Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peran Video Editor dalam Pembuatan Konten TikTok @bogornative pada Media Wiskul Bogor Asri Yuningsih; Suparman Suparman
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i1.6206

Abstract

The development of information and communication technology in today’s digital era has had a significant impact on various aspects of life, including the role of video editors. This paper aims to describe the role of video editors in creating TikTok content for @bogornative on Media Wiskul Bogor. The study uses a qualitative approach with an analytical method based on the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) theory by Luther-Sutopo (2003), which consists of six main stages: Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, and Distribution. The findings show that video editors play an important role in the digital creative industry. Their responsibilities are not only related to the technical aspects of editing but also include the ability to build visual narratives, create engaging story flow, and ensure harmony between visuals, audio, and the designed concept. In addition, video editors are required to understand social media trends to keep the content relevant. Throughout the process, editors often face various challenges such as limited device capacity, large file sizes, miscommunication within the team, and tight deadlines that demand high efficiency and creativity
LIVE STREAMING SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF: STUDI POLA KOMUNIKASI MAHASISWA KOMUNIKASI DIGITAL DAN MEDIA IPB UNIVERSITY Raifal Nur Imansyah; Suparman; Agung Prayudha
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/hpsgrw54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif pola komunikasi dan pemanfaatan dimensi interaktivitas interpersonal dalam membangun kehadiran sosial dalam aktivitas live streaming mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media (KMN) Sekolah Vokasi IPB University. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui strategi Netnografi (etnografi virtual) pada platform TikTok dan Instagram dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi digital terhadap lima informan kunci yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana serta Analisis Media Siber (AMS), lalu diinterpretasikan melalui kerangka Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Temuan menunjukkan bahwa pola komunikasi sirkuler menjadi nyawa utama dalam interaksi siaran langsung, sementara pola transaksional membentuk tingkat interaktivitas tertinggi. Integrasi lima dimensi komunikasi interpersonal Joseph DeVito (keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan) ke dalam fitur platform terbukti efektif menghidupkan kehadiran sosial virtual dan mereduksi jarak psikologis dengan audiens. Meskipun didukung oleh kompetensi literasi digital mahasiswa dan solidaritas rekan sebaya, kehangatan interaksi ini tetap menghadapi hambatan berupa gangguan teknis (technical noise), ketiadaan isyarat nonverbal, dan gangguan virtual (trolling). Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan siaran langsung sangat bergantung pada kombinasi keterampilan praktis media dan ketahanan emosional penyiar dalam mengelola krisis komunikasi di ruang digital.
Trend-Based Marketing pada TikTok Sebagai Strategi Pemasaran Digital MWX Indonesia Meutia Zahra Purmanto; Suparman
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7819

Abstract

Teknologi digital 5.0 telah mengubah strategi pemasaran secara online melalui platform media sosial. TikTok merupakan aplikasi kelima yang memiliki banyak keterlibatan harian pengguna 78,4% sekitar 1 jam 53 menit setiap harinya. Tiktok menjadi platform yang efektif dalam membangun brand awareness, serta menjangkau audiens secara lebih luas melalui konten video pendek kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi konten marketing pada akun TikTok MWX Indonesia sebagai media pemasaran digital, serta mengetahui peran Social Media Officer dalam mendukung kegiatan pemasaran digital perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, partisipasi aktif, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi konten marketing TikTok MWX Indonesia menggunakan pendekatan trend-based marketing dengan memanfaatkan tren media sosial, konten edukasi, storytelling, hiburan, testimonial, serta soft selling produk untuk menarik perhatian audiens. Meskipun demikian, MWX Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, seperti penyampaian informasi mengenai AI yang bersifat teknis kepada masyarakat yang belum familiar dengan teknologi AI, perubahan algoritma TikTok yang sangat cepat, sehingga mempengaruhi tren konten, keterbatasan sumber daya manusia, serta mengonversi jumlah views menjadi pembeli.
Framing Isu Viral dan Strategi Konten Edukasi Instagram @purela.id dalam Meningkatkan Brand Awareness Raka Nugraha Putra; Suparman
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7938

Abstract

Pesatnya pertumbuhan industri kosmetik Indonesia dan dominasi Instagram sebagai platform pemasaran berbasis visual mendorong perlunya strategi konten digital yang terdiferensiasi dan berbasis nilai bagi brand-brand lokal yang sedang berkembang. Penelitian ini menganalisis strategi pembuatan konten edukasi pada akun Instagram Purela dalam membangun brand awareness dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Pendekatan kualitatif diterapkan melalui penelitian selama lima bulan di PT Purela Sinari Abadi, Depok, Jawa Barat, pada Januari hingga Mei 2026, dengan data yang dikumpulkan melalui partisipasi aktif, observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi literatur. Produksi konten Purela dikelola menggunakan kerangka POAC yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, didukung model framing Entman yang menjembatani isu-isu viral ke narasi edukasi seputar parenting dan kesehatan kulit anak, dengan nilai-nilai keislaman yang diintegrasikan sebagai pembeda utama brand. Produksi dikonsentrasikan dalam satu hingga dua sesi per minggu, sementara pasca-produksi menerapkan variasi visual setiap tiga hingga lima detik dan konten diunggah pada waktu siang hari yang terbukti lebih efektif dibandingkan waktu malam hari yang direkomendasikan platform. Kendala utama meliputi pendeknya attention span audiens, kompleksitas koordinasi antardivisi, dan kebutuhan penyesuaian jadwal unggah berbasis data yang berbeda dari rekomendasi umum platform. Penerapan terpadu kerangka POAC dan strategi framing secara kolektif memperkuat brand awareness dan kepercayaan konsumen Purela, menawarkan model yang dapat direplikasi untuk pemasaran konten edukasi di sektor perawatan bayi dan anak
Strategi Dan Dinamika Produksi Konten Instagram Untuk Branding Perbankan: Studi Kasus Bank Mandiri Sukabumi Sudirman Jesslyanti Herryawan; Suparman Suparman
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.17800

