Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Center of Knowledge

Analisis Pemasaran Buah Jeruk Manis (Citrus Sinensis Linn) Di Pasar Tradisional Citra Garden Padang Bulan Kecamatan Medan Selayang Kota Medan Shinta Faradilla, Nomi Noviani
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.675

Abstract

Shinta Faradilla, 2018. Analisis Pemasaran Buah Jeruk Manis (Citrus sinensis Linn) di Pasar Tradisional Citra Garden Padang Bulan Kecamatan Medan Selayang Kota Medan. Dibawah bimbingan Pembimbing Skripsi oleh Ibu Nomi Noviani, SP, MP, Penguji I Bapak Dian Habibie, SP, MP dan Penguji II Bapak Sugiar, SP, MP. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis saluran pemasaran jeruk manis yang terjadi di daerah penelitian. Untuk menganalisis besarnya margin pemasaran dan profit margin pada setiap lembaga pemasaran di masing-masing saluran pemasaran. Untuk menganalisis tingkat efisiensi pemasaran jeruk manis di daerah penelitian Penelitian yang dilakukan ini berjenis penelitian kuantitatif dengan bentuk analisis dan subjek yang dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah petani dan pedagang jeruk manis. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan adalah efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran Jeruk Manis yang digunakan petani di Di Pasar Tradisional Citra Garden Kecamatan Medan Selayang Kota Medan dalam memasarkan hasil buah jeruk manis, yaitu Pola Saluran Pemasaran Pertama Petani ? Pedagang Pengumpul ? Pedagang Pengecer ? Konsumen. Pola saluran pemasaran kedua Petani ? Pedagang Pengecer ? Konsumen. Lembaga pemasaran seperti pedagang pengumpul dan pedagang pengecer sama-sama melakukan fungsi pemasaran. Pedagang pengumpul melakukan fungsi pemasaran seperti pembelian, penjualan, pengangkutan, penyimpanan, sortir, dan informasi pasar. Sedangkan pedagang pengecer melakukan fungsi pemasaran seperti pembelian, penjualan, pengangkutan, sortir, dan informasi pasar. Margin pemasaran yang terjadi pada setiap saluran pemasaran berbeda, pada saluran pemasaran pertama margin pemasaran sebesar Rp 7.000/kg. Sedangkan pada saluran pemasaran yang kedua nilai margin pemasaran sebesar Rp 4.000/kg. Share margin yang terjadi pada setiap saluran pemasaran berbeda. Share margin pada saluran pertama sebesar 58,34%, sedangkan pada saluran kedua sebesar 33,33%. Efisiensi setiap saluran pemasaran termasuk dalam kategori efisien karena nilai efisien < 50% yaitu sebesar 9.32 % dan 2,34%. Namun dalam penelitian ini saluran pemasaran kedua lebih efisien karena nilai efisiensi lebih kecil dibandingkan saluran pemasaran yang pertama yaitu sebesar 2,34 %.
Analisis Biaya Produksi Usahatani Padi Sawah (Oryza Sativa) Dan Pemasaran Terhadap Pendapatan Petani : (Studi Kasus : Petani Padi Sawah Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang) Rizka Fadila Sirait, Nomi Noviani
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.740

Abstract

Rizka Fadila Sirait, 2018. Analisis Biaya Produksi Usahatani Padi Sawah (Oryza sativa L) dan Pemasaran Terhadap Pendapatan Petani (Studi Kasus : Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang. Dibawah bimbingan Pembimbing Skripsi oleh Ibu Nomi Novuani, SP, MP, Penguji I Bapak Dian Habibie, SP, MP, MSi dan Penguji II Bapak Sugiar, SP, MP. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh faktor luas lahan, biaya tenaga kerja, biaya benih, biaya pupuk dan biaya pestisida terhadap pendapatan usahatani padi sawah di daerah penelitian. Untuk menganalisis pendapatan yang diperoleh petani padi sawah di daerah penelitian. Untuk menganalisis usahatani padi sawah layak untuk diusahakan di daerah penelitian. Untuk menganalisis margin pemasaran dan profit margin pada setiap lembaga pemasaran di masing-masing saluran pemasaran beras. Penelitian yang dilakukan ini berjenis penelitian kuantitatif dengan bentuk analisis dan subjek yang dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah petani padi sawah. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil regresi linear berganda diperoleh hasil uji t menunjukan luas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida dan biaya tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani padi sawah, sedangkan uji F (simultan) menunjukan biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida, dan biaya tenaga kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap pendapatan petani padi msawah sedangkan secara parsial (satu persatu) usahatani padi sawah dengan faktor produksi luas lahan (X1), biaya benih (X2) biaya tenaga kerja (X5), berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah sedangkan biaya pupuk (X3) dan biaya pestisida (X4) tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah. Berdasarkan basil penelitian bahwa Pendapatan keseluruhan petani sampel. Usaha padi sawah di Desa Ujung Labuhan sebesara Rp 618.615.000, dengan total rata-rata penerimaan Rp 21.150.000, sedangkan biaya produksi petani sampel padi sawah sebanyak Rp 121.635.000 dengan rata-rata sebesar Rp 3.475.286. Adapun keuntungan petani sampel usahatani padi sawah rata-rata didaerah penelitian sebesar Rp 17.674.714/musim tanan. Usahatani padi sawah layak untuk diusahakan di daerah penelitian dikarenakan nilai R/C Rasio yang di peroleh lebih besar dari satu (R/C Rasio > 1). Dengan nilai 6,39 > 1, maka dikatakan bahwa usahatani padi sawah layak di usahakan di daerah penelitian. Saluran pemasaran padi sawah di Desa Ujung Labuhan terdapat 1 jenis saluran pemasaran dari petani ke kilang padi dari kilang padi ke pengecer dan dari pengecer ke konsumen.Margin pemasaran diperoleh petani 4.500/kg ke kilang padi dari kilang padi menjual ke pedagang pengecer dengan harga Rp 10.500/kg dan dari pengecer menjual ke konsumen sebesar Rp 11.000/kg. Dengan harga jual padi petani ke pedagang kilang padi dan harga pokok produksi sebesar Rp 4.500/kg, maka keuntungan yang diperoleh kilang padi sebesar Rp 5.820/kg dan keuntunga yang diperoleh pedagang pengecer sebesar Rp.2.500/kg,
Strategi Pengembangan Agrowisata Sebagai Kawasan Eduwisata Lokal : (Studi Kasus : Objek Wisata Medan Istana Jambu Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang) Rizki Fahira Sirait, Nomi Noviani
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.741

