Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Effect of Vermicompost and Nitrogen on N, K, Na Uptakes and Growth of Sugarcane in Saline Soil Djajadi Djajadi; Roni Syaputra; Sulis Nur Hidayati; Yaumil Khairiyah
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 42, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v41i0.2364

Abstract

Areal cultivation of sugarcane in Indonesia is expanded to soil with high salt content. There is an urgent need to find an appropriate soil amendment fertilizer to minimize negative effect of saline soil on sugarcane growth. The objective of the research was to determine the effect of vermicompost and nitrogen on N, K and Na uptakes and growth of sugarcane grown in saline soil. The treatments consisted of three rates of vermicompost (equivalent to 0, 10, 20 t/ha) and three rates of nitrogen fertilizer (equivalent to 50, 75 and 100 kg N/ha). Nine combinations of treatments were arranged in randomized block design with four replicates. Sugarcane commercial variety of ‘Bululawang (BL)’ was planted for 4 months in soil with Electrical Conductivity (EC) of 4.12 dS/m. Results showed that interaction between vermicompost and nitrogen fertilizer rate increased N, K uptakes and growth of sugarcane in saline soil. Addition amount of vermicompost and nitrogen reduced soil EC and Na/K ratio uptake of sugarcane. In this study, addition of 20 t vermicompost together with 50 kg N/ha induced sugarcane production with the highest biomass during 4 month planted in saline soil.
Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula pada Tanaman Singkong (Manihot esculenta) di Tanah Inceptisol Bogor Yaumil Khairiyah; Rahayu Widyastuti; Rohani Cinta Badia Ginting
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.27.3.414

Abstract

Cassava is widely grown in Inceptisol. As agricultural land, the soil has several problems, i.e., high soil acidity, easily leached soil surface layers, unstable soil aggregates, and slow permeability. Arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) form a symbiotic relationship with over 80% of higher plant species. However, the effectiveness of AMF on cassava has not been widely reported. This study aimed to determine the effect of AMF inoculants on the vegetative growth of cassava in Inceptisol. The AMF inoculants used were Gigaspora sp., Glomus manihotis, and a consortium of Acaulospora tuberculata and Glomus rubiforme. The experiment was performed in a Randomized Block Design with 8 treatments and 3 replications, i.e., M1 = G. manihotis; M2 = Gigaspora sp.; M3 = consortium of A. tuberculata-G. rubiforme; M4 consortium of G. manihotis-Gigaspora sp.; M5 consortium of G. manihotis-A. tuberculata-G. rubiforme; M6 consortium of A. tuberculata-G. rubiforme-Gigaspora sp.; and M7 consortium of G. manihotis-A. tuberculata-G. rubiforme-Gigaspora sp.; and control (as recommended dose of NPK fertilizers). In the AMF application treatment, 75% of the recommended NPK fertilizer was applied, thus saving 25% from the control. A total of 50 AMF spores were applied to each cassava plant and maintained for 8 weeks. The data were analyzed using the RStudio 4.1.1 program. The results showed that all treatments with AMF gave various effectiveness and could compete with the indigenous AMF. AMF application significantly increased the vegetative growth of cassava grown in Inceptisols, i.e., shoot and root dry weight, root length, P-uptake, and percentage of root infection. Application of G. manihotis and the consortium of A. tuberculata-G. rubiforme-Gigaspora sp. effectively increased cassava plants' growth for 8 weeks in Inceptisol. The AMF application could save 25% on the use of NPK fertilizers. Keywords: Acaulospora, cassava, Gigaspora, Glomus, fertilizer, mycorrhizal
Transformasi Mineral Klei pada Pertanian Intensif: Implikasi terhadap Kesuburan Tanah dan Keberlanjutan R. Ayu Chairunnisya; Retno L Lubis; Yaumil Khairiyah; Khairun Purgawa; Retno Purnama Sari
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i1.53699

