Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kesalahan Siswa SMK dalam Menyelesaikan Soal Program Linier Ditinjau dari Pemahaman Konseptual dan Prosedural Dian Septi Nur Afifah; Basuki Sarjono; Lutfia Marsalina; Tomi Listiawan; Ika Mariana Putri
Jurnal Tadris Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2020.3.1.55-66

Abstract

This research aims to describe the mistake of vocational student in solving linier program question in term of conceptual and procedural understanding. The research was conducted at SMKN I Boyolangu Tulungagung. Subject was chosen based on the highest number of mistakes when completing linier program question. Data collection techniques in this research are test and interview. The instruments used in this research were the main instrument and supporting instrument. The main instrument is the researcher itself, while the supporting instrument are the test sheet and interview guidelines. To test the data validity in this research used time triangulation. Data analysis based on indicator of conceptual and procedural understanding that include data reduction, data presentation and conclusion drawing. The result of this study indicate that students who make mistake do not have a good conceptual and procedural understanding. This can be seen from subject cannot explain how to solve the question. In addition, subject cannot continue the answer because subject do not know the next step that must be done. Subject alsocan not explain the steps in solving linier program question. For this reason, teacher need to pay attention to students’ understanding when learning in class, especially conceptual and procedural understanding. In addition, teacher mut choose or design a conceptual learning design and procedural understanding to achieve the learning objective.
Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di SMP Fadillah, Ludfi Rachma; Listiawan, Tomi
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i12024p65-73

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengatasi rendahnya motivasi belajar fisika sehingga diharapkan ketuntasan belajar peserta didik dapat meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilakukan dalam dua siklus, adapun tahapan aktivitas lesson study yang dilakukan yaitu Plan (Perencanaan), Do (Pelaksanaan) dan See (mengamati dan merefleksi) dan diulangi hingga siklus ke dua dan ditutup dengan kesimpulan selama melakukan kegiatan lesson study. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dialakukan terlihat bahwa motivasi belajar IPA mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada hasil observasi awal menunjukkan bahwa 19 persen peserta didik yang cukup dan memiliki motivasi belajar tinggi. Dapat dikatakan bahwa tidak lebih dari 50 persen peserta didik kurang minat dengan materi IPA sedangkan pada posttest siklus pertama setelah diimplementasikan pendekatan CRT terjadi peningkatan motivasi belajar IPA menjadi 69 persen dan menjadi 100 persen di siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian berupa diagram terjadi kenaikan signifikan berdasarkan ketuntasan minimal yang diperoleh peserta didik yaitu 3,1 persen, pada siklus 1 dan siklus 2 setelah pengimplementasian pendekatan CRT terjadi kenaikan signifikan hasil belajar setelah dilakukan posttest dengan kenaikan 97 persen. Kata kunci: motivasi, hasil belajar, culturally responsive teaching Implementation of Culturally Responsive Teaching (CRT) Approach in Science Learning to Improve Students' Learning Motivation in Junior High School The purpose of this research was to overcome the low motivation to learn physics so that it was hoped that students' learning completeness can increase. This research was a collaborative classroom action research conducted in two cycles, while the stages of lesson study activities carried out are Plan (Planning), Do (Implementation) and See (observing and reflecting) and repeated until the second cycle and closed with conclusions during lesson study activities. Based on the results of the research that has been done, it can be seen that the motivation to learn science has increased significantly. In the initial observation results showed that 19 percent of students who were sufficient and had high learning motivation. It can be said that no more than 50 percent of students lack interest in science material while in the first cycle posttest after implementing the CRT approach there was an increase in motivation to learn science to 69 percent and to 100 percent in cycle 2. Based on the research results in the form of diagrams above, there was a significant increase based on the minimum completeness obtained by students, namely 3.1 percent, in cycle 1 and cycle 2 after implementing the CRT approach there was a significant increase in learning outcomes after the posttest with an increase of 97 percent. Keywords: motivation, learning outcomes, culturally responsive teaching
PENGENALAN DAN PELATIHAN ROBOTIKA SEBAGAI SARANA MENUMBUHKEMBANGKAN BAKAT DAN MINAT SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SAMPANG Hamdan, Achmad; Muladi, Muladi; Listiawan, Tomi; Norma Mustika, Soraya
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i1.6186

