Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

NILAI-NILAI RELIGIUSITAS DALAM NOVEL BIDADARI PADERI KARYA SAIFUL A. IMAM Maya, Nur; Lewier, Mariana; Latupapua, Falantino Eryk
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2020): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol1no1hlm51-62

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian sastra religius. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religiusitas dalam novel Bidadari Paderi karya Saiful A. Imam. Analisis data berfokus pada dua aspek, yaitu aspek nilai religiusitas tauhid (keimanan) dan aspek nilai religiusitas akhlak (sikap perilaku). Aspek nilai religiusitas tauhid (keimanan) terdiri dari: 1) iman, 2) takwa, dan 3) tobat, sedangkan aspek nilai religiusitas akhlak (sikap perilaku) terdiri dari: 1) sabar, 2) rendah hati, 3) tawakal, 4) jujur, 5) ikhlas, dan 6) disiplin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Bidadari Paderi lebih banyak mengandung nilai religiusitas akhlak dibandingkan nilai religiusitas tauhid yang mengusung makna perjuangan. Perjuangan kaum paderi untuk melawan Belanda serta melakukan pembaharuan ajaran Islam di Minangkabau yang saat itu masih teguh memegang adat-istiadat walaupun telah memeluk Agama Islam. Pengarang bermaksud menunjukkan bahwa sebagai makhluk yang memiliki agama tidak cukup hanya dengan keyakinan terhadap Tuhan saja. Namun, keyakinan tersebut harus dibuktikan dengan akhlak yang mencerminkan keimanan kepada Sang Pencipta.
PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN DALAM NOVEL KORUPSI KARYA TAHAR BEN JELLOUN (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Pietersz, Patresya Agnes; Sapulette, Viona; Latupapua, Falantino Eryk
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2020): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol1no2hlm133-148

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan penyalahgunaan kekuasaan dalam novel Korupsi karya Tahar Ben Jelloun. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah data tulis berupa kata dan kalimat yang mengandung persoalan penyalahgunaan kekuasaan, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Korupsi karya Tahar Ben Jelloun. menginterpretasi data secara deskriptif menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk-bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam novel Korupsi karya Tahar Ben Jelloun yaitu: (1) penggelapan uang; (2) penyuapan; (3) korupsi; (4) pemerasan; (5) kemerosotan moral; (6) hegemoni kelas sosial; (7) marginalitas; dan (8) resistensi. Simpulan penelitian ini adalah 1) hegemoni yang terjadi pada novel ini tidak hanya sebatas dominasi kekuasaan suatu kelas sosial, tetapi juga terjadi atas dasar untuk perubahan; 2) hegemoni kekuasaan kelas sosial pada novel Korupsi adalah penindasan oleh kelas penguasa terhadap kaum subaltern; 3) hegemoni moral merupakan sikap untuk melindungi diri; 4) marginalitas dalam novel Korupsi, yaitu pendiskriminasian terhadap orang-orang miskin.
KAJIAN STRUKTUR BATIN DALAM LIRIK LAGU PENYANYI TULUS Samson, Thomas Eurisco; Latupapua, Falantino Eryk; Rutumalessy, Merlyn
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2020): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol1no2hlm149-170

Abstract

Penelitian tentang struktur batin dalam lirik lagu penyanyi Tulus telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur batin pada lirik lagu penyanyi Tulus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah tujuh lirik lagu penyanyi Tulus, yakni; (1) Gajah, (2) Jangan Cinta Aku Apa Adanya, (3) Untuk Matahari, (4) Sewindu, (5) Manusia Kuat, (6) Teman Hidup, dan (7) Satu Hari Di Bulan Juni. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur batin berdasarkan tema, rasa, nada, dan amanat, pada kumpulan lirik lagu tulus, memiliki makna yang terdapat adalah hidup tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan tidak semua perjuangan yang kita perjuangkan akan berhasil. Kita harus mempunyai komitmen atau tekad yang kuat untuk membuktikan pada dunia bahwa kita berhasil meraih masa depan kita.
Self-Actualization of the Main Character in Perahu Kertas and Madre by Dee (A Humanistic Psychology Study) Sanga, Mega; Latupapua, Falantino Eryk; Latupeirissa, Elsa
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2021): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol2no1hlm30-36

