Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN ISOLASI HALOALKANA DEHALOGENASE DARI PSEUDOMONAS AERUGINOSA STRAIN LOKAL Nora, Adri; Ratnaningsih, Enny; Natalia, Dessy
Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity
Publisher : Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSenyawa organohalida banyak digunakan dalam industri sebagai pestisida dan aditif untuk bensin. Salah satu senyawa organohalida yang banyak diproduksi adalah 1,2-dikloroetana (DCE). Namun, senyawa organohalida merupakan polutan yang dapat membahayakan lingkungan karena senyawa ini sulit terdegradasi dan bersifat karsinogenik. Beberapa bakteri diketahui mampu mendegradasi DCE seperti bakteri dari genus Pseudomonas, Bradyrizhobium, dan Xantobacter. Bakteri-bakteri tersebut menghasilkan haloalkana dehalogenase yang mampu mengkatalisis pemutusan ikatan antara karbon dengan halogen. Pada DCE katalisis dehalogenase menghasilkan 2-kloroetanol, ion halida, dan  proton. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi dan isolasi haloalkana dehalogeanse dari Pseudomonas aeruginosa strain lokal. Pseudomonas aeruginosa diidentifikasi dengan PCR16S ribosomal DNA menggunakan Unibi (5’-GGT TAC (GC) TTG TTA CGA CTT-3) sebagai primer maju dan BactF-1 (5’-AGA GTT TGA TCA CTG GCT CAG-3’) sebagai primer mundur. Pseudomonas aeruginosa dapat tumbuh dalam medium Luria Bertani dan minimal medium yang mengandung DCE 1─10mM. Haloalkana dehalogenase yang dihasilkan merupakan enzim intrasel dengan aktivitas spesifik 8,809 unit/mg protein (unit = µmol Cl- / menit). Isolasi dan fraksinasi haloalkana dehalogenase menghasilkan aktivitas spesifik menjadi 32,108 unit/mg protein (naik 3,5 kali dibandingkan ekstrak kasarnya). Jika dibandingkan dengan Pseudomonas aeruginosa OK1, Pseudomonas aeruginosa strain lokal ini lebih berpotensi untuk digunakan dalam bioremediasi karena Pseudomonas aeruginosa strain lokal memiliki aktivitas spesifik yang lebih besar dan kemampuan tumbuh yang lebih cepat dibandingkan OK1. Kata Kunci : 1,2-dikloroetana, Pseudomonas aeruginosa, haloalkana dehalogenase
PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH REMAJA DI SMAN 101 JAKARTA BARAT Nora, Adri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWriting is a very important creative activity because one can easily convey ideas or opinions verbally to audiences. The purpose of writing is to change the belief of the reader, instill an understanding to the reader, and stimulate the thinking process to the author. A writing itself can be divided into two namely, scientific writing and non-scientific writing. To write a good paper is not easy, often said to be a difficult job. This happens to students at SMAN 101 Jakarta. The students complained about not being able to make good and true scientific papers. Thus, the purpose of this study is to provide writing training to students of SMAN 101 so that they can write good and correct papers. The execution method is carried out by holding training for three months every Thursday from 15.00 to 16.30. Each training is given different materials. After the materials were given, the students were then given the task of creating scientific papers. The results obtained after the writing of this writing is that students are gradually able to make good and correct writing. Then, the emergence of self-confidence in the students to start following the writing contest. The conclusion of the writing exercise is the change of views from the students on how to write scientific papers, where before they did not know how to make a good and correct writing. After attending the event, they finally made a good paper and in accordance with the existing provisions. In addition, the students also began to believe in following scientific writing competitions. Keywords: Writing, Scientific Writing, Writing Training AbstrakMenulis merupakan kegiatan kreatif yang sangat penting karena seseorang dapat dengan mudah menyampaikan ide atau pendapatnya secara verbal ke khalayak. Tujuan menulis adalah untuk merubah keyakinan pembaca, menanamkan pemahaman kepada pembaca, dan merangsang proses berfikir kepada penulis. Suatu tulisan sendiri dapat dibagi menjadi dua yaitu, tulisan ilmiah dan tulisan nonilmiah. Untuk menulis suatu karya tulis yang baik tidaklah mudah, bahkan sering dikatakan pekerjaan yang sulit. Hal ini yang terjadi pada siswa di SMAN 101 Jakarta. Para siswanya mengeluh karena tidak mampu membuat karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pelatihan penulisan kepada siswa SMAN 101 agar mereka dapat menulis karya tulis yang baik dan benar. Metoda pelaksanaan dilakukan dengan mengadakan pelatihan selama tiga bulan setiap hari kamis mulai  dari jam 15.00 hingga pukul 16.30. Setiap pelatihan diberikan materi yang berbeda-beda. Setelah diberikan materi, para siswa kemudian diberikan tugas untuk membuat karya tulis ilmiah.   Hasil yang didapatkan setelah mengadakan pelatihan penulisan ini adalah para siswa sedikit demi sedikit mampu untuk membuat karya tulis yang baik dan benar. Kemudian, munculnya kepercayaan diri pada para siswa untuk mulai mengikuti lomba-lomba karya tulis. Kesimpulan dari pelaksanaan pelatihan menulis tersebut adalah adanya perubahan pandangan dari para siswa tentang cara penulisan karya tulis ilmiah, dimana sebelumnya mereka tidak mengetahui bagaimana membuat karya tulis yang baik dan benar. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, akhirnya mereka bias membuat karya tulis yang baik dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Selain itu, para siswa juga mulai percaya diri untuk mengikuti lomba-lomba karya tulis ilmiah.  Kata Kunci : Menulis, Karya tulis ilmiah, Pelatihan penulisan
PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH REMAJA DI SMAN 101 JAKARTA BARAT Nora, Adri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1748

