Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Self-esteem dengan Self-efficacy dalam Pembelajaran Matematika pada Siswa Sekolah Dasar Arifah; Alpusari, Mahmud; Noviana, Eddy
Arus Jurnal Pendidikan Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v5i3.1861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan self-efficacy dalam pembelajaran matematika pada siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya fenomena beberapa siswa yang masih menunjukkan rasa rendah diri, kurang percaya diri, serta pelabelan negatif terhadap kemampuan matematisnya, sehingga mengindikasikan adanya permasalahan pada aspek self-esteem dan self-efficacy. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V sekolah dasar, dengan jumlah sampel sebanyak 82 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket self-esteem dan self-efficacy yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 25 melalui uji korelasi Pearson Product Moment, analisis regresi linear sederhana, serta uji determinasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi sebesar r = 0,603 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-esteem dengan self-efficacy. Pada uji regresi linear sederhana, diperoleh koefisien regresi sebesar 0,573 dengan nilai signifikansi 0,000 dan t hitung sebesar 6,755, sehingga self-esteem terbukti berpengaruh secara signifikan dalam memprediksi self-efficacy. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,363 menunjukkan bahwa self-esteem memberikan kontribusi sebesar 36,3% terhadap variasi self-efficacy. Kontribusi ini tergolong besar dalam penelitian psikologi pendidikan, mengingat variabel psikologis umumnya dipengaruhi oleh banyak faktor kompleks. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan aspek self-esteem siswa dalam proses pembelajaran matematika, karena penilaian keberhargaan diri terbukti berkontribusi terhadap keyakinan dalam menyelesaikan tugas, menghadapi tantangan, serta mempertahankan usaha ketika mengalami kesulitan dalam belajar matematika.
Penguatan Moderasi Beragama Melalui Literasi Digital dan Pemahaman Kritis atas Algoritma Media Sosial Bagi Para Santri di Pondok Pesantren Belitung Rahmadini, Rahayu; Arifah; Amrullah; Jauharotul Maknunah; Serly Arsita
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1862

Abstract

Pengaruh media sosial yang semakin masif membawa tantangan baru bagi penguatan moderasi beragama di kalangan generasi muda. Algoritma media sosial yang bekerja melalui personalisasi konten berpotensi mempersempit wawasan pengguna, memperkuat bias, munculnya sikap eksklusif dan intoleran melalui fenomena filter bubble dan echo chamber. Kondisi ini menjadi semakin krusial di tengah masyarakat multikultural seperti Belitung, khususnya bagi generasi muda dan santri sebagai agen perubahan dan pendakwah digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama melalui literasi digital dan pemahaman kritis terhadap algoritma media sosial bagi generasi muda di Belitung. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan workshop, refleksi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop moderasi beragama, literasi digital, dan pemahaman algoritma media sosial yang melibatkan santri Pondok Pesantren di Belitung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep moderasi beragama, meningkatnya kesadaran literasi digital, serta kemampuan kritis dalam menyikapi konten keagamaan di media sosial dan memahami bahwa algoritma media sosial tidak bersifat netral dan berpotensi memengaruhi pola konsumsi informasi keagamaan. Kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang lebih kritis, moderat, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial, sekaligus memperkuat ekosistem digital yang toleran dan inklusif di tingkat lokal.