Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERSEPSI TENTANG PERILAKU BULLYING DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Sitasari, Novendawati Wahyu
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBullying cases in schools are becoming increasingly widespread phenomenon in the world and have a negative impact on the school atmosphere, one against students. Students may be regarded as having experience in bullying, whether as perpetrators, victims or witnesses. The experience of bullying in both male and female students, as well as experienced directly or indirectly will affect the perception of bullying behavior. The purpose of this study is to determine the perception of bullying behavior in terms of sex. The implementation plan is to provide a scale of perception of bullying behavior to junior high school students, then the results obtained will be processed by t-test, so that the results of differences in perception of the behavior of bullying in male and female students. The sample used in this study is 200 students in SMP N 2 Karanganyar, which consists of 102 men and 98 women. Analysis of data using t-test and obtained the result that there is no difference of perception about bullying behavior in terms of sex at student in SMP N 2 Karanganyar. Keyword: bullying, perception, gender AbstrakKasus bullying di sekolah semakin lama menjadi fenomena yang menyebar di dunia dan memiliki dampak negatif terhadap atmosfer sekolah, salah satunya terhadap siswa. Siswa dapat dikatakan sebagai bagian yang memiliki pengalaman dalam tindak bullying, baik sebagai pelaku, korban, atau saksi. Pengalaman bullying pada siswa baik laki-laki maupun perempuan, serta dialami secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi persepsi terhadap perilaku bullying. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dipengaruhi persepsi terhadap perilaku bullying ditinjau dari jenis kelamin. Rencana pelaksanaan yaitu dengan memberikan skala persepsi terhadap perilaku bullying kepada siswa SMP, selanjutkan hasil yang diperoleh akan diolah dengan t-tes, sehingga diperoleh hasil perbedaan persepsi terhadap perilaku bullying pada siswa laki-laki dan perempuan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 200 siswa di SMP N 2 Karanganyar, yang terdiri dari 102 laki-laki dan 98 perempuan. Analisa data menggunakan Uji-t dan diperoleh hasil bahwa tidak ada perbedaan persepsi tentang perilaku bullying ditinjau dari jenis kelamin pada siswa di SMP N 2 Karanganyar. Kata kunci: Bullying, persepsi, jenis kelamin
MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL DI MASA PANDEMIC Rozali, Yuli Asmi; Sitasari, Novendawati Wahyu; Lenggogeni, Amanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 7, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v7i2.3958

Abstract

Pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang, hampir dari semua kelompok umur di berbagai negara, terpaksa menjalani kebiasaan baru yang berpotensi meruntuhkan kesehatan mental. Mulai dari para petugas kesehatan, siswa-siswi yang tidak bisa ke sekolah, pekerja yang berisiko terpapar Covid-19 dan terancam gelombang PHK, masyarakat yang jatuh miskin karena ekonomi terus memburuk, hingga mereka yang harus menjalani isolasi saat lock down, semua menghadapi risiko penurunan kualitas kesehatan mental. Tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental baik di masa pandemic maupun kehidupan selanjutnya. P2M ini diberikan pada seluruh lapisan masyarakat. Dengan metode intervensi berupa pemberian seminar, efektivitas dari program ini diukur dengan menggunakan metode survey dan kuesioner mengenai kesehatan mental. Hasil dari Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemberian informasi dan pengetahuan mengenai kesehatan mental dapat mempengaruhi kemampuan peserta dalam menghadapi gangguan kesehatan mental. Peserta yang memahami materi yang disampaikan juga lebih banyak (64%) dibandingkan peserta yang kurang memahami, dan 66% peseta menilai bahwa program yang dilakukan tercapai. Kata kunci : pandemic, kesehatan mental
Pelatihan Asertif dalam Meningkatkan Komunikasi Asertif pada Guru SDIT X, Jakarta Barat Yuli Asmi Rozali; Novendawati Wahyu Sitasari
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 23 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol23.iss1.art6

