Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

APLIKASI KOLABORASI PROGRAM ARIAS DENGAN MASTER LEARNING DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PEMAHAMAN RUBRIK PENILAIAN DI SD NEGERI 101789 MARENDAL – I Asnarni Lubis; Nazriani Lubis
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2020): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v4i1.371

Abstract

Mitra di SD Negeri 101789 Desa Marendal – I Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, lokasi mitra yang berada di pinggir kota Medan, hal ini juga ditunjukkan dengan kelulusan peserta didik hanya dilihat dengan sederhana, bahkan kadang-kadang peserta didik tidak menerima tanda keberhasilan dalam pembelajaran, sesuai dengan target dan tujuan yang akan dicapai yaitu untuk pemahaman, metode pelaksanaan yang digunakan adalah kolaborasi ARIAS dengan MASTER Learning, alsannya karena kemudahan dalam mengikuti kegiatan. Hasil yang diperoleh mampu menghasilkan aktivitas kegiatan gambaran secara luas bahwa peserta, belum mampu dengan baik menghasilkan standar kelulusan yang sesuai dengan ketentuan atau kebutuhan peserta didik, kegiatan ini mampu meningkatan pemahaman peserta pengajaran abad 21, mengaplikasikan sintaks pembelajaran sesuai dengan kesiapan peserta, minat pengajaran dan indikator pemahaman rubrik penilaian abad 21. selanjutnya melalui analisis faktor adalah faktor minat pengajaran dan pengaajaran abad 21 sangat mempengaruhi kegiatan dalam proses dan pengaplikasian kolaborasi ARIAS dengan MASTER Learning. Dengan demikian dapat diketahui dengan kolaborasi ini mampu memberikan kontribusi peningkatan pemahaman mitra dalam menyelesaikan rubrik penilaian.
APLIKASI KOLABORASI PROGRAM ARIAS DENGAN MASTER LEARNING DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PEMAHAMAN RUBRIK PENILAIAN DI SD NEGERI 101789 MARENDAL – I Asnarni Lubis; Nazriani Lubis
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2020): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v4i1.371

Abstract

Mitra di SD Negeri 101789 Desa Marendal – I Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, lokasi mitra yang berada di pinggir kota Medan, hal ini juga ditunjukkan dengan kelulusan peserta didik hanya dilihat dengan sederhana, bahkan kadang-kadang peserta didik tidak menerima tanda keberhasilan dalam pembelajaran, sesuai dengan target dan tujuan yang akan dicapai yaitu untuk pemahaman, metode pelaksanaan yang digunakan adalah kolaborasi ARIAS dengan MASTER Learning, alsannya karena kemudahan dalam mengikuti kegiatan. Hasil yang diperoleh mampu menghasilkan aktivitas kegiatan gambaran secara luas bahwa peserta, belum mampu dengan baik menghasilkan standar kelulusan yang sesuai dengan ketentuan atau kebutuhan peserta didik, kegiatan ini mampu meningkatan pemahaman peserta pengajaran abad 21, mengaplikasikan sintaks pembelajaran sesuai dengan kesiapan peserta, minat pengajaran dan indikator pemahaman rubrik penilaian abad 21. selanjutnya melalui analisis faktor adalah faktor minat pengajaran dan pengaajaran abad 21 sangat mempengaruhi kegiatan dalam proses dan pengaplikasian kolaborasi ARIAS dengan MASTER Learning. Dengan demikian dapat diketahui dengan kolaborasi ini mampu memberikan kontribusi peningkatan pemahaman mitra dalam menyelesaikan rubrik penilaian.
WHAT TEACHERS NEED; CARRYING OUT ISLAMIC BASED DIGITAL LITERACY ASSESSMENT THROUGH THE PROJECT Nazriani Lubis; Alkausar Saragih; Asnarni Lubis
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2020): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v4i2.528

Abstract

The community service program focuses on improving senior high school teachers’ ability in carrying out Islamic-based digital literacy assessment through Project-based Learning. It is empirically revealed by the research that Project-based Learning with video project serves considerable benefits, specifically, it leads to Islamic-based digital literacy assessment. The reality shows that teachers of MTS.Swasta Lab IKIP Al Washliyah located in Medan Amplas have never experienced digital literacy assessment journey since they tend to apply silent reading, and memorizing. Through this program, the teachers are comprehensively trained to implement, to design, to innovate the video project linking to Islamic values in which all values experienced by students are assessed based on digital literacy skill with available online application. Therefore, the assessment of Islamic-based digital literacy is carried out to gather the information of students’ process (reading, writing, and applying online digital tools) rather than scoring or numbers. Based on analysis, it is found that most teachers strongly agree with program that can be seen from six indicator achieved. It implies that it becomes challenging, yet authentic in involving teacher to have digital journey, particularly, in new normal era.
WHAT TEACHERS NEED; CARRYING OUT ISLAMIC BASED DIGITAL LITERACY ASSESSMENT THROUGH THE PROJECT Nazriani Lubis; Alkausar Saragih; Asnarni Lubis
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2020): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v4i2.528

