Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pemanfaatan Instagram @djpl_ksoplaurentiussay sebagai Media Cyber Public Relations dalam Membangun Citra Kantor KSOP Kelas IV Laurentius Say Sedu, Viktor Ariestyan; Tukan, Yanuarius Bala; Mustafa, Intan; Kedoh, Lodowik Nikodemus
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Instagram @djpl_ksoplaurentiussay sebagai media Cyber Public Relations dalam membangun citra Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Laurentius Say. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi pengelola akun Instagram resmi KSOP serta konten komunikasi digital yang dipublikasikan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi konten, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengacu pada konsep Cyber Public Relations yang menekankan komunikasi dua arah, interaktivitas, dan pemanfaatan media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi publik, penguatan interaksi dengan masyarakat, serta pembentukan citra institusi yang informatif, transparan, dan responsif. Pemanfaatan fitur Instagram mendukung praktik Cyber Public Relations yang adaptif terhadap perkembangan komunikasi digital dan berkontribusi pada peningkatan citra KSOP Kelas IV Laurentius Say.
Efektivitas Komunikasi Organisasi dalam Pengelolaan Arsip Dinamis pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Dasion, Caesilia Apriliani; Retu, Markus Kristian; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi organisasi dalam pengelolaan arsip dinamis pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka dengan menggunakan perspektif Teori Sistem Organisasi (Systems Theory) yang dikemukakan oleh Katz dan Kahn. Dalam kerangka ini, organisasi dipahami sebagai sistem terbuka yang bergantung pada proses komunikasi sebagai mekanisme utama dalam mengelola input, transformasi, dan output. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur yang terlibat dalam pengelolaan arsip dinamis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah alur komunikasi internal, koordinasi antarunit kerja, mekanisme umpan balik, serta adaptasi organisasi terhadap kebijakan kearsipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi dalam pengelolaan arsip dinamis telah berfungsi sebagai subsistem pendukung yang relatif efektif, terutama melalui komunikasi formal dan struktur birokrasi. Namun, efektivitas sistem masih menghadapi hambatan berupa kurang optimalnya arus informasi, keterbatasan sumber daya manusia, dan lemahnya umpan balik antar subsistem organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan fungsi public relations internal, sebagai pengelola komunikasi sistemik, berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem organisasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip dinamis.
Strategi Komunikasi Public Relations dalam Penyelesaian Sengketa Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka Sedu, Viktor Ariestyan; Bhoko, Fransiska Kartini; Retu, Markus Kristian
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2252

Abstract

Sengketa tanah merupakan permasalahan publik yang kompleks dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pertanahan apabila tidak dikelola melalui komunikasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Public Relations dalam penyelesaian sengketa tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, khususnya dalam membangun kepercayaan dan legitimasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur Kantor Pertanahan serta masyarakat yang terlibat dalam proses penyelesaian sengketa. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengacu pada teori Public Relations dan konsep komunikasi pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Public Relations diwujudkan melalui komunikasi persuasif, transparansi informasi, pendekatan dialogis, serta pelayanan yang responsif terhadap keluhan masyarakat. Strategi tersebut berperan penting dalam mereduksi konflik, meningkatkan pemahaman publik, serta membangun kepercayaan dan legitimasi institusi pertanahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penyelesaian sengketa tanah tidak hanya ditentukan oleh aspek administratif dan hukum, tetapi juga oleh efektivitas strategi komunikasi Public Relations dalam konteks pelayanan publik.
Strategi Komunikasi Public Relations dalam Implementasi Program Pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka Retu, Markus Kristian; Setu, Theresia Yohanesta; Sedu, Viktor Ariestyan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Public Relations dalam implementasi Program Pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka. Program NPP merupakan inovasi layanan perpustakaan yang bertujuan meningkatkan pendataan dan akses masyarakat terhadap layanan perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada komunikasi organisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi langsung terhadap aktivitas komunikasi, serta studi dokumentasi. Analisis penelitian ini menggunakan Teori Public Relations Two-Way Symmetrical dari Grunig dan Hunt sebagai kerangka utama untuk melihat pola komunikasi timbal balik antara institusi dan masyarakat, serta Teori Difusi Inovasi dari Rogers untuk memahami proses penyebaran dan penerimaan program NPP oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Public Relations yang diterapkan menekankan dialog dua arah, keterbukaan informasi, serta penyesuaian pesan berdasarkan umpan balik publik. Selain itu, proses difusi inovasi program NPP berlangsung melalui tahapan pengetahuan, persuasi, keputusan, dan adopsi, dengan peran aktif komunikator sebagai agen perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan komunikasi dua arah yang simetris berkontribusi positif terhadap efektivitas implementasi Program NPP dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam layanan perpustakaan daerah.
PENGELOLAAN SOCIAL MEDIA RESPONSE TEAM UNTUK MENINGKATKAN PUBLISITAS PADA KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS IV Koban, Elisabeth Septiani Bonewati; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9343

