Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

MEMBANGUN TELEPON LOKAL MENGGUNAKAN ANDROID DAN SERVER ELASTIX IP PBX PADA SMA NEGERI 5 LUBUKLINGGAU Armanto Armanto
Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas Vol 1 No 1 (2016): Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas DESEMBER
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jusikom.v1i1.221

Abstract

Pada saat ini di SMA Negeri 5 Lubuklinggau komunikasi lokal masih dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan belum memanfaatkan akan suatu jaringan komputer. Untuk saling berkomunikasi mereka dengan sangat terpaksa harus datang menghampiri ke ruangan atau bagian mereka masing-masing dan dapat menyita waktu dan dapat menghambat pekerjaan. Serta penggunaan handphone dengan pulsa berbayar dapat membebani dengan biaya yang mahal Pada penelitian ini digunakan beberapa alat seperti satu unit pc yang digunakan untuk server dengan sistem operasi Elastix, Handphone android sebagai media komunikasi dan Wireless Router TP-Link sebagai hotspot. Sedangkan dalam melakukan pengembangan sistem digunakan metode NDLC (Network Development Life Cycle). Dengan memanfaatkan Elastix IP PBX sebagai server dan handphone android sebagai alat komunikasi pada jaringan komunikasi telepon lokal, maka dapat menekan tingkat pengeluaran dari segi biaya dibandingkan biaya telepon berbayar dan membuat komunikasi menjadi efektif dan efisien.
IMPLEMENTASI PROTOKOL FTP (FILE TRANSFER PROTOKOL) PADA KANTOR KECAMATAN LUBUKLINGGAU UTARA I SEBAGAI MEDIA PENYIMPANAN JARINGAN Armanto Armanto
Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas Vol 2 No 1 (2017): Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.444 KB) | DOI: 10.32767/jusikom.v2i1.223

Abstract

Implementasi Protokol Ftp (File Transfer Protokol) Pada Kantor Kecamatan Lubuklinggau Utara I  Sebagai Media Penyimpanan Jaringan Pada saat ini Kantor camat Lubuk linggau utara 1Belum Mempunyai server FTP (File Transfer Protokol) Sehingga Staff Kantor camat tersebut belum bisa menikmati penggambilan data secara efesian, Penyimpanan data kantor masih di simpan di masing masing komputer staff kantor camat lubuklinggau utara 1,mereka bertukar data masih menggunakan flesdisk ataupun memori eksternal sehingga rawan terhadap virus yang masuk. Oleh sebab itu banyak staff yang mengeluhkan akan komputernya yang sering di serang firus dari flesdisk . dengan di bangunnya sebuah sistem baru di kantor camat tersebut staff kantor camat tersebut bisa menikmati pengambilan data secara efesien dengan cara mengakses sebuah server yang telah di rancang untuk menyimpan data kantor tersebut , Sistem baru  dikantor camat  yang menggunkan sebuah alat jaringan yang dibilang sudah cukup canggih  sekarang ini dengan sistem FTP  (File Transfer Protokol) sehingga staff kantor dapat menggambil file dengan mudah yaitu dengan cara mengakses ip adress server FTP tersebut maka sistem akan merespon shinnga pengguna diminta user dan password yang telah di buat barulah staff bisa mengkopi data yang di butuhkan.Pada penelitian ini menggunakan beberapa alat untuk mendukung penelitian ini seperti satu unit router Mikrotik Rb951ui-2nd (Hap)  yang digunkan sebagai server jaringan,satu buah laptop untuk melakuan pengaturan pada router, satu buah swich untuk pembagian jaringan per komputer, 2 buah wireless untuk penyebaran jaringan internet melalui signal wireles atau koneksi internet tanpa kabel dan antena omni untuk penyebaran signal agar lebih luas,satubuah komputer yang digunakan untuk serverFTP, koneksi internet dari Pt.Telkom Indonesia yaitu speedy.
PERANCANGAN PENGELOLAHAN JARINGAN LOAD BALANCING DAN FILEOVER MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK RB 951 SERIES PADA STKIP PGRI LUBUKLINGGAU Armanto Armanto
Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas Vol 2 No 2 (2017): Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas DESEMBER
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.921 KB) | DOI: 10.32767/jusikom.v2i2.227