Abstract

The community service program focuses on improving senior high school teachers’ ability in carrying out Islamic-based digital literacy assessment through Project-based Learning. It is empirically revealed by the research that Project-based Learning with video project serves considerable benefits, specifically, it leads to Islamic-based digital literacy assessment. The reality shows that teachers of MTS.Swasta Lab IKIP Al Washliyah located in Medan Amplas have never experienced digital literacy assessment journey since they tend to apply silent reading, and memorizing. Through this program, the teachers are comprehensively trained to implement, to design, to innovate the video project linking to Islamic values in which all values experienced by students are assessed based on digital literacy skill with available online application. Therefore, the assessment of Islamic-based digital literacy is carried out to gather the information of students’ process (reading, writing, and applying online digital tools) rather than scoring or numbers. Based on analysis, it is found that most teachers strongly agree with program that can be seen from six indicator achieved. It implies that it becomes challenging, yet authentic in involving teacher to have digital journey, particularly, in new normal era.
PEMBELAJARAN ABAD 21 DENGAN IMPLEMENTASI EXPERIENTIAL-BASED LEARNING BAGI GURU SD NEGERI 101789 MARINDAL I KABUPATEN DELI SERDANG Nazriani Lubis; Asnarni Lubis
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v5i1.686

Abstract

Guru SD Negeri 101789 Marindal I masih memiliki kreativitas karena mereka cenderung fokus kepada pemberian tugas, pekerjaan rumah dan aspek kognitif saja. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kreativitas dan sikap guru sd negeri 101789 desa marindal I dengan Implementasi Experiential-based Learning sesuai dengan tujuan pembelajaran abad 21 di era revolusi industri 4.0 dimana guru harus mampu meningkatkan kemampuan 4C, yaitu; critical thinking, collaboration, creativity, dan communication. Untuk mencapai tujuan, program ini merancang metode pelaksaan yang komprehensif yaitu, Fase awal adalah kegiatan awal persiapan, Fase inti adalah realisasi kegiatan pengabdian yang telah dirancang secara baik dengan metode sosialisasi, small group discussion, Pada fase akhir adalah evaluasi, pengembangan dan keberlanjutan dengan pendekatan Communicative Approach. Kemudian, observasi secara langsung dilakukan selama program dengan indikator keterlibatan, dan kepercayaan diri dimana data menunjukkan bahwa guru SD Negeri 101789 Marindal I mampu menciptakan suasana pembelajaran yang inovatif, meningkatkan kesadaran guru tehadap Pembelajaran Abad 21, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam mengimplementasikan model Experiential-based Learning dimulai dari perencanaan pembuatan project sesuai dengan mata pelajaran, perancangan tahap per tahap, dan menentukan indikator penilaian. Secara singkat, suasana pembelajaran di dalam kelas lebih interaktif dan inovatif karena guru tidak hanya fokus kepada pemberian nilai, tetap juga fokus kepada kebebasan siswa berkomunikasi dan berinteraksi antara semasa siswa, dan siswa dan guru sehingga kemampuan 4C, yaitu; critical thinking, collaboration, creativity, dan communication dapat tecapai.
PEMBELAJARAN ABAD 21 DENGAN IMPLEMENTASI EXPERIENTIAL-BASED LEARNING BAGI GURU SD NEGERI 101789 MARINDAL I KABUPATEN DELI SERDANG Nazriani Lubis; Asnarni Lubis
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v5i1.686