Abstract

AbstractWriting is a very important creative activity because one can easily convey ideas or opinions verbally to audiences. The purpose of writing is to change the belief of the reader, instill an understanding to the reader, and stimulate the thinking process to the author. A writing itself can be divided into two namely, scientific writing and non-scientific writing. To write a good paper is not easy, often said to be a difficult job. This happens to students at SMAN 101 Jakarta. The students complained about not being able to make good and true scientific papers. Thus, the purpose of this study is to provide writing training to students of SMAN 101 so that they can write good and correct papers. The execution method is carried out by holding training for three months every Thursday from 15.00 to 16.30. Each training is given different materials. After the materials were given, the students were then given the task of creating scientific papers. The results obtained after the writing of this writing is that students are gradually able to make good and correct writing. Then, the emergence of self-confidence in the students to start following the writing contest. The conclusion of the writing exercise is the change of views from the students on how to write scientific papers, where before they did not know how to make a good and correct writing. After attending the event, they finally made a good paper and in accordance with the existing provisions. In addition, the students also began to believe in following scientific writing competitions. Keywords: Writing, Scientific Writing, Writing Training AbstrakMenulis merupakan kegiatan kreatif yang sangat penting karena seseorang dapat dengan mudah menyampaikan ide atau pendapatnya secara verbal ke khalayak. Tujuan menulis adalah untuk merubah keyakinan pembaca, menanamkan pemahaman kepada pembaca, dan merangsang proses berfikir kepada penulis. Suatu tulisan sendiri dapat dibagi menjadi dua yaitu, tulisan ilmiah dan tulisan nonilmiah. Untuk menulis suatu karya tulis yang baik tidaklah mudah, bahkan sering dikatakan pekerjaan yang sulit. Hal ini yang terjadi pada siswa di SMAN 101 Jakarta. Para siswanya mengeluh karena tidak mampu membuat karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pelatihan penulisan kepada siswa SMAN 101 agar mereka dapat menulis karya tulis yang baik dan benar. Metoda pelaksanaan dilakukan dengan mengadakan pelatihan selama tiga bulan setiap hari kamis mulai  dari jam 15.00 hingga pukul 16.30. Setiap pelatihan diberikan materi yang berbeda-beda. Setelah diberikan materi, para siswa kemudian diberikan tugas untuk membuat karya tulis ilmiah.   Hasil yang didapatkan setelah mengadakan pelatihan penulisan ini adalah para siswa sedikit demi sedikit mampu untuk membuat karya tulis yang baik dan benar. Kemudian, munculnya kepercayaan diri pada para siswa untuk mulai mengikuti lomba-lomba karya tulis. Kesimpulan dari pelaksanaan pelatihan menulis tersebut adalah adanya perubahan pandangan dari para siswa tentang cara penulisan karya tulis ilmiah, dimana sebelumnya mereka tidak mengetahui bagaimana membuat karya tulis yang baik dan benar. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, akhirnya mereka bias membuat karya tulis yang baik dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Selain itu, para siswa juga mulai percaya diri untuk mengikuti lomba-lomba karya tulis ilmiah.  Kata Kunci : Menulis, Karya tulis ilmiah, Pelatihan penulisan
IDENTIFIKASI DAN ISOLASI HALOALKANA DEHALOGENASE DARI PSEUDOMONAS AERUGINOSA STRAIN LOKAL Nora, Adri; Ratnaningsih, Enny; Natalia, Dessy
Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSenyawa organohalida banyak digunakan dalam industri sebagai pestisida dan aditif untuk bensin. Salah satu senyawa organohalida yang banyak diproduksi adalah 1,2-dikloroetana (DCE). Namun, senyawa organohalida merupakan polutan yang dapat membahayakan lingkungan karena senyawa ini sulit terdegradasi dan bersifat karsinogenik. Beberapa bakteri diketahui mampu mendegradasi DCE seperti bakteri dari genus Pseudomonas, Bradyrizhobium, dan Xantobacter. Bakteri-bakteri tersebut menghasilkan haloalkana dehalogenase yang mampu mengkatalisis pemutusan ikatan antara karbon dengan halogen. Pada DCE katalisis dehalogenase menghasilkan 2-kloroetanol, ion halida, dan  proton. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi dan isolasi haloalkana dehalogeanse dari Pseudomonas aeruginosa strain lokal. Pseudomonas aeruginosa diidentifikasi dengan PCR16S ribosomal DNA menggunakan Unibi (5’-GGT TAC (GC) TTG TTA CGA CTT-3) sebagai primer maju dan BactF-1 (5’-AGA GTT TGA TCA CTG GCT CAG-3’) sebagai primer mundur. Pseudomonas aeruginosa dapat tumbuh dalam medium Luria Bertani dan minimal medium yang mengandung DCE 1─10mM. Haloalkana dehalogenase yang dihasilkan merupakan enzim intrasel dengan aktivitas spesifik 8,809 unit/mg protein (unit = µmol Cl- / menit). Isolasi dan fraksinasi haloalkana dehalogenase menghasilkan aktivitas spesifik menjadi 32,108 unit/mg protein (naik 3,5 kali dibandingkan ekstrak kasarnya). Jika dibandingkan dengan Pseudomonas aeruginosa OK1, Pseudomonas aeruginosa strain lokal ini lebih berpotensi untuk digunakan dalam bioremediasi karena Pseudomonas aeruginosa strain lokal memiliki aktivitas spesifik yang lebih besar dan kemampuan tumbuh yang lebih cepat dibandingkan OK1. Kata Kunci : 1,2-dikloroetana, Pseudomonas aeruginosa, haloalkana dehalogenase
Antioxidant Activity, Antibacterial Activity, Water Content, and Ash Content In Baduy Honey Adri Nora; Anjas Wilapangga; Titta Novianti
Bioscience Vol 2, No 2 (2018): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.107 KB) | DOI: 10.24036/0201822101249-0-00

Abstract

Indonesia as a tropical country has many different types of honey. Honey was known to have many advantages especially in health promotion as antioxidant and antibacterial. Baduy honey is one of Indonesian forest honey which its nutritional value, antioxidant, and antibacterial activity have not been investigated yet. The purpose of this study to determine antioxidant activity, antibacterial, water content, and also ash content of baduy honey. The research method are DPPH radical scavenging-activity for antioxidant, microplate resazurine assay for antibacterial, qualitative photochemistry analysis, and gravimetric analysis for measuring water and ash content. The result showed that black and yellow baduy honey has water content 18,64% dan 19,32% respectively and ash content 0,32% dan 0,04% respectively. Baduy honey has also containing flavonoid, terpenoid, and alkaloid compounds. Black Baduy honey has higher antioxidant activity than Yellow Baduy honey in which EC 50 values are 1000,79 μg/mL and 1475,28 μg/mL respectively. However, Baduy honey did not show any antibacterial activity againts Escheria coli dan Staphlococcus aureus because of MIC value for both type of honey are tremendously large with 500000 μg/mL.
ANTIOXIDANT ACTIVITY, TOTAL PHENOLIC CONTENT, AND FTIR ANALYSIS OF FERMENTED BADUY HONEY WITH PINEAPPLE Adri Nora; Anjas Wilapangga; Amenia Kahfi; Meisya Then; Atikah Fairus
BIOEDUKASI Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v20i1.29775

