Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengetahuan Ibu Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Stunting Pada Balita Di Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta iffah Zahirah; Nuli Nuryanti Zulala; Dita Kristiana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.301

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus global yang merupakan kondisi kronis akibat kekurangan gizi pada masa pertumbuhan awal dan berpotensi mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak hingga dewasa. (Khalisha et al., 2024) Faktor utama penyebab terjadinya stunting yaitu rendahnya asupan vitamin dan mineral, buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani serta pola asuh yang kurang baik. Pengetahuan, perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup baik. Pengetahuan merupakan faktor utama yang memengaruhi perilaku ibu dalam pencegahan stunting. Sebagai ranah kognitif, pengetahuan menjadi dasar terbentuknya sikap dan perilaku. Ibu yang memahami kebutuhan gizi, ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, dan pemantauan tumbuh kembang anak akan lebih konsisten mencegah stunting, begitu pula sebaliknya (Kemenkes RI, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 ibu yang memiliki balita dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui pengisian lembar kuesioner. Uji analisis menggunakan uji Spearman Rank dengan nilai (p=0,000<0,05). Diharapkan bagi tenaga kesehatan mampu berperan aktif dalam untuk memberikan edukasi secara rutin, terarah, dan mudah dipahami mengenai stunting serta pencegahannya agar pengetahuan ibu dapat diaplikasikan dalam perilaku sehari-hari.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dan Usia Menarche Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi Kelas VII SMP Negeri 1 Gamping Listia Ningsih; Nuli Nuryanti Zulala; Fathiyatur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.326

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2023 melaporkan prevalensi dismenore primer di dunia mencapai 50%, di Indonesia 64,25% dan menurut data Dinas Kesehatan Yogyakarta menyebutkan prevalensi dismenore sebesar 56%. Dismenore primer merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling umum dialami oleh remaja putri, ditandai dengan nyeri perut bagian bawah tanpa disertai penyakit reproduksi. Dismenore primer disebabkan oleh berbagai faktor risiko seperti usia menarche, keturunan atau riwayat keluarga, siklus menstruasi, lama menstruasi, indeks massa tubuh (IMT), dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan usia menarche dengan kejadian dismenore primer pada siswi kelas VII di SMP Negeri 1 Gamping. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain analitik crosssectional yang menggunakan data primer. Sampel yang digunakan sebanyak 56 remaja putri yang diambil dengan menggunakan teknik Total Sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Dari hasil analisis IMT diperoleh 44,5% remaja putri dengan indeks massa tubuh normal dan 55,4% tidak normal, usia menarche normal 57,7% dan 49,2% tidak normal, mengalami dismenore primer 94,6% dan tidak mengalami dismenore primer 5,4%. Hasil uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian dismenore primer (p = 0,083) dan antara usia menarche dengan kejadian dismenore primer (p = 0,073). Kesimpulan yang diperoleh mayoritas responden memiliki IMT dan usia menarche normal dengan mayoritas mengalami dismenore primer tetapi antara variabel tersebut tidak ada hubungan.
Terapi Murottal Al-Qur’an Menurunkan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di Klinik Pratama Dhiaulhaq Magelang Nindra Arlindawati; Nuli Nuryanti Zulala
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.466

Abstract

Persalinan merupakan suatu proses alamiah yang dimana akan dihadapi oleh setiap ibu hamil, di mana terjadi pengeluaran hasil konsepsi berupa bayi dan plasenta dari rahim ibu. Terapi Al-Qur’an yang dilantunkan mampu menghasilkan gelombang delta sehingga dapat memberikan rasa tenang, tentram, dan nyaman bagi pendengarnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif di Klinik Pratama Dhiaulhaq Magelang. Metode penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental dengan desain One Group Pre-Test Post-Test. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan sampel penelitian sebanyak 16 responden. Instrument penelitian ini menggunakan skala nyeri NRS (Numeric Rating Scale), MP3 dan headphone. Uji statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian dengan uji analisis statistic menggunakan Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,225 dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,001 berarti (p <0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri persalinan sebelum dan sesudah diberikan intervensi murottal Al-Qur’an. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti lebih lanjut dengan melibatkan sampel yang lebih besar atau membandingkan efektivitas murottal Al-Qur’an dengan metode relaksasi nonfarmakologis lainnya untuk memperkuat bukti ilmiah terkait efektivitas intervensi ini.