Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Foot Hydrotherapy Dan Slow Deep Breathing Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto: The Effect of Foot Hydrotherapy and Slow Deep Breathing on Blood Pressure of Hypertension Patients in the Limboto Health Center Work Area Annisa Mu’minuna Usman; Zulkifli B. Pomalang; Muh. Nursyukriani Yusuf; Nurdiana Djamaluddin; Indra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7755

Abstract

Berdasarkan data Puskesmas Limboto pada bulan September 2024, tercatat 180 penderita hipertensi. Pelayanan yang diberikan berupa terapi farmakologis dan edukasi, tanpa terapi nonfarmakologis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi foot hydrotherapy dan slow deep breathing terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain two-group pre-test post-test design. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Sampel berjumlah 36 responden, terbagi menjadi kelompok intervensi yang mendapat kombinasi terapi nonfarmakologis dan obat antihipertensi, serta kelompok kontrol yang hanya menerima obat antihipertensi. Sebelum terapi, rerata tekanan darah kelompok intervensi 157,11 mmHg (sistolik) dan 93,72 mmHg (diastolik) sedangkan kelompok kontrol 148,44 mmHg dan 91,83 mmHg. Setelah terapi, kelompok intervensi menurun menjadi 135,78 mmHg dan 82,00 mmHg, sedangkan kelompok kontrol menjadi 142,17 mmHg dan 87,06 mmHg. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi terapi secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik (p = 0,000). Kelompok kontrol juga mengalami penurunan signifikan sistolik (p = 0,000) dan diastolik (p = 0,001). Oleh karena itu, terapi nonfarmakologis ini terbukti efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini diharapkan dapat diterapkan dalam program promotif dan preventif seperti Posbindu atau penyuluhan untuk mendukung pengelolaan hipertensi secara mandiri.
Implementasi Pendidikan Kesehatan dan Senam Kaki untuk Cegah Komplikasi Diabetes Mellitus pada Lansia Sartika, Sartika; Zainuddin, Zainuddin; Hunowu, Sri Yulian; Indra, Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.31363

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia) yang rentan terhadap komplikasi akibat perubahan fisiologis. Kurangnya pengetahuan tentang pencegahan DM dan minimnya aktivitas fisik seperti senam kaki memperburuk risiko komplikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai DM serta keterampilan melakukan senam kaki diabetes sebagai salah satu strategi nonfarmakologis untuk pencegahan komplikasi. Metode pelaksanaan berupa pendidikan kesehatan berbasis ceramah interaktif dan demonstrasi praktik senam kaki kepada peserta Prolanis di Desa Bubeya, Kecamatan Suwawa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Sebelum intervensi, terdapat beberapa aspek pengetahuan peserta yang masih kurang, terutama terkait pentingnya aktivitas fisik dan karakteristik penyakit tidak menular. Namun setelah intervensi, lebih dari 90% peserta mampu memahami definisi DM, gejala, kadar gula darah normal, pencegahan komplikasi, serta pentingnya melakukan senam kaki secara rutin. Demonstrasi senam kaki diabetes juga diterima dengan baik oleh peserta dan mampu meningkatkan keterampilan mereka dalam menjaga sirkulasi darah dan mencegah komplikasi ulcus diabetik. Partisipasi aktif peserta selama kegiatan menunjukkan efektivitas pendekatan ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan praktik langsung. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dan praktik senam kaki merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan perilaku pencegahan komplikasi DM pada lansia. Edukasi berkelanjutan serta pendampingan oleh kader kesehatan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan perilaku sehat ini di tingkat komunitas
SISWA AKTIF, SEHAT DAN BERPRESTASI: EDUKASI POSISI ERGONOMIS DUDUK DAN MENULIS YANG BAIK SAAT BELAJAR Hunowu, Sri Yulian; Bergita Dumar; Sartika; Indra
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i2.1341

Abstract

Non-ergonomic sitting and writing positions can cause musculoskeletal disorders and reduce students’ learning concentration. Education on the importance of correct body posture during study is essential to be implemented from an early age. This community service activity aims to increase the awareness and understanding of elementary school students about the importance of applying ergonomic principles in proper sitting and writing positions during the learning process to support long-term health and comfort. This activity was carried out at a vocational high school in Gorontalo City using lecture and demonstration methods. The service activity proceeded smoothly and showed an improvement in students’ understanding of correct and comfortable sitting and writing positions in the school environment. Keywords: Ergonomic Sitting Position, Proper Writing Position
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENGEMBANGAN MEDIA GENIUS (GAME EDUKASI NUTRISI) BERBASIS MONOPOLI Zainuddin, Zainuddin; Basri K., Sarinah; Indra, Indra
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.461

