Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus Zudeta, Effran; Marsyah, Ulfy; Khalida, Rahmi; Khori Ulni, Elvira; Annisa; Fitriani, Dina; Asyarina Ramadhani, Salisa; Arfina Foci, Nia
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 2 No. 2 (2024): JPPKh Lectura
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jppkhlectura.v2i2.24962

Abstract

Anak berkebutuhan khusus dapat memiliki kehidupan yang teratur, sehat, dan bahagia seperti anak-anak lain dan menyadari potensi penuh mereka dengan pengawasan dan pendidikan yang tepat serta diperlukan metode dan media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka agar dapat mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional secara optimal. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa ketersediaan media pembelajaran yang ramah untuk ABK masih terbatas, baik dalam hal jumlah maupun kualitas. Media pembelajaran yang dirancang secara khusus dapat membantu ABK memahami konsep-konsep pelajaran dengan lebih baik, meningkatkan motivasi belajar, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. pengabdian masyarakat dengan tema "Pembuatan Media Pembelajaran untuk Anak Berkebutuhan Khusus" diharapkan dapat memberikan solusi nyata. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan guru pendidikan khusus dalam merancang media pembelajaran kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan spesifik anak. Metode pelaksanaan kegiatan berupa sosialisasi, dan praktik latihan keterampilan khusus pada ketrampilan membuat media di SLBN Tembilahan 033. Hasil Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah terjadi peningkatan keterampilan peserta. Hal ini tergambar dari peningkatan persentase keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan dari persentase 43.14% menjadi 82,85%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa Pelatihan efektif.
Terapi Perilaku Kognitif melalui Hobby Kit Set sebagai Upaya Pencegahan Bullying pada Anak Usia Sekolah Suryani, Ulfa; Yazia, Velga; Marsyah, Ulfy; Suryani, Indah; Ismail, Muhammad
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i2.5570

Abstract

Analisis Situasi dan Permasalahan : Sekolah Dasar Negeri 19 Pulai merupakan salah satu sekolah dasar yang berada di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. SDN 19 Pulai sudah memiliki fasilitas Koperasi sekolah, toilet, dan Unit Kesehatan Sekolah, namun UKS ini sejak dibentuk dan sampai sekarang program UKS tidak berjalan sesuai rencana. Padahal layanan UKS ini sangat penting dilaksanakan di sekolah sesuai dengan kebutuhan siswa. Data tentang bullying pada anak sekolah dasar di Kecamatan Koto Tangah belum banyak terpantau. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, didapatkan data bahwa beliau menjelaskan bullying itu suatu perbuatan yang dilakukan seseorang dengan tujuan untuk menyakiti orang lain, seperti: memukul, mendorong, menarik baju temannya hingga terjatuh, dan mencubit. Hal seperti ini sering dilakukan oleh beberapa muridnya. Kepala sekolah juga mengatakan banyak kasus bullying yang mengakibatkan siswa tidak mau berangkat sekolah, orang tua melaporkan anaknya tidak mau sekolah karena dimusuhi temannya, dan ada juga orang tua yang datang dan memintakan ijin anaknya untuk pindah sekolah dengan alasan dinakali temannya. Selain itu juga dilakukan wawancara dengan guru kelas, didapatkan data bahwa banyak kasus bullying di SDN 19 Pulai contohnya seperti mengejek, memukul, mendiamkan salah satu teman yang membuat korban menangis sering terjadi. Solusi Permasalahan dan Metode Pelaksanaan: adalah sosialisasi rencana kegiatan dengan sekolah, membangun komitmen bersama untuk upaya peningkatan kesehatan anak, edukasi mengenai upaya penanganan bullying dengan latihan terapi perilaku kognitif melalui hobby kit set, perencanaan program sekolah sehat dalam mengembangkan perilaku sehat dengan dibentuknya kader kesehatan sekolah dengan memanfaatkan ruangan UKS. Hasil dan Luaran Kegiatan: Peningkatan pemahaman anak melalui kegiatan edukasi terkait penanganan bullying dengan latihan terapi perilaku kognitif melalui hobby kit set, perencanaan program sekolah sehat dengan memanfaatkan ruangan UKS. Edukasi di hadiri oleh 27 orang. Kegiatan dimulai dari tahap penyusunan proposal, perizinan dan persiapan pada bulan Juni – Desember 2024. Sebelum dilakukan sosialisasi dan latihan didapatkan bahwa sebahagian besar pengetahuan anak sekolah adalah 40% cukup, dan setelah diberikan edukasi yaitu 60 % baik. Terdapat peningkatan pengetauan pada lanak sekolah dengan adanya latihan terapi perilaku kognitif melalui hobby kit set, dengan rerata pretest menunjukkan 9 dan postest menunjukkan 25. Hasil kegiatan PKM dapat di publikasikan pada jurnal nasional terakreditasi sinta yaitu jurnal peduli masyarakat.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengajarkan Konten Pembelajaran kepada Anak dengan Hambatan Intelektual Zudeta, Effran; Marsyah, Ulfy; Annisa; Khori Ulni, Elvira; Imanniyah , Anggawati; Despalantri, Elda
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 3 No. 1 (2025): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/nnw4e918

