Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Epistemic actions in proving two-triangle problems by considering mathematical reading and writing ability Setianingsih, Rini; Budiarto, Mega Teguh; Jamil, Anis Farida
Journal on Mathematics Education Vol. 16 No. 2 (2025): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.v16i2.pp479-496

Abstract

Mathematical abstraction is essential in constructing mathematical concepts, particularly in proof. The RBC+C epistemic actions—recognizing, building-with, constructing, and consolidating—are key cognitive processes in proof construction. However, the impact of mathematical reading and writing abilities on these processes remains unexplored. This study investigates how students’ mathematical reading and writing abilities affect their epistemic actions when proving the congruence of two triangles. This qualitative research adopts a case study design involving three undergraduate students who have completed a geometry course. The participants were selected based on their reading and writing proficiency levels: high, moderate, and low. Data were collected through reading and writing assessments, proof-solving tasks, and semi-structured interviews. The analysis follows the RBC+C framework to identify patterns in students’ cognitive process during proof construction. Findings reveal that students with high mathematical reading and writing abilities demonstrate a more structured proof strategy, effectively recognizing key properties, building logical connections, and constructing valid arguments. High-proficiency students also exhibit flexibility in using both geometric and algebraic approaches in proving. In contrast, students with lower reading and writing abilities struggle with symbolic representation, logical coherence, and notation consistency, leading to incomplete or incorrect proofs. Moreover, consolidation of mathematical ideas, such as reusing known theorems and revisiting proof steps, occurs more frequently in high-achieving students, enabling deeper conceptual understanding. This study highlights the critical role of mathematical literacy in the proof process. It suggests that strengthening reading and writing instruction in mathematics education can enhance students’ ability to construct rigorous proofs. The findings contribute to the development of instructional strategies that integrate mathematical literacy into proof-based learning, ultimately fostering students’ reasoning and problem-solving skills in mathematics.
Analisis Kompetensi Kognitif Mahasiswa Menggunakan Kerangka Kerja RECCE-MODEL Khusna, Arif Hidayatul; Jamil, Anis Farida
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i1.1681

Abstract

Proses pemecahan masalah mahasiswa bergantung pada kemampuan kognitifnya. Kerangka kerja RECCE-MODEL merupakan salah satu inovasi kerangka kerja yang menetapkan arah dalam pembelajaran serta penilaian pengetahuan dan keterampilan berdasarkan pengembangan kognitif mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif mahasiswa menggunakan kerangka kerja RECCE-MODEL. Prosedur penelitian yang digunakan adalah 1) studi pendahuluan, 2) perencanaan, dan 3) pelaksanaan. Instrumen yang digunakan adalah lembar keterlaksaan pembelajaran dan tes. Hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran yang dilakukan menggunakan pendekatan RECCE yaitu Realistic, Educational, Contextual, Cognitive, dan Evaluate. Enam level kemampuan kognitif mahasiswa kecuali level 0 dideskripsikan berdasarkan hasil pekerjaan mahasiswa terhadap soal tes materi translasi yang diberikan setelah pembelajaran selesai. Tidak ada mahasiswa yang berada pada level 0 (tidak ada usaha), karena semua mahasiswa mencoba menyelesaikan permasalahan yang diberikan pada soal tes. Level 1 meanings ditunjukkan oleh mahasiswa mencoba menghubungkan konsep yang ada dan memahami makna dari masalah. Level 2 organize, mahasiswa mengidentifikasi strategi dalam menyelesaikan masalah. Pada level 3 develop, mahasiswa dapat merumuskan strategi dan variable dan mengembangkan strategi penyelesaian masalah. Level 4 execute, ditunjukkan oleh mahasiswa memeriksa strategi penyelesaian masalahnya. Level 5 terakhir yaitu link, mahasiswa melakukan refleksi terhadap solusi dan memberikan penafsiran solusi yang diperoleh.
Pengembankan Asesmen Berorientasi Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Dan Numerasi Mahasiswa Jamil, Anis Farida; Khusna, Arif Hidayatul
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i4.2385

Abstract

Pada era saat ini, kemampuan literasi dan numerasi dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kampuan literasi adalah kemampuan untuk dapat menerapkan konsep matematika dalam konteks kehidupan serta dapat melalukan penalaran matematis untuk menjelaskan suatu kejadian sedangkan kemampuan numerasi adalah kemampuan menganalisis dan menggunakan angka-angka (number) dan simbol matematika dalam menyelesaikan masalah praktis dalam konteks kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan asesmen berorientasi kontekstual untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis dan numerasi mahasiswa yang valid, praktis, efektif, dan reliabel. Namun, asesmen yang dikembangkan terbatas pada pengembangan tes. Penelitian ini berjenis research and development dengan melalui tiga tahapan. Ketiga tahapan tersebut yaitu tahap identifikasi dan kajian permasalahan, tahap pengembangan, dan tahap penilaian. Hasil pengembangan asesmen tes ini menunjukkan skor kevalidan yaitu 85% yang berarti sangat valid, skor pada aspek kemudahan penggunaan 78,5% dan aspek kebahasaan 97,8% yang berarti produk berkategori praktis, mahasiswa mengalami peningkatan persentase ketercapaian semua indikator literasi dan numerasi yang berarti asesmen tes ini efektif, dan skor realibilitas Alpha Cronbach  yang berarti butir asesmen tes reliabel.
RETRACT Cholily, Yus Mochamad; Jamil, Anis Farida; Dintarini, Mayang
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.5252

Abstract

This article has been withdrawn at the authors' request due to the need for adjustment related to permission for the use of research instruments from a previous source.