Claim Missing Document
Check
Articles

EKSISTENSI SENI TRADISIONAL MASYARAKAT ADAT SUNDA DI ERA GENERASI Z Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya; Darsa, Undang Ahmad
KABUYUTAN Vol 4 No 3 (2025): Kabuyutan, Nopember 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i3.401

Abstract

Zaman berkembang dan berubah dari masa ke masa seiring pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi. Hal itu berlaku juga terhadap ketujuh unsur budaya Sunda. Kenyataan ini tentu saja memengaruhi situasi dan kondisi serta eksistensi tatanan kehidupan masyarakat, termasuk unsur seni. Di era Gen Z saat ini, kecanggihan yang terjadi berimbas pula terhadap perkembangan kemampuan manusia dalam berinteraksi sosial. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri juga bahwa ada beberapa suku Sunda yang masih bersikukuh dan taat asas mempertahankan ketradisionalan dan adat istiadatnya. Salah satunya masyarakat adat Sunda yang ada di wilayah Jawa Barat dan Banten, seperti Kampung Naga, Kanekes Baduy, Kampung Dukuh, Kampung Kuta, Kampung Sinar Resmi atau Ciptagelar. Terkait dengan hal itu, tentu saja masyarakat adat tersebut harus lebih kuat membentengi diri dari pengaruh luar, yang semakin menggerus unsur-unsur budaya, salah satunya unsur seni, termasuk waditra yang digunakan dan mengiringinya, agar seni yang mereka miliki tidak musnah ditelan masa. Beragam serpihan terpendam berkenaan dengan seni, dapat kita gali dan kita ungkap, dalam upaya menelusuri dan mengkaji warisan tinggalan leluhur orang Sunda. Untuk mengkaji masalah tersebut, tulisan ini menggunakan metode kualitatif, melalui metode deskriptif analisis. Melibatkan metode kajian estetika, hermeneutik, historiografi seni, filosofi seni, sosiologis, antropologis, maupun kajian budaya secara umum.
Education and Character Development in the Sundanese Manuscript Texts Pupujian and Nadoman in the Millennial Era Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Darsa, Undang Ahmad
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i2.90487

Abstract

Collecting, describing, transliterating, editing, and studying the Pupujian texts derived from Sundanese manuscripts, codified at Islamic boarding schools, is a challenging endeavor. The contents are religious/Islamic, representing cultural assets derived from the ingenuity of Sundanese forebears, whose presence in the contemporary millennial era is hardly acknowledged in madrasas, mosques, prayer rooms, or Islamic boarding schools. If neglected and unpreserved, it will be lost to history. The examination of Character Education in Sundanese manuscript texts is conducted from a literary and cultural standpoint, focusing on the elements that shape the character of the nation's youth, encompassing discipline, responsibility, heroism, faith, Islamic teachings, prophetic history, Islamology, and the relationships between humans and God, among humans, and with the environment. Utilized descriptive comparative analysis, philological methodologies, codicology, textology, and hermeneutic studies of literary and cultural works to serve as a literacy reference for other disciplines in the contemporary millennial age. The Pupujian manuscript is intricately connected to the 'yellow book,' which is significantly linked to the development of the nation's character and identity.
Jejak Transformasi Budaya: Evolusi Komunikasi Manusia dari Era Lisan hingga Algoritma Digital Permana, Rangga Saptya Mohamad; Sumarlina, Elis Suryani Nani; Darsa, Undang Ahmad; Rasyad, Abdul
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i1.32459

Abstract

Since the beginning of civilization, communication has progressed from simple gestures and body language to intricate digital systems. Communication is not merely a means of transmitting information; it is also an essential social process in the production of meaning, cultural identity, and societal evolution. This research seeks to examine the evolution of communication as a driving force in the formation, preservation, and transformation of culture over time. Using a descriptive qualitative method and an in-depth literature review approach, this study integrates perspectives from history, anthropology, sociology, and digital media studies, enriched with archaeological data and analysis of two contemporary regulatory case studies: GDPR in the European Union and misinformation handling in the United States. The findings show that every breakthrough in communication—writing, printing, and digitalization—causes structural changes in society, such as the emergence of imagined communities, the differentiation of intellectual classes, and the formation of a surveillance capitalism culture. In the digital era, this shift accelerates cultural norm changes and fosters the emergence of new symbols in cross-cultural communication, while also posing severe issues such as social fragmentation, access inequality, and a digital ethics crisis. This study underlines the importance of a balanced regulatory strategy, collective ethical awareness, and cross-disciplinary cooperation in managing the effects of communication evolution.
KISAH-KISAH HISTORIS YANG BERNUANSA KONFLIK DAN HARMONIS DI NUSANTARA DALAM PERSPEKTIF FILOLOGIS Darsa, Undang Ahmad; Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i1.412

Abstract

Artikel ini membahas tentang kisah-kisah historis di Nusantara, baik yang konflik maupun yang bernuansa harmonis. Adapun sumber-sumber data kajiannya berupa tradisi tulis, khususnya khazanah naskah kuno Nusantara. Kisah yang tertuang dalam teks naskah-naskah Kuno Nusantara ini pada dasarnya merupakan sebuah karya sastra bersifat sejarah daerah-daerah yang berpusat pada kisah para tokoh penting sebagai para petinggi atau raja-raja di wilayah Nusantara. Karya tersebut dapat dipandang sebagai refleksi masyarakat dan kebudayaan. Dengan demikian, pengamatan, pendeskripsian, dan analisis terhadap kisah para tokoh historis tersebut tak lain dari pembicaraan tentang gambaran pasang surutnya hubungan antarkerajaan di Nusantara, baik dilihat dari dalam teks naskah-naskah sumber data itu sendiri maupun dari luarnya. Pendekatan yang dilakukan terhadap hubungan naskah sumber data tadi dengan alam sekitar, pada dasarnya berupaya mengungkap naskah ini sebagai dokumen sosial, sebagai potret kenyataan sosial, mengingat ada semacam potret sosial yang bisa ditarik dari tradisi naskah-naskah Kuno Nusantara.