Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

BAGAIMANA SELF DISCLOSURE DAN CYBER VIOLENCE PADA PENGGUNA APLIKASI KENCAN ONLINE TINDER DEWASA AWAL DI JAKARTA Basel, Wiwin Charolina Putri; Sitasari, Novendawati Wahyu; Safitri, Safitri
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 20, No 2 (2022): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v20i2.267

Abstract

Tinder merupakan salah satu platform pencarian teman kencan berbasis lokasi yang dapat memilih preferensi jenis kelamin sesuai ketertarikan pengguna. Terdapat berbagai fenomena cyber violence yang terjadi dan membuat kerugian yang besar terhadap korbannya dari segi materi maupun kesehatan mental. Ditinjau dari fenomena dan teori cyber violence, terdapat proses komunikasi dan self disclosure yang dilakukan korban sehingga memancing tindak kejahatan di aplikasi kencan online Tinder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self disclosure dengan cyber violence pada pengguna aplikasi kencan online Tinder dewasa awal di Jakarta. Rancangan penelitian ini kuantitatif non-eksperimental menggunakan pendekatan korelasional. Menggunakan teknik non-probability sampling dan teknik purposive sampling dengan sampel berjumlah 100 pengguna aplikasi kencan online Tinder dewasa awal di Jakarta. Instrumen self disclosure yang digunakan berupa alat ukur yang disusun menggunakan dasar teori self disclosure milik Wheeless dan Grotz (1976) berjumlah 28 aitem valid dengan reliabilitas nilai (α) = 0,949. Instrumen cyber violence yang digunakan berupa alat ukur yang disusun menggunakan dasar komponen, merupakan hasil revisi atau pengembangan skala cyber violence dari penelitian Šincek (2021) 34 aitem yang valid dengan nilai (α) = 0,965. Hasil uji korelasi diperoleh sebesar 0,00 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi r sebesar 0,998 yang artinya terdapat hubungan positif antara self disclosure dengan cyber violence pada pengguna aplikasi kencan online Tinder.
PERSEPSI TENTANG PERILAKU BULLYING DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Sitasari, Novendawati Wahyu
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v15i2.19

Abstract

AbstractBullying cases in schools are becoming increasingly widespread phenomenon in the world and have a negative impact on the school atmosphere, one against students. Students may be regarded as having experience in bullying, whether as perpetrators, victims or witnesses. The experience of bullying in both male and female students, as well as experienced directly or indirectly will affect the perception of bullying behavior. The purpose of this study is to determine the perception of bullying behavior in terms of sex. The implementation plan is to provide a scale of perception of bullying behavior to junior high school students, then the results obtained will be processed by t-test, so that the results of differences in perception of the behavior of bullying in male and female students. The sample used in this study is 200 students in SMP N 2 Karanganyar, which consists of 102 men and 98 women. Analysis of data using t-test and obtained the result that there is no difference of perception about bullying behavior in terms of sex at student in SMP N 2 Karanganyar. Keyword: bullying, perception, gender AbstrakKasus bullying di sekolah semakin lama menjadi fenomena yang menyebar di dunia dan memiliki dampak negatif terhadap atmosfer sekolah, salah satunya terhadap siswa. Siswa dapat dikatakan sebagai bagian yang memiliki pengalaman dalam tindak bullying, baik sebagai pelaku, korban, atau saksi. Pengalaman bullying pada siswa baik laki-laki maupun perempuan, serta dialami secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi persepsi terhadap perilaku bullying. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dipengaruhi persepsi terhadap perilaku bullying ditinjau dari jenis kelamin. Rencana pelaksanaan yaitu dengan memberikan skala persepsi terhadap perilaku bullying kepada siswa SMP, selanjutkan hasil yang diperoleh akan diolah dengan t-tes, sehingga diperoleh hasil perbedaan persepsi terhadap perilaku bullying pada siswa laki-laki dan perempuan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 200 siswa di SMP N 2 Karanganyar, yang terdiri dari 102 laki-laki dan 98 perempuan. Analisa data menggunakan Uji-t dan diperoleh hasil bahwa tidak ada perbedaan persepsi tentang perilaku bullying ditinjau dari jenis kelamin pada siswa di SMP N 2 Karanganyar. Kata kunci: Bullying, persepsi, jenis kelamin
CYBERBULLYING PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM: APAKAH BERHUBUNGAN DENGAN EMPATI? Felicia; Novendawati Wahyu Sitasari; Safitri
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 3 No. 2 (2023): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v3i2.868

