Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Tekstur dan Uji Tarik Ti~4% berat Al yang Dicanai Searah pada Suhu 1100 C Supriyanto, Adolf Asih; Syafrizal, Syafrizal; Tauvana, Ade Irvan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2505

Abstract

Saat ini masih jarang ditemukan penelitian menggunakan paduan Al-Ti dengan komposisi berat Al yang sangat kecil. Tidak banyak orang melakukan penelitian tekstur tentang bahan ini. Proses canai dan anil dapat mempengaruhi tekstur dan sifat mekanik bahan. Pada penelitian ini telah dilakukan proses canai dan anil terhadap bahan Ti-4%beratAl. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui anisotropi uji tarik bahan tersebut akibat proses canai dan anil. Bahan yang digunakan adalah 3 batang Ti-4%beratAl yang dicanai pada suhu 1100 oC dengan reduksi tebal 96%. Kemudian 1 batang Ti-4%beratAl dianil pada suhu 900 oC selama 3,5 jam dan 2 batang Ti-4%beratAl dianil pada suhu 850 oC masing-masing selama 1 dan 4 jam. Difraksi sinar-x dengan metode refleksi digunakan untuk menentukan tekstur yang dinyatakan dengan gambar kutub (11-20). Uji Tarik dilakukan terhadap bahan yang dianil pada suhu 850 oC selama 1 jam. Hasil menunjukan bahwa Ti-4%beratAl yang dianil pada 850oC selama 1 jam memiliki tekstur dengan bidang kutub (11-20) terpecah di daerah sekitar ±30o dari arah arah normal (AN) ke arah canai (AC). Hasil uji tarik menunjukkan bahwa nilai UTS untuk arah AC, 45 oC dan AL berturut-turut adalah 651MPa, 571MPa dan 632MPa.
Pengaruh matrik resin-epoxy terhadap kekuatan impak dan sifat fisis komposit serat nanas Ade Irvan Tauvana; Syafrizal Syafrizal; Mokhamad Is Subekti
Jurnal POLIMESIN Vol 18, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v18i2.1841

Abstract

Pineapple leaf fiber is currently widely used in furniture and handicraft industries because it is easy to obtain, inexpensive, does not endanger health, can reduce environmental pollution so that later on as a composite reinforcing fiber can overcome environmental problems The choice of epoxy resin as a base material is caused the strength and stiffness of Epoxy resins is greater compared to other types of polymers. This study was intended to see the impact strength of pineapple fibers resin-epoxy and the fracture material of the specimen with macro photographs. The test specimens used pineapple fiber with volume fraction, 10%, 30%, 50% and epoxy resin matrix and hardener as hardener. The specimen is made by casting and mica as a mold. Mechanical testing using impact test, Physical test using photo macro structure. The result of the impact study obtained the impact price on the fraction of 50% volume that is equal to 0.76 J / mm2, this occurs because the fraction of fiber volume of 50% in addition to the distribution of the uniform force by the matrix is also supported by the ideal fiber, from the results of the above research In Can the optimum fiber volume fraction is at 50% volume fraction.
PENGARUH KECEPATAN DAN DAYA PEMOTONGAN MESIN CUTTING LASER TERHADAP MATERIAL THERMOPLASTIC POLY-URETHANE Tauvana, Ade Irvan; Nulhakim, Lukman; Widodo; Saepurohman, Ferdi
JURNAL RAMATEKNO Vol 3 No 2 (2023): Ramatekno
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v3i2.95

