Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Perbaikan Nilai Susut Teknis Jaringan Tegangan Menengah Penyulang 5 Matur PT PLN Rayon Koto Tuo Sitti Amalia; Erhaneli Erhaneli; Zuriman Anthony; Sitti Amalia; Hedy Febriana Puspita Sari
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sistem yang sedang beroperasi akan mengalami rugi – rugi daya atau susut daya. Susut daya merupakan hal yang tidak bisa dihindari di dalam sistem distribusi jaringan tegangan menengah (JTM) dan merupakan suatu kerugian bagi PT. PLN di dalam hal penyaluran daya atau energi. Pada penelitian ini dihitung nilai susut Feeder 5 Matur Rayon Koto Tuo. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa nilai susut pada Feeder 5 Matur Rayon Koto Tuo dengan panjang saluran 105,460 kms sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan dengan uprating penghantar dan dibandingkan dengan target susut daya yang telah ditetapkan sebesar 1,8 %. Dari hasil analisa dan perhitungan didapat susut daya sebelum perbaikan sebesar 2,18% dan rugi tegangan 4,43%, setelah dilakukan uprating penghantar terjadi penurunan susut daya menjadi 1,13% dan rugi tegangan menjadi 2,22%. Berdasarkan hasil tersebut nilai susut teknis berkurang dengan dilakukan uprating penghantar.
Analisa Pengecekan Peralatan Arrester Menggunakan Thermovisi pada Bay Indarung 1 Gardu Induk Pauh Limo Sitti Amalia; Sitti Amalia; Rafika Andari; Ezi Azhari
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/JTE.2020.3133901

Abstract

Pemanasaan (hot point) yang terjadi pada peralatan Gardu Induk (switchyard) disebabkan oleh arus yang mengalir dalam konduktor akibat adanya hambatan. Bagian yang sering mengalami pemanasan adalah bagian terminal dan sambungan pada switchyard, terutama antara dua logam yang berbeda, serta penampang konduktor yang mengecil karena korosi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan investigasi pada bagian terminal dan sambungan tersebut, dengan cara melakukan pengontrolan atau pengecekan suhunya menggunakan thermovisi. Hasil pengujian menunjukan bahwa suhu panas pada peralatan arrester pada Bay Indarung 1 Gardu Induk Pauh Limo masih berada pada kondisi normal dimana suhunya berkisar antara 20°C - 43°C. Selisih suhu antar fasa peralatan arrester pada Bay Indarung 1 Gardu Induk Pauh Limo tidak ada yang mencapai kondisi III, namun sudah ada yang mencapai kondisi I dan II sehingga perlu dilakukan rencana perbaikan guna menghindari terjadinya hubung singkat antar fasa.
Study Pengisian Energi Ke Baterai Terhadap Output Energi Panel Surya Dengan Menggunakan Solar Tracker 4 Axis Sitti Amalia; Asnal Effendi; Frasha Kusuma; Andi M Nur Putra; Sitti Amalia; Arfita Yuana Dewi
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.727 KB) | DOI: 10.30596/rele.v5i1.10787