Abstract

Instagram merupakan media sosial dengan pengguna terbanyak di Indonesia. Penggunaan Instagram memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah menambah informasi dan pertemanan, sedangkan salah satu dampak negative yaitu cyberbullying. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan empati dengan cyberbullying pada remaja pengguna Instagram. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis korelasional. Responden yang terlibat adalah 100 remaja usia 18-22 tahun pengguna Instagram. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Skala empati berdasarkan teori Davis, berjumlah 21 item valid dengan reliabilitas 0,86, dan skala cyberbullying berdasarkan teori Willard, berjumlah 22 item valid dengan reliabilitas 0,87. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson Product moment menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif lemah yang signifikan sig (p 0,028 dan r 0,220). Empati menyumbangkan 4,84% terhadap cyberbullying dan sisanya 95,16% oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Remaja pengguna Instagram lebih banyak melakukan cyberbullying sebanyak 63% dan empati tinggi 71%. Remaja laki-laki lebih banyak melakukan cyberbullying (68%). Responden yang menggunakan Instagram selama <1 jam sampai >3jam, cenderung melakukan cyberbullying. Responden yang memiliki dan tidak memiliki pengalaman dibully cenderung melakukan cyberbullying. Instagram is a social media with the most users in Indonesia. The use of Instagram has both positive and negative impacts. The positive impact is adding information and friendship, while one of the negative impacts is cyberbullying. Objective to determine the relationship between empathy and cyberbullying among young Instagram users. Methods this research is quantitative with a correlational type. The respondents involved were 100 teenagers aged 18-22 years who were Instagram users. The sampling technique in this study was non-probability sampling with purposive sampling. The empathy scale is based on Davis' theory, totaling 21 valid items with a reliability of 0.86, and the cyberbullying scale based on Willard's theory, totaling 22 valid items with a reliability of 0.87. Pearson Product moment correlation test shows that there is a weak positive correlation that is sig significant (p 0.028 and r 0.220). Empathy contributed 4.84% to cyberbullying and the remaining 95.16% was contributed by other factors not examined in this study. Adolescent Instagram users do more cyberbullying as much as 63% and 71% high empathy. More male adolescents do cyber bullying (68%). Respondents who use Instagram for <1 hour to >3 hours tend to do cyberbullying. Respondents who have and do not have experience of being bullied tend to do cyberbullying.
Efikasi Diri dan Kecemasan Menghadapi Ujian pada Mahasiswa Psikologi dan Non Psikologi Sitasari, Novendawati Wahyu; Rahmawati, Wara; Ratnaningtyas, Aisyah; Rozali, Yuli Asmi
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 3 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i3.339

Abstract

Mahasiswa program studi Psikologi maupun Non Psikologi, selama menjalankan perkuliahan, sering menghadapi berbagai tuntutan dalam akademik maupun non akademik. Adanya tuntutan tersebut, ada mahasiswa yang mampu menghadapinya dengan lancar dan ada yang merasa kesulitan. Kesulitan yang dihadapi mahasiswa ini dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang dihadapi mahasiswa ini salah satunya dipengaruhi oleh self-efficacy-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self-efficacy dan kecemasan pada mahasiswa Psikologi dan Non Psikologi. Rancangan penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis komparatif. Responden dalam penelitian ini diperoleh dengan non probability sampling, menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh mahasiswa Psikologi dan Non Psikologi berjumlah 517 mahasiswa. Kuesioner yang digunakan yaitu The General Self-Efficacy Scale (GSE) dan Test Anxiety Inventory (TAI). Analisis data menggunakan Uji-T. Hasil pengujian didapati ada perbedaan yang signifikan antara kecemasan pada mahasiswa program studi psikologi dan mahasiswa program studi non psikologi (t = 2.410; p (0.016)0.05), dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara efikasi diri pada mahasiswa program studi psikologi dan mahasiswa program studi non psikologi (t = 0.352; p (0.725)0.05). Hasil lain didapati bahwa mahasiswa Psikologi secara signifikan memiliki kecemasan lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa program studi Non Psikologi. Kemudian diketahui juga bahwa mahasiswa Psikologi memiliki efikasi diri lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa non psikologi.
Peran Pengetahuan Dan Keberfungsian Keluarga Terhadap Kecenderungan Cyberbullying pada Remaja di Jakarta Sitasari, Novendawati Wahyu; Rozali, Yuli Asmi; Isdianto, Ine Dwi
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i1.14765

