Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peningkatan Produksi Udang Kualitas Tinggi Melalui Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Tambak Terintegrasi Khairul Muttaqin; Ahmad Ihsan; Liza Fitria
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i2.3185

Abstract

Budidaya udang telah menjadi sektor yang strategis dalam perekonomian akibat permintaan yang terus meningkat terhadap udang berkualitas tinggi. Dalam upaya untuk menghadapi tantangan tersebut, peningkatan efisiensi operasional dalam tambak udang menjadi kritis. kegiatan ini membahas pengembangan sistem informasi manajemen tambak sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan produksi udang berkualitas tinggi. Sistem informasi manajemen tambak mencakup integrasi teknologi informasi dalam proses budidaya udang, dari pengelolaan pakan hingga pemantauan lingkungan tambak. Melalui implementasi sistem informasi manajemen tambak, petani dapat mengoptimalkan pemberian pakan dengan mengidentifikasi pola makan udang yang lebih baik. Selain itu, pemantauan terhadap kondisi lingkungan memungkinkan pengendalian penyakit lebih efektif, mengurangi risiko kematian massal yang berdampak pada produktivitas. Dengan demikian, kegiatan ini menggarisbawahi manfaat sistem informasi manajemen tambak dalam mencapai peningkatan produksi udang berkualitas tinggiTop of Form . Metode pelaksanaan PKM ini terdiri lima tahap, yaitu; (1)Koordinasi dan sosialisasi kegiatan; (2)Pelatihan; (3)Pendampingan; (4)Monitoring dan evaluasi kegiatan; dan (5)Penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil dari kegiatan ini masyarakat mitra mengalami peningkatan produksi udang berkualitas tinggi secara berkelanjutan. Dengan memadukan teknologi informasi dalam budidaya udang, artikel ini mendorong para pelaku industri untuk mengadopsi pendekatan inovatif guna memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.
Pemberdayaan Masyarakat Pada Implementasi Layanan Monitoring Fase Pertumbuhan Sapi Aceh Berbasis Web Sebagai Sarana Peningkatan Mutu Layanan Di Desa Asam Peutik Kec Langsa Lama Kota Langsa Nur Jannah; Thursina Mahyuddin; Khairul Muttaqien; Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i4.164

Abstract

BUMG Asam Peutik adalah salah satu badan usaha yang bergerak di bidang Peternakan. Dalam pengelolaan manajemen data jenis sapi dan pemesanan benih masih dilakukan secara konvensional melalui media kertas dan microsoft word. Diperlukan sebuah sistem berbasis web dan android untuk membantu BUMG Sapi Aceh dalam meningkatkan mutu layanan kepada peternak. Implementasi aplikasi ini diwujudkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan agar membantu peternak dalam melakukan pemesanan dan monitoring secara mudah dan mendapatkan hasil yang akurat. Sedangkan BUMG Sapi Aceh sangat terbantu dalam melakukan manajemen data jenis sapi. Dari hasil implementasi diperoleh hasil yang sangat positif dan mutu layannan dapat ditingkatkan melalui sistem berbasis web dan android yang dibangun dengan framework laravel dan kotlin.
TEKNOLOGI SMART EGGS INCUBATOR HYBRID UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK AYAM Khairul Muttaqin; Nasruddin Nasruddin; Nurul Fadillah; Ahmad Ihsan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4264-4275