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan literasi teknologi dan mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada siswa Sekolah Dasar yang memiliki akses terbatas terhadap teknologi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan dan melatih robotika sebagai sarana menumbuhkembangkan bakat dan minat siswa di bidang teknologi khususnya robotika, serta mengurangi ketergantungan pada gawai. Mitra sasaran adalah siswa SD di Desa Tlagah Kabupten Sampang, dengan jumlah peserta sebanyak 40 Siswa dan 8 Guru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan yang diadaptasi dari Vincent II, J.W. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test, observasi dan wawancara. Hasil pre-test menunjukkan pemahaman awal siswa yang terbatas tentang robotika. Setelah pelatihan, rata-rata skor post-test meningkat signifikan dari 35 menjadi 82 menunjukkan peningkatan pemahaman konsep robotika. Observasi mencatat partisipasi aktif dan kreativitas siswa dalam merancang robot. Wawancara menunjukkan respon positif dari siswa dan guru terhadap peningkatan minat dan kreativitas siswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan robotika efektif dalam menumbuhkembangkan bakat dan minat siswa, serta berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai upaya membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan era digital.
Sinergi PPG UM dan Guru SMPN di Malang: Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Deep Learning untuk Pembelajaran Adaptif dan Inovatif Utami, Anita Dewi; Listiawan, Tomi; Sa’dijah, Cholis; Suwarman, Ramdhan Fazrianto; Oktaviana, Lucky Tri; Putri, Novi Rahmadani; Dyaswardani, Hapsari; Akmalia, Yuyun
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i2.21094

Abstract

Kurangnya pelatihan teknis dan pendampingan praktis terkait penerapan deep learning pada guru menjadi hambatan bagi sekolah untuk mengoptimalisasi implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk melatih 54 guru SMP 9 Malang agar mampu menyusun modul ajar berbasis deep learning secara mandiri dan kontekstual, membangun sistem pendampingan berkelanjutan melalui pembentukan community of practice (CoP), serta memublikasikan modul ajar inovatif hasil kegiatan ini sebagai model yang dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain guna mendukung penerapan Kurikulum Merdeka secara lebih adaptif dan bermakna. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan evaluasi. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu memantik kesadaran guru akan pentingnya penyusunan modul berbasis deep learning dan mendorong untuk mengaplikasikannya secara nyata. Pemantauan dan pendampingan jarak jauh akan diterapkan agar guru dapat saling mendampingi dan menyempurkan modul dengan baik. Pelatihan ini menjadi contoh kolaborasi baik antara akademisi dan praktisi untuk mewujudkan pembelajaran mendalam di sekolah.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA BATIK GAJAH MADA MOTIF SEKAR JAGAD TULUNGAGUNG Afifah, Dian Septi Nur; Putri, Ika Mariana; Listiawan, Tomi
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 14 No 1 (2020): BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.632 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol14iss1pp101-112

Abstract

Ethnomathematics is mathematics that found in the culture. The purpose of this research is to explore mathematical concepts in Gajah Mada Batik’s Motif Sekar Jagad Tulungagung. The research method used is qualitative method with an ethnographic approach. Data collection techniques used library studies, interview, and documentation. Data analysis techniques used data reduction, data presentation, conclusion. Checking the data validity is done by extending the observation, increasing perseverance, using reference material, member check. The result of this research, in Gajah Mada batik’s there are mathematical concepts in the form of two-dimensional figure, transformation geometry, angles, and line. The two-dimensional figure found in this batik is parallelogram, ellipse, rhombus. The transformation geometry that found in this batik is reflection. While the angles and line that found in this batik are obtuse, parallel line, opposite angle, upfront angle, opposite interior angle, opposite outside angle, upfront interior angle, upfront outside angle.
VAKSIN (Animated Video for Online Learning System): Support for Independent Asynchronous Learning in Introductory Geometry Courses through SIPEJAR Utami, Anita Dewi; Suwarman, Ramdhan Fazrianto; Darmawan, Puguh; Listiawan, Tomi; Rofiki, Imam
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 11 No 2 (2024): July 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v11i2.4454

Abstract

This research study is focused on developing the VAKSIN (Animated Video for Online Learning System) design, which aims to facilitate independent asynchronous learning in the introductory geometry course. The research methodology employed is based on Plomp's general educational problem-solving model, involving three out of five phases: initial investigation, design, and realization phases. Subsequent studies are planned to include testing, evaluation, revision, and implementation phases. The findings of the research indicate the feasibility of using VAKSIN in the Introductory Geometry course.
The Potential Development of Android-Based Lesson Study in Mathematics Learning at Junior High Schools Anita Dewi Utami; Rofiki, Imam; Suwarman, Ramdhan Fazrianto; Listiawan, Tomi; Manunggal, Deddy Trisna; Dyaswardani, Hapsari; Akmalia, Yuyun
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 12 No 2 (2025): July 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematics learning in junior high schools often faces challenges such as low conceptual understanding and limited teacher collaboration. Android-based Lesson Study (LS) offers a promising solution through technology integration, but related research is still scarce. This study analyzes the potential of Android-based LS for mathematics learning in junior high schools based on Scopus-indexed literature. A systematic literature review (SLR) was conducted using the PRISMA protocol. Searches in Scopus used the keywords "Lesson Study," "Android app," "mathematics education," and "secondary school," filtered by: (1) 2019–2024 publications, (2) journal articles only, and (3) full-text availability. Of 78 articles identified, 15 met the inclusion criteria. Results show: (1) 80% highlight Android apps’ effectiveness in improving teacher collaboration; (2) 60% report enhanced student motivation via interactive media; (3) main challenges involve teachers’ TPACK and infrastructure. The study concludes Android-based LS has strong potential for junior high schools, especially with adequate TPACK training.
The Role of Digital Technology in the Design of Mathematics Teaching and Learning: A Systematic Literature Review Fitriana, Laila; Hendriyanto, Agus; Sahara, Sani; Muhaimin, Lukman Hakim; Wintarti, Atik; Listiawan, Tomi; Saputro, Anip Dwi; A Dewi, Deshinta
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v3i2.2503

