Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PESHUM

Hubungan Pengalaman Putus Cinta dengan Depresi pada Gen Z di Kota Magelang Arifin, Irviana Devi; Ratna Yunita Setiyani Subardjo; Agus Salim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.12904

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman patah hati berhubungan dengan tingkat depresi di kalangan Generasi Z yang tinggal di Kota Magelang. Generasi Z cenderung rentan terhadap depresi akibat tekanan emosional dari hubungan sosial yang kompleks. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 100 orang partisipan Generasi Z yang telah mengalami patah hati, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Beck Depression Inventory (BDI) untuk mengukur tingkat depresi dan Skala Perasaan Putus Cinta yang berdasarkan teori Lavie (2004). Proses analisis data dilakukan melalui uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 16. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,893, yang menunjukkan bahwa konsistensi internalnya sangat tinggi. Distribusi data adalah normal (Asymp. Sig = 0,669 > 0,05) dan hubungan antara variabel adalah linear (Sig. Deviation from Linearity = 0,150 > 0,05). Analisis menunjukkan nilai korelasi (R) sebesar 0,674 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, menandakan adanya hubungan positif yang signifikan antara pengalaman patah hati dan depresi. Nilai determinasi (R²) sebesar 0,454 menunjukkan bahwa 45,4% variasi dalam tingkat depresi dipengaruhi oleh pengalaman putus cinta. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya dukungan sosial dan intervensi psikologis bagi mereka yang mengalami patah hati.
Hubungan Komunikasi Keluarga Dengan Stres Kerja TNI di Yogyakarta Yang Sedang Menjalani Hubungan Jarak Jauh Putri Febri Puspita Sari; Ratna Yunita Setiyani Subardjo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13989

Abstract

Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghadapai tuntutan kerja yang tinggi, resiko penugasan, dan kebijakan sifat kerja yang bersifat nomaden mengharuskan mereka meninggalkan keluarga untuk menjalankan hubungan jarak jauh. Kondisi seperti ini dapat berpotensi tumbuhnya stress kerja. Komunikasi dalam keluarga diasumsikan memiliki fungsi sebagai proses penyangga yang mampu menurunkkan tingkat tekanan yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kualitas komunikasi keluarga dengan tingkat stress kerja pada anggota TNI yang sedang berdinas di Yogyakarta dan berstatus LDR. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Subjek penelitian adalah anggota TNI di Yogyakarta dengan jumlah 150 responden. Pengambilan data menggunakan skala stres kerja dan skala komunikasi keluarga. Analisis data menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi keluarga dengan stres kerja ( >0.05) sehingga hasil ini menolak hipotesis awal. Stres kerja pada anggota TNI lebih dominan dipengaruhi oleh beberapa faktor internal seperti beban kerja, tekanan waktu, dan medan lapangan dibandingkan dalam kualitas komunikasi keluarga. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk mengurangi stres kerja pada anggota TNI sebaikanya lebih dipusatkan pada penyesuaian kebijakan organisasi serta penerapan program manajemen stres yang professional dan bukan karena semata-mata pada aspek dinamika keluarga.