Abstract

Kampung Selamat is one of the villages in Tenggulun Sub-district, Aceh Tamiang Regency, which is 45 kilometers from the capital city of Aceh Tamiang. Most of the villagers work as farmers and breeders. Kampung Selamat has high natural resource potential in the livestock sector, but has not been managed optimally. The Dunia Ternak Unggas group is one of the productive livestock business groups in Selamat village that was established in 2019 with the main focus of developing chicken farming. The problems faced by the World Group of Poultry in business development include; (1) The process of hatching chicken eggs is still conventional, which still requires mother chickens; (2) It takes a long time to hatch eggs; (3) The risk of eggs not successfully hatching is still very large; (4) The process of checking chicken eggs is still manual, namely looking directly at the location; and (5) limited land so that the layout of hatching chickens is uncontrollable. To face these challenges, it is necessary to develop hybrid smart eggs incubator technology that can significantly help livestock business groups in increasing chicken productivity and simplifying the breeding process. The steps of implementing the activity include the socialization stage, design and manufacture of tools, as well as training, mentoring, and application of these devices. The results of the implementation of this activity indicate that the level of user satisfaction with the IoT-based hybrid Egg Hatching Machine Incubator reached an average of 87.93%. This fact illustrates that this tool is a solution that is worth adopting to increase efficiency in the hatching process of chicken eggs and has the potential to produce a positive impact on chicken farming and provide solutions to the obstacles faced by livestock business groups.
TEKNOLOGI SMART WATER WHEEL HYBRID UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI UDANG BERKUALITAS TINGGI Nasruddin Nasruddin; Ahmad Ihsan; Khairul Muttaqin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4253-4263

Abstract

Pada era saat ini, penggunaan sumber energi terbarukan telah menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Salah satu potensi besar dalam ranah energi terbarukan dapat ditemukan di Indonesia, yaitu potensi energi surya atau matahari. Keistimewaan letak geografis Indonesia yang melintasi garis khatulistiwa memberikan keunggulan dalam hal paparan sinar matahari yang tersedia sepanjang tahun. Dalam konteks ini, pemanfaatan energi surya untuk mengoperasikan aerator kincir air dalam usaha budidaya udang vannamei menjadi salah satu alternatif yang signifikan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik yang berasal dari PLN. Penelitian ini memanfaatkan metode pembandingan performa kincir air ketika beroperasi dalam kondisi tanpa beban dan dengan beban. Parameter yang menjadi fokus analisis meliputi tegangan listrik dan arus listrik. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa dalam konteks desain dan pembuatan kincir air tenaga surya, rata-rata tegangan pada panel PV mencapai 40,57 Volt, sementara rata-rata arus listrik ketika kincir air dioperasikan dengan beban mencapai 8,87 Ampere. Hasil penelitian ini menggambarkan potensi dan dampak positif dari penggunaan energi surya dalam sektor budidaya udang vannamei. Penerapan solusi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungannya pada pasokan listrik konvensional, serta membuka jalan menuju penggunaan sumber energi yang lebih berkelanjutan dan bersahabat dengan lingkungan.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN RESIRKULASI AIR DAN KUALITAS AIR TAMBAK UDANG BERBASIS INTERNET OF THING DI DESA MATANG PINEUNG ACEH TIMUR Ahmad Ihsan; Khairul Muttaqin; Nurul Fadillah; Novianda nanda; Zainal Arif; Sherly Febrianti
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v1i1.8120

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mitra dalam resirkulasi air tambak berbasis Internet of Things (IoT). Metode pelaksanaan PKM adalah edukasi-persuasif merupakan pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat berupa sosialisasi, demontrasi, dan dilanjutkan dengan pendampingan dalam rangka transfer pengetahuan, teknologi, dan resirkulasi air melalui monitoring kekeruhan air tambak berbasis internet of thing. Teknologi resirkulasi air berdasarkan kekeruhan air secara IoT sangat memudahkan pekerjaan dan yang terpenting adalah meningkatkan keberhasilan panen pembudidaya tambak. Selain itu, kegiatan manajemen telah berhasil meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya resirkulasi air tambak untuk meningkatkan income. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi atau monev, kegiatan ini secara keseluruhan telah menggambarkan perkembangan yang memuaskan. Hasil ini diperoleh dari penilaian masyarakat yang senang dan berhasil meningkatkan produktivitas panen pembudidaya tambak.
SOSIALISASI SISTEM INFORMASI PENGADUAN BENCANA BERBASIS WEB PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA LANGSA Khairul Muttaqin; Ahmad Ihsan; Nazaruddin Abdul Rahman
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v1i1.8148

