Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MUTATION DETECTION OF MULTIDRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS BY RT-PCR METHOD AS THE DIAGNOSTIC TOOL OF MDR-TB Titta Novianti; alfero Putra Iryanto; feby feby; callista marsya; putri mega utami; febriana dwi wahyuni; henny saraswati; seprianto; adri nora; roaslein putri; nie nie; sabar pambudi
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 10 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jbbi.v10i1.5653

Abstract

Eight percent of tuberculosis (TB) cases worldwide are resistant to rifampicin, with mutations occurring in the rpoB and katG genes. It is necessary to develop a specific multidrug-resistant (MDR) diagnostic technique using the RT-PCR method in Indonesia to aid in rapid and accurate diagnosis. In-silico testing using SnapGene software resulted in the design of DNA primers for the katG and rpoB genes, plasmids, and specific probes. This study employed a cross-sectional design using 30 non-MDR-TB and MDR-TB samples from RSUD Sitanala, Tangerang Banten, which were tested for amplification of the katG and rpoB genes using Sybr green RT-PCR. Validity testing was conducted using specific probes for the katG and rpoB genes. The amplification results showed that MDR-TB samples and MDR-TB plasmids required a longer time compared to non-MDR-TB samples and non-MDR-TB plasmids. The Quantification Cycle (Cq) value in non-MDR-TB samples was lower than the Cq value in MDR-TB samples. A t-test revealed a significant difference in Cq values of the rpoB and katG genes between MDR-TB and non-MDR-TB patients (p-value < 0.005). These differences in Cq values indicate that the findings of this study can serve as an initial reference for the development of an RT-PCR-based diagnostic kit for MDR-TB.
Evaluasi Nilai Gizi dan Antioksidan Yogurt Nabati Berbahan Dasar Kara Benguk (Mucuna pruriens) Menggunakan Variasi Kultur Starter Fadhilla, Reza; Muslim, Siti Zaqiah; Nora, Adri; Wahyuni, Yulia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 01 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i01.7648

Abstract

Sekarang ini permintaan yogurt nabati berbahan dasar kacang-kacangan mengalami peningkatan, didasari atas perhatian masyarakat terhadap berbagai masalah kesehatan. Kara benguk (Mucuna pruriens) adalah jenis kacang lokal yang berpotensi dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan yogurt nabati karena kandungan gizinya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi nilai gizi dan antioksidan yogurt nabati berbahan dasar kara benguk yang difermentasi menggunakan variasi kultur starter berbeda. Yogurt nabati jenis set-yogurt dibuat dengan melarutkan tepung kara benguk dengan air (1 : 6 b/v), kemudian ditambah 3% bubuk skim, 3% sukrosa, dan 1% fruktooligosakarida (FOS). Selanjutnya dihomogenisasi, ditempatkan dalam wadah botol gelas, dan disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Proses inokulasi dilakukan dengan memasukkan sebanyak 3% dari kultur starter yang telah diformulasikan ke dalam yogurt steril dan diinkubasi pada suhu 37°C dilakukan selama 72 jam. Parameter analisis meliputi, nilai proksimat, derajat keasaman (pH), protein terlarut (% nitrogen), dan aktivitas antioksidan (% inhibisi). Perbedaan jenis kultur starter menunjukkan adanya perbedaan nyata terhadap komponen karbohidrat dan protein yogurt, nilai tertinggi masing-masing sebesar 68,55% dan 28,16%. Perbedaan jenis kultur starter dan lamanya waktu fermentasi menunjukkan perbedaan nyata terhadap konsentrasi protein terlarut, tertinggi sebesar 37,5% (kultur campuran) selama 72 jam. pH terendah dan antioksidan tertinggi ditunjukkan pada kultur starter Lactobacillus acidophilus FNCC 0051, masing-masing sebesar 3,32, dan 87,11%. Kata Kunci: kara benguk, Mucuna pruriens, yogurt nabati, Lactobacillus, fermentasi
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELLITUS MELALUI KULIAH TAMU PADA MAHASISWA IIUM MALAISYA Adri Nora; Seprianto Sepriant
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.2771

Abstract

Diabetes Milletus merupakan salah penyakit yang cukup banyak diderita oleh masyarakat di dunia. Diabetes sendiri adalah penyakit kronis yang memiliki gejala dengan tingginya kadar gula (glukosa) di dalam darah. Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah yang memiliki lebih dari 75 juta orang penderita diabetes. Malaisya merupakan salah negara yang terus berkembang secara ekonomi dan kultural, dimana dengan adanya perkembangan tersebut membuat penyakit diabetes dan penyakit jantung lainnya ikut berkembang di negara ini. Universitas Esa Unggul bekerjasama dengan IIUM mengadakan program kuliah tamu untuk meningkatkan edukasi tentang penyakit diabetes mellitus melalui perkuliahan Biokimia medisinal. Kegiatan kuliah tamu ini dilaksanakan secara daring melalui media zoom dalam beberapa kali pertemuan. Sebanyak 24 mahasiswa peserta kuliah tamu biokimia medisinal mengikuti kegiatan ini. Kegiatan dimulai dengan pemaparan topik, tanya jawab, dan ditutup dengan diskusi dua arah. Di akhir kuliah tamu, mahasiswa diberikan link untuk memberikan feedback terhadap topik dan suasana perkuliahan. Hasil feedback yang diberikan adalah semua mahasiswa puas dengan topik kuliah tamu dan juga puas terhadap pemaparan yang dilakukan oleh dosen dari Esa Unggul. Mereka juga sangat senang atas diskusi yang menarik dan juga berterima kasih atas ilmu baru yang diberikan
WORKSHOP ISOLASI DNA DAN PENGENALAN ALAT LABORATORIUM BIOTEKNOLOGI BAGI GURU BIOLOGI SMA/MA SE JAKARTA Seprianto Seprianto; Henny Saraswati; Febriana Dwi Wahyuni; Titta Novianti; Adri Nora; Aroem Naroeni; Putri Handayani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.2780

Abstract

Pengembangan bioteknologi dalam pengelolaan sumberdaya hayati dapat menjadi potensi terbesar dalam bidang biodiversitas dan menjadi aset nyata untuk kesejahteraan masyarakat. Bioteknologi didukung dengan metode – metode mutakhir serta fasilitas laboratorium yang memadai untuk mewujudkan keilmuan yang mampu dipahami oleh para siswa dengan transfer ilmu yang baik dari seorang guru biologi. Guru yang menguasai materi pelajaran dengan baik, menggunakan metode dan media pembelajaran yang tepat, mampu mengelola kelas dengan baik akan memberi pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar siswa. Pengabdian ini bertujuan untuk menambah wawasan materi tentang DNA, mampu melakukan isolasi DNA dengan benar serta mengenal jenis alat – alat laboratorium yang digunakan untuk mengisolasi dan visualisasi DNA. Peserta dihadiri sebanyak 23 orang yang tersebar dari berbagai SMAN/SMAS se Jakarta. Pelaksanan pengabdian dilakukan dengan 2 metode yaitu klasikal dan praktek di laboratorium. Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Evaluasi kegiatan dilihat dari hasil kuisioner yang diisi oleh peserta yang merasa sangat berkesan dan bermanfaat dalam menjelaskan materi bioteknologi. Harapan kedepan dari peserta adanya pelatihan yang lebih advance dalam bidang bioteknologi seperti kultur jaringan, teknologi DNA rekombinan, stem cell, kloning gen dan kultur mikroba di Laboratorium.