Abstract

Proses pemotongan material Thermoplastic Poly-Urethane (TPU) menggunakan mesin cutinglaser dengan menggunakan besaran kecepatan dan juga power pemotongan. MaterialThermoplastic Polyurethane merupakan salah satu material polimer berjenis termoplastik, danmemiliki sifat biodegradable, biocompatible, tidak beracun, fleksibilitas serta elongisitas yangtinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besaran power terhadap kualitas danjuga pengaruh besaran kecepatan terhadap hasil serta waktu pemotongan. Metode yangdigunakan mulai dari pembuatan pola pada komputer yang selanjutnya ditransfer ke mesin cuttinglaser setelah itu dilakukan proses pemotongan. Penelitian ini menggunakan besaran parameterkecepatan 20 mm/s, 50 mm/s serta 80 mm/s dan juga menggunakan besaran daya pemotongansebesar 40%, 45% serta 50%. Dari hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa hasilpemotongan menggunakan besaran parameter kecepatan 50 mm/s dan daya 45% merupakanhasil potongan terbaik. Semakin besar paramter kecepatan yang digunakan maka waktupemotongan juga semakin cepat, dan juga pada pengujian yang dilakukan dengan menggunakanbesaran parameter kecepatan serta daya yang terlalu besar atau terlalu kecil terdapat hasilpemotongan yang cacat, cacat yang terdapat pada hasil pemotongan berupa sobekan dan jugalelehan.
KARAKTERISTIK ALUMINIUM ALLOY 6001 PENGARUH PENGELASAN GTAW Syafrizal, Syafrizal; Tauvana, Ade Irvan; Supriyanto, Adolf Asih
JURNAL RAMATEKNO Vol 4 No 1 (2024): Ramatekno_Vol_4_No_1
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v4i1.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan tarik pada sambungan aluminium alloy 6001 melalui proses las GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) yang banyak digunakan pada sambungan rangka kendaraan ringan, seperti Gokar. Penelitian ini memperhatikan pengaruh sifat kelenturan aluminium yang digunakan banyak kendaraa ringan, termasuk jenis aluminium, teknik persiapan permukaan, logam pengisi yang digunakan, dan parameter pengelasan. Metode eksperimental dilakukan dengan mempersiapkan sampel aluminium alloy 6001, menjalankan proses las GTAW dengan parameter menguji kekuatan tarik sambungan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan faktor yang mempengaruhi kekuatan tarik sambungan las GTAW pada aluminium. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan praktik pengelasan aluminium dan memastikan kualitas sambungan yang optimal dalam aplikasi teknik yang berbeda. Dari hasil pengujian tarik secara keseluruhan memenuhi syarat, karena sambungan las berada diatas kekuatan minimum yang disyaratkan berdasarkan ASME BPVC 2021 Section IX(1), QW 422 yaitu dengan kekuatan minimum 145 MPa
ABLE TO PULL POLYLACTID ACID (PLA) MATERIAL ANET ET4 3D PRINTING MACHINE PRODUCT RESULTS nulhakim, lukman; Tauvana, Ade Irvan; Syafrizal, Syafrizal
Kreator Vol. 11 No. 1 (2024): Kreator
Publisher : P3M Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/kreator.v11i1.1222

Abstract

A 3D Printing machine is a machine that is capable of printing objects in 3 dimensions, made layer by layer by melting/melting a predetermined material. The material used to make specimens is Polylactic Acid (PLA) filament which has good strength and is easily decomposed in the environment. The resulting specimens were subjected to tensile tests with 3 different thickness variations, namely 2 mm, 3 mm and 4 mm. The results from the tensile test of the 2 mm thickness specimen had the greatest results of up to 43.29 MPa because the layers of the specimen were denser than the 3 mm and 4 mm specimens.
ANALISA KARAKTERISTIK LOGAM ST37 SETELAH PROSES HEAT TREATMENT Syafrizal, Syafrizal; Tauvana, Ade Irvan; Nulhakim, Lukman
JURNAL RAMATEKNO Vol 4 No 2 (2024): Ramatekno_vol_4_no_2
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v4i2.203

Abstract

Proses heat treatmen pada baja karbon adalah salah satu teknik untuk mengetahui perubahan sifat sifat fisik dan mekanik baja, dan berapa besar pengaruh yang ditimbulkan terhadap kemampuan suatu material khususnya baja karbon ST37. Baja ST37 adalah jenis baja yang cukup banyak dimanfaatkan sebagai bahan praktek bagi mahasiswa mesin di setiap kampus, karena harga yang relative murah dan tersedia banyak dipasaran, disamping itu jenis baja ini termasuk jenis baja yang mudah dibentuk, mudah dilas dan mudah dipotong. Baja ST37 tergolong baja karbon rendah. Setelah mengalami proses heat treatment dengan temperature yang cukup tinggi 900 oC, dengan pendingian cepat menggunakan air, hasil pengujian menunjukkan bahwa baja ST37, mampu meningkatkan kekuatan tarik 100 % dari kekuatan semula dan kekerasanya juga naik 30 % lebih tinggi, maka dalam hal ini wajib diwaspadai, jika salah dalam perlakuan heat treatment pada baja ST37, maka baja yang dianggap bagus bisa berubah manjadi baja ST37 yang dapat merusak mata pahat yang biasa digunakan pada proses permesinan.
Pemanfaatan Panas Pemanggang Sate sebagai Sumber Energi Listrik Berbasis Termoelektrik Generator Nulhakim, Lukman; Rachmanu, Fatkur; Tauvana, Ade Irvan; Widodo, Widodo; Yusuf, Mirza
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 15, No 2 (2024): JURNAL SIMETRIS VOLUME 15 NO 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v15i2.11391

Abstract

Termoelektrik generator merupakan teknologi pembangkit energi listrik dengan memanfaatkan efek Seebeck dikarenakan adanya perbedaan temperatur panas dan dingin pada kedua sisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan oleh termoelektrik generator dari proses pembakaran sate dengan menggunakan arang tempurung kelapa. Pembangkit energi listrik menggunakan 7 keping termoelektrik generator tipe TEG SP 1848 dengan sambungan seri ditempelkan pada material aluminium dengan ukuran 280 x 40  x 15 mm dan heatsink. Heatsink sebagai pendingin menggunakan model extrude. Pengujian dimulai arang sudah berwarna merah, dimana tegangan maksimal yang dihasilkan sebesar 25,4 V, dengan waktu 7 menit pada perbedaan temperatur 45 oC, dimana sisi panas dengan temperatur 189 oC dan sisi dingin dengan temperatur sebesar 144 oC.
RANCANG BANGUN MODUL MESIN KONVERSI ENERGI BERTINGKAT Nulhakim, Lukman; Syafrizal, Syafrizal; Subekti, Mokhamad Is; Tauvana, Ade Irvan; Widodo, Widodo; Yusuf, Mirza
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v10i1.3298

