Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Stock Peternakan

KANDUNGAN MINERAL MAKRO Ca, P, Zn DAN Fe TUMBUHAN Asystasia gangetica SEBAGAI PAKAN TERNAK DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT KECAMATAN KUANTAN TENGAH infitria, infitria; Anggrayni, Yoshi Lia; Mahrani, Mahrani; Monica, Vera
STOCK Peternakan Vol 7, No 1 (2025): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v7i1.1680

Abstract

Hijauan yang paling banyak ditemukan di perkebunan sawit rakyat Kecamatan Kuantan Tengah adalah jenis tumbuhan Asystasia gangetica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas nutrisi Asystasia gangetica berupa kandungan mineral makro Ca, P, Zn dan Fe . Penelitian terdiri atas 4 tahap yaitu survey, pengambilan sampel hijauan Asytasia ganetica, pengolahan sampel hijauan dan analisa kandungan mineral Asytasia ganetica. Rancangan penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan  4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas 4 Desa yang ada di Kecamatan Kuantan Tengah. Penelitian diawali dengan survey (observasi lapang dan penentuan lokasi) kemudian pengambilan sampel Asytasia ganetica hijauan pada 4 Desa yaitu desa Jake, Beringin, Kopah, Kari. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel hijauan terdiri dari kuadran 0.5 x 0.5 m2, gunting rumput, sabit, kantong plastik ukuran 10 dan ukuran 2 kg, karung, tali plastik, dan alat tulis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada perkebunan sawit rakyat yang berbeda desa memberikan pengaruh nyata P0.05 terhadap kandungan mineral Asystasia gangetica. Kandungan mineral makro pada tanaman Asystasi gengetica Ca berkisar 46.79 sampai 53.60 ppm, kandungan P berkisar 125.24 sampai 136.32 ppm, kandungan Zn berkisar 2.70 sampai 3.23 ppm, kandungan Fe berkisar 3.28 sampai 4.32 ppm.  Kesimpulan dari penelitian ini secara umum kandungan mineral makro Asytasia gingetica pada empat desa yang berbeda di perkebunan sawit rakyat Kecamatan Kuantan Tengah termasuk baik dijadikan bahan pakan dengan kandungan mineral makro yang mencukupi standar.
KOMPOSISI BOTANIS HIJAUAN PADA PASTURA INTEGRASI PERKEBUNAN SAWIT RAKYAT KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI RIAU infitria, infitria
STOCK Peternakan Vol 5, No 2 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v5i2.1186

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis hijauan yang tumbuh di pastura integrasi perkebunan sawit rakyat Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian diawali dengan survey (observasi lapang dan penentuan lokasi) kemudian pengambilan sampel hijauan pada 4 Desa yaitu Jake, Beringin, Kopah dan Kari. Masing-masing Desa diambil 5 lokasi, setiap lokasi diambil 5 titik. Kemudian dilanjutkan dengan identifikasi jenis hijauan dan perhitungan produksi hijauan. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel hijauan terdiri dari kuadran 0.5 x 0.5 m2, gunting rumput, sabit, kantong plastik ukuran 10 dan ukuran 2 kg, karung, tali plastik, dan alat tulis. Perhitungan hijauan dengan persentase hijauan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat 9 jenis hijauan, yang terdiri atas rumput dan gulma. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hijauan yang paling dominan tumbuh di pastura integrasi perkebunan sawit rakyat Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi adalah dari jenis rumput/gramineae 24.48% yang di dominasi oleh rumput benggala 20.76% dan 75.52% gulma yang di dominasi oleh Aysytasia gangetica 68.54%.Kata kunci : Hijauan, komposisi botanis, kuadran, keragaman.
KANDUNGAN NUTRISI HIJAUAN PAKAN DI KECAMATAN KUANTAN MUDIK infitria, infitria
STOCK Peternakan Vol 7, No 2 (2025): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v7i2.1825

