Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMANFAATAN BAHASA DALAM MENINGKATKAN PEMASARAN PRODUK. lubis, siti isma sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 1 (2021): Vol.3 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.787 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i1.375

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa tersebut. Bahasa berisi gagasan, ide, pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kosakata serta pemanfaatan Bahasa dalam memasarkan produk. Fungsi bahasa dalam komunikasi bisnis merupakan komponen yang bisa mengembangkan bisnis dengan lebih baik. Fungsi bahasa dalam komunikasi bisnis merupakan komponen yang bisa mengembangkan bisnis dengan lebih baik. . Selama penyampaian materi kegiatan berjalan dengan baik, seluruh peserta mendengarkan materi, dan sekali-sekali peserta bertanya disaat penyampaian materi. Para peserta mengikuti penyuluhan dengan antusias, karena informasi ini merupakan materi yang sangat dekat dengan peserta dan akan dilalu oleh semua peserta apabila telah selesai pelatihan dari Balai Latihan Kerja Kota Padangsidimpuan.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI FISHBOWL DI SMP NEGERI 7 PADANGSIDIMPUAN lubis, siti isma sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.088 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i3.516

Abstract

Para siswa seharusnya memiliki kemampuan berbicara dalam Bahasa inggris sebagai kemampuan yang dapat digunakan nantinya baik di sekolah maupun di masyarakat banyak, mengingat Bahasa inggris merupakan Bahasa internasioanl. Namun ada beberapa hambatan yang menjadikan para siswa mengalami kesulitan dalam melakukan kemampuan berbicara seperti mereka tidak pernah berlatih, tidak percaya diri, takut membuat kesalahan dan tidak memiliki ide dalam menyampaikan apa yang akan dibicarakan. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kemampuan belajar para siswa adalah dengan memberikan motovasi. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk memotivasi pembelajaran siswa. Salah satunya dengan memberikan teknik, strategi ataupun pendekatan untuk menarik perhatian siswa. Selain itu dengan memberikan motivasi akan membantu para siswa untuk konsentrasi dalam melakukan aktivitas belajar. Adapun dalam pengabdian masyarakat ini, untuk membuat suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan serta membuat siswa termotivasi, penulis menerapkan sebuah strategi yaitu dengan menggunakan strategi dalam pembelajaran yang menyenangkan yaitu dengan menggunakan strategi fishbowl. Metode Fish Bowl merupakan salah satu metode diskusi kelompok. Pelaksanaan PKM di SMP Negeri 7 Padangsidimpuan terlaksana dengan lancar dan mendapatkan hasil yang baik. Kegiatan ini diikuti oleh siswa siswi SMP Negeri 7 Padangsidimpuan dan dibantu beberapa orang guru. Seluruh peserta semangat dan antusias ketika diminta untuk melaksankan pembeljaran dengan strategi fishbowl. Selain itu beberapa guru juga akan melakukan strategi fishbowl untuk pembelajaran kedepannya nanti.
Meningkatkan Budaya Literasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Padang Sidempuan lubis, siti isma sari; Harmawan, Violintikha; Yasih, Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.1001

Abstract

Literasi merupakan kemampuan dalam memahami dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai kegiatan, antara lain kegiatan membaca, melihat, menyimak, menulis, dan berbicara. Seseorang wajib memeiliki keterampilan ini sebagai bagian besar dalam proses pendidikannya, baik secara formal maupun nonformal. Para peserta didik baik di sekolah menengah pertama maupun atas dituntut untuk memiliki kemampuan literasi bagi peserta didiknya yang berkaitan dengan keterampilan membaca yang mencakup kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dam reflektif. Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Oleh karena itu diperlukan peningkatan budaya literasi disekolah melalui kegiatan pengadian kepada masyarakat di SMP Negeri 7 Padangsidimpuan, yang bertujuan untuk meningkatkankan budaya literasi melalui kegiatan-kegiatan gerakan literasi bagi warga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Padangsidimpuan.
Transformasi Pembelajaran Bagi Guru Mentawai Berbasis Deep Learning dan Artificial Intelligence Firza, Firza; Karima, Elfa Michellia; Nurrahmawati, Puji; Lubis, Siti Isma Sari
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 26, No 1 (2026): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06690

