Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penguatan kemandirian peternak rakyat melalui pelatihan pembuatan pakan lengkap berbentuk pellet di Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi Priyadi, Dwi Ahmad; Setyoprayitno, Salvian; Ruliyanto, Jangka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.29358

Abstract

AbstrakPeningkatan kemandirian peternak rakyat merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan pangan khususnya sumber ternak pedaging. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa saat ini sekitar 60% kebutuhan daging nasional dipenuhi dari ternak lokal yang mayoritasnya ialah peternak rakyat. Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) berkomitmen untuk ikut aktif membangun sektor peternakan melalui penelitian maupun pengabdian, yang ditujukan utamanya pada peternak di sekitar Poliwangi. Pakan ternak menghabiskan 70% dari total biaya operasional peternakan, oleh karena itu peningkatan kemandirian peternak akan efektif jika dilakukan penguatan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan pakan. Peternak dapat membuat formulasi pakan yang baik; sesuai dengan kebutuhan ternak, bernutrisi seimbang, mudah diaplikasikan, dan berharga murah merupakan tujuan dari dilakukannya pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini. Perancangan alat penunjang mutlak (mesin giling serbaguna, mesin pencetak pellet) dilakukan pada PKM ini. Studi ketersediaan dan harga bahan pakan juga dilakukan agar peternak tidak kesulitan mencari dan membelinya. Setelah dilakukannya pengabdian ini, peternak rakyat dapat menyusun formulasi ransum pakan dan mampu memproduksi pakan lengkap berbentuk pellet. Pakan tersebut utamanya digunakan sendiri pada peternakannya, namun kedepannya pakan pellet tersebut dapat menjadi lini bisnis tersendiri untuk dijual sehingga menambah income sehingga scale-up usaha dapat terjadi. Tiap kg pakan pellet memiliki biaya produksi sebesar Rp 5.335, harga ini jauh lebih murah dibanding pakan pellet komersial yang rata-rata memiliki harga Rp 9.000. Kata kunci: pakan lengkap; peternak rakyat; pakan pellet; kecamatan rogojampi; swasembada daging. AbstractIncreasing the independence of smallholder farmers is one of the strategic steps to increase food availability, especially sources of meat livestock. As is well known, currently around 60% of the national meat requirement is met by local livestock, most of which are smallholder farmers. Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) is committed to actively participating in developing the livestock sector through research and community service, which focuses primarily on farmers around Poliwangi. Animal feed consumes 70% of the total operational costs of livestock farming, therefore increasing the independence of farmers will be effective if knowledge and skills related to feed are strengthened. Farmers can make good feed formulations; according to livestock needs, balanced nutrition, easy to apply, and inexpensive are the goals of this community service. The design of absolute supporting tools (multipurpose grinding machines, pellet machines) is carried out in this community service. Studies on the availability and price of feed ingredients are also carried out so that farmers do not have difficulty finding them. Smallholder farmers with the ability to formulate rations and the ability to produce complete feed in the form of pellets, in addition to being used by themselves on their farms, are expected to be able to become a separate business line to be sold so as to increase income so that business scale-up can occur. Keywords: complete feed; farmers; pellet feed; rogojampi district; meat self-sufficiency.
Optimalisasi pengolahan limbah kandang ternak menjadi pupuk organik di kelompok tani Bangsring Sejahtera Kabupaten Banyuwangi Dwi Ahmad Priyadi; Muhammad Habbib Khirzin; Mita Ayu Liliyanti; Mohamad Ilham Hilal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27228

Abstract

AbstrakPoliteknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) berpartisipasi aktif dalam program swasembada pangan dengan memperkuat sektor pertanian melalui kegiatan pelatihan pada kelompok tani. Kelompok Tani Bangsring Sejahtera merupakan salah satu kelompok tani di desa binaan Poliwangi yang terletak di Kecamatan Bangsring. Kelangkaan pupuk dan tidak dimanfaatkannya limbah peternakan merupakan permasalahan yang coba diatasi, sehingga diciptakan solusi berupa pembuatan pupuk organik dengan bahan baku limbah peternakan. Untuk menunjang kegiatan tersebut di rancanglah suatu alat yang tepat guna (mesin giling serbaguna) yang dapat berfungsi sebagai hammer mill dan chopper. Dengan melimpahnya bahan baku pupuk organik, diharapkan kemampuan petani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri akan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Diharapkan juga terjadi peningkatan hasil panen dan dapat mendukung swasembada pangan khususnya di Kabupaten Banyuwangi. Kata kunci: pupuk organic; limbah ternak; swasembada pangan; kecamatan bangsring. AbstractPoliteknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) actively participates in the food self-sufficiency program by strengthening the agricultural sector through training activities in farmer groups. The Bangsring Sejahtera Farmer Group is one of the farmer groups in the village supported by Poliwangi, which is located in Bangsring Village. Scarcity of fertilizer and unutilization of livestock waste are problems that this community service activity is trying to overcome, so a solution has been created in the form of making organic fertilizer using livestock waste as raw material. To support these activities, an appropriate tool was designed in the form of a multi-purpose milling machine which can function as a hammer mill or chopper. Due to the abundance of organic fertilizer raw materials, it is hoped that the ability of farmers to produce organic fertilizer independently will reduce dependence on chemical fertilizers. It is also hoped that there will be an increase in harvest yields and this will lead to an increase in farmers' welfare and can support food self-sufficiency, especially in Banyuwangi Regency. Keywords: organic fertilizer; livestock waste; food self-sufficiency; farmer group; bangsring district