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong organisasi memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan branding, termasuk Bank Mandiri KC Sukabumi Sudirman melalui akun Instagram @bumidirmans. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pembuatan konten Instagram untuk branding serta mengidentifikasi kendala yang muncul dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui partisipasi aktif, observasi, wawancara dengan PIC media sosial dan BOM sebagai mentor, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan konten Instagram dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Tahap pra-produksi meliputi penyusunan ide dan konsep berdasarkan arahan kantor pusat, agenda kegiatan cabang, tren media sosial, serta evaluasi konten sebelumnya. Tahap produksi dilakukan melalui pembuatan konten visual sesuai kebutuhan kegiatan cabang, sedangkan tahap pasca-produksi mencakup penyuntingan, penyusunan caption, approval, publikasi, dan evaluasi performa konten. Kendala utama yang ditemukan meliputi penyesuaian ide dengan citra korporat, pengaturan waktu produksi, koordinasi pihak yang terlibat, serta keterbatasan sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan konten Instagram yang terencana berperan penting dalam mendukung branding institusi secara informatif, profesional, dan dekat dengan masyarakat.
Komunikasi Pemasaran Digital Scarlett Melalui Brand Ambassador K-Pop Dan Keputusan Pembelian Konsumen Nazwa Nurhaliza; Suparman Suparman
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.469

Abstract

Perkembangan media sosial mendorong perusahaan memanfaatkan Instagram sebagai media promosi digital, termasuk pada industri kecantikan. Scarlett menggunakan girl group Heart2Hearts sebagai brand ambassador untuk menarik perhatian konsumen melalui promosi di Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi Scarlett di Instagram oleh brand ambassador Heart2Hearts terhadap keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS Statistic Version 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel brand ambassador berada pada kategori sangat tinggi dan variabel keputusan pembelian berada pada kategori tinggi. Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga promosi Scarlett di Instagram oleh Heart2Hearts berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Nilai R Square sebesar 0,156 menunjukkan bahwa brand ambassador memberikan pengaruh sebesar 15,6% terhadap keputusan pembelian, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Efektivitas Pesan Visual Stiker Kursi Prioritas terhadap Kepatuhan Generasi Z Pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek Maesy Tiara Putri; Suparman; Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.419

Abstract

ABSTRAK KRL Commuter Line Jabodetabek merupakan moda transportasi publik dengan volume penumpang hingga 981.000 orang per hari, menjadikannya ruang sosial yang kompleks bagi interaksi antar-penumpang. Fenomena pelanggaran etika kursi prioritas, khususnya oleh kelompok Generasi Z, masih kerap dijumpai meskipun stiker kursi prioritas telah dipasang di seluruh gerbong oleh PT Kereta Commuter Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis efektivitas elemen visual stiker berdasarkan dimensi semiotika Ikon, Indeks, dan Simbol menurut persepsi Generasi Z; (2) mendeskripsikan tingkat kepatuhan Generasi Z dalam memberikan kursi kepada penumpang prioritas; serta (3) menguji pengaruh efektivitas pesan visual terhadap kepatuhan Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan survei kuesioner Skala Likert 1–5 terhadap 106 responden Generasi Z (usia 17–25 tahun) pengguna aktif KRL Jabodetabek, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan SPSS. Hasil menunjukkan efektivitas pesan visual berkategori Tinggi (mean = 4,162), dengan Dimensi Indeks sebagai komponen terkuat (mean = 4,25). Kepatuhan Generasi Z berkategori Sangat Tinggi (mean = 4,363). Uji regresi membuktikan pengaruh positif dan signifikan efektivitas pesan visual terhadap kepatuhan (t = 15,019; Sig. = 0,000; R² = 0,684). Desain komunikasi visual stiker kursi prioritas yang integratif terbukti mampu mendorong kepatuhan nyata Generasi Z dalam mematuhi etika bertransportasi publik. ABSTRACT The Jabodetabek KRL Commuter Line is a public transportation mode with up to 981,000 passengers per day, making it a complex social space for inter-passenger interaction. Violations of priority seat etiquette, particularly by Generation Z, are still frequently observed despite the placement of priority seat stickers throughout train carriages by PT Kereta Commuter Indonesia. This study aims to: (1) analyze the effectiveness of priority seat sticker visual elements based on semiotic dimensions of Icon, Index, and Symbol according to Generation Z's perception; (2) describe Generation Z's compliance level in offering seats to priority passengers; and (3) examine the influence of visual message effectiveness on Generation Z's compliance. A quantitative explanatory approach was employed using a Likert Scale 1–5 questionnaire survey with 106 Generation Z respondents (aged 17–25 years) as active KRL Jabodetabek users, selected through purposive sampling. Data were analyzed using simple linear regression with SPSS. Results show visual message effectiveness is in the High category (mean = 4.162), with the Index Dimension as the strongest component (mean = 4.25). Generation Z compliance is in the Very High category (mean = 4.363). Regression analysis proves a positive and significant influence of visual message effectiveness on compliance (t = 15.019; Sig. = 0.000; R² = 0.684). An integrative visual communication design of priority seat stickers is proven effective in driving real compliance among Generation Z in adhering to public transportation etiquette.
Strategi Pengelolaan Konten TikTok dalam Layanan Informasi Publik oleh Humas Perumda Transportasi Pakuan Bogor Akhila Dilan Ramadhan; Suparman Suparman
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 6 No. 3 (2026): July (In Progress)
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v6i3.1422

