements of the Indonesian National Standard (SNI 01-2987-1992).
Hubungan Asupan Zat Gizi Mikro (Magnesium Dan Zinc) Dan Tingkat Stres Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja : Penelitian Najwa Puteri Azizah; Hardianti; Nurdiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7914

Abstract

Gangguan siklus menstruasi merupakan masalah kesehatan reproduksi yang marak dialami oleh remaja putri dan berpotensi mengganggu kesehatan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan asupan zat gizi mikro (magnesium dan zinc) dan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 187 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data asupan magnesium dan zinc dikumpulkan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan gangguan siklus menstruasi diukur menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 70,6% responden mengalami gangguan siklus menstruasi, 58,3% memiliki asupan magnesium cukup, 88,8% memiliki asupan zinc kurang, dan 68,4% mengalami stres sedang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan magnesium (p=0,639), asupan zinc (p=0,501), maupun tingkat stres (p=0,383) dengan gangguan siklus menstruasi. Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan magnesium, asupan zinc, dan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada siswi kelas X SMK Negeri 1 Kota Palu.