Abstract

Transformasi mineral klei dalam tanah akibat intensifikasi pertanian memiliki dampak signifikanterhadap kesuburan tanah dan keberlanjutan sistem pertanian. Artikel review ini mengkaji dinamikatransformasi mineral klei yang dipicu oleh praktik seperti pemupukan kimia, irigasi berlebih, danpengolahan tanah intensif. Transformasi ini memengaruhi kapasitas tukar kation, retensi hara, danstabilitas agregat tanah, dengan implikasi jangka panjang terhadap produktivitas dan kesehatan tanah.Kajian literatur dilakukan dengan meninjau publikasi dalam lima tahun terakhir yang berkaitan dengankata kunci "transformasi mineral klei," "evolusi klei pada tanah," dan "pengelolaan tanah pertanianberkelanjutan." Sumber yang dipilih berasal dari basis data ilmiah terkemuka dan mencakup studi yangsecara representatif menggambarkan transformasi mineral klei dalam sistem tanah pertanian sertadampaknya terhadap sifat tanah. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi antara mineral klei, bahanorganik, dan mikroorganisme dapat mempercepat transformasi mineral, tetapi juga membuka peluanguntuk pengelolaan adaptif yang meningkatkan fungsi tanah. Oleh karena itu, strategi pertanianberkelanjutan berbasis bukti, seperti penggunaan biochar dan pertanian presisi, direkomendasikanuntuk memitigasi dampak negatif transformasi mineral klei dan mendukung keberlanjutan tanah.
Potensi Bakteri Pelarut Fosfat pada Lahan Tegakan Hutan dan Perkebunan Singkong di Kawasan Kampus IPB Dramaga Bogor Firlandiana, Maulidi; Khairiyah, Yaumil; Perala, Iwan; Mustikaningrum, Dhina; Kristiawan, Kristiawan; Maimunah, Maimunah; Suprayitno, Suprayitno; Prasetya, Herry; Dewi Setyana, Abdi; Subiyanto, Subiyanto
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.04

Abstract

Tanaman memerlukan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan, salah satunya yaitu fosfor (P). Namun tanaman hanya dapat menyerap P dari tanah dalam bentuk ion fosfat (H2PO4- dan HPO42-). Tantangan besar yang dilakukan untuk menyediakan P terlarut atau tersedia, terjawab oleh penemuan Bakteri Pelarut Fosfat (BPF). Mikrob ini menghasilkan asam-asam organik yang dapat melarutkan senyawa fosfat kompleks dan atau mengikat kation dari ion (PO43-) untuk melepaskan P tersedia dalam tanah. Areal rhizosfer tanah memiliki potensi keragaman mikrob yang tinggi karena menyediakan sumber makanan (eksudat) yang dikeluarkan dari akar tanaman. Penelitian ini bertujuan menentukan kualitas isolat BPF dari ekosistem perkebunan singkong dan hutan Kampus IPB Dramaga dengan Indeks Pelarut Fosfat (IPF) tertinggi pada berbagai sumber P dan variasi pH serta menentukan isolat BPF yang bersifat non-patogenik terhadap manusia, hewan, dan tanaman. Penelitian ini diawali dengan mengisolasi BPF dari areal rhizosfer, menumbuhkannya pada media selektif Pikovskaya, identifikasi morfologi koloni secara makroskopis, seleksi koloni BPF yang menghasilkan halozone (zona bening), mengukur IPF, dan mengujinya pada media Pikovskaya dengan berbagai sumber P dan tingkatan pH. Hasil isolasi menunjukkan adanya 9 isolat 2 diantaranya dari tegakan hutan dan 7 dari perkebunan singkong yang menghasilkan halozone. Isolat 6P dan 7P dari tegakan hutan memiliki IPF tertinggi berturut-turut sebesar 3,10 dan 3,33. Adapun isolat BPF hanya dapat mengasilkan halozone pada media sumber P dari kompleks Ca-P dengan kondisi pH basa dan pH tanah. Dari 9 isolat terpilih, 6 diantaranya yaitu isolat 1P, 3P, 4P, 6P, 7P, dan 9P teruji bersifat non-patogen terhadap sel manusia, hewan, maupun tanaman.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Toleran Logam Berat sebagai Agen Bioremediasi Merkuri (Hg) dan Timbal (Pb) Khairiyah, Yaumil; Maulidi Firlandiana; Rizki Estiningtyas; Safira Eka Aprianti; Iwan Perala; Laudy Arrisa Arumsari Sahana; Eka Lupitasari; R.A. Chairunnisya; Retno L Lubis; Guruh Mayka Putra
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53713