Abstract

The novels Perahu Kertas and Madre are compelling for discussion since they illustrate the self-actualization journeys of two young individuals, Keenan and Tansen, in distinct narratives. Both individuals realize their identities through their pursuits as a painter and a bread entrepreneur, respectively. This work aims to elucidate the actualization of Keenan in the novel Perahu Kertas and Tansen in the novel Madre. The employed research methodology is descriptive qualitative, utilizing a humanistic psychology framework. The realization of Keenan's utmost achievement was demonstrated by his diligence and determination. His audacity to undertake seemingly irrational decisions in pursuit of painting defined his identity. Similar to Keenan, Tansen's self-actualization is propelled by the support of his peers, which inspires him to pursue self-actualization through diligent effort. Tansen has fully realized self-actualization, demonstrated by his endeavors to rejuvenate the practically obsolete Tan de Bakker bakery and transform it into a renowned establishment, despite his initial reluctance to perpetuate his grandfather's enterprise.
The Sexual Deviations of the Main Character in the Novel Sang Guru Piano by Elfriede Jelinek (A Study in Psychology Literature) Kastanja, Reiverd Novian; Maspaitella, Martha; Latupapua, Falantino Eryk
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2022): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol3no2hlm46-52

Abstract

Humans serve as subjects in literary works as they embody behaviors observable via the lens of their experiences. Behavior constitutes a facet of the soul's conflict, as psychological disorders manifest through human conduct, each exhibiting distinct characteristics. Human beings can be examined through science, particularly psychology, which pertains to the psyche. Consequently, literary works are seen as a psychological phenomenon. Literary works, stemming from the author's endeavors, are frequently linked to psychological phenomena, as they represent the author's creation, whereby psychological theory is employed both intentionally and unconsciously.
The Construction of Gender Inequality in the Novel Cinta 24 Jam by Andrei Aksana Pattisina, Vivi Kezia; Latupapua, Falantino Eryk; Sapulette, Viona
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2022): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol3no2hlm53-61

Abstract

This investigation is conducted due to the identification of gender inequality issues in the novel Cinta 24 Jam. This work by Andrei Aksana examines the development of gender inequality. Construction is an endeavor that forges connections among persons or organizations and engenders a reality that is subjectively possessed and experienced. The concept of construction in the novel Cinta 24 Jam pertains to the portrayal of gender discrimination against women as depicted through the characters within the narrative. This study aims to delineate the formation of gender inequality in Andrei Aksana's novel Cinta 24 Jam. The theoretical advantages of this research may enhance the advancement of theories within literary studies. This research yields advantageous outcomes for readers and offers varied viewpoints on the discourse around Indonesian literary works predominantly authored by women, particularly those addressing topics intrinsic to women's experiences. This study employs a descriptive qualitative research methodology. This study's data consists of words, phrases, and sentences pertaining to the construction of gender injustice in the novel Cinta24Jam by Andrei Aksana. The data source for this study is the novel Cinta 24 Jam by Andrei Aksana, published by PT Gramedia Pustaka Utama in September 2005. This study included library and recording approaches for data collection. The analytical technique is outlined as follows: (1) Diligently and systematically reading the novel Cinta24Jam by Andrei Aksana; (2) identifying and categorizing data; (3) documenting all data identification and classification outcomes on data cards; (4) recognizing concerns related to the construction of gender inequality; and (5) formulating conclusions. The researcher employed theory triangulation to verify the data's validity. This research concludes that the gender inequality in the novel Cinta24Jam by Andrei Aksana is portrayed through marginalization, subordination, and violence against women.
The Problem of Religion and Terrorism: A Sociological Critique of Katekisas (Spit for God) by Farid Latif (A Sociological Critique Study) Kaliki, Wulandari; Latupapua, Falantino Eryk; Somelok, Grace
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2022): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol3no2hlm62-68