Abstract

Abstrak Kebutuhan energi yang semakin besar untuk dapat mendorong manusia melakukan penelitian pemanfaatan energi matahari untuk dikonversikan menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya dapat bergerak mengikuti matahari atau disebut dengan solar tracker yang akan dihubungkan kebaterai untuk menyimpan energi. Tujuan dilakukan penelitian untuk melihat kinerja penyimpanan energi panel surya terhadap baterai, dan mengetahui kerja monitoring penyimpanan baterai dengan menggunkan IoT. Penelitian dilakukan dengan menganalisa data alat dengan mengukur tegangan keluaran dari panel surya, arus yang mengalir ke baterai dan tegangan terisi baterai. Dengan panel surya mengikuti cahaya matahari dan panel surya yang tetap untuk melakukan pengisian baterai dan akan dipantau dengan menggunakan Internet Of Things (IoT) yang dapat diakses melalui WEB dan smartphone android melalui aplikasi. Berdasarkan hasil pengujian yang didapatkan pengisian baterai dengan solar tracker lebih cepat dibanding pengisian baterai dengan panel tetap. Selisih penyerapan energi pada pengisian baterai dengan kapitas 6,5Ah sebesar 11.937Ah dengan efesiensi pengisian baterai sebesar 1.48%. Sistem monitoring dengan IoT pengisian baterai dengan solar tracker sebesar 12.35 Volt dan arus sebesar 2.2 Ampere. Sedangkan untuk panel surya tanpa solar tracker diperoleh tegangan pengisian baterai sebesar 11.42 Volt dan arus sebesar 0.300 Ampere.Kata kunci : Panel Surya, Solar Tracker, BateraiAbstract The growing need for energy to encourage humans to research the use of solar energy to be converted into electrical energy by using solar panels that can move to follow the sun or called a solar tracker will be connected to a battery to store energy. This research aims to see the performance of solar panel energy storage on batteries and to know the work of monitoring battery storage using IoT. The research was conducted by analyzing device data by measuring the output voltage of the solar panel, the current flowing into the battery, and the voltage charged to the battery. With solar panels following sunlight and fixed solar panels to charge the battery and will be monitored using the Internet of Things (IoT) which can be accessed via the WEB and android smartphones through the application. Based on the test results, it was found that charging the battery with a solar tracker is faster than charging the battery with a fixed panel. The difference in energy absorption when charging a battery with a capacity of 6.5Ah is 11,937Ah with a battery charging efficiency of 1.48%. Monitoring system with IoT battery charging with a solar tracker of 12.35 Volts and a current of 2.2 Ampere. Meanwhile, for solar panels without a solar tracker, the battery charging voltage is 11.42 Volts and the current is 0.300 Ampere.Keywords: Solar Panel, Solar Tracker, Battery Keywords : Solar Panel, Solar Tracker, Battery
SISTEM MONITORING PENGISIAN BATERAI PLTS 100 WP MENGGUNAKAN SENSOR PZEM 004T DAN SENSOR TEGANGAN DC Sitti Amalia; Rafika Andari; Sitti Amalia; Christyan Davis Tinambunan
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 22, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/stsp.v22i1.461

Abstract

Energi listrik yang dihasilkan oleh PLTS tidak dapat dimonitor pada saat PLTS dioperasikan. Untuk mengurangi kerusakan panel surya dan meningkatkan kinerjanya, diperlukan suatu sistem yang memonitor kinerja panel. Proses pengisian baterai PLTS menggunakan panel 100 Wp dengan sebuah baterai 12V 45 AH yang berlangsung selama 8 jam.  Tahap awal dari proses perakitan sistem monitoring pengisian baterai adalah terlebih dahulu mengkalibrasi sensor tegangan. Setelah proses kalibrasi, kemudian dilakukan penentuan program dan penentuan nilai low dan high yang akan digunakan.  Selanjutnya, dilakukan proses penginputan program ke dalam aurduino melalui software aurduino IDE. Hasil pengukuran sensor tegangan DC dan hasil program yang digunakan kemudian diuji. Proses monitoring pengisian baterai PLTS dilakukan selama 3 hari penuh. Setelah dilakukan proses monitoring, nilai rata-rata tegangan yang naik selama pengisian dari 08.00 sampai 15.00 adalah sebesar 0,341 V.
Analisis Perawatan Crane Hoist pada Intake PLTA Maninjau Sitti Amalia; Sitti Amalia; Rafika Andari; Sitti Amalia; Syafeii Syafeii
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.13094

Abstract

The purpose of this research is to identify the type of crane hoist and examine the maintenance procedure that must be followed if the PLTA Maninjau Intake Hoist crane sustains damage. At the Maninjau hydropower facility, two treatments are carried out: routine maintenance and repair maintenance. Preventive maintenance (routine) is frequently performed on the PLTA Maninjau intake hoist crane four times a month / once a week. Corrective type maintenance is performed for transformer and contactor damage because it replaces components. As for pendan damage, only predictive type maintenance is carried out. Initially, each crane equipment was checked, then tested by operating the crane and checking which parts had malfunctioned or were damaged based on their use. If the crane being operated is damaged, then a re-check is carried out on the circuit or on the crane equipment that has failed. If the crane has no problem/damage, it means that the crane is in good condition and the inspection is complete.
OPTIMALISASI PEMBANGKIT LISTRIK MATAHARI DENGAN SOLAR TRACKING SYSTEM 4 ARAH Sitti Amalia; Ikhlassul Amal; Andi M Nur Putra; Sitti Amalia; Asnal Effendi
Rang Teknik Journal Vol 6, No 1 (2023): Vol. 6 No. 1 Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.792 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v6i1.3303