Abstract

Kecamatan Kuantan Mudik merupakan salah satu daerah di Kabupaten Kuantan Singingi-RIAU yang memiliki potensi sebagai sumber hijauan pakan ternak ruminansia. Melimpahnya hijauan pakan berupa rumput di sepanjang jalan, sungai, dan kebun diduga mampu mencukupi kebutuahan nutrisi ternak. Hijauan merupakan kebutuhan utama ternak ruminansia yang sangat mempengaruhi produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi hijauan berupa kandungan Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar, Air, Abu, fkasi serat berupa selulosa, hemiselulosa, lignin, ADF, NDF. Penelitian terdiri atas 4 tahap yaitu survey, pengambilan sampel hijauan, pengolahan sampel hijauan dan analisa kandungan nutrisi hijauan pakan. Rancangan penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan  5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas 5 Desa yang ada di Kecamatan Kuantan Mudik. Penelitian diawali dengan survey (observasi lapang dan penentuan lokasi) kemudian pengambilan sampel hijauan pada 5 Desa yaitu desa Pantai, Lubuk Ramo, Koto Cengar, Bukit Pedusunan, Kinali. Masing-masing Desa diambil 5 lokasi, setiap lokasi diambil 5 titik. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel hijauan, dan analisa kandungan nutrien hijauan di Laboratorium. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel hijauan terdiri dari kuadran 0,5 x 0,5 m2, gunting rumput, sabit, kantong plastik ukuran 10 dan ukuran 2 kg, karung, tali plastik, dan alat tulis Parameter yang diamati Kualitas nutrisi berupa Kandungan bahan kering, abu, Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar, fkasi serat berupa selulosa, hemiselulosa, lignin, ADF, NDF. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata terhadap peubah yang diamati, maka dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Rante Test (DMRT). Kesimpulan dari penelitian adalah kandungan nutrisi hijauan di Kecamatan Kuantan Mudik termasuk baik dengan protein kasar 9.68 %Bk sampai 12.07 %Bk. Dan fraksi serat masih sesuai standar nutrisi rumput lapangan, namun masih perlu penambahan konsentrat.
KUALITAS FISIK DAN NUTRISI SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) DENGAN PENAMBAHAN DAUN INDIGOFERA DAN SUPLEMEN ORGANIK CAIR infitria, infitria; Sagiarti, Trinop; Kusuma W, Gustia; Gusparia, Gusparia; Damela, Putri; Sartika, Dewi
STOCK Peternakan Vol 8, No 1 (2026): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v8i1.1910

Abstract

Hijauan merupakan kebutuhan utama ternak ruminansia yang sangat mempengaruhi produktivitas ternak. Silase merupakan teknologi untuk meningkatkan kandungan nutrisi pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas nutrisi siilase rumut gajah dengan penambahan daun indigofera berupa kandungan Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar, Air, Abu. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan setiap perlakuan. Perlakuan pada penelitian ini merupakan penambahan dan Indigofera dan suplemen organik cair (GDM) pada level yang berbeda beda. P0: Rumput gajah 2000gram tanpa campuran apapun, P1: Rumput gajah 1700gram + indigofera 15% + SOC 5 ml , P2: Rumput gajah 1600gram + indigofera 20% + SOC 10 ml, P3: Rumput gajah 1500gram+ indigofera 25% + SOC 15 ml. Parameter yang diamati Kualitas nutrisi berupa Kandungan bahan kering, abu, Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan daun indigofera dan suplemen organik cair pada level yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap warna, aroma dan pH sedangakan untuk tekstur tidak berpengaruh nyata. Nilai rata-rata skor tertinggi pada tiap perlakuan yaitu, warna pada perlakuan P0 dengan skor 4,1 (hijau kekuningan), aroma pada perlakuan P3 dengan skor 4,4 (sangat asam), tekstur pada perlakuan P3 dengan skor 3,6 (lembut dan mudah dipisahkan) dan pH pada perlakuan P0 dengan skor 4,2. Perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan P3 Rumput gajah 1500gram+ indigofera 500gram + SOC 15 ml.