Abstract

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Hubungan langsung antara guru dan yayasan terkesan lebih kaku, dibandingkan dengan hubungan antara guru dan kepala sekolah. Padahal batasan hirarki antara yayasan dengan guru sebagai tenaga operasional hanya berupa hubungan tidak langsung. Namun pada kenyataannya banyak sekolah- sekolah yang terbentur dengan sikap yayasan yang otoriter dan komunikasi yang bersifat satu arah. Hubungan menjadi terganggu, guru ataupun kepala sekolah menjadi kurang bebas dalam menentukan keputusan.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pelatihan komunikasi asertif terhadap kemampuan asertifitas guru SDIT, Cengkareng, Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian quasy experiment dengan non randomized   one-group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah guru SD-IT X, Jakarta Barat, yang mengajar kelas 1 sampai dengan kelas VI. Adapun alat analisis yang digunakan adalah Uji-T yang digunakan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dengan asertivitas guru SD-IT X, Jakarta Barat. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan paired sample t- test diperoleh hasil signifikansi sebesar p = 0.30 ; p > 0.05, yang berarti bahwa tidak ada pengaruh pelatihan asertif terhadap kemampuan komunikasi asertif di SDIT, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kematangan Emosi dengan Stress Belajar Daring pada Siswa SMA di Sukoharjo Novendawati Wahyu Sitasari; Wara Rachmawati; Alvia Rizqillah; Yuli Asmi Rozali
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 3 No 1 (2022): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/psikowipa.v3i1.76

Abstract

Covid-19 has spread to all countries in the world, including Indonesia. This spread affects all sectors, one of which is education. The impact that occurs in the education sector requires that every learning activity be carried out at home boldly. This change in learning patterns is thought to create stress on students, so good emotions are needed. The purpose of this study was to determine the relationship between emotions and the stress of learning to be brave in high school students in Sukoharjo. The subjects involved in this study were Sukoharjo High School students, totaling 268 students. The measuring instrument used is the maturity scale of Singh's theory (1990) and to measure stress the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) is one of the commonly used measuring tools. Results Based on the analysis, the sign value was obtained. = 0.00, which means that there is a significant relationship between emotional maturity and stress (sign < 0.05). In the analysis of the r value, the value of t count > from t table (-0.552 > 0.148) at a significance level of 1%, it can be interpreted that emotional maturity has a strong enough relationship with stress. The relationship between these two variables is negative, that is, increasing the emotional value, the lower the stress value.
REGULASI DIRI SISWA SEKOLAH KHUSUS OLAHRAGA RAGUNAN BINAAN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA Novendawati Wahyu Sitasari; Wara Rahmawati; Yuli Asmi Rozali
MOTORIC Vol 3 No 2 (2019): MOTORIC 2019
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.982 KB) | DOI: 10.31090/m.v3i2.943

Abstract

The purpose of this study was to find out how self-regulation of SKO Ragunan students. The population and sample from this study amounted to 222 SKO Ragunan Fostered DKI Jakarta Provincial Government consisting of 115 male students and 107 female students. This research belongs to the type of quantitative research that is descriptive in nature. Data is collected by distributing self-regulation questionnaires based on the theory of Omrod (2009). Data analysis is done by making a total score category of self-regulation. The results showed that students of SKO Ragunan Fostered by the DKI Provincial Government who had medium regulation were 86.5% more than those who had high regulation of 13.5%. Besides male students have more good regulation than female students. And students with team or team sports have higher regulations than students from individual sports
PENGETAHUAN MENGENAI PERUNDUNGAN PADA GURU DI JAKARTA DITINJAU DARI JENJANG MENGAJAR Novendawati Wahyu Sitasari; Wara Rahmawati; Yuli Asmi Rozali; Noni Agustina
MOTORIC Vol 4 No 2 (2020): Vol 4 No 2 Desember 2020
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying has become an international problem and usually occurs in the school environment. Bullying behavior in children can be significantly reduced thanks to the cooperation of the community, counselors, teachers and students. Teacher commitment is a decisive factor in reducing bullying cases. Most teachers have not responded to bullying incidents effectively and tend to ignore them. One of the reasons for the lack of handling done by the teacher is the teacher's low knowledge of bullying behavior. The purpose of this study was to determine knowledge about teacher bullying in Jakarta in terms of teaching levels. This study used a comparative design involving 64 teachers of kindergarten, elementary, junior high and high school in Jakarta and its surroundings. The measuring instrument used is based on references from Olweus (1993) and the Teacher Inventory of Skills and Knowledge (TISK) compiled by Horne, Bartolomucci, & Newman (2004). Data analysis using ANOVA and the results obtained were no differences in knowledge about bullying in terms of teaching level (F = 0.512, p> 0.05). Then based on the distribution of data, it can be seen that many teachers who teach at the elementary level have high knowledge of bullying. More female teachers have high knowledge of bullying than male teachers. The higher the age, the more knowledgeable about bullying is low. Keywords: Knowledge, Bullying, Teacher
SELF EFFICACY DAN PENYESUAIAN AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH PENERBANGAN DI INDONESIA Meidy Nindira; Novendawati Wahyu Sitasari; Safitri M
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.618