Abstract

Pencemaran logam berat, khususnya merkuri (Hg) dan timbal (Pb), telah menjadi masalah lingkungan yang serius akibat sifatnya yang persisten dan toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri toleran logam berat dari tanah tercemar di area penambangan emas dan kawasan industri di Banten dan Bogor, serta mengevaluasi potensi patogenitasnya. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan media Luria Bertani (LB) yang diperkaya dengan HgCl₂ dan PbCl₂, diikuti dengan karakterisasi morfologi dan uji patogenitas pada media blood agar. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 27 isolat toleran Hg dan 30 isolat toleran Pb. Sebagian besar isolat menunjukkan karakteristik morfologi adaptif berupa koloni kecil, transparan, dan tidak berpigmen. Uji patogenitas mengungkapkan bahwa 55,56% isolat toleran Hg (15 isolat) dan 73,33% isolat toleran Pb (22 isolat) bersifat patogen (β-hemolisis), sedangkan 12 isolat toleran Hg dan 3 isolat toleran Pb tergolong non-patogen (γ-hemolisis). Temuan ini menunjukkan bahwa beberapa isolat memiliki potensi sebagai agen bioremediasi, aspek keamanan biologis perlu diperhatikan sebelum aplikasinya di lingkungan sebagai strategi bioremediasi logam berat secara aman dan berkelanjutan.
Interaksi Fe3+ dan pH terhadap Dispersibilitas Klei Tipe 1:1 pada Tanah Sawah di Kabupaten Bogor R Ayu Chairunnisya; Retno Purnama Sari; Silfi Indrasari; Retno L Lubis; Yaumil Khairiyah; Khairun Purgawa; Iskandar; Dyah Tjahyandari Suryaningtyas
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53714

Abstract

Klei tipe 1:1 seperti kaolinit umumnya memiliki kestabilan dispersi yang tinggi karena muatan permukaan yang relatif rendah, namun keberadaan ion multivalen seperti Fe³⁺ dalam lingkungan tanah dapat memengaruhi perilaku dispersinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi ion Fe³⁺ dan pH terhadap tingkat dispersi klei 1:1 pada tiga jenis tanah, yaitu DRM1, GSR1, dan GSDR1. Metode yang digunakan meliputi pencampuran suspensi tanah dengan larutan FeCl₃ pada berbagai konsentrasi (0,01 M hingga 0,10 mmol L-1) dan pada kisaran pH 5,5–6,5, diikuti dengan pengukuran nilai transmisi menggunakan spektrofotometer sebagai indikator tingkat flokulasi. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Fe³⁺ tidak secara konsisten menurunkan nilai transmisi. Pada DRM1 dan GSDR1, peningkatan konsentrasi Fe³⁺ justru menyebabkan kenaikan transmisi pada pH tertentu, menunjukkan terjadinya dispersi akibat pembentukan kompleks Fe hidroksi bermuatan negatif. Sementara itu, pada GSR1, penurunan transmisi yang lebih stabil diamati, menunjukkan respons tanah yang lebih sesuai dengan teori flokulasi. Temuan ini menunjukkan bahwa ion Fe³⁺ tidak selalu berfungsi sebagai agen flokulan yang efektif bagi klei 1:1, tergantung pada kondisi kimia tanah. Implikasi dari hasil ini penting bagi pengelolaan lahan pertanian, khususnya dalam mencegah degradasi struktur tanah akibat dispersi klei. Pengaturan pH, penambahan amelioran, dan manajemen irigasi yang tepat menjadi strategi penting dalam mempertahankan stabilitas agregat tanah.  
Dinamika Sifat Kimia Tanah pada Kronosekuensi Umur Tanaman Menghasilkan (TM) Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Lubis, Retno Leodita; Khairiyah, Yaumil; Chairunnisya, R Ayu; Wijaya, Laila; Khusrizal; Akbar, Halim
Jurnal Pertanian Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Pertanian
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v17i1.24467

