Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH AKTIVITAS FISIK JOGGING TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Rahman, Abdul; Irawati, Andi Febi; Karim, Muh
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6524

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan memerlukan pengelolaan komprehensif melalui terapi medis serta intervensi gaya hidup. Aktivitas fisik aerobik seperti jogging berpotensi membantu menurunkan kadar glukosa darah melalui peningkatan sensitivitas insulin dan pemanfaatan glukosa oleh otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik jogging terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei di wilayah kerja Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Banua, Kecamatan Bungin. Sampel berjumlah 14 pasien dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa jogging 3 kali per minggu selama 12 kali pertemuan, durasi 20–30 menit per sesi dengan intensitas ringan hingga sedang. Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer digital sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan rerata glukosa pretest 231,71 mg/dL dan posttest 221,07 mg/dL dengan penurunan rerata 10,64 mg/dL. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,000). Kesimpulan: jogging menurunkan kadar glukosa darah secara statistik, namun rerata posttest masih >200 mg/dL sehingga kontrol glikemik belum optimal dan memerlukan dukungan pengaturan pola makan serta pemantauan kesehatan terstruktur.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Olahraga Irawati, Andi Febi; Aziz, Muhamamd Ivan Miftahul
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.3955

Abstract

Mahasiswa rentan mengalami kecemasan akibat tuntutan akademik dan perubahan gaya hidup, termasuk penurunan aktivitas fisik dan kualitas tidur yang kurang baik. Kondisi ini juga berpotensi dialami oleh mahasiswa bidang keolahragaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik, kualitas tidur, dan tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIKK UNM). Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 68 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan tingkat kecemasan menggunakan Hospital Anxiety and Depression Scale–Anxiety (HADS-A). Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara aktivitas fisik dan kecemasan (r = −0,46; p < 0,01), serta hubungan positif antara kualitas tidur dan kecemasan (r = 0,52; p < 0,01). Analisis regresi menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan kualitas tidur secara simultan berkontribusi sebesar 40% terhadap variasi tingkat kecemasan (R² = 0,40; p < 0,001). Dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dan kualitas tidur merupakan faktor penting yang berhubungan dengan tingkat kecemasan mahasiswa.
Pengaruh Functional Training Selama 8 Minggu terhadap Performa Fisik Atlet Bolabasket Mahasiswa Aziz, Muhammad Ivan Miftahul; Irawati, Andi Febi
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.4062

Abstract

Performa fisik merupakan komponen penting dalam permainan bolabasket, namun program latihan yang digunakan di tingkat mahasiswa masih didominasi oleh latihan konvensional yang berfokus pada penguatan otot secara terisolasi dan belum sepenuhnya sesuai dengan tuntutan gerak permainan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Functional Training selama delapan minggu terhadap performa fisik atlet bolabasket mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest–posttest control group design. Subjek penelitian terdiri atas 32 atlet bolabasket mahasiswa yang dibagi menjadi kelompok Functional Training (n=16) dan kelompok latihan konvensional (n=16). Program latihan dilaksanakan selama delapan minggu dengan frekuensi dua kali per minggu. Performa fisik diukur menggunakan tes sprint 20 meter, T-test agility, vertical jump test, dan push-up test. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired samples t-test, uji independent samples t-test, serta perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok Functional Training mengalami peningkatan yang lebih besar dibandingkan kelompok latihan konvensional pada seluruh variabel performa fisik. Kecepatan lari meningkat dari 3,43±0,05 detik menjadi 3,16±0,04 detik, kelincahan dari 10,09±0,18 detik menjadi 9,26±0,16 detik, daya ledak otot tungkai dari 51,38±2,41 cm menjadi 58,38±2,42 cm, serta daya tahan kekuatan otot dari 31,38±2,51 repetisi menjadi 42,81±2,98 repetisi (p<0,001). Disimpulkan bahwa Functional Training lebih efektif dibandingkan latihan konvensional dalam meningkatkan performa fisik atlet bolabasket mahasiswa.