Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Cultural Brew: Designing Coffee-Based Tourism Packages to Boost Local MSMEs in Labuan Bajo Ramadhan, Dicky Satria; Firdaus, Anzar Alfat; Munawaroh, Asyifa Nur Laely; Ramadhan, Eka Setya
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1, April 2026
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v7i1.1209

Abstract

Labuan Bajo, designated as a super-priority tourism destination in Indonesia, possesses substantial potential for the development of culture-based tourism and the promotion of local products, particularly Manggarai coffee, which is deeply rooted in local traditions. Despite this potential, coffee-based products and experiences have not yet been systematically integrated into tourism offerings, highlighting the need for structured community service initiatives to strengthen coffee micro, small, and medium enterprises (MSMEs). This program was implemented through two main stages: identification and planning. The identification stage involved field observations and Focus Group Discussions (FGDs) with coffee MSME actors, local government representatives, travel agents, and community members to map opportunities and challenges in developing coffee-based tourism. The planning stage focused on designing an integrated coffee tourism package, comprising a Coffee Plantation Tour Plan as an educational and cultural tourism experience that introduces visitors to coffee cultivation processes and Manggarai cultural values, as well as a Coffee Souvenir Shopping Plan to position local coffee as a flagship regional product. The results indicate that these planned concepts have the potential to enhance Labuan Bajo’s tourism attractiveness, increase the economic value of local coffee MSMEs, and reinforce local cultural identity. This community service activity has produced an initial design that can serve as a foundation for the development of coffee-based tourism, contributing to inclusive and sustainable local economic growth. Furthermore, future development should advance toward pilot implementation and impact evaluation, supported by strengthened stakeholder partnerships, capacity building, and digital tourism integration to improve market reach and global competitiveness.
Strategi pencegahan stunting melalui edukasi dan praktik pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal Firdaus, Anzar Alfat; Abdullah, Muhamad Nurudin; Amanu, Mohammad Ghofur Rofiq; Mafu, Finky Yolanda; Ardanasari, Navisa Martha; Rosidi, Ramzy Atsil; Anjelika, Pingki; Avita, Nanda; Suatan, Johannis Noch; Oktarani, Zelika; Hayati, Dina Nuril
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i2.3355

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mencegah stunting di Desa Majakerta, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, melalui peningkatan literasi gizi dan keterampilan pengolahan makanan pendamping ASI (MP-ASI) berbasis bahan pangan lokal. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman pada periode 10 Juli hingga 13 Agustus 2025. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, distribusi leaflet edukatif, praktik langsung pembuatan MP-ASI, serta evaluasi pengetahuan masyarakat melalui pre-test dan post-test. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran kuantitatif melalui tes. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan didukung statistik sederhana untuk menilai dampak kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam menyiapkan MP-ASI bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Analisis kandungan gizi pada menu MP-ASI menunjukkan bahwa kombinasi ikan lele, sayuran, dan sumber karbohidrat lokal mampu memenuhi kebutuhan gizi harian anak sesuai rekomendasi WHO. Program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menekankan aspek keberlanjutan melalui pelibatan kader posyandu serta dukungan pemerintah desa, sehingga berpotensi untuk direplikasi di desa lain dengan karakteristik serupa.