Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENERAPAN VIDEO PEMBELAJARAN PENATAAN SANGGUL PUSUNG TAGEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK LABSCHOOL UNESA Fatima Ayu Fernanda; Dewi Lutfiati; Sri Dwiyanti; Dindy Sinta Megasari
Jurnal Tata Rias Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Updo hairstyling requires both theoretical understanding and practical skills, which are not easily mastered by students through verbal explanations alone. Therefore, a learning medium that can visually present the material and allow students to review it repeatedly is needed. The aim of this research is to enhance the academic achievements attained by the learners to their fullest potential on the topic of Penataan Sanggul Pusung Tagel by utilizing video media as a learning aid. This research applies a quantitative approach and uses a pre-experimental method with a one-group praujian-pascaujian design. The development of the instructional video was Grounded in the ADDIE framework, this process encompasses five sequential phases: Analysis, Design, Development, Execution, and Assessment. The research subjects were 30 eleventh-grade students of the Skin and Hair Beauty Department at SMK Labschool Unesa 1 Surabaya. The instruments used in this study included a media validation sheet, learning outcome tests for both cognitive and psychomotor domains, and a student response questionnaire. The validation results from five validators indicated that the instructional video falls under the "highly feasible" category, with a feasibility score of 90.6%. Cognitive learning outcomes increased by 15.6% after the implementation of the video, with a t-count of 8.694 > t-table of 2.045 and a significance value of 0.000 < 0.05. The average psychomotor score reached 85%, with a t-count of 76.347 > t-table of 2.045 and a significance value of 0.000 < 0.05. Student responses to the instructional video were categorized as “good” with a percentage of 77%. Based on these findings, the instructional video is considered feasible and effective in improving student learning outcomes in the Penataan Sanggul Pusung Tagel material.
PENGEMBANGAN SDM SISWA SMA NEGERI 1 KARAS MAGETAN MELALUI PELATIHAN SANGGUL SOLO PUTRI SEBAGAI BEKAL BERWIRAUSAHA Sri Dwiyanti; Mutimmatul Faidah; Dindy Sinta Megasari; Sri Usodoningtyas; Nia Kusstianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5882

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan peningkatan keterampilan kewirausahaan siswa SMA Negeri 1 Karas Magetan, yang merupakan salah satu sekolah pelaksana program Double Track Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Program Double Track dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis, namun dalam praktiknya akses terhadap pelatihan kecantikan tradisional masih sangat terbatas. Padahal, keterampilan ini berpotensi menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi dunia kerja maupun merintis usaha mandiri. Menyadari kondisi tersebut, tim PKM Prodi S1 Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan pelatihan pembuatan sanggul Solo Putri. Keterampilan ini tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang signifikan dalam industri tata rias pengantin berbasis kearifan lokal. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan mengenali kebutuhan (to know), mengidentifikasi masalah dan peluang (to find), merancang program (to plan), melaksanakan pelatihan (to act), serta melakukan refleksi hasil (to reflect). Pelatihan yang dilaksanakan pada 30 Juli 2025 diikuti 20 siswa kelas XI peminatan tata rias, yang menunjukkan antusiasme tinggi selama proses berlangsung. Hasil kegiatan memperlihatkan respon adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis siswa dalam pembuatan sanggul Solo Putri, sekaligus memperkuat apresiasi mereka terhadap seni tradisional sebagai aset budaya. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan motivasi kewirausahaan, terutama dalam jasa tata rias pengantin berbasis budaya Jawa. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian budaya lokal, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing. Ke depan, keberlanjutan program dapat difokuskan pada penguatan manajemen usaha dan strategi pemasaran agar keterampilan siswa mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.