Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan Media Unplugged Coding untuk Meningkatkan Computational Thinking Anak Usia Dini Utsman, Ahmad Farid; Kusna, Siti Labiba
WISDOM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/wisdom.v6i2.12309

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Unplugged Coding untuk meningkatkan kemampuan Computational Thinking (CT) anak usia dini pada empat indikator utama, yaitu abstraksi, pengenalan pola, algoritma, dan dekomposisi. Penelitian menggunakan pendekatan research and development dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, uji coba terbatas, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 12 anak kelompok B di RA Cenderawasih Kabupaten Bojonegoro. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta pretest dan posttest CT. Analisis kuantitatif meliputi perhitungan rata-rata, persentase peningkatan, dan N-Gain; sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan CT pada seluruh indikator. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator pengenalan pola dengan persentase peningkatan sebesar 83,33% dan nilai N-Gain 0,73 (kategori tinggi). Indikator dekomposisi juga mengalami peningkatan signifikan dengan N-Gain 0,68, sedangkan abstraksi dan algoritma meningkat secara stabil. Secara keseluruhan, nilai N-Gain kelas mencapai 0,95 (kategori sangat tinggi), yang menunjukkan efektivitas media secara komprehensif. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa media membantu anak lebih fokus, mampu mengikuti instruksi, mengenali pola, serta memecah masalah menjadi langkah-langkah sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media Unplugged Coding efektif dan layak digunakan sebagai sarana pembelajaran CT di PAUD, khususnya pada konteks pembelajaran konkret dan berbasis permainan.
Pemberdayaan Produktivitas Masyarakat melalui Pengolahan Limbah Organik dan Digitalisasi dalam Upaya Ekonomi Berkelanjutan di Desa Nglampin Kecamatan Ngambon Pelangi Yuwita; Ahmad Farid Utsman
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.18141

Abstract

Background: Kurangnya kesadaran dan fasilitas pengolahan limbah di Desa Nglampin menghambat pengelolaan limbah yang efektif, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan dan ekonomi. Selain itu akses internet yang terbatas, rendahnya literasi digital di kalangan masyarakat, dan kurangnya infrastruktur digital seperti jaringan internet stabil dan perangkat komputer, juga menjadi permasalahan. Ini berarti potensi ekonomi digital yang besar belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat di sana, itu semua dapat membatasi peluang kemajuan Desa Nglampin. Warga kesulitan memasarkan produk mereka secara online, tertinggal dari perkembangan zaman. Solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan yang selama ini menghambat kemajuan desa. Masalah pengelolaan limbah organik, khususnya tongkol jagung yang melimpah, akan ditangani dengan pendekatan terpadu. Metode: Sosialisasi dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan manfaatnya bagi lingkungan. Selain itu, dilakukan pembuatan mesin pencacah tongkol jagung sederhana dan pemberian pelatihan penggunaannya. Dengan mesin ini, pengolahan limbah akan menjadi lebih efisien. Sampah organik yang terkumpul kemudian akan diolah menjadi pupuk kompos, pakan ternak, dan produk-produk bernilai tambah lainnya, mengubah limbah menjadi aset berharga. Hasil: Setelah program dijalankan, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat sebesar 60%, serta peningkatan produksi pupuk kompos sebesar 55% dibandingkan dengan sebelum program dilaksanakan. Selanjutnya, untuk mengatasi keterbatasan akses teknologi dan informasi, dengan merancang pengembangan Desa Digital. Kesimpulan: Pelatihan literasi digital akan diberikan kepada masyarakat, mengajarkan penggunaan smartphone, internet, dan media sosial untuk berbagai keperluan. Sebuah website desa akan dibangun, menjadi etalase potensi desa, produk UMKM, dan kegiatan-kegiatan yang berlangsung.
Balancing Competition and Collaboration in Early Childhood Through the Values of Fastabiqul Khairat and Ta’awun Utsman, Ahmad Farid; Mu’awanah, Elfi; Kojin, Kojin; Puspitasari, Endang
Dirasah International Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Comparative Islamic Studies
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/drs.v4i1.74

Abstract

This study examines the imbalance between competitive and collaborative practices in early childhood education, which may foster individualistic attitudes among children. While competition is commonly used to enhance learning motivation, previous studies have largely examined competition and collaboration separately, with limited attention to their integration within a coherent value-based pedagogical framework. Therefore, this study aims to analyze the integration of the values of fastabiqul khairat (striving to do good deeds) and ta'awun (mutual assistance) as a pedagogical approach to balancing competition and collaboration in early childhood learning. This research employed a qualitative descriptive design conducted at an Islamic-based early childhood education institution in Bojonegoro, Indonesia. The participants consisted of 3 teachers and 20 children selected through purposive sampling, and data were collected over a period of two months. Data were gathered through classroom observations, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis with triangulation to ensure data validity. The findings reveal that implementing fastabiqul khairat promotes positive, prosocial competition, while ta'awun strengthens cooperation, empathy, and social awareness among children. This result indicates that value-based integration reshapes the competitive landscape. Transition from individual achievement to prosocial development. Furthermore, the study demonstrates that competition and collaboration can be complementary rather than opposing approaches in early childhood education. This study contributes to the development of Islamic early childhood education by proposing a novel value-based pedagogical framework that integrates Islamic principles into learning practices, particularly in the design of structured learning activities that combine prosocial competition and collaborative engagement