Abstract

This study aims to examine and analyze the management of a social media response team in enhancing publicity at the Class IV Port Authority and Harbormaster Office (KSOP) Laurentius Say Maumere. The background of this research is based on the growing importance of social media as an effective public communication tool for government institutions in disseminating information, building a positive image, and increasing public engagement. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation related to the social media management activities at KSOP Class IV Laurentius Say Maumere. The results indicate that the management of the social media response team includes content planning, information dissemination, and public response management through social media platforms. These strategies contribute to increasing publicity and strengthening the institution’s public image. However, several challenges remain, such as limited human resources and inconsistencies in content updates. The study concludes that well-planned and responsive social media response team management plays an important role in enhancing the publicity of KSOP Class IV Laurentius Say Maumere, highlighting the need for improved strategies, team capacity building, and continuous optimization of social media utilization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan social media response team dalam meningkatkan publisitas pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Laurentius Say Maumere. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif bagi instansi pemerintah dalam menyampaikan informasi, membangun citra positif, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aktivitas pengelolaan media sosial KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan social media response team meliputi perencanaan konten, pelaksanaan publikasi informasi, serta pengelolaan respons terhadap masyarakat melalui media sosial. Strategi tersebut mampu meningkatkan publisitas dan memperkuat citra institusi di mata publik, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan konsistensi pembaruan konten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan social media response team yang terencana dan responsif berperan penting dalam meningkatkan publisitas KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere, sehingga diperlukan penguatan strategi, peningkatan kapasitas tim, dan optimalisasi pemanfaatan media sosial secara berkelanjutan.
WINI RONAN(G) DALAM FESTIVAL JELAJAH MAUMERE (FJM) SEBAGAI MEDIA PROMOSI UNTUK MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN LOKAL DI KABUPATEN SIKKA Djawa, Agnes Theresia; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10398