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat pengembangan perangkat pembelajaran berbasis deep learning di SD Negeri 16 Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Permasalahan yang dihadapi guru adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi AI, sehingga perangkat pembelajaran yang dihasilkan kurang variatif dan belum mendukung pemahaman mendalam siswa. Program pengabdian ini dilaksanakan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, serta keberlanjutan. Metode yang digunakan adalah pemberian materi, praktik langsung penggunaan aplikasi AI (ChatGPT, Google Teachable Machine, Quillionz), diskusi, serta pendampingan dalam menyusun modul ajar, bahan ajar digital, dan asesmen berbasis data. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman baru, mampu menyusun rancangan perangkat pembelajaran berbasis deep learning, serta lebih percaya diri dalam memanfaatkan AI dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas guru di daerah 3T, mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas, serta dapat dijadikan model implementasi pelatihan pemanfaatan AI di sekolah-sekolah lain di Indonesia.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN BEHAVIORAL AND COGNITIVE ENGAGEMENT SISWA PADA PEMBELAJARAN DESAIN PRODUKSI BUSANA Putri, Rahmadina Dwi; Lubis, Siti Isma Sari; Ernawati, Ernawati; Putri, Elviza Yeni
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10570

Abstract

ABSTRACT This research was conducted due to the varying degrees of student engagement found in Fashion Production Design learning, which emphasizes active involvement and ongoing cognitive activity. The novelty of the study focuses on exploring the connection between learning motivation and two specific dimensions of engagement, namely behavioral and cognitive engagement, within vocational education contexts that have not been widely investigated together. The study aimed to examine how learning motivation relates to and contributes to both forms of student engagement. A quantitative research method with an ex post facto correlational approach was employed in this study. The participants consisted of 66 students from the eleventh-grade Fashion Design Program at SMKN 2 Bukittinggi in the 2025/2026 academic year, selected using a total sampling method. Data were gathered through Likert-scale questionnaires that had met validity and reliability standards, then processed using descriptive and inferential statistical analysis. The results indicated that both learning motivation and student engagement were at a good and high-level category. In addition, the findings demonstrated a strong positive association between learning motivation and students’ behavioral as well as cognitive engagement. This suggests that learning motivation has an essential role in promoting student participation and enhancing the depth of learning activities. Therefore, implementing motivation-centered instructional strategies is necessary to strengthen engagement in vocational education and to contribute to the development of theoretical studies on student engagement in skill-based learning. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya perbedaan tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran Desain Produksi Busana yang memerlukan keaktifan serta kemampuan berpikir secara berkesinambungan. Kebaruan penelitian terletak pada pengkajian hubungan motivasi belajar terhadap dua aspek keterlibatan siswa, yaitu behavioral engagement dan cognitive engagement, dalam konteks pendidikan vokasi yang masih jarang diteliti secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan serta kontribusi motivasi belajar terhadap kedua dimensi keterlibatan tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan korelasional ex post facto. Seluruh siswa kelas XI Program Keahlian Tata Busana SMKN 2 Bukittinggi tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 66 orang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar dan keterlibatan siswa berada pada kategori baik dengan tingkat kecenderungan tinggi. Temuan penelitian juga memperlihatkan adanya hubungan positif yang kuat antara motivasi belajar dengan keterlibatan perilaku maupun keterlibatan kognitif siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki peran penting dalam meningkatkan keaktifan serta kualitas proses belajar siswa. Oleh karena itu, penerapan strategi pembelajaran yang mampu memperkuat motivasi belajar perlu dikembangkan guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam pendidikan vokasional serta memperluas kajian tentang student engagement berbasis keterampilan.
Does Long Term Residence Mitigate Intercultural Communication Challenges? Insights from Migrant Workers in Taiwan Sofa Priyandayani Nasution; Siti Isma Sari Lubis; Armita Novriana Rambe
LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research Vol. 7 No. 2 (2026): LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This qualitative study investigates the extent to which long-term residence influences intercultural communication challenges among Indonesian migrant workers in Taiwan. Data were collected through semi-structured interviews with 11 participants who have resided in Taiwan for more than 10 years, focusing on their experiences in both workplace and social contexts. The findings indicate that prolonged residence does not necessarily reduce intercultural communication difficulties; instead, these challenges evolve over time. Persistent barriers remain in areas such as religious practices, language proficiency, food-related customs, and nonverbal communication, whereas relationships with employers tend to improve due to increased trust and familiarity. Participants also demonstrate various adaptive strategies, including seeking clarification and negotiating meaning, engaging in cultural learning, and participating in local cultural activities, reflecting their active role in managing cultural differences. Overall, intercultural communication competence is better conceptualized as a dynamic and continuous process shaped by interaction, lived experience, and structural factors, rather than length of stay alone.