Abstract

Anak dengan hambatan intelektual memerlukan pendekatan pembelajaran yang spesifik, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik kognitifnya. Guru Sekolah Luar Biasa memiliki peran sentral dalam memastikan pembelajaran berjalan efektif, namun kenyataannya masih banyak guru yang belum memahami secara mendalam strategi pembelajaran yang tepat untuk anak dengan hambatan intelektual. Keterbatasan ini berdampak pada rendahnya efektivitas pembelajaran dan kurang optimalnya perkembangan potensi peserta didik. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru SLB dalam merancang dan menyampaikan konten pembelajaran yang kontekstual dan adaptif. Melalui pelatihan dan pendampingan, guru didorong untuk memahami karakteristik peserta didik secara lebih mendalam serta mampu mengembangkan materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan individual anak. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SLB dan mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Dengan peningkatan kompetensi guru, tantangan dalam mengajar anak dengan hambatan intelektual dapat diatasi secara lebih efektif. Hasil Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah terjadi peningkatan keterampilan peserta. Hal ini tergambar dari peningkatan persentase keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan dari persentase 40.40%menjadi 76,90%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa Pelatihan efektif.
Pengembangan teknologi asistif aplikasi “I WANT…” untuk anak hambatan intelektual Zudeta, Effran; Annisa; Marsyah, Ulfy; Khori Ulni, Elvira
Literal: Disability Studies Journal Vol. 3 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Piramida Akademi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62385/literal.v3i01.183

Abstract

The high-tech Android-based application titled “I WANT..” as an assistive technology is expected to help children with intellectual disabilities convey their wishes to teachers and families, while evaluating its effectiveness in improving nonverbal communication and reducing the frequency of tantrums. This study utilized ADDIE model to develop the application. The application is designed using an approach that involves teachers, parents, and a student with intellectual disabillity (MA) in every stage of the design. The application displays daily activity icons (eating, drinking, studying, etc.) which when selected produce sound output. The “IWANT..” application is expected to be effective as a high-tech assistive technology in improving communication and reducing tantrum behavior in students with intellectual disabilities. This Android technology design can be expected to be used as a model for similar interventions in other special needs populations.
Pengetahuan dan Sikap Siswa Sekolah Inklusi tehadap Anak Berkebutuhan Khusus Zudeta, Effran; Khori Ulni, Elvira; Imanniyah, Anggawati; Marsyah, Ulfy; Despalantri, Elda; Annisa, Annisa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20432

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang menjamin hak setiap individu, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), untuk memperoleh akses dan partisipasi penuh dalam lingkungan pendidikan. Implementasi pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan sarana fisik, melainkan juga oleh kesiapan seluruh warga sekolah, khususnya siswa non-disabilitas. Penelitian bertujuan memperoleh informasi mengenai pengetahuan dan sikap siswa non-disabilitas terhadap ABK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui angket yang diberikan kepada 98 siswa dari sekolah inklusi. Hasil Analisis sebanyak 21,9% siswa baru mengetahui jenis disabilitas hambatan pendengaran, 75,5% siswa nginan berteman dengan siswa disabilitas, 35,7% siswa beranggapan bahwa disabilitas hanya dapat belajar di sekolah khusus, dan 82,7% siswa tidak memiliki anggota keluarga dengan kebutuhan khusus. Informasi mengenai siswa disabilitas paling banyak diperoleh dari lingkungan sekitar (42,9%). Pengetahuan siswa non-disabilitas terhadap ABK masih tergolong rendah, meskipun sikap mereka cenderung positif. Perlu dilakukan upaya peningkatan wawasan siswa agar tercipta lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan suportif.
Implementasi Pembelajaran bagi Siswa Disleksia di Sekolah Dasar Annisa; Zudeta, Effran; Marsyah, Ulfy; Khalida, Rahmi; Khori Ulni, Elvira; Fitriani, Dina
Journal of Special Education Lectura Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Special Education Lectura
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jselectura.v2i2.24912