Abstract

Honey is one of the liquid foods known for its high nutritional value. Honey contains macronutrient and micronutrient compounds. The composition of honey is usually different from one honey to another and has different biological activities. Baduy honey is one of the forest honey sold by the Baduy tribe. Fermented Baduy honey is suspected of having better biological activity. This study aims to determine the antioxidant activity of fermented Baduy honey, the total phenolic compound, and FTIR analysis. The antioxidant activity was determined against DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazile) by measuring the absorbance of the sample at the wavelength of 517 nm. The Total phenolic compound was also determined using folin ciocalteu’s method to measure the absorbance of the sample at the wavelength of 765nm. The FTIR analysis was also carried out to detect functional groups in Baduy honey. The antioxidant activity shows that fermented Baduy honey has the highest antioxidant capacity (IC 50 = 90,26 µg/mL) after three days of fermentation with pineapple and has better antioxidant capacity than non-fermentation Baduy honey. Total phenolic content shows that Baduy honey has 2,04 µg/mL. The FTIR analysis result indicates the presence of phenolic compounds, which can be found in flavonoids.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH DAN IDENTIFIKASI GOLONGAN METABOLIT SEKUNDER PADA DAGING UBI JALAR DARI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA: ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST USING DPPH METHOD AND IDENTIFICATION OF SECONDARY METABOLITES IN SWEET POTATOES FROM VARIOUS REGIONS IN INDONESIA Meisya Then Septian; Febriana Dwi Wahyuni; Adri Nora
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 4 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v4i2.5734

Abstract

Antioksidan dapat ditemukan di beberapa bahan pangan salah satunya ubi jalar. Ubi jalar telah dikonsumsi sebagai bahan pangan di beberapa daerah di Indonesia seperti Papua dan Maluku. Ubi jalar yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari beberapa daerah yaitu Riau, Tomohon, Balikpapan, Jambi, Malang, Pontianak, Kupang, Bangka, Medan, dan Merauke. Sampel ubi jalar dari berbagai daerah dan kondisi lingkungan yang berbeda, membuat ubi jalar diprediksi memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berbeda. Pada penelitian ini dilakukan pengujian antioksidan dengan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH), uji total fenol, dan pengujian fitokimia. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan yang paling tinggi terdapat pada ubi jalar Medan berdaging oranye tua dengan nilai IC50 sebesar 235,34 mg/mL. Sementara total fenol yang paling tinggi terdapat pada ubi jalar Medan berdaging ungu sebesar 6,035 ?g GAE/g. Pada pengujian fitokimia didapatkan tidak semua ubi mengandung metabolit sekunder yang sama. Pada pengujian alkaloid dan steroid semua sampel ubi jalar tidak mengandung senyawa golongan alkaloid dan steroid. Pengujian flavonoid pada sampel daging ubi jalar dari Tomohon, Balikpapan, Jambi, Malang, Pontianak (daging oranye tua), Kupang, Bangka, dan Medan (daging oranye tua dan oranye muda) mengandung senyawa golongan flavonoid. Sementara pada uji terpenoid sampel daging ubi jalar dari Riau, Tomohon, Balikpapan, Malang, Kupang, Bangka, dan Medan (daging ungu) mengandung senyawa golongan terpenoid.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Atikah Fairus Siti Badriah; Febriana Dwi Wahyuni; Adri Nora
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ajst.v8i1.7180

Abstract

Antibacterial is a compound capable of inhibiting and killing pathogenic bacteria. Escherichia coli and Staphylococcus aureus are pathogenic bacteria because they can cause disease if infected. Sweet potato is an alternative food that is often consumed by some Indonesian people and is thought to contain antibacterial compounds. The sweet potatoes used in this study came from Riau (A), Tomohon (B), Balikpapan (C), Jambi (D), Malang (E), Pontianak (F), Kupang (G), Bangka Belitung (H) , Medan (I), Balikpapan (J), and Merauke (K). Antibacterial testing was carried out using the disc diffusion method and using Eosin Methylene Blue (EMB) and Luria Bertani (LB) media with sample concentrations of 250, 500, and 700 ppm. The study was conducted using the antimicrobial activity testing method which was carried out only once in an experiment and observations would be made after 24 hours of incubation. From the results obtained, the optimum growth of E. Coli at a concentration of 700 ppm with samples from the Kupang area (G) with purple color with an inhibition zone of 8.5 mm and a minimum at a concentration of 250 ppm with samples originating from the Merauke (K) area with white color with a white zone. resistance of 1 mm. Meanwhile, the test results on the optimum growth of S. aureus at a concentration of 700 ppm with samples from West Kalimantan (F2) with purple color with an inhibition zone of 7 mm and a minimum at a concentration of 250 ppm with samples from Balikpapan (C), Bangka Belitung. (H), and Medan (I3) are white and light orange with an inhibition zone of 2 mm.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI ECO-ENZYME CAIRAN SEJUTA MANFAAT DI CLUSTER MALTA SENTRALAND PARADISE KEC. PARUNG PANJANG Seprianto Seprianto; Henny Saraswati; Febriana Dwi Wahyuni; Titta Novianti; Adri Nora; Putri Handayani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i8.4528

