Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Meningkatkan Budaya Literasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Padang Sidempuan lubis, siti isma sari; Harmawan, Violintikha; Yasih, Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.1001

Abstract

Literasi merupakan kemampuan dalam memahami dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai kegiatan, antara lain kegiatan membaca, melihat, menyimak, menulis, dan berbicara. Seseorang wajib memeiliki keterampilan ini sebagai bagian besar dalam proses pendidikannya, baik secara formal maupun nonformal. Para peserta didik baik di sekolah menengah pertama maupun atas dituntut untuk memiliki kemampuan literasi bagi peserta didiknya yang berkaitan dengan keterampilan membaca yang mencakup kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dam reflektif. Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Oleh karena itu diperlukan peningkatan budaya literasi disekolah melalui kegiatan pengadian kepada masyarakat di SMP Negeri 7 Padangsidimpuan, yang bertujuan untuk meningkatkankan budaya literasi melalui kegiatan-kegiatan gerakan literasi bagi warga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Padangsidimpuan.
Does Long Term Residence Mitigate Intercultural Communication Challenges? Insights from Migrant Workers in Taiwan Sofa Priyandayani Nasution; Siti Isma Sari Lubis; Armita Novriana Rambe
LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research Vol. 7 No. 2 (2026): LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This qualitative study investigates the extent to which long-term residence influences intercultural communication challenges among Indonesian migrant workers in Taiwan. Data were collected through semi-structured interviews with 11 participants who have resided in Taiwan for more than 10 years, focusing on their experiences in both workplace and social contexts. The findings indicate that prolonged residence does not necessarily reduce intercultural communication difficulties; instead, these challenges evolve over time. Persistent barriers remain in areas such as religious practices, language proficiency, food-related customs, and nonverbal communication, whereas relationships with employers tend to improve due to increased trust and familiarity. Participants also demonstrate various adaptive strategies, including seeking clarification and negotiating meaning, engaging in cultural learning, and participating in local cultural activities, reflecting their active role in managing cultural differences. Overall, intercultural communication competence is better conceptualized as a dynamic and continuous process shaped by interaction, lived experience, and structural factors, rather than length of stay alone.
PENGUATAN KAPASITAS KOMUNITAS LOKAL MELALUI PELATIHAN BAHASA INGGRIS UNTUK PEMASARAN DIGITAL DI KELURAHAN BALAI GADANG Nurul Inayah Hutasuhut; Elviza Yeni Putri; Siti Isma Sari Lubis; Rizal Arifin Lubis
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, memiliki potensi ekonomi lokal yang besar pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pengolahan hasil laut, kuliner, dan kerajinan. Namun, daya saing produk masih terhambat oleh dua keterbatasan kompetensi yang saling berkaitan, yaitu rendahnya literasi pemasaran digital dan lemahnya kemampuan berbahasa Inggris untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menguatkan kapasitas komunitas lokal melalui pelatihan terpadu Bahasa Inggris untuk pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang dipadukan dengan service learning, melalui lima tahapan: persiapan dan analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan praktik, serta evaluasi dan keberlanjutan. Peserta berjumlah 25 orang yang terdiri atas pelaku UMKM, pemuda Karang Taruna, dan kader PKK. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan pre-test dan post-test, lembar observasi, serta kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 46,8 menjadi 81,2 (meningkat 73,5%), serta lahirnya luaran konkret berupa konten promosi dwibahasa, akun media sosial bisnis, dan etalase produk pada lokapasar (marketplace). Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi penguasaan Bahasa Inggris fungsional dengan keterampilan pemasaran digital merupakan strategi efektif untuk memperluas jangkauan pasar UMKM lokal dan mendorong kemandirian ekonomi berkelanjutan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR PEMBUATAN BLAZER PADA SISWA KELAS XI BUSANA SMK NEGERI 6 PADANG Meyshan Afifi; Siti Isma Sari Lubis; Ernawati; Elviza Yeni Putri
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.14067

Abstract

ABSTRACT The achievement of practical learning outcomes in blazer-making competency at vocational high schools (SMK) remains a challenge, as reflected by the low level of students' learning mastery. Based on the documentation of learning outcomes of Grade XI Fashion students at SMK Negeri 6 Padang in the 2024/2025 academic year, 36.36% of students failed to achieve the Minimum Mastery Criterion (MMC) of 85, indicating the need for a learning model that promotes active participation and improves learning outcomes. This study aimed to analyze the effect of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) cooperative learning model on students' practical learning outcomes in blazer making. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 63 students, including 33 students in the experimental class and 30 students in the control class selected through purposive sampling. Data were collected using a learning achievement test and analyzed through the Shapiro–Wilk normality test, Levene's homogeneity test, and the Independent Samples t-test. The results revealed that the experimental class achieved a higher posttest mean score (86.49) than the control class (79.31). The hypothesis test produced a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference in learning outcomes between the two groups after the implementation of the STAD model. Therefore, the STAD cooperative learning model has a significant positive effect on improving students' practical learning outcomes in blazer making and can be recommended as an effective instructional alternative for vocational education. ABSTRAK Pencapaian hasil belajar praktik pada kompetensi pembuatan blazer di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi berbagai kendala, yang ditunjukkan oleh rendahnya tingkat ketuntasan belajar siswa. Berdasarkan dokumentasi hasil belajar siswa kelas XI Busana SMK Negeri 6 Padang Tahun Ajaran 2024/2025, sebanyak 36,36% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 85, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap hasil belajar praktik pembuatan blazer. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas 63 siswa, yaitu 33 siswa pada kelas eksperimen dan 30 siswa pada kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, dan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 86,49 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 79,31. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas setelah penerapan model STAD. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar praktik pembuatan blazer dan layak dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran praktik di SMK.
Transformasi Pembelajaran Bagi Guru Mentawai Berbasis Deep Learning dan Artificial Intelligence Firza Firza; Elfa Michellia Karima; Puji Nurrahmawati; Siti Isma Sari Lubis
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 26, No 1 (2026): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06690