Abstract

Semakin besarnya kebutuhan Internet kususnya pada dunia pendidikan saat ini jika  hanya menggunakan satu layanan ISP saat ini dirasakan sudah tidak mencukupi lagi, sehingga untuk memenuhi kebutuhan akses Internet yang cukup tinggi didalam dunia pendidikan maka dari itu untuk meng antisispasi melonjaknya pemakaiyan internet di lingkungan pendidikan STKIP Lubuklinggau, maka pihak perguruantinggi harus memsanga satu buah layanan internet lagi agar jika satu layanan mengalamai trauble atau mengalami gangguan jaringan dari profider maka ada satu layanan ISP lagi yang meng kafer pemakaiyan internet di perguruantinggi STKIP PGRI  Dengan bertambahnya jumlah jaringan ISP yang digunakan maka dibutuhkannya suatu metode untuk memaksimalkan penggunaan yang disebut dengan load balancing dan failover, yaitu suatu metoda pembagian beban secara seimbang antara pembagian bandwidth lokal maupun internasional sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan dan juga suatu metode berpindahnya suatu ISP ke ISP lain secara otomatis apabila suatu ISP tersebut mengalamin kegagalan koneksi.Dengan diterapkannya metoda load balancing ini diharapkan lebih mempermudah sistem jaringan yang ada pada saat ini dan dapat membantu pihak IT dalam melakukan pengawasan jaringan .
PROTOTIPE ALAT PENGUKUR TINGKAT KEMATANGAN BUAH PEPAYA MENGGUNAKAN SENSOR WARNA TCS3200 Anugrah Pratama; Armanto Armanto; Satrianansyah Satrianansyah
Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas Vol 8 No 1 (2023): Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah pepaya merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi oleh banyak masyarakat di Indonesia, karena buah pepaya memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Salah satu varietas buah pepaya yang saat ini digemari oleh semua kalangan masyarakat yaitu buah pepaya California. Sekarang ini, mayoritas tingkat kematangan buah pepaya ini biasanya dilakukan secara manual oleh petani dengan memperhatikan warna, bentuk, ukuran dan tekstur dari buah pepaya. Prototipe ini dibangun menggunakan Sensor Warna untuk mendeteksi warna pada kulit buah pepaya dan LCD sebagai tampilan Output. Pengujian karakteristik sensor warna TCS3200 dilakukan dengan mendeteksi 2 tingkat kematangan yang berbeda menggunakan jarak yang sama. Buah pepaya mentah berwarna hijau dan buah matang yang berwara orange. Warna pada buah pepaya dapat kita gunakan untuk mengklarisifikasi dalam kelas mentah dan matang. Buah pepaya mentah memiliki nilai R= 104, G= 149, dan B= 128. Sedangkan nilai RGB buah pepaya matang adalah R= 53, G= 99 dan B= 87.
PROTOTIPE ALAT PENGUKUR TINGKAT KEMATANGAN BUAH PEPAYA MENGGUNAKAN SENSOR WARNA TCS3200 Anugrah Pratama; Armanto Armanto; Satrianansyah Satrianansyah
Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas Vol 8 No 1 (2023): Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jusikom.v8i1.1962