Abstract

Karakteristik kimia tanah pada ekosistem perkebunan kelapa sawit bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh faktor umur tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika sifat kimia tanah pada berbagai kronosekuensi umur Tanaman Menghasilkan (TM) di PT Langkat Nusantara Kepong, Kebun Padang Brahrang. Penelitian menggunakan metode survei deskriptif dengan pengambilan sampel tanah pada kedalaman 0–20 cm di empat tingkatan umur tanaman menghasilkan: 5, 7, 10, dan 11 tahun. Parameter yang dianalisis meliputi pH, N-total, P-tersedia, K-dd, dan KTK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan umur tanaman berkorelasi positif terhadap peningkatan pH tanah dari kriteria masam (<5,20) menjadi lebih netral (>5,40) pada umur 11 tahun, yang disebabkan oleh mineralisasi basa-basa dari residu organik. Kapasitas Tukar Kation (KTK) mencapai nilai optimal pada umur 7 tahun (20,22 cmol(+)kg⁻¹) sebelum kemudian menurun pada umur 10 dan 11 tahun. Kalium (K-dd) menunjukkan pola fluktuatif dengan lonjakan signifikan pada umur 10 tahun (0,65 cmol(+)kg⁻¹). Penurunan ketersediaan P dan K pada umur 11 tahun menunjukkan terjadi penurunan yang disebabkan karena laju pemanenan yang tinggi.
Biochemical and Pathogenic Characterization of Rhizobacteria with Insecticidal Activity Against Spodoptera litura Yaumil Khairiyah; Maulidi Firlandiana; Siti Mudrikah; Rizky Estiningtyas; Iwan Perala; Intan Nirmalasari; Rifki Rahmatullah
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 31 No. 3 (2026): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.31.3.518

Abstract

The increasing demand for environmentally friendly alternatives to chemical pesticides has driven the exploration of rhizosphere bacteria as biocontrol agents. The rhizosphere is recognized as a hotspot for functionally diverse bacteria with biocontrol potential owing to intense plant-microbe interactions and selective ecological pressures. This study successfully isolated and characterized thermotolerant bacteria from acidic long bean and soybean soils to control the armyworm pest Spodoptera litura. Sixteen bacterial isolates were obtained through serial dilution and temperature selection (28°C to 90°C), two of which, KP284 and K504a, demonstrated potent entomopathogenic activity. These isolates induce rapid larval mortality (wet-lysis type) within 2–5 days after ingestion, which is a distinct and effective mode of action. Biochemical profiling revealed that both isolates were gram-negative, obligate aerobes, catalase- and oxidase-positive, with strong acid production during carbohydrate fermentation, and capable of growing under acidic to neutral pH conditions. Importantly, both isolates were non-pathogenic to plants and animals, ensuring their safety. Furthermore, the bacteria maintained viability in low-cost organic carrier media (molasses and rice washing water), supporting the formulation of a practical biopesticide. These findings highlight KP284 and K504a as promising candidates for sustainable pest management in tropical agriculture, representing a novel contribution to rhizobacterial biocontrol research. Keywords: biochemical test, biopesticides, KP284, organic carrier formulation, thermotolerant rhizobacteria