Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH AKTIVITAS FISIK JOGGING TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Rahman, Abdul; Irawati, Andi Febi; Karim, Muh
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6524

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan memerlukan pengelolaan komprehensif melalui terapi medis serta intervensi gaya hidup. Aktivitas fisik aerobik seperti jogging berpotensi membantu menurunkan kadar glukosa darah melalui peningkatan sensitivitas insulin dan pemanfaatan glukosa oleh otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik jogging terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei di wilayah kerja Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Banua, Kecamatan Bungin. Sampel berjumlah 14 pasien dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa jogging 3 kali per minggu selama 12 kali pertemuan, durasi 20–30 menit per sesi dengan intensitas ringan hingga sedang. Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer digital sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan rerata glukosa pretest 231,71 mg/dL dan posttest 221,07 mg/dL dengan penurunan rerata 10,64 mg/dL. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,000). Kesimpulan: jogging menurunkan kadar glukosa darah secara statistik, namun rerata posttest masih >200 mg/dL sehingga kontrol glikemik belum optimal dan memerlukan dukungan pengaturan pola makan serta pemantauan kesehatan terstruktur.
PENGARUH AKTIVITAS FISIK JOGGING TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Rahman, Abdul; Irawati, Andi Febi; Karim, Muh
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6524

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan memerlukan pengelolaan komprehensif melalui terapi medis serta intervensi gaya hidup. Aktivitas fisik aerobik seperti jogging berpotensi membantu menurunkan kadar glukosa darah melalui peningkatan sensitivitas insulin dan pemanfaatan glukosa oleh otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik jogging terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei di wilayah kerja Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Banua, Kecamatan Bungin. Sampel berjumlah 14 pasien dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa jogging 3 kali per minggu selama 12 kali pertemuan, durasi 20–30 menit per sesi dengan intensitas ringan hingga sedang. Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer digital sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan rerata glukosa pretest 231,71 mg/dL dan posttest 221,07 mg/dL dengan penurunan rerata 10,64 mg/dL. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,000). Kesimpulan: jogging menurunkan kadar glukosa darah secara statistik, namun rerata posttest masih >200 mg/dL sehingga kontrol glikemik belum optimal dan memerlukan dukungan pengaturan pola makan serta pemantauan kesehatan terstruktur.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Olahraga Irawati, Andi Febi; Aziz, Muhamamd Ivan Miftahul
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.3955

Abstract

Mahasiswa rentan mengalami kecemasan akibat tuntutan akademik dan perubahan gaya hidup, termasuk penurunan aktivitas fisik dan kualitas tidur yang kurang baik. Kondisi ini juga berpotensi dialami oleh mahasiswa bidang keolahragaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik, kualitas tidur, dan tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIKK UNM). Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 68 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan tingkat kecemasan menggunakan Hospital Anxiety and Depression Scale–Anxiety (HADS-A). Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara aktivitas fisik dan kecemasan (r = −0,46; p < 0,01), serta hubungan positif antara kualitas tidur dan kecemasan (r = 0,52; p < 0,01). Analisis regresi menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan kualitas tidur secara simultan berkontribusi sebesar 40% terhadap variasi tingkat kecemasan (R² = 0,40; p < 0,001). Dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dan kualitas tidur merupakan faktor penting yang berhubungan dengan tingkat kecemasan mahasiswa.
Pengaruh Functional Training Selama 8 Minggu terhadap Performa Fisik Atlet Bolabasket Mahasiswa Aziz, Muhammad Ivan Miftahul; Irawati, Andi Febi
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.4062