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terdapat di salah satu sekolah dasar yaitu SD Negeri 15 Ulu Gadut mengenai pelaksanaan pembelajaran bagi siswa dengan kesulitan belajar membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran bagi siswa dengan kesulitan belajar membaca saat di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, subjek dalam penelitian adalah wali kelas IV, guru pembimbing khusus, orang tua siswa, dan siswa dengan kesulitan belajar membaca (G). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis dan disajikan serta diambil kesimpulan dari data tersebut. Pelaksanaan pembelajaran bagi siswa dengan kesulitan belajar (G) saat di kelas dilaksanakan sama dengan teman yang lain yaitu guru melaksanakan pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Adapun hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran bagi siswa dengan kesulitan belajar membaca (G) yaitu siswa kesulitan memahami materi pembelajaran yang diberikan, orang tua kesulitan membimbing siswa (G) dikarenakan keterbatasan ilmu dan kondisi yang kurang kondusif serta tidak adanya guru pendamping khusus untuk membantu siswa dalam belajar di kelas. Guru kelas juga merasa kesulitan karena guru kelas harus memperhatikan semua siswa di kelas dan juga harus menyesuaikan materi, strategi, metode, dan media pembelajaran. Dalam pandangan Islam, setiap manusia tidak didiskriminasi termasuk dalam memperoleh pendidikan.
PENATALAKSANAAN TERAPI WICARA PADA KASUS AUTISM SPECTRUM DISORDER DI RUMAH SAKIT OTAK DR. Drs. M. HATTA KOTA BUKITTINGGI Khalida, Rahmi; Zudeta, Effran; Marsyah, Ulfy; Annisa; Khori Ulni, Elvira; Fitriani, Dina
Journal of Special Education Lectura Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Special Education Lectura
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jselectura.v2i2.24915

Abstract

Sesorang yang mengalami gangguan bicara akibat keterbelakangan mental salah satunya disebabkan karena masalah psikososial atau akibat dari Autism Spectrum Disorder (ASD). Autisme kesulitan dalam berbicara maupun kegiatan berbahasa yang lain dan gangguan berbahasa tersebut dapat terjadi karena adanya keterhambatan dalam memperoleh dan menyerap bahasa yang ada di lingkungannya. ASD merupakan gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan defisif dalam komunikasi sosial dan interaksi soial serta adanya perilaku yang terbatas dan berulang. Tujuan dari studi kasus ini untuk mengetahui apakah metode Operant Conditioning dapat meningkatkan kemampuan pemahaman pada klien ASD. Studi kasus yang dilakukan adalah penatalaksanaan Terapi Wicara pada kasus dislogia psikososial di Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dengan menggunakan metode operant conditioning yang dilakukan sebanyak enam kali terapi. Hasil pretest belum mampu menunjuk sesuai dengan instruksi menunjuk empat kartu bergambar sedangkan untuk hasil posttest mampu menunjuk dengan spontan empat kartu bergambar sesuai instruksi. Faktor keberhasilan yaitu adanya dukungan keluarga dan sudah tingkat kata, sedangkan faktor tidak mendukung proses terapi yaitu klien tidak kooperatif dan konsiten.
Identifikasi Kesulitan Belajar Pada Anak Kelas III dan IV di SD Negeri 07 Gurun Laweh Kota Padang Despalantri, Elda; Imanniyah, Anggawati; Marsyah, Ulfy; Annisa, Annisa
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 8 No. 2 (2025): SPEED: Journal Of Special Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v8i2.2204