Abstract

Teknologi saat ini telah mengalami perkembangan dan salah satunya yaitu adanya internet dan media sosial. Namun hal tersebut membawa pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positif yaitu lebih mempermudah komunikasi dari yang jauh menjadi terasa dekat. Sedangkan pengaruh negatif yaitu adanya kecenderungan terjadinya cyberbullying. Faktor yang memengaruhi cyberbullying yaitu keluarga dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui peran pengetauan mengenai cyberbullying dan keberfungsian keluarga terhadap kecenderungan cyberbullying pada remaja di Jakarta. Penelitian ini melibatkan 386 responden berusia remaja dan tinggal di Jakarta. Pengumpulan data dengan menggunakan skala Family Assessment Device (FAD) teori Epstein et al. (1983) dan skala Pengetahuan dari teori Notoatmojo (2015). Analisa data dengan menggunakan uji regresi berganda dan diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh negatif pengetahuan mengenai cyberbullying dan keberfungsian keluarga terhadap kecederungan cyberbullying pada remaja di Jakarta, sehingga hipotesa dalam penelitian ini diterima. Keberfungsian keluarga memberikan pengaruh sebesar 8% dan pengetahuan memberikan pengaruh sebesar 13,2% terhadap kecenderungan cyberbullying.
ANALISIS REGRESI PERAN MINDFULNESS PARENTING TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI DI JAKARTA Rozali, Yuli Asmi; Sitasari, Novendawati Wahyu; Widiastuti, Mariyana; Ulum, Muhammad Bahrul
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 23, No 01 (2025): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v23i01.493

Abstract

Kecenderungan perilaku bullying merupakan perilaku agresif yang bertujuan untuk menyakiti orang lain secara terus menerus dengan posisi yang tidak seimbang antara pelaku dan korban  dalam bentuk verbal dan fisik. Responden dalam penelitian ii adalah siswa Sekolah Dasar Negeri di Jakarta, Kelas 5 dan 6 yang berada pada fase late childhood. Di fase ini idelanya siswa tersebut telah mampu melakukan jainan relasi social dengan teman sebayanya maupun orang-orang yang berada di sekitarnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua siswa yang berada di masa late childhood mampu melaksanakan tugas perkembangannya dengan sukses, terbukti dengan tingginya kasus bullying  yang terjadi  di semua level pendidikan tak terkecuali level pendidikan Sekolah Dasar. Bullying yang terjadi bukan hanya berbentuk verbal saja namun juga fisik bahkan menyebabkan nyawa korban melayang alias meninggal dunia. Di duga peran pengasuhan orang tua menjadi salah satu factor penting yang diharapkan dapat menurunkan perilaku bullying  yaitu gaya pengasuhan imindfulness atau disebut mindfulness parenting. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peran mindfulness parenting terhadap kecenderungan perilaku bullying pada siswa Sekolah Dasar Negeri Kelas 5 dan 6 di Jakarta. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif non eksperimental yang berjenis kausalitas. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah cluster random rampling dengan jumlah 384 respondens Siswa Sekolah Dasar Negeri kelas 5 dan 6 di Jakarta. Instrument penelitian yang digunakan adalah Skala Mindfulness parenting dengan 33 aitem valid, sedangkan skala kecenderungan perilaku bullying memiliki 22 aitem valid dengan masing-masing reliabilitas (α) = 0,901 dan (α) = 0,975. Hasil uji regresi linier sederhana diperoleh nilai sig. (p) = 0,000 ; (p) < 0,05 dengan nilai koefisien = - 0,265 artinya terdapat pengaruh negatif signifikan mindfulness parenting  terhadap kecenderungan perilaku bullying pada siswa Sekolah Dasar Negeri kelas 5 dan 6 di Jakarta. Siswa Sekolah Dasar,  kelas 5 dan 6, di Jakarta, yang yang diasuh dengan mindfulness parenting sejumlah 202 (52.6%), sedangkan 182 responden (47,4%) tidak diasuh dengan mindfulness parenting. Kecenderungan perilaku  ullying yang tinggi sejumlah 195 responden (50,8%), sedangkan kecenderungan perilaku bullying rendah sebanyak 188 responden (49,2%).
Kecenderungan Perilaku Perundungan di Tempat Kerja: Studi Empiris pada Pekerja di Jakarta: Penelitian Novendawati Wahyu Sitasari; Clara Claudia; Yuli Asmi Rozali; Winanti Siwi Respati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4155

Abstract

Workplace bullying remains a significant issue, particularly among early adults who are entering the workforce. This study aims to describe the tendency of early adults to engage in workplace bullying. Using a descriptive quantitative approach, the study involved 103 workers aged 18–40 years in Jakarta, selected through purposive sampling. The modified NAQ-R instrument was used, consisting of 22 valid items (r = 0.418–0.936) with very high reliability (α = 0.959). The findings show that 67.0% of respondents have a low tendency to engage in bullying, while 33.0% fall into the high category. Both men and women exhibit similarly low tendencies. The most frequent forms of bullying reported relate to personal and work-related aspects. Civil servants and individuals with 2–4 years of tenure demonstrate higher bullying tendencies compared to other groups. Position and ethnicity do not indicate significant differences in bullying tendencies.