Abstract

Buah pepaya merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi oleh banyak masyarakat di Indonesia, karena buah pepaya memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Salah satu varietas buah pepaya yang saat ini digemari oleh semua kalangan masyarakat yaitu buah pepaya California. Sekarang ini, mayoritas tingkat kematangan buah pepaya ini biasanya dilakukan secara manual oleh petani dengan memperhatikan warna, bentuk, ukuran dan tekstur dari buah pepaya. Prototipe ini dibangun menggunakan Sensor Warna untuk mendeteksi warna pada kulit buah pepaya dan LCD sebagai tampilan Output. Pengujian karakteristik sensor warna TCS3200 dilakukan dengan mendeteksi 2 tingkat kematangan yang berbeda menggunakan jarak yang sama. Buah pepaya mentah berwarna hijau dan buah matang yang berwara orange. Warna pada buah pepaya dapat kita gunakan untuk mengklarisifikasi dalam kelas mentah dan matang. Buah pepaya mentah memiliki nilai R= 104, G= 149, dan B= 128. Sedangkan nilai RGB buah pepaya matang adalah R= 53, G= 99 dan B= 87.
PENERAPAN METODE DEEP LEARNING PADA SISTEM PENDETEKSI GAMBAR NOTASI BALOK Iga Claudia Rossi; Armanto, Armanto; Tri Hasanah Bimastari Aviani
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 12 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v2i12.2807

Abstract

Sistem deteksi Notasi balok adalah perangkat lunak yang memungkinkan Anda belajar memahami isi notasi musik . Siswa kursus Musik piano harus belajar berjam-jam untuk membaca dan memahami musik yang sangat sulit. Maka dibuatlah sistem untuk membantu siswa yang belum memahami notasi blok menguasainya lebih cepat. Struktur sistem didasarkan pada model jaringan saraf konvolusional dan menggunakan pembelajaran mendalam untuk pelatihan. Sistem belajar melalui pelatihan dan menampilkan grafik. Hasil akurasi berada dalam beberapa poin persentase, yang menunjukkan keakuratan sistem. Presisi maksimum adalah 100%, nilai presisi minimum adalah 0%.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Ruang Hidroponik Berbasis Mikrokontroler Nodemcu Dengan Penjadwalan Pemberian Nutrisi Otomatis Anggoro, Dimas Bayu; Armanto, Armanto; Hidayat, Asep Toyib; Karman, Joni
BEES: Bulletin of Electrical and Electronics Engineering Vol 5 No 1 (2024): July 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bees.v5i1.5518

Abstract

Indonesia has vast agricultural and plantation lands, yet the efficiency and productivity of this sector still need improvement. One solution is the application of Internet of Things (IoT) technology in hydroponic systems, allowing for automatic and real-time control and monitoring of plant conditions. This research aims to develop a hydroponic room monitoring system based on the NodeMCU microcontroller with automated nutrient scheduling. The methods used in this study include the design and implementation of an IoT system using NodeMCU, humidity sensors, temperature sensors, and nutrient pumps, as well as the development of a smartphone application for monitoring and control. The research results show that the developed system can accurately monitor hydroponic environmental conditions and automatically provide nutrients according to the scheduled time. The use of this technology is expected to facilitate farmers in monitoring and maintaining hydroponic plants, improving water and nutrient use efficiency, and optimizing crop yields. In conclusion, the application of IoT in hydroponic systems positively impacts agricultural productivity, especially in areas with limited land, and offers a practical solution for urban communities interested in modern agriculture.
MONITORING SISTEM PENDETEKSI KETINGGIAN BENCANA BANJIR DENGAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS IOT Husein, Muhammad; Armanto, Armanto; Sobri, Ahmad
Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas Vol 8 No 1 (2023): Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jusikom.v8i1.2062