Abstract

Kesulitan belajar merupakan kekurangan yang tidak nampak secara lahiriah. Ketidak mampuan dalam belajar tidak dapat dikenali dalam wujud fisik. Kesulitan belajar tidak selalu disebabkan karena faktor intelligensi yang rendah, akan tetapi dapat juga disebabkan karena faktor lain di luar intelligensi. Ada berbagai jenis kesulitan belajar seperti, disleksia, diskalkulia dan disgrafia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui anak dengan permasalahan kesulitan belajar di SD Negeri 07 Gurun Laweh Kota Padang. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kepada 48 orang siswa di SD Negeri 07 Gurun Laweh Kota Padang yang dimana kelas 3 sebanyak 30 dan kelas 4 sebanyak 18 orang, didapatkan hasil yaitu kelas 3 memiliki 2 orang anak yang mengalami kesulitan belajar. Keduanya kesulitan belajar dalam membaca (disleksia) dan menulis (disgrafia). Siswa kelas 4, terdapat 2 orang yang mengalami kesulitan belajar menulis. Akibatnya Siswa dengan disleksia sering mendapatkan nilai rendah dan menghindari kegiatan membaca. sehingga kesulitan juga terhadap pelajaran matematika bentuk soal cerita. Selain itu siswa juga memiliki tulisan yang kurang rapi dan ada beberapa penghilangan huruf saat menulis kalimat. penelitian ini semoga bermanfaat bagi guru dan orang tua sebagai bahan pevaluasi untuk Tindakan lanjut dilakukan kepada anak.
STUNTING DAN RISIKO ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: URGENSI PSIKOEDUKASI BAGI ORANG TUA Marsyah, Ulfy; Annisa; Mitayani; Imanniyah, Anggawati; Despalantri, Elda; Zudeta, Effran
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/rkdcwx54

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia yang tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak jangka panjang pada perkembangan otak dan meningkatkan risiko disabilitas. Kekurangan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan dapat mengganggu proses mielinisasi dan pembentukan struktur otak yang berperan dalam fungsi kognitif dan perilaku. Namun, pemahaman orang tua tentang keterkaitan stunting dengan gangguan neurodevelopment masih terbatas. Kesenjangan pengetahuan ini berpotensi melemahkan upaya pencegahan dan menyebabkan keterlambatan deteksi dini gangguan perkembangan. Tujuan kegiatan menekankan pentingnya program psikoedukasi terstruktur bagi orang tua untuk meningkatkan pemahaman holistik serta memperkuat peran keluarga dalam pencegahan stunting dan optimalisasi tumbuh kembang anak Metode Pengabdian terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Kanagarian Lareh Sago Halaban 25 Februari 2025 dengan sasaran 30 peserta ibu yang memiliki balita dan anak usia sekolah. Pelaksanaan dilakukan melalui ceramah interaktif berbantuan media visual dalam dua sesi, yaitu sosialisasi hubungan stunting dengan risiko Anak Berkebutuhan Khusus dan strategi optimalisasi perkembangan anak serta manajemen sikap orang tua. Metode diskusi dan tanya jawab digunakan untuk memperdalam pemahaman peserta, didukung dengan pemberian mini book psikoedukasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, ditandai kenaikan rerata nilai dari 40 pada pre-test menjadi 83,33 pada post-test.
Pelatihan Pengembangan Aplikasi Digital sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Teknologi Asistif bagi Guru Sekolah Luar Biasa zudeta, effran; Marsyah, Ulfy; Imanniyah, Anggawati; Despalanstri, Elda; Mitayani; Maidelwita, Yani; Rahmayanti, Rini; Annisa
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/r9agn086

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital saat ini menuntut guru, termasuk guru Sekolah Luar Biasa (SLB), untuk memiliki kemampuan literasi dan kompetensi digital yang mumpuni agar mampu menciptakan pembelajaran yang adaptif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Namun, kenyataannya masih banyak guru SLB yang mengalami kesulitan dalam memanfaatkan teknologi asistif secara optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan media berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru SLB melalui pelatihan pengembangan aplikasi teknologi asistif sederhana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu: (1) analisis kebutuhan guru terhadap teknologi asistif digital, (2) pelaksanaan pelatihan berbasis praktik dengan pendekatan learning by doing, (3) pendampingan pengembangan prototipe aplikasi pembelajaran sederhana berbasis Android, dan (4) evaluasi peningkatan kompetensi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan kepala sekolah SLB se-Kota Padang, dengan hasil menunjukkan adanya peningkatan pada pemahaman dan keterampilan digital peserta melalui uji pre-test dan post-test. Hasil: Hasil post-test menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil pre-test. Selain itu, peserta memiliki pengetahuan baru media pembelajaran menggunakan teknologi asistif berupa aplikasi sederhana yang dapat mendukung pembelajaran anak berkebutuhan khusus, seperti media latihan membaca berbasis suara dan visual interaktif.