Abstract

This study aims to analyze the process of managing TikTok content as a public information service by the Public Relations of Perumda Transportasi Pakuan Bogor. The study used a descriptive qualitative approach, collecting data through participatory observation, in-depth interviews, documentation, and direct involvement of researchers in the Public Relations Division of Perumda Transportasi Pakuan Bogor. The research informants consisted of the deputy head and members of the Public Relations Division directly involved in TikTok content management. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that content management is carried out in four stages: planning, production, distribution, and evaluation. Content planning is based on social media trends, audience information needs, and TikTok insight data. Production involves filming, editing, and internal review before publication. Content distribution is carried out routinely, taking into account upload times and active audience interaction. Evaluation is conducted using TikTok insight data to measure audience engagement and content effectiveness. This study also identified obstacles such as rapidly changing TikTok trends, technical production constraints, and challenges in creating engaging yet informative content. Structured content management can support TikTok as a public information service that is communicative, effective, and easily understood by the public.
Media Relations Strategy of the Ministry of Environment and Forestry and the Ministry of Defense in Detecting Hoax News in Online Media Kania Dafina; Lely Ika Mawarti; Hudi Santoso; Wahyu Budi Priatna; Suparman Suparman; Guruh Ramdani
Jurnal Mamangan Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the media relations activities is media monitoring. Media monitoring is a form of activity carried out by the Public Relations Bureau in companies and government agencies. The rise of various hoax reports in various media, especially online media, makes it necessary to monitor media through media monitoring activities. The aim of this research is to describe media relations strategies in overcoming the spread of hoax news through media monitoring. The theory used in this research is the Comcowich theory, which is related to media monitoring strategies, using descriptive qualitative research methods. The difference between this research and previous research lies in the research objects used, namely the Ministry of Environment and Forestry and the Ministry of Defense, and this research focuses on the spread of hoax news, which in previous research no one had used so that something new emerged. The results of this research show that the Public Relations Bureau of the Ministry of Environment and Forestry and the Ministry of Defense have a strategy to overcome the spread of hoax news, namely that the Public Relations Bureau of the Ministry of Environment and Forestry uses a paid site called Intelligence Media Analytics (IMA) and media clipping. Meanwhile, the Ministry of Defense's Public Relations Bureau also uses three media monitoring techniques, namely media tracking, media clipping and media content analysis.
Management of the Cekrekening.id Website as a Supporting Mechanism for Online Transaction Security for the Public Elizabeth Tawlyn Bogar; Suparman
Sinergi International Journal of Communication Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijcs.v3i4.928

Abstract

This study examines the operational management of digital fraud report classification on CekRekening.id, a national verification platform administered by the Ministry of Communication and Informatics of Indonesia to enhance online transaction security. The research addresses a clear gap in existing literature, as no prior study has provided an insider, process-level description of how fraud reports are screened, verified, and coordinated with banks through direct participant observation within a government digital service. The objective of this study is to explain the end-to-end workflow of fraud report management and identify key challenges that influence system effectiveness and public adoption. The research employed a qualitative participant-observation method during a three-month internship, supported by informal interviews and documentation review conducted within the institutional verification team. Data were grouped into thematic categories to capture procedures, operational constraints, and user behavior patterns that shaped daily verification work. The findings demonstrate that the platform follows a multi-stage workflow comprising submission, initial screening, verification, bank coordination, and publication, while also revealing critical constraints such as low digital literacy, interface ambiguity, limited staffing, and system performance inconsistencies. These findings highlight gaps between the platform’s technical design and real-world operational demands. The study recommends strengthening digital literacy initiatives, enhancing interface clarity, improving system reliability, and expanding inter-institutional collaboration. Overall, this research contributes a unique operational perspective that can guide future improvements in national digital transaction security.