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat pengembangan perangkat pembelajaran berbasis deep learning di SD Negeri 16 Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Permasalahan yang dihadapi guru adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi AI, sehingga perangkat pembelajaran yang dihasilkan kurang variatif dan belum mendukung pemahaman mendalam siswa. Program pengabdian ini dilaksanakan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, serta keberlanjutan. Metode yang digunakan adalah pemberian materi, praktik langsung penggunaan aplikasi AI (ChatGPT, Google Teachable Machine, Quillionz), diskusi, serta pendampingan dalam menyusun modul ajar, bahan ajar digital, dan asesmen berbasis data. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman baru, mampu menyusun rancangan perangkat pembelajaran berbasis deep learning, serta lebih percaya diri dalam memanfaatkan AI dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas guru di daerah 3T, mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas, serta dapat dijadikan model implementasi pelatihan pemanfaatan AI di sekolah-sekolah lain di Indonesia.
PERSUASIVE LANGUAGE IN ADVERTISING FASHION PRODUCTS OF FASHION E-COMMERCE COURSE AT UNIVERSITAS NEGERI PADANG Nurul Inayah Hutasuhut; Siti Isma Sari; Samuel Martin Pradana
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Edisi 3 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1786

Abstract

This research was conducted to analyze the persuasive language used by fashion design students Universitas Negeri Padang for fashion products advertisement in e-commerce fashion courses. Fashion students promote their products on e-commerce websites, such as Facebook, Instagram, Shopee and other e-commerce applications or websites. Researchers want to know the persuasive language used in the ad because there is no previous research. To be a reference for local entrepreneurs in using persuasive language in advertisements for fashion businesses. And become a reference for learning material for fashion students in fashion e-commerce courses. This research uses qualitative methods. This method was chosen by the researcher because this research uses text as data and includes several processes in data analysis. This information was obtained from several fashion business e-commerce websites used by Universitas Negeri Padang fashion design students to promote their products in fashion e-commerce course. The researchers used posting and descriptions, which are statements and phrases, to assess the research data. The researcher's initial step in analyzing the data is to classify it according to the theory of persuasive language. The next step was to interpret the message contained in the ad. And the last step was to conclude the research. The sample group included 100 descriptions and slogans from students' e-commerce addresses. Alliteration was found to be the most often employed literary device, followed by imagery and assonance. The persuasive  was mostly used in advertising captions to describe product attributes, illustrate the items, actions or feelings, and emphasize.
PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN MAKANAN INDONESIA DI ERA DIGITALISASI 5.0 Fitri Yasih; Siti Isma Sari Lubis; Violintikha Harmawan
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Edisi 3 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1781

Abstract

Learners or students can no longer control the use of learning media, because indeed the demands of the world today, all people must actively take advantage of scientific facilities that are all easy to obtain in the current era of digitalization 5.0. This makes various learning sciences more and more needed from day to day. The purpose of writing this research is to find out the application of media use in learning Indonesian Food Subjects in the digitalization 5.0 era. The writing method used is a qualitative literature review research method in which the author identifies writing, data, materials with reference to Indonesian food journals and books. With the existence of learning media for the Indonesian Food subject, it is hoped that all students in the culinary field and the professional community can continue to take advantage of information opportunities that are widespread and easily accessible. In particular, continuing to preserve Indonesian culinary specialties which also compete with modern culinary delights for the popularity of local people's food in this digitalization era. The results of this study support the internationalization of the development of the 5.0 digitalization era in the implementation of making learning media for Indonesian Food subjects. There are many indicators of innovation, social environment and internationalization that can influence the development of Indonesian food learning, so that it can be accepted by the wider community and students in general. 
PRAGMATIC STRATEGY CLASSIFICATION IN ENGLISH BUSINESS NEGOTIATION USING A RULE-BASED APPROACH Armita Novriana Rambe; Yanisha Dwi Astari; Siti Isma Sari Lubis
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.9144

Abstract

English business negotiation requires not only grammatical accuracy but also pragmatic competence, as strategies such as directness, politeness, mitigation, and hedging determine how offers and requests are received. Current pedagogical practices, which rely on role-plays and simulations, often provide only general evaluations and lack detailed feedback on pragmatic strategies. This study proposes a rule-based approach to classify pragmatic strategies in student negotiation transcripts. Rules were formulated using both pragmatic theory and empirical observation, then represented in First-Order Logic (FOL) for computational implementation. The dataset consisted of 1,200 utterances from simulated negotiations, which were manually annotated by three experts with high inter-annotator agreement (κ = 0.82). The rule-based system classified each utterance deterministically into one of the four strategies based on lexical and grammatical markers. Results show that directness dominated (51.7%), followed by politeness (30.8%), while mitigation (11.7%) and hedging (5.8%) were used less frequently. System evaluation against manual annotation yielded strong performance, with a macro F1-score of 0.81. While effective in detecting directness and politeness, the system was less optimal for mitigation and hedging due to their implicit variability. These findings suggest that students favor straightforward expressions and underuse more nuanced strategies. The study concludes that pragmatic instruction should place greater emphasis on mitigation and hedging, while the rule-based system can serve as an automatic feedback tool to support pragmatic learning in English for Business Negotiation