Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMANFAATAN BAHASA DALAM MENINGKATKAN PEMASARAN PRODUK. lubis, siti isma sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 1 (2021): Vol.3 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.787 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i1.375

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa tersebut. Bahasa berisi gagasan, ide, pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kosakata serta pemanfaatan Bahasa dalam memasarkan produk. Fungsi bahasa dalam komunikasi bisnis merupakan komponen yang bisa mengembangkan bisnis dengan lebih baik. Fungsi bahasa dalam komunikasi bisnis merupakan komponen yang bisa mengembangkan bisnis dengan lebih baik. . Selama penyampaian materi kegiatan berjalan dengan baik, seluruh peserta mendengarkan materi, dan sekali-sekali peserta bertanya disaat penyampaian materi. Para peserta mengikuti penyuluhan dengan antusias, karena informasi ini merupakan materi yang sangat dekat dengan peserta dan akan dilalu oleh semua peserta apabila telah selesai pelatihan dari Balai Latihan Kerja Kota Padangsidimpuan.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI FISHBOWL DI SMP NEGERI 7 PADANGSIDIMPUAN lubis, siti isma sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.088 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i3.516

Abstract

Para siswa seharusnya memiliki kemampuan berbicara dalam Bahasa inggris sebagai kemampuan yang dapat digunakan nantinya baik di sekolah maupun di masyarakat banyak, mengingat Bahasa inggris merupakan Bahasa internasioanl. Namun ada beberapa hambatan yang menjadikan para siswa mengalami kesulitan dalam melakukan kemampuan berbicara seperti mereka tidak pernah berlatih, tidak percaya diri, takut membuat kesalahan dan tidak memiliki ide dalam menyampaikan apa yang akan dibicarakan. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kemampuan belajar para siswa adalah dengan memberikan motovasi. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk memotivasi pembelajaran siswa. Salah satunya dengan memberikan teknik, strategi ataupun pendekatan untuk menarik perhatian siswa. Selain itu dengan memberikan motivasi akan membantu para siswa untuk konsentrasi dalam melakukan aktivitas belajar. Adapun dalam pengabdian masyarakat ini, untuk membuat suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan serta membuat siswa termotivasi, penulis menerapkan sebuah strategi yaitu dengan menggunakan strategi dalam pembelajaran yang menyenangkan yaitu dengan menggunakan strategi fishbowl. Metode Fish Bowl merupakan salah satu metode diskusi kelompok. Pelaksanaan PKM di SMP Negeri 7 Padangsidimpuan terlaksana dengan lancar dan mendapatkan hasil yang baik. Kegiatan ini diikuti oleh siswa siswi SMP Negeri 7 Padangsidimpuan dan dibantu beberapa orang guru. Seluruh peserta semangat dan antusias ketika diminta untuk melaksankan pembeljaran dengan strategi fishbowl. Selain itu beberapa guru juga akan melakukan strategi fishbowl untuk pembelajaran kedepannya nanti.
Meningkatkan Budaya Literasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Padang Sidempuan lubis, siti isma sari; Harmawan, Violintikha; Yasih, Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.1001

Abstract

Literasi merupakan kemampuan dalam memahami dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai kegiatan, antara lain kegiatan membaca, melihat, menyimak, menulis, dan berbicara. Seseorang wajib memeiliki keterampilan ini sebagai bagian besar dalam proses pendidikannya, baik secara formal maupun nonformal. Para peserta didik baik di sekolah menengah pertama maupun atas dituntut untuk memiliki kemampuan literasi bagi peserta didiknya yang berkaitan dengan keterampilan membaca yang mencakup kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dam reflektif. Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Oleh karena itu diperlukan peningkatan budaya literasi disekolah melalui kegiatan pengadian kepada masyarakat di SMP Negeri 7 Padangsidimpuan, yang bertujuan untuk meningkatkankan budaya literasi melalui kegiatan-kegiatan gerakan literasi bagi warga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Padangsidimpuan.
Transformasi Pembelajaran Bagi Guru Mentawai Berbasis Deep Learning dan Artificial Intelligence Firza, Firza; Karima, Elfa Michellia; Nurrahmawati, Puji; Lubis, Siti Isma Sari
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 26, No 1 (2026): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06690

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat pengembangan perangkat pembelajaran berbasis deep learning di SD Negeri 16 Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Permasalahan yang dihadapi guru adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi AI, sehingga perangkat pembelajaran yang dihasilkan kurang variatif dan belum mendukung pemahaman mendalam siswa. Program pengabdian ini dilaksanakan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, serta keberlanjutan. Metode yang digunakan adalah pemberian materi, praktik langsung penggunaan aplikasi AI (ChatGPT, Google Teachable Machine, Quillionz), diskusi, serta pendampingan dalam menyusun modul ajar, bahan ajar digital, dan asesmen berbasis data. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman baru, mampu menyusun rancangan perangkat pembelajaran berbasis deep learning, serta lebih percaya diri dalam memanfaatkan AI dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas guru di daerah 3T, mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas, serta dapat dijadikan model implementasi pelatihan pemanfaatan AI di sekolah-sekolah lain di Indonesia.