Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pandu Husada

Pengaruh Protektif Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum) terhadap Fungsi Ginjal Tikus Wistar Jantan yang Diinduksi Aspartam Nurhakiki Zahara Arif; Des Suryani
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4664

Abstract

Aspartam adalah salah satu pemanis buatan yang paling banyak digunakan di dunia. Konsumsi aspartam dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang ditandai dengan adanya peningkatan dari kadar ureum dan kreatinin. Daun kemangi sudah lama digunakan sebagi obat. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki efek sebagai antioksidan dan renal protektor namun dosis masih berbeda-beda antar peneliti.Penelitian ini bertujuan untuk menilai manakah dosis ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum) yang paling efektif dan dibandingkan dengan kurkuma (Curcuma xanthorrhiza) terhadap fungsi ginjal tikus Wistar jantan yang di induksi aspartam.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan dengan rancanganPost Test Only Control Group Design. Penelitian ini menganalisis data dengan menggunakanOne Way ANOVAdanPost HocLSD.Dengan menggunakan One Way ANOVA, penelitian ini menunjukkan hasil p=0,00 (p0,05) untuk ureum dan nilai p=0,00 (p0,05) untuk kreatinin yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada setiap kelompok. Pada ujiPost HocLSD didapatkan p0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada setiap kelompok.Dosis yang paling efektif dari ekstrak daun kemangi adalah 300 mg/kgBB/hari namun dibandingkan dengan kontrol negatif belum tercapai dosis yang diharapkan
Perbandingan Efek Protektif Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum) dan Kurkuma (Curcuma xanthoriza) Terhadap Fungsi Hepar Tikus Wistar jantan yang Diinduksi Aspartam Vici Vitricia Melja; Des Suryani
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4665

Abstract

Latar Belakang: Aspartam merupakan pemanis buatan pengganti sukrosa yang digunakan untuk bahan tambahan makanan, minuman serta obat. Aspartam berpotensi untuk merusak hepar karena dimetabolisme di hepar dan menghasilkan metabolit berupa formaldehid yang dapat merusak sel hepar. Obat herbal yang digunakan sebagai pencegahan gangguan hepar adalah kurkuma. Ekstrak daun kemangi bekerja dengan mengendalikan kerusakan hepatosit yang diakibatkan oleh penggunaan aspartam, menurunkan kadar lipid peroksidase dan meningkatkan kadar antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh ekstrak daun kemangi terhadap fungsi hepar tikus jantan galur Wistar yang di induksi aspartam. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik dengan posttest only with control group design. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok dan diberi perlakuan selama 30 hari. Penelitian ini menganalisis kadar SGOT dan SGPT setiap kelompok perlakuan. Analisis data menggunakan analisa one-way ANOVA post hoc Games-Howell. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian aspartam pada kerusakan hepar pada tikus yang diberi aspartam dosis 100 mg/KgBB/hari dengan tikus yang diberi aquabides (p0,05). Pemberian ekstrak daun kemangi dosis 200 mg/KgBB dan dosis 300 mg/KgBB bepengaruh terhadap hepar yang telah diinduksi aspartam (p0,05). Kesimpulan: Pemberian aspartam memiliki pengaruh terhadap kerusakan hepar tikus. Adanya perbaikan dari hepar setelah diberikan ekstrak daun kemangi dan kurkuma pada tikus yang diinduksi aspartam.Kata Kunci: Aspartam, ekstrak daun kemangi, hepar, kurkuma, SGOT, SGPT
Perbandingan Efektivitas Madu Trigona Dan Madu Sidr Dikombinasikan Dengan Minyak Jintan Hitam (Nigella Sativa) Sebagai Nefroprotektor Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Parasetamol Shinta Damayanti; Des Suryani
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i3.9402

Abstract

Parasetamol adalah salah satu obat analgetik-antipiretik yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Penggunaan dengan dosis toksik dapat menimbulkan kerusakan ginjal. Minyak jintan hitam dan madu digunakan sebagai obat untuk berbagai masalah kesehatan. madu trigona adalah madu multiflora dan madu sidr merupakan madu monoflora yang telah diolah dengan lebih baik dan diimpor dari luar negeri dengan harga yang mahal. membandingkan efektivitas minyak jintan hitam ditambah madu trigona dengan minyak jintan hitam ditambah madu sidr terhadap fungsi ginjal tikus yang diinduksi parasetamol. penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only with controlled group design. Sebanyak 4 kelompok diberi perlakuan selama 28 hari. Uji kadar Ureum dan Kreatinin dilakukan. Analisis data menggunakan one way ANOVA post hoc bonferroni. Terdapat pengaruh pemberian parasetamol dosis tunggal 2 g/KgBB pada fungsi ginjal tikus ditandai dengan peningkatan kadar Ureum dan kreatinin pada kelompok KP, tidak terdapat perbedaan signifikan pemberian minyak jintan hitam dosis 2 ml/kgBB ditambah madu sidr dengan dosis 1 g/kgBB dan minyak jintan hitam dosis 2 ml/kgBB ditambah madu trigona dengan dosis 7,4 ml/kgBB selama 28 hari terhadap ginjal tikus yang telah diinduksi parasetamol (p0,05). Pemberian parasetamol memiliki pengaruh terhadap kerusakan ginjal tikus. Serta pemberian minyak jintan hitam ditambah madu dibandingkan dengan minyak jintan hitam ditambah madu trigona memiliki efek nefroprotektor yang sama.