Abstract

Performa fisik merupakan komponen penting dalam permainan bolabasket, namun program latihan yang digunakan di tingkat mahasiswa masih didominasi oleh latihan konvensional yang berfokus pada penguatan otot secara terisolasi dan belum sepenuhnya sesuai dengan tuntutan gerak permainan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Functional Training selama delapan minggu terhadap performa fisik atlet bolabasket mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest–posttest control group design. Subjek penelitian terdiri atas 32 atlet bolabasket mahasiswa yang dibagi menjadi kelompok Functional Training (n=16) dan kelompok latihan konvensional (n=16). Program latihan dilaksanakan selama delapan minggu dengan frekuensi dua kali per minggu. Performa fisik diukur menggunakan tes sprint 20 meter, T-test agility, vertical jump test, dan push-up test. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired samples t-test, uji independent samples t-test, serta perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok Functional Training mengalami peningkatan yang lebih besar dibandingkan kelompok latihan konvensional pada seluruh variabel performa fisik. Kecepatan lari meningkat dari 3,43±0,05 detik menjadi 3,16±0,04 detik, kelincahan dari 10,09±0,18 detik menjadi 9,26±0,16 detik, daya ledak otot tungkai dari 51,38±2,41 cm menjadi 58,38±2,42 cm, serta daya tahan kekuatan otot dari 31,38±2,51 repetisi menjadi 42,81±2,98 repetisi (p<0,001). Disimpulkan bahwa Functional Training lebih efektif dibandingkan latihan konvensional dalam meningkatkan performa fisik atlet bolabasket mahasiswa.
SEMINAR TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN MENULIS ANGGOTA BKMF SINAPSIS FIKK UNM Sulaeman; Hasyim; Andi Febi Irawati; Ilyas, Muslim; Fathurrahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6471

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapan menulis karya ilmiah anggota BKMF Sinapsis FIKK UNM melalui seminar teknik penulisan. Permasalahan mitra adalah adanya anggota baru yang memerlukan pembekalan dasar mengenai kaidah penulisan karya tulis ilmiah. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar interaktif selama 90 menit dengan 30 peserta. Materi mencakup karakteristik tulisan ilmiah, struktur karya tulis ilmiah, teknik penyusunan outline, penulisan paragraf akademik, serta etika sitasi dan daftar pustaka. Evaluasi dilakukan melalui penugasan praktik berupa penyusunan outline dan satu paragraf ilmiah sesuai template. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu menghasilkan draf awal yang lebih terarah, ditandai dengan tersusunnya outline yang memuat judul sementara, rumusan masalah, tujuan, dan gagasan pokok, serta paragraf ilmiah yang memiliki fokus dan koherensi dasar. Kegiatan ini efektif sebagai pembekalan awal untuk menyamakan persepsi dan standar minimal penulisan ilmiah bagi anggota baru. Disarankan tindak lanjut berupa pendampingan bertahap dan klinik revisi agar draf awal berkembang menjadi naskah utuh yang siap untuk kompetisi atau publikasi.
Edukasi pencegahan Nyeri Muskuloskeletal Berbasis Healthy Longevity untuk Menjaga Fungsi Tubuh dan Kualitas Hidup di Pusat Kebugaran Nurussyariah Hammado; A Dhini Alfiandari; Mujahidah Yunus; Syahrianti Sarea; A Febi Irawati
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pbqg6t65

Abstract

Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh individu yang aktif melakukan aktivitas fisik, termasuk anggota pusat kebugaran. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh, keterbatasan aktivitas, serta menurunkan kualitas hidup apabila tidak dicegah dan ditangani dengan baik. Konsep healthy longevity menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan agar individu dapat tetap aktif, mandiri, dan produktif hingga usia lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anggota pusat kebugaran perempuan mengenai pencegahan nyeri muskuloskeletal melalui pendekatan healthy longevity. Kegiatan dilaksanakan pada sebuah pusat kebugaran perempuan dengan melibatkan 28 peserta berusia 20–50 tahun yang aktif mengikuti program latihan kebugaran. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi latihan pemanasan, peregangan, penguatan otot inti (core strengthening), serta edukasi mengenai manajemen aktivitas fisik, pemulihan tubuh, dan nutrisi pendukung kesehatan muskuloskeletal. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi peserta dan umpan balik selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi maupun praktik. Sebagian besar peserta mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka serta memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan muskuloskeletal untuk mendukung fungsi tubuh jangka panjang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis healthy longevity dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan nyeri muskuloskeletal dan pentingnya menjaga kualitas hidup secara berkelanjutan.