Abstract

This study aims to analyze the role of Wini Ronan(g) in the Maumere Exploration Festival as a medium for promoting local food in strengthening community food security in Sikka Regency. Wini Ronan(g), interpreted as a seed granary in local tradition, represents cultural values, traditional knowledge, and principles of sustainability passed down through generations. This research employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving festival organizers, local food MSME actors, traditional leaders, and festival visitors as research subjects. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Wini Ronan(g) functions not only as a cultural symbol but is also concretely implemented through local food exhibitions, cultural performances, traditional narratives, and creative economic activities based on local food. The Maumere Exploration Festival effectively serves as a medium for promoting local food by increasing the visibility of MSME products, strengthening interaction between producers and consumers, and fostering pride in local food. Moreover, the festival contributes to raising public awareness of the importance of local food security through a persuasive and educational cultural approach. This study concludes that culture-based festivals rooted in local wisdom can serve as strategic instruments for promoting local food and strengthening sustainable community food security. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Wini Ronan(g) dalam Festival Jelajah Maumere sebagai media promosi pangan lokal dalam upaya membangun ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Sikka. Wini Ronan(g), yang dimaknai sebagai lumbung benih dalam tradisi lokal, merepresentasikan nilai budaya, pengetahuan tradisional, serta prinsip keberlanjutan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri atas panitia festival, pelaku UMKM pangan lokal, tokoh adat, serta pengunjung festival. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wini Ronan(g) tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga diimplementasikan secara nyata melalui pameran pangan lokal, pertunjukan seni, narasi adat, dan aktivitas ekonomi kreatif berbasis pangan. Festival Jelajah Maumere berfungsi efektif sebagai media promosi pangan lokal dengan meningkatkan visibilitas produk UMKM, memperkuat interaksi produsen dan konsumen, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap pangan lokal. Selain itu, festival berperan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan lokal melalui pendekatan budaya yang persuasif dan edukatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa festival budaya berbasis kearifan lokal dapat menjadi instrumen strategis dalam promosi pangan lokal dan penguatan ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
AKTIVITAS HUMAS POLRES SIKKA DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI SARANA PENYEBARAN INFORMASI PUBLIK Paskua, Maria Enjelike; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10403

Abstract

The development of information and communication technology has encouraged public institutions to adapt in delivering information to the public in a fast, transparent, and interactive manner. The police, as a state institution, have a responsibility to fulfill public information needs in order to build public trust and participation. This study aims to identify and describe the activities of the Public Relations Division of Sikka Police Resort in utilizing Instagram social media @humas_polressikka as a medium for disseminating public information. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with public relations officers of Sikka Police Resort, observation of the content posted on the Instagram account @humas_polressikka, and relevant documentation. Data analysis was conducted using an interactive qualitative analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results indicate that the Public Relations Division of Sikka Police Resort has utilized Instagram as a medium for disseminating public information, including information on police activities, public services, public order and security (kamtibmas) appeals and education, law enforcement, and information clarification. Instagram is used as an effective publication medium due to its visual nature, speed, and ease of access for the public. Public relations activities through Instagram also contribute to building a positive image of Sikka Police Resort as an open and humane institution. However, the use of social media still faces several challenges, such as limited human resources, inconsistency in content management, and the lack of optimal two-way interaction with the public. This study concludes that Instagram has functioned as a medium for public information dissemination by the Public Relations Division of Sikka Police Resort; however, strengthening communication strategies, enhancing content creativity, and improving public interaction management are necessary to optimize the role of social media in supporting information transparency and public trust. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong institusi publik untuk beradaptasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, terbuka, dan interaktif. Kepolisian sebagai institusi negara memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan informasi publik guna membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan aktivitas humas Polres Sikka dalam memanfaatkan media sosial Instagram @humas_polressikka sebagai sarana penyebaran informasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak humas Polres Sikka, observasi terhadap konten akun Instagram @humas_polressikka, serta dokumentasi pendukung yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas Polres Sikka telah memanfaatkan Instagram sebagai media penyebaran informasi publik yang meliputi informasi kegiatan kepolisian, pelayanan publik, imbauan dan edukasi kamtibmas, penegakan hukum, serta klarifikasi informasi. Instagram digunakan sebagai sarana publikasi yang efektif karena bersifat visual, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Aktivitas humas melalui Instagram juga berkontribusi dalam membangun citra positif Polres Sikka sebagai institusi yang terbuka dan humanis. Namun demikian, pemanfaatan media sosial tersebut masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, konsistensi pengelolaan konten, serta belum optimalnya interaksi dua arah dengan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram telah berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi publik oleh humas Polres Sikka, namun diperlukan penguatan strategi komunikasi, kreativitas konten, dan pengelolaan interaksi publik agar peran media sosial dapat lebih optimal dalam mendukung keterbukaan informasi dan kepercayaan masyarakat. Â