Abstract

Guru SD Negeri 101789 Marindal I masih memiliki kreativitas karena mereka cenderung fokus kepada pemberian tugas, pekerjaan rumah dan aspek kognitif saja. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kreativitas dan sikap guru sd negeri 101789 desa marindal I dengan Implementasi Experiential-based Learning sesuai dengan tujuan pembelajaran abad 21 di era revolusi industri 4.0 dimana guru harus mampu meningkatkan kemampuan 4C, yaitu; critical thinking, collaboration, creativity, dan communication. Untuk mencapai tujuan, program ini merancang metode pelaksaan yang komprehensif yaitu, Fase awal adalah kegiatan awal persiapan, Fase inti adalah realisasi kegiatan pengabdian yang telah dirancang secara baik dengan metode sosialisasi, small group discussion, Pada fase akhir adalah evaluasi, pengembangan dan keberlanjutan dengan pendekatan Communicative Approach. Kemudian, observasi secara langsung dilakukan selama program dengan indikator keterlibatan, dan kepercayaan diri dimana data menunjukkan bahwa guru SD Negeri 101789 Marindal I mampu menciptakan suasana pembelajaran yang inovatif, meningkatkan kesadaran guru tehadap Pembelajaran Abad 21, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam mengimplementasikan model Experiential-based Learning dimulai dari perencanaan pembuatan project sesuai dengan mata pelajaran, perancangan tahap per tahap, dan menentukan indikator penilaian. Secara singkat, suasana pembelajaran di dalam kelas lebih interaktif dan inovatif karena guru tidak hanya fokus kepada pemberian nilai, tetap juga fokus kepada kebebasan siswa berkomunikasi dan berinteraksi antara semasa siswa, dan siswa dan guru sehingga kemampuan 4C, yaitu; critical thinking, collaboration, creativity, dan communication dapat tecapai.
PENDAMPINGAN GURU SMK UNTUK MENCIPTAKAN KEMANDIRIAN PEMBELAJARAN ERA NER NORMAL DI SMK SWASTA 3 AL WASHLIYAH KOTA MEDAN Firmansyah Firmansyah; Asnarni Lubis
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v5i1.699

Abstract

Kegiatan pengabdian didasarkan dengan kebutuhan mitra dalam mengembangkan pembelajaran. Mitra adalah salah satu sekolah kejuruan dibidang akuntansi, mitra yang memiliki ruang kelas sebanyak 10 ruangan dan gedung yang bergabung dengan jenjang pendidikan MTs, SMK dan STM Al Washliyah lainnya, sehingga mitra harus berbagi lapangan olahraga dan lapangan parkir kendaraan. Selama pandemi Covid 19, banyak kendala yang dihadapi bara guru, terutama dalam memaparkan pembelajaran dan magang yang harus dilaksanakan. Hasil observasi dan wawancara diketahui para guru di lokasi mitra belum mencapai pembelajaran yang menyenangkan, sehingga pengalaman pertama mengalami melaksanakan pembelajaran online. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan menggunakan metode MASTER Learning dengan memfokuskan pergenalan proses pembelajaran yang tepat, sehingga guru mampu memberikan materi hingga mengevaluasi kegiatan siswa sesuai kondisi lingkungan siswa. Hasil yang diperoleh diketahui bahwa faktor utama dalam pengukuran pemahaman guru dalam melaksanakan pendidikan vokasi untuk SMK Swasta 3 Al Washliyah, artinya guru belum mampu memahami dengan baik bagaimana mandiri mengajar untuk siswa-siswa kejuruan dan belum mampu mengkaitkan setiap permasalahan dalam lingkungan menjadi materi yang harus dipecahkan oleh siswa, dengan demikian era new normal bukan lagi menjadi ajang pembelajaran yang harus tergantung kepada yang diharapkan namun mengembangkan kegiatan sesuai kebutuhan siswa dan lulusan yang diharapkan.
PELATIHAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL (INSTAGRAM DAN TIK TOK) SEBAGAI SOLUSI MEDIA PEMBELAJARAN ERA NEW NORMAL UNTUK GURU MTs SWASTA LAB IKIP AL WASHLIYAH KOTA MEDAN Asnarni Lubis; Nazriani Lubis; Abdul Marif
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v5i2.964