Abstract

Siswa yang menjalani pendidikan di sekolah penerbangan di Indonesia dihadapkan dengan berbagai tuntutan pembelajaran dengan basic semi militer yang belum pernah ditemui sebelumnya, sehingga untuk para siswa yang baru masuk diperlukan adanya kemampuan penyesuaian akademik yang baik agar dapat mempertahankan dirinya disekolah penerbangan dengan tuntutan yang tinggi. Salah satu faktor yang diduga memiliki hubungan dengan penyesuaian akademik adalah self efficacy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan penyesuaian akademik pada siswa sekolah penerbangan di Indonesia. Rancangan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif noneksperimental. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan jenis sampling kuota. Sampel penelitian berjumlah 85 siswa sekolah penerbangan di Indonesia. Alat ukur pertama self efficacy dari teori Bandura berjumlah 28 aitem valid dengan koefisien realibilitas sebesar (α) 0,936 dan alat ukur kedua penyesuaian akademik dari teori Schneiders berjumlah 32 aitem valid dengan koefisien realibilitas (α) sebesar 0,953. Berdasarkan hasil uji pearson product moment memiliki hasil sig (p) = 0,026 (p < 0,05) dengan nilai r = 0,240 yang menyatakan adanya hubungan positif antara self efficacy dengan penyesuaian akademik pada siswa sekolah penerbangan di Indonesia yang berarti hipotesis diterima. Self efficacy mempengaruhi penyesuaian akademik sebesar 5,76%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Students who are studying in aviation school in Indonesia are faced with various demands for learning on a semi-military basis that have never been encountered before, so for new students who are required to have good academic adjustment skills in order to be able to defend themselves at flight schools with high demands. One factor that is thought to have a relationship with academic adjustment is self efficacy. The purpose of this study was to determine the relationship between self efficacy and academic adjustment in pilot students in Indonesia. The design in this study is quantitative non-experimental. The sampling technique uses non-probability sampling with the type of quota sampling. The research sample was 85 pilot students in Indonesia. The first self efficacy measuring instrument from the Bandura theory is 28 valid items with a reliability coefficient of (α) 0.936 and the second academic adjustment tool from the Schneiders theory is 32 valid items with a reliability coefficient (α) of 0.953. Based on the Pearson product moment test results have the results of sig (p) = 0.026 (p <0.05) with a value of r = 0.240 which states there is a positive relationship between self efficacy and academic adjustment in pilot students in Indonesia, which means the hypothesis is accepted. Self efficacy affects academic adjustment by 5.76%, the rest is influenced by other factors.
PENGARUH FEAR OF MISSING OUT TERHADAP PERILAKU PHUBBING PADA REMAJA Sitasari, Novendawati Wahyu; Hura, Mei Sandrin; Rozali, Yuli Asmi
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 19, No 02 (2021): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v19i2.191

Abstract

Idealnya remaja memiliki perilaku sosial yang bertanggung jawab di dalam masyarakat, mencapai kemandirian emosional, serta memiliki pola hubungan yang lebih matang. Namun, realitanya dengan kemudahan akses internet yang terdapat dalam smartphone membuat remaja lebih berfokus menggunakan smartphone untuk mengatasi kecemasan akan keingintahuannya seputar kegiatan yang dilakukan oleh teman-temannya di luar sana yang pada akhirnya mengabaikan lawan bicara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara fear of missing out terhadap perilaku phubbing pada remaja. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif berjenis kausal komparatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden. Skala FoMO memiliki 14 aitem valid dengan nilai (α) = 0,848. Skala phubbing memiliki 20 aitem valid dengan nilai (α) = 0,887. Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi Y= 35,017 + 0,247 X dan  sig p 0,018 (<0,05) artinya hipotesis diterima yakni terdapat pengaruh positif signifikan fear of missing out terhadap perilaku phubbing pada remaja. Fear of missing out memiliki pengaruh sebesar 5,6% terhadap phubbing. Remaja lebih banyak memiliki Fear of missing out tinggi (56%) dan melakukan phubbing (51%). Hasil crosstab menunjukkan remaja jenis kelamin laki-laki lebih banyak melakukan phubbing. Selain itu, semakin tinggi durasi pemakaian smartphone maka remaja semakin melakukan phubbing, dan remaja yang menggunakan media sosial 3 dan >5 lebih banyak tidak melakukan phubbing.
PENTINGNYA KEBERFUNGSIAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK KESIAPAN BELAJAR SISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Rozali, Yuli Asmi; Sitasari, Novendawati Wahyu; M, Safitri
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 20, No 01 (2022): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v20i01.215