Abstract

Purpose of the study: This study systematically reviews the role of digital technologies in the design of mathematics teaching and learning over the past decade. It aims to evaluate how digital tools have been integrated into task and lesson design, identifying emerging trends, challenges, and innovations. Methodology: A systematic literature review (SLR) following the PRISMA framework was conducted, analyzing studies published between 2014 and 2023. A total of 32 studies were included, sourced from various academic databases. These studies were examined to explore the use of digital technologies such as GeoGebra, Dynamic Geometry Environments (DGE), mobile apps, and others in mathematics instruction. Main Findings: The review found that digital technologies, particularly GeoGebra and DGE, were frequently used to enhance mathematical exploration and conjecturing. Other tools, including mobile applications, augmented reality (AR), and AI, have contributed to innovative teaching strategies, increasing student engagement and understanding. However, challenges such as unequal access to technology and the need for teacher training in tool integration were identified. Novelty/Originality of this study: This study provides a unique contribution by focusing not only on the use of digital tools but also on their role within the broader teaching design context. It offers insights into how these technologies shape pedagogical strategies, helping educators design more effective and inclusive mathematics education environments.
PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL PADA MATERI KOMUNIKASI DALAM JARINGAN MATA PELAJARAN SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL KELAS X SMK PERWARI TULUNGAGUNG Ganjar Aji Sofyan; Tomi Listiawan
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/joeict.v3i1.749

Abstract

E-book berperan penting dalam proses pembelajaran karena memiliki keunggulan. Peneliti melakukan penelitian di SMK Perwari Tulungagung. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan buku digital pada materi komunikasi dalam jaringan, untuk mengetahui kelayakan buku digital pada penerapan pembelajaran. Model pengembangan menggunakan model 4-D yang merupakan singkatan dari Define, Design, Development and Dessimination. Pengujian produk mengadopsi ISO 9126. Metode pengumpulan data menggunakan angket kuesioner. Metode ini untuk memperoleh data sebagai kelayakan buku digital. Instrumen yang digunakan berupa pertanyaan dengan jawaban yang sudah tersedia terdiri dari 5 (lima) pilihan dengan penskoran = jawaban a skor 5, jawaban b skor 4, jawaban c skor 3, jawaban d skor 2, dan jawaban e skor 1. Dengan rumus skor yang diobservasi dibagi skor yang diharapkan dikali 100%. Dari hasil analisis data terbukti bahwa uji ahli menyatakan 100% hasil ahli media dan 83% untuk ahli materi. Selanjutnya uji coba produk oleh siswa ada dua tahap yakni tahap yang pertama menyatakan 80% dan tahap kedua 81%. Dengan demikian hasil dari penelitian di SMK Perwari Tulungagung dinyatakan layak.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA CLASSROOM BERORIENTASI DISCOVERY LEARNING PADA MATERI BARISAN DAN DERET ARITMATIKA Azizah, Alfina Nur; Listiawan, Tomi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i1.12107

Abstract

Era society 5.0 melakukan transformasi pendidikan dengan penerapan teknologi yang berkembang pesat untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penggunaan teknologi, terutama pembelajaran Geogebra, menjadi krusial untuk mendukung minat dan motivasi belajar siswa. Model Discovery learning juga diakui efektif dalam mendukung siswa yang matematis, berpikir kritis, kolaboratif, dan mandiri. Penelitian ini fokus pada pengembangan media pembelajaran berbasis Geogebra Classroom berorientasi discovery learning terhadap materi barisan dan deret aritmatika untuk siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI SMA dan dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pengumpulan data menggunakan lembar validasi dan angket. Tahapan penelitian mencakup analisis kebutuhan, perancangan media pembelajaran, pengembangan media, implementasi media berbasis discovery learning, dan evaluasi penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Geogebra Classroom berorientasi discovery learning dinyatakan valid dengan persentase 89,17% dalam kategori sangat valid dan dinyatakan praktis dengan persentase 90,61% dalam kategori sangat praktis. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ini valid dan praktis dalam mendukung siswa untuk belajar secara mandiri, sehingga siswa dapat memahami konsep barisan dan deret aritmatika dengan lebih baik dan mendalam.