Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Penyakit Infeksi Ibu dengan Kejadian BBLR Zakiah, Nur; Novi Aryanti; Nurul Annisa; Abdul Fandir
Nutrition Science and Health Research Vol 3 No 2 (2025): Nutrition Science and Health Research
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/nutrition.v3i2.4679

Abstract

One of the indicators of a country’s success in improving public health is the reduction in infant mortality rates (IMR). One of the main contributors to the high IMR is Low Birth Weight (LBW). Babies born with LBW tend to experience cognitive developmental disorders, mental retardation, and are more prone to infections that can lead to illness or even death.This study aims to examine the extent to which one of the factors causing low birth weight, namely maternal infectious diseases, is associated with LBW incidence. The research was conducted in Majene Regency, specifically in the East Banggae and Banggae subdistricts. This study employed a cross-sectional design with an accidental sampling method involving 80 respondents. In this study, we observed symptoms of infections such as sore throat, nasal congestion, fever, and cough lasting less than two weeks. Statistical analysis revealed that none of the variables were significant (p-value > 0.05). It is important to conduct further research on the relationship between maternal infectious diseases and LBW, focusing on different study locations. Keyword : Low Birth Weihgt, Infection, Mother, Infant.
Efek Pemberian Moringa Royal Jelly, Micronutrient Suplement Terhadap Kadar Hemoglobin dan Lingkar Lengan Atas Ibu Hamil Abdul Fandir; Dwi Wahyu Balebu; Husnul Khatimah; Reny Rahmawati; Nur Afia Amin
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 5, No 2 (2024): November
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v5i2.28069

Abstract

Kehamilan adalah masa kritis dalam kehidupan seorang Wanita dan kebutuhan gizi meningkat secara signifikan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan janin serta menjaga kesehatan ibu. Anemia masih menjadi masalah yang sering ditemukan pada ibu hamil. Anemia yang tidak ditangani akan berdampak buruk pada janin. Selain itu Ibu hamil dilaporkan memiliki risiko Kekuragan energi kronik (KEK) selama kehamilam, KEK ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm atau Indeks Massa Tubuh (IMT).  Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan efektivitas antara MRJ dengan MMS pada ibu hamil yang berada di wilayah kerja PUSKESMAS Sinorang, variable yang di ukur adalah Hemoglobin dan Lingkar lengan atas ibu hamil yang merupakan hasil akhir selama proses intervensi. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang masuk dalam kriteria inklusi di wilayah kerja puskesmas sinorang.  Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dan dilakukan Mei – Juli 2024. Pengumpulan data menggunakan kusioner untuk data karakteristik, selain itu dilakukan penilain kadar hemoglobin dan pengukuran lingkar lengan atas. Anlisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat, menggunakan uji Mann-Whitney.  Hasil penelitian pada variable hemoglobin menunjukkan hasil yang baik namun ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (P = 0.031), pada variable ingkar lengan atas menunjukkan hasil yang baik dan tidak ada perbedaan hasil kedua kelompok intervensi (P=0.357). Sehingga dapat disimpulkan bahwa MRJ dan MMS memberi dampak positif pada status gizi ibu hamil.
Breakfast Habits, Sleep Quality, and Menstrual Duration as Determinants of Anemia in Adolescent Girls Asnir, Juliasty; Rakhman, Aulia; Nadila, Devi; Hijra; Abdul Fandir; Rahmawati, Reny
Medicor : Journal of Health Informatics and Health Policy Vol. 3 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/medicor.v3i1.943

Abstract

The prevalence of anemia among adolescent girls in the working area of Wani Public Health Center, Donggala District, remains relatively high, reaching 49.2% in 2024. Several contributing factors include poor breakfast habits, poor sleep quality, and abnormal menstrual duration. This study aims to examine the association between breakfast habits, sleep quality, and menstrual duration with the incidence of anemia among adolescent girls. This study highlights the combined role of lifestyle factors (breakfast and sleep quality) and biological factors (menstrual duration) in relation to anemia, which has been scarcely explored in this setting. This research employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The study population included all female students in the working area of Wani Public Health Center (n = 81). A total of 68 respondents were selected using the Slovin formula and purposive sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test at a significance level of α = 0.05. The findings revealed significant associations between breakfast habits and anemia (p = 0.000), sleep quality and anemia (p = 0.000), and menstrual duration and anemia (p = 0.000) among adolescent girls. Breakfast habits, sleep quality, and menstrual duration are significantly associated with incidence anemia among adolescent girls. These findings provide a basis for preventive efforts through nutrition education, improvement of sleep quality, and monitoring of menstrual health among adolescents.
Hubungan Suku Dan Kebiasaan Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Juwitriani Alwi; Abdul Fandir; Rajia; Rina Anwar; Besse Dahlia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja sangat membutuhkan zat gizi lebih tinggi karena pertumbuhan fisik dan perkembangan yang terjadi saat peralihan dari masa anak-anak ke masa remaja. Terdapat faktor langsung dan tidak langsung mempengaruhi status gizi, diantaranya yaitu kebiasaan makan dan suku yang erat kaitannya dengan pemilihan bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan suku dan kebiasaan makan dan status gizi remaja putri. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi adalah siswa/siswi SMA N 1 Batui Selatan sebanyak 440 orang, besar sampel ditentukan menggunakan bantuan tabel Isaac dan Michael dengan kesalahan 5% dan didapatkan 67 orang remaja putri sebagai sampel. Teknik sampel adalah purposive sampling dan penelitian dilakukan bulan Agustus 2023. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengetahui suku, Recall 1x24 jam untuk mengetahui kebiasaan makan, dan untuk mengetahui status gizi dilakukan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoice dan berat badan menggunakan timbangan. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat, menggunakan uji statistik Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dari 62 remaja putri terdapat 17 (27.4%) berasal dari suku jawa memiliki status gizi normal dan terdapat pula 45 (72.6%) remaja putri yang memiliki kebiasaan makan 3 kali sehari dengan status gizi normal dan berdasarkan hasil uji Kruskal Wallis didapat nilai p-value = 0.846 untuk hubungan suku dengan status gizi dan nilai p-value =0.494 untuk hubungan kebiasaan makan dengan status gizi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara suku dan kebiasaan makan terhadap status gizi remaja putri di SMAN N 1 Batui Selatan.