Abstract

Mesin konversi energi merupakan mesin yang merubah suata energi menjadi energi yang lain. Pemanfaatan energi yang dihasilkan oleh mesin konversi energi dapat digunakan untuk menggerakkan mesin konversi energi yang lainnya. Penelitian ini membuat modul mesin konversi energi bertingkat dengan metode regeneratif energi, dimana energi listrik dari sel surya digunakan untuk menggerakkan pompa, debit air yang dihasilkan pompa digunakan untuk menggerakan generator untuk menghasilkan energi listrik, dimana energi ini digunakan untuk menggerakan motor listrik pada kipas angin. Pembuatan modul ini meliputi perancangan, pembuatan dan perkitan. Pengujian dilakukan 30 menit pada masing-masing mesin konversi energi, dimana sel surya menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 20,9 V, pompa menghasilkan debit air rata-rata 3,53 l/m, dan tegengan yang dihasilkan oleh generator sebesar 12 V, sedangkan kecepatan udara yang dihasilkan oleh kipas angin rata-rata sebesar 22,8 m/s.
Analisis Pemotongan Logam ST-37 Dengan Mesin Brander CG1-30 Menggunakan Bahan Bakar Gas Propane Musicool 22 Tauvana, Ade Irvan; Widodo; Syafrizal; Wibowo, Nanang Roni; Hartanto, Ageng
JURNAL RAMATEKNO Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ramatekno
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v5i1.218

Abstract

Analisis pemotongan logam ST 37 dengan mesin brander CG1-30 menggunakan bahan bakar gas propane Musicool 22.Pemotongan pelat baja merupakan salah satu proses permesinan yang banyak digunakan di industri. Oleh karena itu, efisiensi dan kemudahan dalam proses pemotongan perlu terus ditingkatkan. Salah satu metode pemotongan yang umum digunakan adalah dengan campuran oksigen dan bahan bakar gas, karena dianggap efektif dan efisien dalam penggunaannya.Penelitian ini berfokus pada penggunaan bahan bakar baru, yaitu campuran gas oksigen dan propane Musicool 22 sebagai alternatif dalam proses pemotongan pelat baja. Karena bahan bakar ini memiliki komposisi yang baru, maka perlu dilakukan analisis mengenai pengaruh laju kecepatan pemotongan terhadap ketebalan pelat agar dapat menentukan kecepatan optimal dalam proses pemotongan.Mesin yang digunakan dalam proses pemotongan adalah gas cutting machine semiotomatis, karena mampu memotong dengan akurat serta memiliki pergerakan yang stabil di atas lintasan rel. Mesin ini juga dilengkapi dengan fitur adjusting speed dalam rentang 50–750 mm/menit, dapat memotong pelat dengan ketebalan 3–100 mm, serta memiliki komponen pengapian yang menghasilkan nyala api stabil.Pengujian dilakukan pada pelat dengan ketebalan 5 mm, 10 mm, dan 15 mm. Hasil pemotongan menggunakan gas cutting machine dengan bahan bakar propane Musicool 22 menunjukkan kecepatan pemotongan optimal untuk pelat 5 mm sebesar 7,1 mm/s, pelat 10 mm sebesar 10,4 mm/s, dan pelat 15 mm sebesar 18,3 mm/s.
RANCANG BANGUN POMPA HIDRAM UNTUK MENGATASI KETERBATASAN SUMBER ENERGI LISTRIK Tauvana, Ade Irvan; Widodo, Widodo; Nulhakim, Lukman; Anugrah, Hari
Jurnal Teknologi Terapan Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v11i1.701

Abstract

Puteran Village, Cikalong Wetan District, West Bandung Regency is the one that needs a hydram pump to utilize the spring water in Puteran Village to meet daily needs. This hydram pump is a pump that utilizes the power of water flowing from a source and some of the water is pumped to a higher place. This pump does not use electrical energy, so it can be used in areas where electricity is difficult or limited. This research includes design and assembly, this pump uses PVC pipe measuring ½", 2", 3" and 4". Tests were carried out by varying the diameter and length of the hydram pump tube. Water flows from the spring to the hydram pump at a distance of 6 meters with a height of 1 meter, while the distance from the pump to the water reservoir is 60 meters with a height of 2 meters. The total cost of making a hydram pump is Rp. 822,000,- and the largest variation in the 4" diameter air tube with a height of 1 meter produces a water discharge of 0.0000668 m3/s with a D' Aubuisson hydram pump efficiency of 82.59% and a Rankine hydram pump efficiency of 63.85%.