Abstract

This research is qualitative as it involves the collection of descriptive data and information regarding the interaction process with the subject under investigation. This research seeks to delineate the issues surrounding religion and terrorism, while also appraising the merits and shortcomings of the theatrical script. The data in this study were acquired via reading and note-taking methodologies. This study employed data analysis methodologies including meticulous examination of the theater script, data description, interpretation, evaluation, and conclusion formulation as the ultimate outcome of the research. The research findings on the play manuscript KATEKISAS (Spit for God) by Farid Latif indicate that it addresses the social issues prevalent in community life. The primary societal concern addressed in this article is the relationship between religion and terrorism. In this manuscript, the author critiques several individuals who exploit God's name for personal gain. The book exhibits the following faults and merits: 1. Insufficient story coherence, 2. Inappropriate conversation writing style. The strengths include: The author has effectively resonated with readers by candidly addressing societal issues.
The Social Functions of Ambonese Malay Pantun in Negeri Haruku, Central Maluku Regency Mustamu, Fiesta Trifena; Maspaitella, Martha; Latupapua, Falantino Eryk
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2026): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol7no1hlm23-32

Abstract

This study discusses the social functions of Ambonese Malay pantun in the community of Negeri Haruku, Central Maluku Regency. Pantun as an oral tradition is not merely a form of verbal expression but also serves as a medium for transmitting cultural values, social ethics, and collective identity within the community. This study aims to describe the social functions of Ambonese Malay pantun in the social and cultural life of the Haruku community. The research employed a qualitative descriptive method with an ethnographic approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and recording of oral traditions from local informants. The results show that Ambonese Malay pantun in Negeri Haruku functions as entertainment, educational media, social control, communication tool, and cultural preservation medium. Pantun is used in traditional ceremonies, social interactions, and community gatherings as a means of conveying advice, satire, and moral teachings. The study also reveals that pantun reflects the local wisdom and collective values of the Haruku community. Therefore, preserving pantun as an oral tradition is essential to maintain cultural identity and support intergenerational transmission of local knowledge.
Lokakarya Pendidikan Bahasa Ibu dan Dokumentasi Bahasa Alune sebagai Upaya Penguatan Budaya Maluku Falantino Eryk Latupapua; Chrissanty Hiariej
German fur Gesellschaft (J-Gefuge) Vol 5 No 1 (2026): German für Gesellschaft (J-Gefüge)
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jgefuege.5.1.37-42

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta mengenai pendidikan bahasa ibu dan dokumentasi bahasa sebagai bagian dari upaya penguatan budaya Maluku. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk lokakarya partisipatif yang melibatkan guru, dosen, mahasiswa, pegiat bahasa, dan komunitas penutur Bahasa Alune. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik penyusunan bahan ajar berbasis bahasa ibu, serta pelatihan dasar dokumentasi bahasa daerah. Materi yang diberikan mencakup konsep Mother Tongue-Based Multilingual Education (MLE), revitalisasi bahasa daerah, pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal, dan teknik dasar dokumentasi bahasa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fungsi bahasa ibu sebagai identitas budaya dan media pewarisan pengetahuan lokal. Peserta juga memperoleh keterampilan awal dalam menyusun bahan ajar sederhana berbasis bahasa Alune dan mendokumentasikan kosakata, ungkapan tradisional, serta unsur budaya lokal lainnya. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa lokakarya ini mampu menjadi ruang kolaborasi akademik dan komunitas dalam mendukung pelestarian bahasa daerah dan penguatan budaya lokal. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan program revitalisasi bahasa ibu dan dokumentasi budaya berbasis masyarakat secara berkelanjutan.