Abstract

Verifikasi dan validasi pengaduan bencana merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Langsa. Sering terjadi pengaduan palsu yang di lakukan masyarakat sehingga ketika petugas turun kelokasi yang di laporkan tidak terjadi bencana seperti yang di laporkan masyarakat. Oleh karena hal tersebut sangat dibutuhkan system informasi pengaduan bencana berbasis web. Sistem informasi ini disosialisasikan kepada masyarakat untuk dapat digunakan sebaik mungkin dalam pengaduan bencana. Metode sosialiasasi menggunakan dua pendekatan yaitu Kaji Tindak (Action Research) dan Peer Coaching). Hasil yang didapat dari sosialiasi sistem informasi ini, masyarakat sangat siap dalam pemanfaatan teknologi ini.
PENERAPAN ALAT PAKAN OTOMATIS BERBASIS INTERNET DAN PEMANFAANTAN MAGGOT SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF PADA KELOMPOK PERIKANAN DI DESA PANGKALAN ACEH TAMIANG Al Fajar, Beni; Fitria, Liza; Gustia Wibowo, Sara; Fitriani, Fitriani; muttaqin, khairul
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v2i1.9769

Abstract

The purpose of this service is to find alternative feed to replace commercial feed by utilizing maggot from black soldier flies (Hermetia illucens) or Black Soldier Fly (BSF) which is high in protein and the use of automatic feeding tools based on the Internet of Things (IOT) to reduce feed costs, feeding time and increase catfish production. This service was carried out for 6 months with several stages, namely the preparation stage, socialization of the PKM program, BSF fly cultivation to maggot harvesting, making IOT-based automatic feeding tools, technology application training stage, operational assistance stage, evaluation monitoring stage. Based on the results of the activity, it shows that before the implementation of the training, group members did not understand how to cultivate BSF flies. However, after the training, all group members could understand it well. Furthermore, in the activity of implementing automatic feeding equipment, the fish base group is directly involved in full so that they can operate the equipment independently later. It can be concluded that the program implementation was able to provide an understanding of BSF fly cultivation and the application of IOT-based automatic feeding devices. The implementation of the program has a positive impact, especially for the Fish Base group so that it can reduce feed costs and can control feeding appropriately so that it is more effective and efficient in accelerating the production process.
Implementation of K-Means Clustering in Mapping Teacher Distribution Using Geographic Information System Muttaqin, Khairul; Nurhidayah, Rif'ah; Novianda, Novianda; Ihsan, Ahmad; Sultan, Jumriani; Rifqiyah, Fina
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol. 9 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/elinvo.v9i1.76884

Abstract

The placement of teachers in Indonesia has not been evenly distributed across several regions due to inaccurate recruitment and placement processes. The quality of education, particularly in rural areas, is negatively impacted by this uneven distribution. Teachers play a crucial role in enhancing education, making it essential to address this issue. This study seeks to equilibrate the allocation of teachers in Langsa City using the K-Means Clustering method based on the number of teachers, students, and study groups at the Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, and Madrasah Aliyah levels. The clustering results are then mapped using the Quantum Geographic Information System. The study identifies 20 schools with a shortage of teachers, 7 schools with sufficient teachers, and 3 schools with a surplus. The utilization of the K-Means Clustering method demonstrated a high accuracy rate of 92.8%. The implications of these findings suggest that educational authorities can use the clustering results to strategically address teacher shortages by reallocating teaching resources more effectively, thus potentially improving educational outcomes in underserved areas. Moreover, the GIS mapping offers a practical tool for ongoing monitoring and decision-making regarding teacher distribution.
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT TANI PESISIR MELALUI MODERNISASI IRIGASI CERDAS BERBASIS SMART IRRIGATION HYBRID SYSTEM Abdullah, Nasruddin; Ihsan, Ahmad; Muttaqin, Khairul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5364-5372