Abstract

Masalah pada penelitian adalah belum adanya pemanfaatan teknologi berbasis IoT pada monitoring akan bahayanya bencana banjir. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data, dengan cara pengamatan secara langsung terhadap objek dan dokumentasi dengan cara membaca pedoman-pedoman literature serta jurnal yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembuatan hardware maupun software mengenai pembuatan alat monitoring pendeteksi banjir menggunakan board NodeMCU ESP8266 sebagai landasan dimana hardware tersebut dapat menjadi input pada software Arduino Ide. Hardware yang digunakan dalam penelitian ini berupa NodeMCU ESP8266, Sensor Ultrasonik, dan Modul Buzzer, yang dimana sistem kerja alat ini yaitu di saat sensor ultrasonik mendeksi ketinggian air maka suara buzzer akan berbunyi selama beberapa detik dan notifikasi alarm akan masuk ke HP melalui aplikasi Telegram dan ketinggian air akan dimonitoring melalui aplikasi Blynk IoT sebagai penghubung IoT kepada pemilik masing masing ponsel sebagai tanda bahwa ketinggian air sudah beranjak naik. Dapat disimpulkan bahwa perencanaan ini menghasilkan hardware dan software berjalan sesuai yang diinginkan sehingga pemilik yang memiliki Platform IoT tersebut dapat bersiap siaga akan datang nya bencana banjir.
DISTRIBUSI VERTIKAL UNSUR HARA FOSFOR (P) PADA LAHAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN BUDONG-BUDONG Armanto, Armanto; Pata’dungan, Yosep Soge; Khaliq, Moh. Adnan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i2.2552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi vertikal unsur hara fosfor (P) tanah pada lahan kelapa sawit di Kecamatan Budonng-Budong sehingga dapat diketahui pada kedalaman berapa unsur fosfor (P) banyak terakumulasi dalam tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah dan analisis sifat kimia tanah akan dilaksanakan di Laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September hingga Desember 2021. Analisis data yang digunakan menggunakan metode deskriptif eksploratif yaitu mendeskripsikan masing-masing variabel sifat kimia tanah berdasarkan hasil analisis di laboratorium serta lapangan dan didukung oleh data curah hujan lima tahun terakhir di daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi fosfor (P) pada Lahan Kelapa Sawit di Kecamatan Budong-Budong memiliki nilai yang berbeda. Nilai tertinggi P-Total secara keseluruhan terlihat pada titik sampel 2 dengan kedalaman 0 cm atau lapisan atas yaitu 48,37 mg/100 g, dan yang terendah terdapat pada titik sampel 3 dengan kedalaman vertikal 60 cm yaitu, 7,61 mg/100 g. Nilai data ke 4 titik sampel pada gambar 4, menunjukkan nilai data yang sangat berbeda, dimana pada titik sampel 2 dan 4 memiliki nilai kadar P-Total tinggi di kedalaman 60 cm. Berbeda halnya pada titik sampel 1 dan 3 yang memiliki nilai kadar P-Total sedang. Nilai P-Tersedia tertinggi secara keseluruhan terlihat pada titik sampel 2 dengan kedalaman 60 cm yaitu 32,93 ppm dan yang terendah terdapat pada titik sampel 1 dengan kedalaman vertikal 60 cm yaitu ,3,36 ppm.
Pemanfaatan Aplikasi Paint Untuk Pengenalan Teknologi Informasi Pada Siswa SD Negeri Air Lesing Aktavera, Beni; Intan, Bunga; Armanto, Armanto; Nurdiansyah, Deni; wijaya, harma oktafia lingga; Basmansyah, Attaya Rifki; Purwanti, Devi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4875

Abstract

Air Lesing State Elementary School in Musi Rawas Regency is one of the primary schools that plays an important role in providing basic education for children in the region. As an educational institution that is committed to shaping character and providing basic knowledge, SD Negeri Air Lesing strives to provide a safe, comfortable, and conducive learning environment for its students. In the midst of the development of the times and the need for digital literacy, SD Negeri Air Lesing has also begun to strive to introduce information technology in learning. Although it is located in an area that may not be as developed as urban, it strives to provide equal access to education, as well as prepare students to be ready for the challenges of the modern era. This information technology learning is not only aimed at introducing tools and software to students, but also to build logical and critical thinking skills, and develop creativity. To introduce information technology to SD Negeri Air Lesing students through one of the drawing applications, namely the paint application. The problem that exists at SD Negeri Air Lesing has never learned to use technology so that technology for SD Negeri Air Lesing, they are still very unfamiliar, let alone the use of applications for drawing such as paint applications, They are still very unfamiliar, especially the use of applications for drawing such as the Paint application, so it is hoped that students can get to know and be able to implement the Paint application for drawing. This service was carried out directly, with the participation of 35 students, producing digital drawing artworks using the paint application. And 95% of students can already use it