Abstract

During Covid-19 pandemic, all activities have risks, including activities at school. That’s why we needed learning readiness in implementing health protocols. One of factors affect to learning readiness is the family function. The purpose of this study is to determine affect of family function to student learning readiness during the pandemic. The research methode is quantitative-causal comparative research design, 1 independent variable is family function and dependent variable is learning readiness. The population and subjects in this study are students in Jakarta, 100 students, with random sampling technique and linear regresion analysis statistical. The reliability and validity test obtained (a)= 0.961 ((a) = ≥ 0.7) for the family functioning (a)= 0.883 ((a) = ≥ 0.7) and for the school readiness with each valid item (r)=0.3. The results of statictical test obtained sig. (p) = 0.000; (p) < 0.05, hypothesis accepted, that family functioning affects to student learning readiness during pandemic. And it is also known that family function has 18% to increas students learning readiness. Self awareness and self discipline are predicted to be other factors that affect student learning readiness
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN ASERTIVITAS GURU SD-IT, CENGKARENG, JAKARTA BARAT Rozali, Yuli Asmi; Sitasari, Novendawati Wahyu
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 15, No 1 (2017): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v15i1.14

Abstract

AbstractTeachers are professional educators with the primary task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating learners. In addition to having a status as a teacher, the teacher is part of the organization, the school. The relationship between teacher and principal is the relationship between superiors and subordinates. In addition to the principal, teachers also have a hierarchical relationship with the foundation. Usually foundations in a school have a considerable share of the continuity of the school, although it has actually been represented by the principal. In reality, however, many schools are struck by authoritarianism and one-way communication. The purpose of this research is to know the influence of leadership style on teacher assertive behavior and get description about teacher assertivity ability toward superiors. This research uses non-experimental quantitative method by using desiccant-comparative research research is ex post facto. Subjects in this study were teachers of SD-IT X, Cengkareng, West Jakarta, who taught grade 1 to class VI. The analysis tool used is Sperman test which is used to analyze the influence of leadership style with teacher-grade asertivitas SD-IT, X, Cengkareng, West Jakarta. Based on the result of statistical test of spearman obtained by significance value equal to p = 0.17; p> 0.05, meaning that there is no influence of leadership style on teacher assertiveness of SDIT, West Jakarta or hypothesis rejected.Keyword: style of leadership, assertivity, teacher AbstrakGuru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.  Selain memiliki status sebagai seorang pengajar, guru merupakan bagian dari organisasi, yaitu sekolah. Hubungan guru dengan Kepala Sekolah adalah hubungan antara atasan dan bawahan. Selain kepala sekolah, guru juga memiliki hubungan hirarki dengan pihak yayasan. Biasanya yayasan di suatu sekolah memiliki andil yang cukup besar terhadap keberlangsungan sekolahnya, walaupun sebenarnya telah diwakili oleh kepala sekolah. Namun pada kenyataannya banyak sekolah-sekolah yang terbentur dengan sikap yayasan yang otoriter dan komunikasi yang bersifat satu arah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap perilaku asertif guru dan mendapatkan gambaran mengenai kemampuan asertivitas guru terhadap atasan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-non  eksperimental dengan menggunakan desian penelitian  kausal-komparatif bersifat ex post facto. Subjek dalam penelitian ini adalah guru SD-IT X, Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengajar kelas 1 sampai dengan kelas VI. Adapun alat analisis yang digunakan adalah Sperman test yang digunakan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dengan asertivitas guru SD-IT, X, Cengkareng, Jakarta Barat. Berdasarkan hasil uji statistik spearman diperoleh nilai signifikansi sebesar p = 0.17; p > 0.05, artinya tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap asertivitas guru SDIT, Jakarta Barat atau hipotesis ditolak. Kata kunci : gaya kepemimpinan, asertivitas, guru