Abstract

Rizki Fahira Sirait, 2018. Strategi Pengembangan Agrowisata Sebagai Kawasan Eduwisata Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Medan Istana Jambu Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang. Dibawah bimbingan Pembimbing Skripsi oleh Ibu Nomi Noviani, SP, MP Penguji I Bapak Dian Habibie, SP, MP, MSi dan Penguji II Bapak Sugiar, SP, MP. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pendapatan yang dihasilkan dari Agrowisata Medan Istana Jambu. Untuk menentukan apa yang menjadi faktor internal dan eksternal dalam pengembangan Agrowisata Medan Istana Jambu. Untuk menentukan strategi apa yang tepat dalam pengembangan Agrowisata Medan Istana Jambu di daerah penelitian. Penelitian yang dilakukan ini berjenis penelitian kuantitatif dengan bentuk analisis dan subjek yang dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah petani jagung manis. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan adalah Analisis SWOT dan untuk menyusun alat digunakan faktor–faktor strategi adalah matrik SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang dihasilkan Agrowisata Medan Istana Jambu pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp. 309.930.000 dan pendapatan yang dihasilkan pada masa pandemi covid-19 (Desember 2020 – Desember 2021) yaitu sebesar Rp. 139.940.000. Berdasarkan hasil analisis internal Agrowisata Medan Istana Jambu terdapat kekuatan diantaranya kondisi menarik, biaya masuk murah, sering mengadakan kegiatan masyarakat, Agrowisata yang luas dan fasilitas yang memadai. Dan kelemahan adalah akses mencapai lokasi wisata, promosi yang belum intensif dan gencar, kemampuan tenaga kerja masih rendah dan belum ada diversifikasi produk olahan. Berdasarkan hasil analisis lingkungan eksternal Agrowisata Medan Istana Jambu diperoleh peluang yaitu adanya kerja sama dengan pihak lain, sesuai dengan kebijakan pemerintah yang dikeluarkan, sesuai dengan kebutuhan manusia akan liburan, terdapat dukungan dari masyarakat setempat dan peluang bagi investor untuk pengembangan sumberdaya alam. Ancaman yang terdapat pada Agrowisata Medan Istana Jambu adalah pesaing yang sama, minat pengunjung untuk datang kembali, jumlah pengunjung menurun di masa pandemic covid-19, perkembangan agrowisata lain yang mempunyai ciri khas, dan faktor gangguan hama yang cenderung sulit dikontrol.Berdasarkan hasil identifikasi faktor internal dan eksternal Agrowisata Medan Istana Jambu menciptakan beberapa alternatif strategi pada Agrowisata Medan Istana Jambu yaitu strategi S-O Melakukan pengembangan Agrowisata dengan cara menambah spot foto dan wisata yang bervariasi dan terus melakukan peningkatan promosi, Strategi S-T seperti lebih menampilkan keunikan ciri khas dari Agrowisata Medan Istana Jambu dan lebih meningkatkan dan menjaga kualitas produk serta sistem pemasarannya, Strategi W-O seperti optimalisasi Agrowisata dengan terus melakukan pengembangan serta penguatan usaha dari Agrowisata itu, Strategi W-T yaitu menawarkan diskon (potongan harga) baik pada produk maupun biaya masuk agrowisata dan memberikan rasa kenyamanan bagi pengunjung.