Abstract

Keberadaan sampah dari limbah rumah tangga yang berlebihan di lingkungan merupakan salah satu masalah penting karena dapat merusak keseimbangan ekosistem lingkungan. Perlu adanya pengelolaan terhadap limbah rumah tangga tersebut supaya tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Perumahan Sentraland paradise merupakan perumahan baru yang terletak di Desa Kabasiran, Kecamatan Parung Panjang Kab. Bogor yang terdiri berbagai cluster salah satunya cluster Malta. Salah satu pemanafaatan sampah organik dari limbah rumah tangga adalan cairan serbaguna eco enzyme. Cairan serbaguna ini bisa menjadi karbol pembersih alami, sabun cuci piring, pemurni udara, pembersih luka, sanitizer alami, pupuk cair, dan cairan pestisidia untuk tanaman. Ada 10 warga yang ikut dalam kegiatan ini, sedikitnya warga yang ikut dikarenakan punya kegiatan lain sehingga tidak dapat berpartisipasi. Selama kegiatan berlangsung peserta sangat aktif bertanya dan berdiskusi dengan pemateri. Pelaksanaan praktek warga ikut terlibat dalam pembuatan eco-enzyme. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena banyak informasi yang didapatkan warga tentang bagaimana pemanfaatan sampah dapur yang selama ini hanya dibuang menjadi produk yang bernilai. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam penanganan sampah organik rumah tangga menjadi produk eco-enzyme yang memiliki sejuta manfaat serta menjadi produk komersial yang dapat menjadi tambahan pendapatan warga Malta.
Review: Autentikasi Kehalalan Daging dengan Pendekatan Proteomik Berbasis LC-MS Adri Nora; Yulianti Fitri Kurnia; Nadia Fitri; Vika Tresnadiana Herlina
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.1.20-28.2023

Abstract

Mengetahui keaslian dan kehalalan produk daging menjadi hal yang penting saat ini, terutama bagi umat islam yang memiliki aturan ketat dalam mengkonsumsi daging. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam menentukan status keaslian dan kehalalan daging adalah dengan melakukan autentikasi. Hingga hari ini, penelitian tentang autentikasi kehalalan daging telah banyak dilakukan dan berbagai macam pendekatan telah banyak dikembangkan. Salah satu pendekatan yang saat ini sedang berkembang adalah pendekatan proteomik berbasis liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS). Proteomik adalah salah satu metode alternatif yang dapat digunakan dalam autentikasi kehalalan daging dengan mencari biomarker peptida pada daging, dimana peptida dapat bertahan melalui berbagai macam pemrosesan makanan. Metode yang digunakan dalam literature review ini adalah dengan menggunakan 26 artikel yang didapatkan dari Pubmed, Science Direct, Proquest, Wiley, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci seperti halal authentication OR meat authentication, LC-MS, Proteomics, AND Chemometrics. Pada artikel ini dilakukan literature review untuk membahas prosedur autentikasi kehalalan daging dengan menggunakan LC-MS, aplikasi proteomik dalam autentikasi kehalalan daging, serta kemometri yang merupakan teknik analisis yang digunakan dalam pengolahan data proteomik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pendekatan proteomik di dalam autentikasi kehalalan pada daging memiliki sensitivitas yang baik pada daging yang belum dan sudah mengalami proses pengolahan makanan. Selain itu, penggabungan metode proteomik dengan analisis kemometrik juga dapat memberikan sensitivitas yang lebih baik lagi dalam melakukan autentikasi kehalalan terhadap daging.