Abstract

Stunting merupakan malnutrisi kronis yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Upaya pencegahan stunting perlu melibatkan edukasi gizi yang efektif dan menyenangkan untuk meningkatkan literasi gizi masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan media edukasi GENIUS (Game Edukasi Nutrisi untuk Stunting) berbasis permainan monopoli guna meningkatkan literasi gizi kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari KKN-PK dengan menggunakan Model Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan kader posyandu secara aktif dalam setiap tahap kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pontolo pada 10 dan 23 Juli 2025, meliputi persiapan, perancangan, pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Kader terlibat dalam permainan edukasi secara interaktif dan didampingi oleh fasilitator. Penggunaan media GENIUS menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi gizi kader posyandu, dengan skor pemahaman meningkat menjadi 85,56% setelah intervensi. Permainan yang melibatkan elemen edukatif dan interaktif berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik. Media edukasi GENIUS efektif dalam meningkatkan literasi gizi kader posyandu dan dapat menjadi alat yang berguna dalam upaya pencegahan stunting. Pendekatan interaktif mendorong partisipasi aktif kader dan memperkuat penyampaian pesan gizi kepada masyarakat.
The Effect of Intradialytic Exercise on Reducing Fatigue Levels in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital Dedi A. Husain; Ita Sulistiani; Indra
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.9990

Abstract

Chronic Kidney Failure is a health problem that requires patients to undergo long-term therapy, namely hemodialysis. Fatigue is the main complaint of hemodialysis patients that is subjective, affects the quality of life, and often has not been handled optimally in the Hemodialysis Unit of Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital. Therefore, intradialytic exercise in the form of light physical exercise as a non-pharmacological intervention is believed to be able to overcome the fatigue problem . This study aims to analyze the effect of intradialytic exercise on reducing fatigue levels in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital. The design of this study uses a quasi experiment with a pre-test and post-test control group design approach. The study population is all chronic kidney failure patients undergoing routine hemodialysis at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital, totaling 60 patients. The sample was taken using the purposive sampling technique with 40 respondents who met the inclusion criteria, which were then divided into 20 intervention group respondents and 20 control group respondents. The fatigue level was measured using the Indonesian version of the FACIT-Fatigue scale instrument. Data analysis was conducted using an independent sample t-test. The results of the study found that the p-value = 0.000 (<0.05), so it can be concluded that there is a very significant difference in the effect on reducing fatigue levels between the intervention group that received intradialytic exercise and the control group that only received routine care. This is because intradialytic exercise can increase blood flow to the muscles which optimizes the cleansing of uremic toxin and increases energy metabolism, thereby effectively reducing the patient's fatigue level during hemodialysis.
KUAT KARENA DI DUKUNG: KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Hunowu, Sri Yulian; Indra, Indra; Yasin, Nurnianingsih A.; Azis, Moh. Nisyar Sy. Abd.; Dumar, Bergita
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6555

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat ke dua di dunia sebagai negara dengan kasus terbanyak tuberkulosis setelah India.  Kepatuhan  pengobatan menjadi masalah utama dalam menjalani proses pengobatan. Oleh karenanya, dukungan keluarga menjadi krusial dalam meningkatkan kepatuhan minum obat bagi penderita tuberkulosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian observasional (analitik) dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien penderita tuberkulosis berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampel, dimana sampel yang digunakan berupa seluruh pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 31 responden, sebanyak 22 responden memiliki dukungan keluarga positif, sedangkan 9 responden mendapatkan dukungan keluarga negatif. Seluruh responden dengan dukungan keluarga positif (100%) menunjukkan kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis. Pada kelompok dengan dukungan keluarga negatif, terdapat 6 responden (66,7%) yang patuh dan 3 responden (33,3%) yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Hasil uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,019 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Kesimpulan: Dukungan keluarga dapat memberikan kontribusi positif kepada kepatuhan penderita TB dalam mengkonsumsi obat, sedangkan kurangnya dukungan keluarga dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan mengkonsumsi obat kepada penderita TB.
Edukasi Pencegahan Jatuh di Unit Stroke RSUD MM Dunda Limboto Maryadi Maryadi; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis; Indra Indra
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1700

