Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan kompetensi penjaga pantai: Langkah strategis mewujudkan keselamatan dan pariwisata berkelanjutan Rosdiana; Saleh, Nino Nopriandi; Sulistyono, Achmad; Lombu, Theofilus Optimisman; Zanah, Nur
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.22612

Abstract

Desa Wisata Sawarna memiliki potensi pariwisata yang besar, khususnya pada wisata pantai. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya dukungan terhadap penjaga pantai Balawista dalam menjaga keselamatan wisatawan, keterbatasan peralatan, dan rendahnya kesadaran masyarakat serta wisatawan mengenai pentingnya keselamatan di pantai. Untuk mengatasi masalah ini, pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Balawista melalui peningkatan kapasitas, penerapan teknologi tepat guna, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Metode pemberdayaan masyarakat partisipatif bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian kelompok penjaga pantai Balawista Sawarna. Pendekatan ini melibatkan sosialisasi melalui Focus Group Discussion (FGD) dan kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran serta dukungan masyarakat dan wisatawan terhadap keselamatan pantai. Program ini juga mencakup pelatihan manajemen untuk mengembangkan keterampilan mitra dalam pencatatan keuangan dan pemasaran digital, serta penyediaan peralatan keselamatan dan bahan baku produksi untuk mendukung operasional dan kemandirian ekonomi Balawista. Selain itu, ada pendampingan berkelanjutan dan evaluasi untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kapasitas Balawista, baik dari segi keterampilan manajemen maupun kesiapan dalam menghadapi situasi darurat di pantai. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat juga meningkat, dengan partisipasi yang lebih aktif dalam menjaga keselamatan wisatawan. Dengan pelatihan yang diberikan serta penerapan teknologi, Balawista kini lebih siap untuk menjalankan tugasnya, sementara pariwisata di Desa Sawarna dapat berkembang secara lebih aman dan berkelanjutan.
PENGABDIAN MASYARAKAT INTERNASIONAL MELALUI SEMINAR HYBRID BERBASIS MIRRORING CLASS DALAM FESTIVAL BUDAYA INDONESIA-RUSIA Reza Hariyadi, Ade; Johardi, Ali; Ningsih, Sari; Supriyatno, Budi; Failasufa Aziza, Pretty; Setyawati, Kiki; Zuhri, Saefudin; Irawati, Ike; Plaksina, Elena; Porosov, Roman; Postnikova, Alena; Istianda, Meita; Starkova, Daria; Petukhova, A.; Zavialova, Natalia; Eryomina, Svetlana; Kolesova, Elena; Pramitasari, Anisa; Sulistyono, Achmad; Cori, Catarina
SIKAMA : Sinergi Akademisi dan Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Jurnal SIKAMA
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/sikama.v3i2.1007

Abstract

Pengabdian masyarakat internasional merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang strategis dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan penguatan literasi global masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak kegiatan pengabdian masyarakat internasional melalui seminar hybrid berbasis mirroring class dalam rangka Festival Budaya Indonesia–Rusia. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Oktober 2025 dengan melibatkan narasumber dari Indonesia dan Rusia serta peserta yang berasal dari mahasiswa, pelajar sekolah menengah, guru, akademisi, dan masyarakat umum. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang memadukan seminar hybrid (luring dan daring) dengan mirroring class untuk mendorong pembelajaran dua arah dan dialog lintas budaya. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi kegiatan, dan catatan diskusi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model seminar hybrid berbasis mirroring class mampu memperluas akses partisipasi masyarakat, meningkatkan keterlibatan peserta, serta memperkuat pemahaman lintas budaya dan lintas bahasa. Selain berdampak secara akademik, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana diplomasi budaya berbasis pendidikan yang inklusif dan partisipatif. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pengabdian masyarakat internasional yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan di era transformasi digital.