Abstract

Penelitian ini membahas tentang optimalsasi penyerapan intensitas cahaya matahari, untuk mendapatkan penyarapan yang optimal maka pengujian dilakukan dengan membandingkan tegangan yang dihasilkan oleh dua sistem gerak pada solar tracker ini dengan tingkat optimal sistem gerak menggunakan sensor LDR di peroleh paling tinggi 1,15% dengan selisih tegangan paling tinggi 2,2 volt, sehingga pada pengujian didapatkan hasil tingkat ke optimalan dari dua sistem yaitu sistem gerak menggunakan sensor LDR lebih baik dalam menyerap intensitas cahaya dibandingkan sistem gerak menggunakan sistem penundaan waktu.
The Effect of Voltage Changes Toward Time and Temperature Charging of Electrical Vehicle Battery Sitti Amalia; Andi Muhammad Nur Putra; Sitti Amalia
ELECTRON Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 4 No 2: Jurnal Electron, November 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/electron.v4i2.63

Abstract

Technology in electric vehicles (EVs) has emerged as a major topic in the development of environmentally friendly and efficient energy. The battery is one of the most important components of an EV. Using the CCCV charging method, the battery will be more stable when charging. The performance of an EV mainly depends on its battery charging strategy. Consumers want fast charging with long-distance travel and good acceleration. Various filling techniques are currently in use, but research is still ongoing to find which one is more optimal and reliable. Modelling and simulation are very important to find out how to get optimal charging current or voltage, as well as determine the pattern of the charging circuit to shorten the charging time for EVs. This paper proposes a design and method that is carried out by changing the output voltage with a boost converter circuit to see the effect of time and temperature during charging and the simulation results are obtained regarding the length of time for charging Lithium-ion batteries. With the 420 V input voltage and 153 A, the battery is fully charged for 4500 seconds with a maximum temperature of 38° at a voltage of 420 V and the fastest charging time is 1200 seconds at an output voltage of 450 V with a maximum temperature of 62°. A 10 V voltage change resulted in a temperature increase of 6°C and a charging time of 600 seconds for each cycle.
PERANCANGAN SISTEM KONTROL MESIN PERONTOK PADI DENGAN MENGGUNAKAN PWM DIMMER Sitti Amalia; Sitti Amalia; Doni Agrianto; Anggun Anugrah; Sitti Amalia; Andi Syofian
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 4 (2023): Vol. 5 No. 4 Edisi 1 Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i4.1614

Abstract

Sistem kontrol speed motor menggunakan PWM dimmer 15A 24 volt merupakan suatu sistem yang dirancang untuk mengontrol kecepatan motor dengan memanfaatkan teknologi PWM (Pulse Width Modulation) dimmer pada sumber tegangan 24 volt dan daya hingga 15A. PWM dimmer digunakan untuk mengontrol duty cycle tegangan listrik yang diberikan ke motor sehingga mengatur putaran motor dan kecepatannya. Sistem kontrol speed motor menggunakan PWM dimmer 15A 24 volt memiliki beberapa komponen utama seperti PWM dimmer, MOSFET driver, MOSFET power switch, inductor, diode, dan resistor. Sinyal PWM yang dihasilkan oleh PWM dimmer dikirim ke MOSFET driver, kemudian diteruskan ke MOSFET power switch yang mengontrol aliran arus menuju motor. Komponen inductor dan diode diatur dalam susunan tertentu untuk menghasilkan sinyal PWM yang lebih halus dan stabil. Dalam pengujian sistem, pengaturan kecepatan motor dilakukan dengan memvariasikan duty cycle sinyal PWM pada PWM dimmer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem kontrol speed motor menggunakan PWM dimmer 15A 24 volt mampu mengontrol kecepatan motor secara presisi dan efektif. Sistem ini juga memiliki keuntungan berupa penggunaan daya listrik yang lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan resistor sebagai metode pengatur kecepatan motor konvensional. Dalam kesimpulannya, sistem kontrol speed motor menggunakan PWM dimmer 15A 24 volt merupakan solusi yang efektif dan efisien untuk mengontrol kecepatan motor. Penggunaan teknologi PWM dimmer pada sistem ini juga memungkinkan untuk mengatur kecepatan motor dengan presisi dan stabil. Namun, dalam penerapannya, harus diperhatikan bahwa penggunaan MOSFET power switch dan MOSFET driver yang sesuai dengan spesifikasi dapat mempengaruhi kinerja sistem.
PERANCANGAN SISTEM KONTROL MESIN PERONTOK PADI DENGAN MENGGUNAKAN PWM DIMMER Sitti Amalia; Sitti Amalia; Doni Agrianto; Anggun Anugrah; Sitti Amalia; Andi Syofian
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 4 (2023): Vol. 5 No. 4 Edisi 1 Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i4.1614