Abstract

Mitra dalam program PKM ini adalah Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTS.s) Lab. IKIP Al Washliyah yang berlokasi di Jl. Garu II A No.02, Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Amplas, Kota Medan yang memiliki jumlah guru sebanyak 25 orang yang terdiri dari 18 orang guru senior, dan 7 orang guru muda. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi Biologi dan Matematika, diketahui bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam mengajar online untuk era new normal. Kegiatan pembelajaran inovatif dan kreatif akan membangkitkan rasa percaya diri dan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran, bukan hanya sekedar mendengar atau mengerjakan tugas tulis tangan, sehingga guru berkarakter juga akan menghasilkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan generasi, hingga tumbuh kreativitas tanpa batas dalam pembelajaran. Sesuai dengan era 4.0, penilaian abad 21 dan era new normal melalu media sosial yang mudah berkembang dan kemudahan siswa mengikuti trend atau disebut dengan viral, jika dikaitkan dengan pembelajaran akan memberikan kontribusi kegiatan yang menyenangkan bahkan menarik. Metode pelaksanan dilakukan dengan program TGT, dengan langkah (1) kelompok kolektif guru (2) Orientasi melalui pelatihan kegiatan dirinigi kegiatan inkuiri terbimbing (3) kegiatan Tournament (4) penghargaan kepada kelompok kolektif (5) evaluasi dengan menyebar angket skala Likert (7) kegiatan keberlanjutan melalui bukti share video peserta didik. Kegiatan pengabdian ini membuka pemikiran setiap guru bahwa pembelajaran era new normal akan mudah jika guru mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, lingkungan hingga mampu menemukan cara-cara baru yang menyenangkan sehingga peserta didik bukan hanya focus belajar dengan buku namun belajar karena mengalaman hingga terlibat langsung dengan bahagia.
PELATIHAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL (INSTAGRAM DAN TIK TOK) SEBAGAI SOLUSI MEDIA PEMBELAJARAN ERA NEW NORMAL UNTUK GURU MTs SWASTA LAB IKIP AL WASHLIYAH KOTA MEDAN Asnarni Lubis; Nazriani Lubis; Abdul Marif
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v5i2.964

Abstract

Mitra dalam program PKM ini adalah Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTS.s) Lab. IKIP Al Washliyah yang berlokasi di Jl. Garu II A No.02, Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Amplas, Kota Medan yang memiliki jumlah guru sebanyak 25 orang yang terdiri dari 18 orang guru senior, dan 7 orang guru muda. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi Biologi dan Matematika, diketahui bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam mengajar online untuk era new normal. Kegiatan pembelajaran inovatif dan kreatif akan membangkitkan rasa percaya diri dan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran, bukan hanya sekedar mendengar atau mengerjakan tugas tulis tangan, sehingga guru berkarakter juga akan menghasilkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan generasi, hingga tumbuh kreativitas tanpa batas dalam pembelajaran. Sesuai dengan era 4.0, penilaian abad 21 dan era new normal melalu media sosial yang mudah berkembang dan kemudahan siswa mengikuti trend atau disebut dengan viral, jika dikaitkan dengan pembelajaran akan memberikan kontribusi kegiatan yang menyenangkan bahkan menarik. Metode pelaksanan dilakukan dengan program TGT, dengan langkah (1) kelompok kolektif guru (2) Orientasi melalui pelatihan kegiatan dirinigi kegiatan inkuiri terbimbing (3) kegiatan Tournament (4) penghargaan kepada kelompok kolektif (5) evaluasi dengan menyebar angket skala Likert (7) kegiatan keberlanjutan melalui bukti share video peserta didik. Kegiatan pengabdian ini membuka pemikiran setiap guru bahwa pembelajaran era new normal akan mudah jika guru mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, lingkungan hingga mampu menemukan cara-cara baru yang menyenangkan sehingga peserta didik bukan hanya focus belajar dengan buku namun belajar karena mengalaman hingga terlibat langsung dengan bahagia.
SOSIALISASI KEMAMPUAN KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN GURU SMK SWASTA 3 AL WASHLIYAH DALAM MENGHADAPI PENDIDIKAN VOKASI ERA NEW NORMAL Firmansyah Firmansyah; Asnarni Lubis
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v6i1.1242

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan diantaranya adalah kurangnya kesiapan guru memberikan pembelajaran yang sesuai dengan keahlian yang akan dicapai oleh peserta didik terutama dalam menghadapi pendidikan vokasi, guru masih melaksanakan pembelajaran yang fokus kepada penyelesaian materi bukan bagaimana cara mengajar mengikuti perkembangan zaman atau karakteristik peserta didik, guru menjelaskan bahwa kurang memahami apa yang harus dilakukan untuk menyiapkan pembelajaran menarik, sehingga peserta didik menerima apa saja yang diperlukan setelah lulus, hal lain adalah ketika wawancara berlangsung, guru kurang memahami apa saja yang harus menjadi ciri khas atau karakteristik lulusan., pelaksanaan dilakukan di SMK Al Washliyah 3 kota Medan. Dengan demikian, hasil yang diperoleh peningkatan pemahaman bahwa dengan mengajar kreatif dan mandiri serta mengutaman praktek 70% dan mengundang praktisi DUDI akan memberikan kesempatan lulusan menjadi lebih siap menghadapi dunia kerja atau bahkan membuka lapangan pekerjaan di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian guru menyetujui bahwa dalam mengajar harus mampu mengeksplor pengetahuan sesuai dengan eranya baik era industry 4.0 menuju Society 5.0 serta era new normal dengan mengembangkan kearifan lokal budaya Sumatera Utara.