Abstract

Desa Tualang Baru, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan wilayah pesisir yang sangat bergantung pada sektor pertanian. Namun, keterbatasan sumber daya air, terutama selama musim kemarau, serta perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan tidak menentu menjadi tantangan utama dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah ini. Program Smart Irrigation Hybrid System diimplementasikan sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut, dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan energi terbarukan berupa panel surya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, produktivitas pertanian, serta mengurangi ketergantungan terhadap energi listrik dari PLN.Pelaksanaan program dimulai dengan survei awal untuk mengidentifikasi kondisi lahan dan kebutuhan petani, diikuti dengan instalasi sistem irigasi cerdas yang mencakup sensor kelembapan tanah, sensor water level, pompa air yang didukung panel surya, dan sistem pengendalian berbasis IoT. Hasil monitoring menunjukkan bahwa penerapan sistem irigasi ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 30%, dengan peningkatan hasil panen padi dari 5 ton menjadi 6,5 ton pada lahan seluas 0,78 hektar. Selain itu, penggunaan panel surya berhasil mengurangi biaya operasional irigasi hingga nol, menghilangkan ketergantungan terhadap energi listrik konvensional.Keterlibatan petani dalam pengoperasian sistem ini melalui pelatihan teknis terbukti meningkatkan kemandirian mereka dalam mengelola lahan pertanian secara efisien. Kesimpulannya, Smart Irrigation Hybrid System memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan di Desa Tualang Baru serta dapat menjadi model solusi irigasi berkelanjutan di wilayah pesisir lainnya. Namun, pemeliharaan peralatan teknologi masih memerlukan pendampingan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan sistem ini dalam jangka panjang.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SMART DRIP IRRIGATION HYBRID SYSTEM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI Muttaqin, Khairul; Abdullah, Nasruddin; Ihsan, Ahmad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.3265-3275

Abstract

AbstrakDesa Alur Tani II merupakan salah satu desa di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang yang berjarak 32,00 Km dari pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang. Mayoritas masyarakat yang tinggal di desa Alur Tani II Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang merupakan masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan berkebun. Desa Alur Tani II memiliki potensi sumber daya alam yang tinggi di sektor pertanian, namun belum dikelola secara optimal. Kelompok Alur Peunuba merupakan salah satu kelompok tani yang produktif di desa Alur Tani II dengan fokus utama pengembangan usaha tani tanaman cabai. Permasalahan yang dihadapi kelompok alur peunuba dalam pengembangan usaha meliputi; (1) belum tersedia fasilitas irigasi atau pengairan sehingga masih mengandalkan penyiraman konvensional; (2)Membutuhkan banyak tenaga, waktu dan biaya dalam proses penyiraman; (3) Tidak meratanya penyiraman tanaman cabai yang menyebabkan resiko tanaman cabai gagal panen masih besar;(4)Belum adanya sumber tenaga listik; dan (5) monitoring dan kontrol tanaman cabai juga masih dilakukan secara konvensional. Untuk menghadapi tantangan-tantangan ini, diperlukan pengembangan teknologi Smart Drip Irrigation Hybrid system yang dapat secara signifikan membantu kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas tanaman cabai dan mempermudah proses penyiraman. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi, perancangan dan pembuatan alat, serta pelatihan, pendampingan, dan penerapan teknologi tersebut. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini mengindikasikan bahwa tingkat kepuasan pengguna terhadap alat penyiraman irigasi tetes hybrid berbasis IoT mencapai rata-rata 87,93%. Fakta ini menggambarkan bahwa alat ini merupakan solusi yang layak diterapkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam proses penyiraman tanaman serta memiliki potensi untuk menghasilkan dampak positif dalam usaha pertanian tanaman cabai serta memberikan solusi terhadap hambatan yang dihadapi oleh kelompok tani