Abstract

Sistem kontrol speed motor menggunakan PWM dimmer 15A 24 volt merupakan suatu sistem yang dirancang untuk mengontrol kecepatan motor dengan memanfaatkan teknologi PWM (Pulse Width Modulation) dimmer pada sumber tegangan 24 volt dan daya hingga 15A. PWM dimmer digunakan untuk mengontrol duty cycle tegangan listrik yang diberikan ke motor sehingga mengatur putaran motor dan kecepatannya. Sistem kontrol speed motor menggunakan PWM dimmer 15A 24 volt memiliki beberapa komponen utama seperti PWM dimmer, MOSFET driver, MOSFET power switch, inductor, diode, dan resistor. Sinyal PWM yang dihasilkan oleh PWM dimmer dikirim ke MOSFET driver, kemudian diteruskan ke MOSFET power switch yang mengontrol aliran arus menuju motor. Komponen inductor dan diode diatur dalam susunan tertentu untuk menghasilkan sinyal PWM yang lebih halus dan stabil. Dalam pengujian sistem, pengaturan kecepatan motor dilakukan dengan memvariasikan duty cycle sinyal PWM pada PWM dimmer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem kontrol speed motor menggunakan PWM dimmer 15A 24 volt mampu mengontrol kecepatan motor secara presisi dan efektif. Sistem ini juga memiliki keuntungan berupa penggunaan daya listrik yang lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan resistor sebagai metode pengatur kecepatan motor konvensional. Dalam kesimpulannya, sistem kontrol speed motor menggunakan PWM dimmer 15A 24 volt merupakan solusi yang efektif dan efisien untuk mengontrol kecepatan motor. Penggunaan teknologi PWM dimmer pada sistem ini juga memungkinkan untuk mengatur kecepatan motor dengan presisi dan stabil. Namun, dalam penerapannya, harus diperhatikan bahwa penggunaan MOSFET power switch dan MOSFET driver yang sesuai dengan spesifikasi dapat mempengaruhi kinerja sistem.
Comparison of Battery Electric Power Consumption in a Fingerprint System or a Motor Manual Lock System Sitti Amalia; Sitti Amalia; Rafika Andari; Jumadi Arif
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2023): PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v10i1.4285

Abstract

Motorcycle security systems using fingerprint sensors are needed to avoid theft because of their high level of security compared to manual systems. This study underscores the importance of using this fingerprint sensor for motorcycle security. The formulation of the problem in this study is how much electricity is required in the motorcycle battery for this fingerprint security system. This system uses various components, such as the R503 fingerprint sensor, Arduino Uno, buzzer, 4-channel relay, ignition key, and motorcycle starter. Testing of this system is performed by inserting a finger in a wet, oily, dusty, or normal condition, and the result is that this sensor is capable of detecting the entire condition of the finger. Attempts to start a motorcycle with all ten fingers showed that the left index finger started faster under normal conditions, in 1.55 seconds compared to the manual method, which took 2.05 seconds longer. It also measures power consumption and calculates how long the battery can power this device. The result is that the battery can power this device for 180 hours without interruption