Abstract

Abstrak. Stroke merupakan penyakit serebrovaskular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia maupun dunia. Pasien stroke mengalami berbagai defisit neurologis yang secara signifikan meningkatkan risiko jatuh selama perawatan di rumah sakit maupun setelah pemulangan. Kejadian jatuh pada pasien stroke dapat menimbulkan komplikasi serius seperti fraktur, cedera kepala, perpanjangan lama rawat, serta peningkatan beban biaya perawatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai faktor penyebab, tanda, dampak, bahaya, serta upaya pencegahan jatuh, baik di rumah sakit maupun di rumah. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Unit Stroke RSUD MM Dunda Limboto, Gorontalo, dengan melibatkan mahasiswa keperawatan sebagai fasilitator edukasi. Metode yang digunakan adalah ceramah disertai media edukasi berupa leaflet dan banner. Kegiatan berlangsung melalui empat tahap: persiapan, pembekalan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah menerima edukasi, yang ditandai dengan peningkatan pengetahuan pasien maupun keluarga yang dievaluasi secara lisan. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama sesi ceramah dan diskusi. Keterlibatan keluarga dalam program edukasi berkontribusi pada penguatan jaringan dukungan sosial bagi pasien pasca stroke, sehingga edukasi pencegahan jatuh dapat dimasukkan ke dalam discharge planning setiap pasien stroke yang akan dipulangkan. Abstract. Stroke is a cerebrovascular disease that serves as a leading cause of disability and mortality both in Indonesia and globally. Stroke patients experience various neurological deficits that significantly increase the risk of falls during hospitalization and following discharge. Fall incidents in stroke patients can lead to serious complications, such as fractures, head injuries, prolonged hospital stays, and increased healthcare costs. This community service program aims to enhance patients’ and their families’ knowledge of the causes, signs, effects, hazards, and prevention of falls in both hospital and home settings. The activity was conducted at the Stroke Unit of RSUD MM Dunda Limboto, Gorontalo, involving nursing students as educational facilitators. The method employed was a lecture supported by educational media, including leaflets and banners. The program was implemented in four stages: preparation, briefing, implementation, and evaluation and reporting. The results indicated an improvement in participants’ knowledge following the educational intervention, as evidenced by oral evaluations of both patients and their families. Participants also demonstrated high enthusiasm and active participation during the lecture and discussion sessions. Family involvement in this educational program strengthens social support networks for post-stroke patients; therefore, fall prevention education should be integrated into discharge planning for every stroke patient.
Pemberian Aromaterapi Eucalyptus terhadap Tingkat Nyeri Kepala Pasien Hipertensi Siti Nur’ain Mohamad; Nanang Roswita Paramata; Indra Indra
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/0b9nnw25

Abstract

This study aimed to analyze the effect of eucalyptus aromatherapy on headache intensity in patients with hypertension in the working area of Puskesmas Dumbayabulan. The method used was a quasi-experimental study with a non-equivalent control group design. The results of this study showed that there was a significant difference in the reduction of headache intensity between the intervention group that received eucalyptus aromatherapy and the control group that did not receive the intervention, with a p-value of 0.001 (p < 0.05). In conclusion, eucalyptus aromatherapy has an effect on reducing headache intensity in patients with hypertension and can be considered as a non-pharmacological therapy to help reduce headaches in hypertensive patients.   Keywords: Eucalyptus Aromatherapy, Headache Intensity, Hypertension
The Relationship between Nurse Support and Compliance Level of Hemodialysis Therapy in Chronic Kidney Failure Patients in the Dialysis Room of Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital, Gorontalo City Airy Mahsya Elika R. Adam; Nasrun Pakaya; Indra
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 3: 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i3.11152

Abstract

Chronic kidney failure is a growing health problem and requires regular hemodialysis therapy. The success of therapy is determined by the patient's compliance, but it is still found that patients do not comply with the therapy schedule and recommendations. This study aims to analyze the relationship between nurse support and the level of compliance with hedialysis therapy in patients with chronic kidney failure in the dialysis room of Prof. Dr. dr. H. Aloei Saboe Hospital, Gorontalo City. The research method uses a quantitative design of correlational analytics through a cross-sectional approach. The independent variable is the nurse's support and the dependent variable is the patient's level of compliance with hemodialysis therapy. The population in this study is all patients with chronic kidney failure who underwent hemodialysis as many as 70 patients with total sampling techniques. Data collection using questionnaires and data analysis using the Chi-Square test. The results of the study obtained a p-value = 0.003 (p<0.05). The conclusion of this study is that there is a relationship between nurse support and the level of patient compliance undergoing hemodialysis in patients with chronic kidney failure in the dialysis room of Prof. Dr. dr. H. Aloei Saboe Hospital, Gorontalo City. It is recommended that nurses improve the quality of support through therapeutic education and communication, as well as that patients be more active in increasing awareness and adherence to therapy.
KUAT KARENA DI DUKUNG: KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Sri Yulian Hunowu; Indra Indra; Nurnianingsih A. Yasin; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis; Bergita Dumar
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat ke dua di dunia sebagai negara dengan kasus terbanyak tuberkulosis setelah India. Kepatuhan pengobatan menjadi masalah utama dalam menjalani proses pengobatan. Oleh karenanya, dukungan keluarga menjadi krusial dalam meningkatkan kepatuhan minum obat bagi penderita tuberkulosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian observasional (analitik) dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien penderita tuberkulosis berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampel, dimana sampel yang digunakan berupa seluruh pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 31 responden, sebanyak 22 responden memiliki dukungan keluarga positif, sedangkan 9 responden mendapatkan dukungan keluarga negatif. Seluruh responden dengan dukungan keluarga positif (100%) menunjukkan kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis. Pada kelompok dengan dukungan keluarga negatif, terdapat 6 responden (66,7%) yang patuh dan 3 responden (33,3%) yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Hasil uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,019 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Kesimpulan: Dukungan keluarga dapat memberikan kontribusi positif kepada kepatuhan penderita TB dalam mengkonsumsi obat, sedangkan kurangnya dukungan keluarga dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan mengkonsumsi obat kepada penderita TB.